NovelToon NovelToon
Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin

Status: tamat
Genre:Perjodohan
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: mamika

Clarissa Atmaja yang baru kembali dari studinya disambut dengan tanggal pernikahan untuk menikahi laki-laki yang sudah menjadi tunangannya, laki-laki pilihan papanya. Namun, saat kembalinya ia dipertemukan dengan laki-laki yang menggetarkan hatinya, dan membuatnya jatuh cinta.

Angga yang dulunya pria yang hangat, berubah jadi dingin dan tak ingin lagi mengenal dengan yang namanya perempuan karena sakit hati dengan perempuan masa lalunya. Sehingga, membuat orang-orang berpikir dan menganggapnya laki-laki yang tidak normal atau tidak menyukai perempuan. Tetapi, Rissa bertekad untuk mengejar cintanya, dan menaklukkan laki-laki yang ia sukai. Tidak peduli dengan statusnya yang sudah bertunangan, dan tentang isu mengenai laki-laki yang ia sukai.

Mampukah Rissa menaklukkan hati Angga Wijaya atau ia akan menikahi laki-laki pilihan papanya yang sudah menjadi tunangannya?

oh ya kak jika berkenan follow Instagram aku mamika759

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang ke rumah

Rissa dan Melly mengintip Anggun dan Reno yang berada di luar.

"Emang ada apa dengan mereka?" tanya Rissa mengejutkan Melly yang tak sadar jika sahabatnya juga ikut mengintip.

Melly memegang dadanya karena terkejut, "Lo, liat aja!" ucap Melly pelan.

"Ris, pake baju dulu Napa!" ucap Melly yang tersadar sahabatnya itu belum memakai baju.

"Kalo gue pake baju dulu. Keburu ketinggalan, gue!" sahut Rissa.

***

Anggun berjalan keluar dari kamarnya. Ia berjalan melewati Reno, tanpa menegur Reno yang duduk di sofa.

Reno berdehem saat melihat Anggun berjalan melewati dirinya, setelah ia mengambil pesanan makanan. Anggun terus berjalan menuju dapur untuk meletakkan makanannya, dan mengabaikan suara deheman kakak sahabatnya itu.

Merasa diabaikan, Reno bangkit dari duduknya, mendekati Anggun yang terus berjalan, "Nggun!" Reno meraih lengan sahabat adiknya.

"Lepasin tangan, gue!" Anggun menatap Reno tajam, karena tangannya penuh dengan makanan. Ia tidak bisa menepiskan tangan Reno dari tangannya.

"Nggun, gue bener-bener minta maaf. Gue tahu, saat itu gue salah. Tolong, Lo maafin gue! Gue janji, akan tanggung jawab dengan apa yang sudah gue lakuin sama, Lo! Jadi, please.. Lo maafin gue!" ucap Reno tulus. Ia benar-benar menyesal dengan apa yang telah ia lakuin pada sahabat adiknya itu.

"Tanggung jawab?" gumam Rissa saat mendengar perkataan kakaknya pada sahabatnya. Ia pun hendak membuka pintu kamarnya, untuk meminta penjelasan pada kakaknya dan sahabatnya itu.

Melly menahan tangan Rissa yang hendak membuka pintu, "Lo, mau ngapain?" Melly menautkan alisnya menatap Rissa.

"Gue mau nyamperin mereka!" sahut Rissa, dan tangannya kembali memegang gagang pintu.

Melly kembali menahan tangan Rissa, "Udah, Lo nggak usah ikut campur. Biarin aja, mereka yang nyelesai sendiri. Lagian juga, kalo mau nyamperin, Lo, pake baju dulu," Melly mengingatkan Rissa kembali kalau dirinya masih memakai bikini.

Rissa menghela nafasnya, "Mel, tapi gue penasaran, tanggung jawab apa yang mereka bicarakan? Apa kakak gue, ngehamilin Anggun? Brengsek tu Reno, kalo beneran dia ngehamilin Anggun. Gue harus buat perhitungan sama dia!" ucap Rissa yang sudah sangat kesal.

"Lo, liat aja! Jangan banyak omong lagi, deh!" seru Melly.

*

"Tanggung jawab? Apa maksud Lo, tanggung jawab? Gue nggak perlu tanggung jawab, Lo!" bentak Anggun menatap Reno tajam. Anggun menghempaskan kuat tangannya, sehingga terlepas dari genggaman Reno. Ia melanjutkan langkahnya ke dapur, dan meletakkannya di atas meja.

