Dua sahabat memutuskan untuk lebih terikat dengan menikahkan putra putri mereka , perbedaan hidup bagai bumi dan langit bukan sebuah penghalang untuk mereka karena berpikir cinta mampu mengalahkan semuanya .
Tanpa mereka sadari jika kedua anak mereka menjalaninya dengan berdasar sebuah perjanjian hitam di atas putih . Jika mereka hanya akan terikat selama seratus hari , dan masing masing tetap akan menjalankan kehidupan sebelum terjadi pernikahan ini .
Dimas Arkatama sang kaya raya akan tetap setia dengan kekasih hatinya , sedang Kanaya si biasa saja akan fokus dengan karirnya .
Akankah cinta bisa mengalahkan perjanjian yang sudah disepakati ? Atau mereka akan menemukan pasangan sejati setelah perpisahan ini ?
Tidak akan ada yang tahu karena cinta akan menemukan jalannya sendiri .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lindra Ifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Hari sudah menjelang sore ketika Nana selesai membereskan barang barangnya . Terpaksa ia menaruh semua barangnya di kamar utama atau kamar milik Dimas karena kamar utama dan satu kamar lain ada di lantai yang berbeda . Kamar utama ada di lantai dua sedang kamar untuk tamu ada di lantai bawah dekat dengan ruang tamu .
Jika ia memaksa menaruh barang barangnya di kamar tamu maka ia sendiri yang nanti akan kerepotan jika Nugraha atau Darwati tiba tiba mengunjungi mereka . Tidak mungkin ia memindahkan barangnya secepat kilat ke lantai atas . Mungkin ia akan tidur di kamar tamu dan akan membiarkan barangnya tetap di lantai atas , untuk sementara itu jalan yang paling baik .
Karena kelelahan setengah hari ini harus mengatur tempat tinggal tanpa sadar Nana ketiduran di sofa ruang tamu . Pak Yusuf dan pembantu yang ditugaskan membantu Nana juga sudah pulang satu jam yang lalu .
Dan gadis itu terbangun karena perutnya terasa berdemo minta di isi , siang tadi dia belum sempat makan karena makanan yang ia bawa ia tinggal di kantor Dimas . Suasana masih sangat sepi , itu artinya suaminya belum kembali dari kantor . Atau malah masih bersama dengan artis picisan kekasihnya itu .
Nana berjalan ke arah dapur , bibirnya membentuk lengkungan ketika melihat isi lemari pendingin di depannya . Mama mertuanya memang sangat perhatian , lemari pendinginnya berisi penuh dengan bahan makanan , minuman , susu dan cemilan ringan .
Tapi karena belum menanak nasi maka pilihannya jatuh pada mi instant dan telur, gadis itu berpikir terlalu ribet jika malam malam begini harus memasak dan kemudian menanak nasi .
" Kau masak apa ?? "
" Setan ... ayam ... cicak !!!! " latah Nana kaget karena di kesunyian yang dari tadi dia rasakan tiba tiba mendengar suara yang mengagetkan dirinya .
" Hisshhhh Abang !! Kasih salam dulu kek ... main nyelonong kaya setan !! Jadi kaget kan Nana ! " seru Nana kesal melihat Dimas dengan wajah lelah sudah duduk di kursi meja makan . Gadis itu menaruh mi buatannya ke dalam piring .
" Nana masak mi rebus " lanjutnya sambil duduk dan dengan tenang makan mi buatannya . Tak ia pedulikan tatapan Dimas pada isi piringnya , tampaknya pria itu juga sedang sangat lapar .
" Kok cuma satu Na !? Abang kan baru pulang , tawarin minum atau makan kek !!! "
" Memang Abang belum makan !? "
Dimas berdecak kesal , bukannya ditawari makan gadis itu malah menanggapi perkataannya dengan sebuah pertanyaan yang sudah jelas jawabannya .
" Ya mana sempet , seharian tadi meeting sama nyelesein laporan sama Devan ! Kita kedatangan tamu penting tadi .... "
" Oooo ... meeting sama yang itu ya , pantes betah sampai malam " kata Nana tanpa melihat ke arah suaminya .
Dimas menghela nafasnya , dia merasa bersalah karena siang tadi tak bisa berbuat apapun karena Nisa mengancamnya . Wanita itu akan bunuh diri jika ia berani mengejar Nana , beruntung Tom menelpon agar Nisa segera kembali ke lokasi syuting karena waktu break sudah selesai . Dan klien besarnya tak perlu melihat keberadaan kekasihnya itu di dalam kantornya .
Dan kejadian lain yang tak kalah mengejutkan adalah ternyata klien penting yang ia tunggu adalah pria berwajah bule yang hampir saja ia serang . Beruntung pria itu sangat profesional hingga tak sedikitpun membahas kejadian yang terjadi di hotel sebelah . Sungguh Dimas merasa hari ini adalah hari yang sangat
melelahkan untuknya ....
" Ckk ... seudzon dosa Na !! Abang minta maaf soal tadi , Abang salah ! Tapi kami tidak bermaksud bermesraan atau apapun seperti yang kau lihat . Ehhmmm ... Itu terjadi spontan , terjadi begitu saja ... Nggak sengaja Na !! "
" Helehhhhh ... orang buta juga bisa lihat kalau Abang sama dia mesra mesraan , mungkin udah main sosor sosoran kalau tadi Nana enggak datang !! " sewot Nana semakin lahap memakan mie nya , sepertinya beradu argumen dengan sang suami memang butuh tenaga yang tidak sedikit .
" Na ... minta dikit dong ! Abang laper banget ini . Sukur sukur sih dibikinin sekalian ya ... ya ! Dapat pahala gede lho kalau bikinin suami makanan pas lagi laper lapernya "
BRAKKKKK ....
Nana sengaja mengangkat dan kembali menaruh piring di meja dengan cukup keras , hingga Dimas berjingkat kaget .
" Suami ??? Pahala ?? Nggak salah kuping Nana denger itu dari mulut Abang hahh !! Abang pikir peluk pelukan sama wanita yang bukan muhrimnya itu juga pahala ?? Sudah Nana katakan dari awal untuk menghormati pernikahan kita kan ? Nana tahu kalian saling mencintai dan nggak ada niatan sedikit pun untuk memisahkan kalian !! Tapi jaga sikap selama kita masih terikat dalam pernikahan . Jika Abang bisa menghargai Nana maka sudah bisa dipastikan Nana akan lebih dan lebih menghormati Abang !! "
" Kamu marah sama Abang !?? Kan Abang sudah minta maaf tadi !! " volume suara Dimas mulai meninggi , sisi egonya tak terima karena Nana sudah menyalahkannya .
Beruntung makanan dipiringnya sudah habis hingga akhirnya Nana mengalah dengan beranjak pergi dari meja makan , setelah mencuci alat makan dia segera melangkah ke kamarnya sendiri .
" Abang laper Na .... "
Dimas tersenyum menang ketika istri kecilnya menghentikan langkahnya dan kembali berjalan menuju lemari pendingin untuk mengambil bahan makanan . Tapi matanya mengernyit ketika gadis itu membawa satu bungkus mie dan satu buah telur yang kemudian di letakkan tepat didepannya .
" lni mie sama telur ... bikin sendiri !! Jangan ajari Nana mencari pahala jika Abang masih tidak bisa bersikap layaknya suami Nana !! Jangan minta dihargai jika Abang sendiri tidak bisa menghargai ... "
" Na ... "
Diboongin Mama kau Na...
awas aja kalo sebelum 100 hari km bersikap diluar nurul Dimas...
timpuk bareng2 ..