Menjadi seorang model terkenal di segala penjuru dunia ternyata tidak membuat seorang Jennifer Priscilla Livingston bahagia.
Nyata nya dalam kehidupan rumah tangga nya bersama seorang Garrick Filbert Livingston sang penguasa bisnis, tidak semanis yang media beritakan.
Sikap acuh Garrick membuat pernikahan yang sudah berjalan hampir satu tahun ini terasa hambar. Garrick hanya terlihat peduli dan romantis kepada Jennifer pada saat media merekam saja, sisa nya? Pria itu seolah tidak mengenal diri nya!
-Judul dan sinopsis bertentangan? Penasaran? Ayo ikuti kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27.
"Kapan kamu kembali ke Italy?" Tanya Jennifer yang berjalan bersampingan dengan Ricard.
"Emm,, aku belum merencanakan nya" Jawab Ricard.
"Lebih baik kamu segera kembali ke sana" Sambung dingin Garrick.
Jennifer menoleh sesaat menatap sinis wajah tanpa ekspresi Garrick sebelum kembali meluruskan tatapan nya.
"Seperti nya hanya kakak ku yang tidak senang dengan kepulangan ku" Ujar dramatis Ricard penuh kesedihan.
Mendengar itu Jennifer pun langsung menepuk-nepuk pelan bahu Ricard, seperti sedang menyemangati pria itu.
"Tidak usah di pikirkan ucapan dia, kan di sini ada aku, mommy dan daddy" Ujar Jennifer.
Terlihat wajah memerah Garrick yang sejak awal menahan amarah dan rasa cemburu nya dengan diam nya.
Rahang Garrick juga terlihat begitu mengetat hingga urat-urat di leher nya tercetak begitu jelas.
Ricard tersenyum kemudian mengangkat tangan nya hendak mengusap kepala Jennifer, tetapi dengan cepat Garrick menepis tangan itu tanpa berkata apapun.
"Baiklah kalau begitu aku pulang, besok aku balik lagi ya. Kakak ipar"
Jennifer terkekeh ringan kemudian mengangguk. Setelah nya Ricard pun berjalan menuju mobil nya, memasuki mobil tanpa berpamitan dengan Garrick.
Setelah mobil milik Ricard melaju meninggalkan halaman rumah besar itu, sejenak suasana hanya di isi keheningan dan keterdiaman dari sepasang suami-istri itu.
Hingga akhirnya Jennifer berbalik dan melangkah tanpa menatap Garrick, tetapi begitu melewati tubuh pria itu. Lengan nya di tahan membuat Jennifer sontak menatap nya.
"Kamu seharusnya ingat kalau sedari dulu aku tidak suka melihat kamu dekat dengan Ricardo"
"Kenapa?" Tanya Jennifer.
Garrick diam dengan mata yang tertuju pada mata Jennifer.
"Ricard juga saudara kamu, dan kita tumbuh bersama di rumah yang sama" Lanjut Jennifer.
"Kamu ingat bukan, saat pertama kali kita saling mengikat dengan cincin tunangan. Dia ingin mengantikan ku"
Jennifer memutar malas bola mata nya. "Itu sudah lama, dan saat itu Ricard baru berusia lima belas tahun jadi wajar jika pemikiran nya masih labil"
Garrick menggertakkan gigi nya dengan kelopak mata yang terpejam sesaat, wajah nya semakin memerah menahan amarah nya saat istri nya terus membela adik nya.
"Sudah lah Garrick, sekarang kita sudah sama-sama dewasa dan lagi--"
"Sudah tau dewasa, lalu kenapa seperti anak kecil yang terus meminta pisah dengan ku hah?!" Bentak Garrick.
Kini bergantian, Jennifer lah yang memejamkan kelopak mata nya dengan tangan yang meremat sisi pakaian nya.
"Lalu bagaimana? Apa kamu mau menjelaskan semua hal yang aku tuduhkan pada mu?" Tanya Jennifer pada akhirnya yang terdiam cukup lama.
"Aku pergi karena urusan bisnis" Jawab singkat Garrick, nada bicara nya kembali normal saat melihat mata Jennifer yang berkaca-kaca.
"Bisnis?" Ulang Jennifer. "Oke aku percaya, lalu bagaimana dengan wanita itu? Lalu kenapa harus di minggu yang sama dan selama itu berada di sana?"
Garrick diam, tidak menjawab hanya mengikuti gerakan mata Jennifer.
"Lalu siapa yang tadi menelpon? Kenapa kamu langsung menjauh dan itu pasti orang yang sama seperti yang menelpon lewat handphone Fedro 'kan?!"
Garrick masih diam, membuat Jennifer menghempaskan tangan yang sedari tadi menahan lengan nya lalu langsung melangkah meninggalkan Garrick.
Tetapi baru beberapa langkah tubuh nya sudah melayang, dimana saat ini Garrick mengangkat tubuh nya.
"Turunkan!!" Teriak Jennifer mengamuk.
"Jangan hanya menuduh ku honey, lalu bagaimana dengan pria-pria yang mendekati mu itu" Tekan dingin Garrick yang terus melangkah.
Jennifer mencengkram lengan Garrick melampiaskan emosi nya saat tau bahwa pria itu akan balik menyalahkan dan menuduh nya.
"Apa yang perlu aku jelaskan? Aku cantik dan sudah pasti banyak pria yang menginginkan ku!" Jawab Jennifer.
Mendapat jawaban seperti itu dari istri nya, tentu Garrick sangat marah. Tangan nya yang berada di paha Jennifer pun meremat paha itu hingga membuat sang pemilik memekik.
"Aww! Sakit Garrick!"
Tidak menghiraukan pekikan istri nya, Garrick terus melangkah hingga sampai lah di kamar nya.
Menurunkan Jennifer di atas kasur kemudian Garrick mengeluarkan handphone nya.
Jennifer yang kesal membuang pandangan nya seraya menarik selimut untuk menutupi tubuh nya yang ia yakini bahwa Garrick akan kembali melakukan nya.
"Putuskan semua kontrak kerja sama istri ku dengan brand mana pun!"
Jennifer langsung menatap Garrick dengan mata membola sempurna.
"Bayar semua pinalti pemutusan kontrak dan buat pengumuman kalau--"
"Tidak Garrick, kamu tidak bisa menghentikan karir ku begitu saja!" Seru tidak terima Jennifer yang langsung berdiri di kasur.
Mendekati Garrick dan merebut handphone pria itu dimana saat ini rupanya Garrick tengah menelpon asisten nya, Fedro.
"Jangan lakukan apa yang di katakan Garrick, Fedro!" Tekan Jennifer yang setelah nya mengakhiri panggilan tersebut.
Kedua nya saling bertatapan begitu tajam dan lama hingga suasana sekitar terasa begitu hening.
Sampai kedua bibir itu saling bertemu, entah siapa yang memulai tetapi kedua nya sama-sama meluapkan kemarahan lewat ciuman tersebut.
Begitu rakus, kasar dan terburu-buru. Hingga handphone Garrick terlepas begitu saja ke lantai begitu sang pemilik handphone mendorong tubuh Jennifer agar berbaring.
"Aku tidak akan berhenti sampai calon anak-anak ku tumbuh di rahim mu" Desis tajam Garrick yang kembali menc*bu tubuh Jennifer.
Mulai dari kecupan pada pangkal paha istri nya dan terus naik hingga ke rahang wanita itu.
Mel*mat cuping nya kemudian Garrick memasukkan ibu jari nya ke mulut Jennifer.
"Siapa pun tidak akan ada yang bisa memiliki mu, kecuali aku!"
...****************...
Cari perkara aja...