Reno mengusap wajahnya kasar. Ia tahu, ia sudah berbuat salah pada Anggun. "Nggun," Reno tak berhenti, ia kembali mendekati Anggun.

"Apa Lo, nggak mikir sebelumnya, saat Lo, mau ngelakuin itu ke gue, Hah,?" teriak Anggun.

"Nggun, sorry Nggun. Saat itu-" Ucapan Reno terputus saat mendengar suara adiknya yang menggelegar di telinga mereka.

"Apa yang Lo, lakuin sama sahabat gue?" teriak Rissa sambil berjalan, dan mengikatkan tali bathrobenya. Saat mendengar ucapan Anggun, ia langsung mengambil jubah mandi, dan langsung memakainya.

Rissa menatap kakaknya tajam dengan berkacak pinggang, "Apa yang sudah, Lo, lakuin?"

"Apa Lo, ngehamilin sahabat gue, Hah?" Rissa menarik kaos yang melekat di tubuh kakaknya.

"Ris.. Ris.. tenang Ris...." Anggun menarik tangan Rissa saat melihat kemurkaan Rissa.

"Gimana gue bisa tenang? Kalau kakak gue sendiri ngehamilin, Lo!" teriak Rissa sambil melihat ke arah Anggun tanpa melepaskan tangannya.

"Ris, siapa yang hamil? Gue nggak hamil!" kesal Anggun. Mendengar ucapan sahabatnya, Rissa melepaskan tangannya dari kaos kakaknya.

Rissa menghela nafas panjang, "Kalo Lo, nggak hamil, kenapa dia mau bertanggung jawab sama, Lo? Apa yang udah dia lakuin sampe dia ingin bertanggung jawab sama, Lo! Apa dia nidurin, Lo?" tanya Rissa sambil menunjuk kakaknya.

Anggun menghela nafas panjang, mendengar runtunan pertanyaan dari sahabatnya. "Dia, nggak pernah nidurin, gue!" jawab Anggun.

Rissa terdiam, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada kakaknya dan sahabatnya. Dihamilin tidak, ditidurin juga tidak. Kenapa kakaknya ingin bertanggung jawab pada sahabatnya itu? pikirnya.

"Lo, apain teman gue?" tanya Rissa menatap tajam kakaknya.

"Ris, dia nggak ngapa-ngapain gue!" jawab Anggun cepat sebelum Reno menjawab pertanyaan adiknya. Rissa berbalik menatap Anggun tak percaya.

"Lo, apain temen gue?" ulang Rissa kembali menatap kakaknya. Anggun memelototkan matanya menatap Reno, untuk tidak memberi tahu Rissa.

"Gue, nggak ngelakuin apa-apa sama Anggun," jawab Reno. Rissa menatap Reno penuh selidik, ia tidak mempercayai ucapan kakaknya itu. Rissa menatap dua orang yang ada di hadapannya bergantian.

"Udah.. udah.. Ayo kita makan!" ucap Melly yang berjalan dari arah kamar mencairkan suasana yang tegang. Sedari tadi, ia berdiri melihat keributan mereka. Melly berjalan ke arah meja makan membuka makanan yang mereka pesan.

"Gue kenyang!" Anggun berjalan meninggalkan kedua sahabatnya, dan Reno.

Rissa melirik Melly memberi kode pada Melly untuk menemani Anggun. Ia juga ingin berbicara berdua pada kakaknya. Melly yang mengerti arti lirikan mata Rissa pun pergi meninggalkan kedua kakak beradik.

Rissa menghela nafas panjang, setelah ia hanya tinggal berdua saja dengan kakaknya, "Mas, jelasin ke aku, apa masalah kalian?" ucap Rissa. Rissa mengajak kakaknya untuk duduk di sofa.

Reno mendesah, "Nggak ada," jawab Reno.

"Bohong!" sanggah Rissa cepat.

"Ris, cepet ganti pakaian kamu. Papa sudah menunggu. Mas, juga ada pekerjaan yang belom, Mas, selesain!" ucap Reno.

Rissa menggeleng, ia pun beranjak dari duduknya. Pikirnya percuma, dirinya mengintrogasi kakaknya saat ini, dan tempatnya juga tidak tepat.

Rissa berjalan masuk ke kamarnya. Dilihatnya Anggun yang sudah berbaring di tempat tidur, dengan mata terpejam.

Rissa menghela nafas, ia pun dengan cepat mengganti pakaiannya.

"Mel, gue pulang! Bilang ke Anggun gue pulang!" pamit Rissa, walaupun ia tahu Anggun belum tidur.

"Iya, Lo, hati-hati!" ucap Melly. Rissa mengambil tasnya, dan berjalan keluar dari kamarnya.

"Ayol, Mas!" ajak Rissa pada kakaknya. Kakak dan adik itu pun keluar dari apartemen. Tak lupa, Rissa menutup rapat pintu apartemen.

Mereka berjalan melewati lorong, menuju lift. Rissa menekan tombol lift. Lift pun terbuka, mereka berdua masuk ke dalamnya.

Lift yang mereka naikki sampai di lobby apartemen. Pintu lift terbuka, kakak dan adik itu keluar dari lift.

"Pak, Angga!" ucap Rissa saat melihat atasannya berada di lobby apartemennya. Angga mengulas sedikit senyumnya membalas sapaan Rissa.

"Bapak, mau kemana?" tanya Rissa yang penasaran.

Angga melirik laki-laki yang berdiri di samping Rissa. "Apa pria ini pacar barunya?" tanya Angga dalam hatinya.

Rissa berdehem saat melihat mata Angga yang melirik kakaknya, "Oh ya, Pak. Kenalin ini kakak Saya-Reno," Rissa memperkenalkan kakaknya pada Angga. Reno sudah mengenal Angga, siapa yang tidak mengenal Angga CEO Wijaya Group. Angga menganggukkan kepalanya. Angga dan Reno saling berjabat tangan.

"Mas, ini atasan aku, Pak Angga," ucap Rissa.

"Oh ya, Pak. Saya jalan dulu!" pamit Rissa. Rissa dan Reno hendak melanjutkan langkahnya meninggalkan Angga.

"Sa...." panggilan Angga menghentikan langkah Rissa. Rissa berbalik menoleh Angga, "Iya Pak. Ada apa?"

"Bisa kita bicara sebentar? Ada yang perlu saya bicarakan!" pinta Angga. Rissa menautkan alisnya, tak percaya jika Angga malam-malam ke apartemen untuk menemui dirinya.

Rissa berbalik menghadap kakaknya, "Mas, Mas tunggu aja di mobil. Entar, aku nyusul, ke mobil," pinta Rissa.

Reno mendesah mendengar ucapan adiknya. "Oke! Mas, tunggu di mobil!" ucap Reno. Reno berlalu meninggalkan adik, dan laki-laki yang menjadi atasan adiknya.

"Sa, kamu mau kemana? Nanti, Saya yang akan antar kamu! Biar kakak kamu, ngga kelamaan nunggu," ucap Angga, yang mendengar helaan kakaknya Rissa. Ia juga tak ingin berbicara dengan terburu-buru, karena ditunggu.

"Saya mau pulang ke rumah," jawab Rissa.

"Ya udah, nanti Saya antarkan kamu ke sana!" ucap Angga. "Kamu beritahu kakak kamu, saya akan mengantar kamu!" ucap Angga.

Bersambung.

Hai kak makasih ceritanya, jangan lupa dukungannya vote, like, dan komentar 😍

1
Lina Lina
🤣🤣🤣
Galil Alfarizi
terlalu bertele² ceritanya
Sari Juliati
bagus
Sari Juliati
kak bikin lanjutan nya dong
Ari Arie
indahnya dunia halu thor haha..
Silfi Rinawati
seru amat ini ceritanya..rasain reva kenakarma..lanjut kk thor
Silfi Rinawati
😀😀 kasihan rissa sambung nnti malam..
Deby Delia
seru
Musyarofah Salim
author orang Jawa ya kok tahu apem
Rosmery Napitu
🤣🤣🤣🤣
Rosmery Napitu
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Crystal
Berarti Angga sm Risa beda jauh dong umurnya. Kirain kk tingkatnya saat kuliah🙄
Gitaputri Hapsari
risa trllu mencampuri urusan org
Any any
angga sama anggun aja.... rafi sama meli.... rissa terserah author aja... malas sama cara pikir risa yg kolot dan aneh.. trllu kekanak2n... katax udah S2 LN, kok pikiirannya sperti anak SD. author knp jadikan sirisa risa itu berotak OON sih.. 😡😡😡
Allinerick Danis
seruuu,,mantaptap
Haposan Parningotan
selamat berkarya
Yatni Sari
sy lihat visual foto angga suka bingit
Diki
Luar biasa
Satri Ani
sumpahh yahhh ngakakkk bangeeeddddd ampe skit perooottt🤣🤣🤣🤣🤣
dyve
grutu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!