NovelToon NovelToon
Mitos Kembang Mayang

Mitos Kembang Mayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat
Popularitas:52.6k
Nilai: 5
Nama Author: Raisya Putri 🕊

Aku masih perawan, itu yang di katakan Maudy ketika akhirnya Ia tau kalau suaminya selama ini mencoba menghindarinya karena kepercayaan turun temurun dari keluarga suaminya itu.

Pada saat resepsi pernikahan mereka entah karena apa, ada beberapa kembang mayang yang tiba-tiba mengering, dan itu membuatnya mendapat hinaan karena di percaya sudah tidak segel lagi.

Maudy yang mengira kalau suaminya menghindarinya karena memang tidak ada cinta, karena memang pernikahan mereka terjadi karena perjodohan.

Hingga akhirnya Ia tau alasan suaminya itu diam padanya selama berbulan-bulan. Yuk mampir di karya author remangan, jangan lupa bagi like komennya ya 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raisya Putri 🕊, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Kemarahan Susan

...****************...

Maudy bisa mendengar ******* nafas Suaminya, Ia tau kalau saat ini Pria itu sedang benar-benar kesal.

       " Kenapa Mas, kok kesal amat gitu. Jangan terlalu serius, mana mungkin aku disini sampai setahun, aku masih ingat kontrak kerjaku yang masih tersisa lima bulan dua puluh lima hari. Aku juga tidak lupa kalau aku saat ini punya suami ya meskipun hanya suami kontrak. "

Gibran terdiam mendengar ucapan Maudy, apalagi istrinya itu menyebutkan dengan gamblang tentang status dan juga sisa waktu mereka bedua.

       " Sudah, tidak perlu merasa bersalah begitu, dua jam lagi aku sampai. " Ucap Maudy lagi.

Wajah Gibran langsung sumringah hampir saja Ia bersorak namun akhirnya Ia sadar bagaimana kondisi mereka.

       " Ya sudah kalau begitu, memang harusnya seperti itu. "

Di tempatnya Maudy menatap ponselnya tak percaya, Gibran langsung memutuskan panggilan sepihak.

        " Dih dasar aneh. " Gumam Maudy lantas memasukkan ponselnya kembali kedalam tasnya. Ia kembali mengemudi mobilnya melanjutkan perjalannya.

Arga mengerutkan keningnya melihat tingkah Bos nya.

      " Cepat sekali berubahnya, baru beberapa menit marah-marah sekarang lihatlah, dia bahkan senyum-senyum sendiri. Apa aku nggak salah lihat, apa dia benar Bos Gibran. " Batin Arga sembari geleng-geleng kepala.

         " Eh Ga, sini. "

Arga makin di buat heran dengan perubahan Gibran, baru juga Ia menolak melakukan aktivitas kemana-mana. Bahkan semua jadwal yang sudah di atur sedemikian rupa oleh sekertaris nya pun di cancel. Tiba-tiba saja Gibran ingin mengadakan pertemuan kembali secara mendadak dan itu semakin membuat Hana kelimpungan. Ingin rasanya Ia teriak namun tidak bisa.

Senyum tak lepas dari raut wajah Gibran membuat semua orang saling pandang begitu juga dengan Hana, Ia yang memang memiliki kedekatan dengan Arga langsung bertanya mengenai perubahan Bos mereka itu.

        " Ah kamu Han, kaya nggak pernah jatuh cinta saja. "

" Haish.... Ga, aku memang belum pernah jatuh cinta. Memang jatuh cinta begitu ya. " Tanya Hana lagi.

Arga menepuk jidatnya pelan seraya menatap wanita cantik di sebelahnya, ada rasa heran namun juga senang.

         " Nggak semua sih Hana, hanya orang yang benar-benar mencintai saja yang seperti itu. Sudahlah, nanti juga kamu akan ngerasain sendiri kalau sudah merasakan yang namanya jatuh cinta. "

" Hishhh.... emang kamu sudah pernah ya. "

Arga mendadak gugup, pipinya memerah seperti sedang di polisi blush on.

      " Ah A-aku, aku tentu saja pernah jatuh cinta. "

Tiba-tiba raut wajahnya berubah, dari yang tadi bahagia kini jadi muram.

       " Kenapa ? " Tanya Hana.

" Ah nggak apa-apa, sudahlah. Kembalilah bekerja. "

Arga tersenyum pada Hana dan gadis cantik itu pun mengangguk pelan dengan perasaan heran, tidak biasanya Pria itu tersenyum padanya, begitu pikirnya.

***

Maudy tiba di rumah, Ia berderab masuk sembari menarik koper kecilnya. Baru mengucap salam Ia sudah di sambut dengan heboh oleh Bunda Ayu dan du orang asisten di rumah itu.

" Waalaikum salam Nak, akhirnya kamu kembali juga. Mari sini, duduk dulu sebentar. Oh ya Bi, tolong buatkan Maudy minum, cepat ya, dia pasti lelah perjalanan jauh. "

Dari dalam kamar, Mawar samar-samar mendengar suara ramai-ramai di luar. Ia pun beranjak dari tempat duduknya karena penasaran.

Tangannya mengepal menahan amarah ketika melihat kebersamaan Maudy dan juga Ibu mertuanya. Selama ini Bunda bahkan tidak pernah menyambutnya sampai seperti itu.

Mawar yang marah tanpa sengaja meninju pintu kamarnya, Ia meringis kesakitan dan dengan cepat Ia mengelus tangan kanannya itu.

" Dasar wanita kampung, pakai susuk apa sih dia, sampai-sampai Bunda begitu mengistimewakan dia di rumah ini. Tidak apa, tertawalah sepuasnya sekarang, sebelum nanti kamu menangis setelah mengetahui bagaimana perbuatan suami mu di belakang mu di saat kamu tidak ada. "

Mawar kembali masuk ke dalam kamar, masih dengan amarah yang membuncah, Ia menghempaskan bokongnya di kursi meja rias nya.

Ia mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang.

" Jalankan rencanamu karena dia sudah kembali. "

Setelah mengakhiri panggilan Susan menghempaskan ponselnya ke arah ranjang, Ia menjerit dalam hati.

Di tempat lain

Gibran merogoh ponselnya karena mendengar ada notifikasi, Ia pun memeriksa nya. Terdengar helaan nafas, begitu pun dengan raut wajahnya yang langsung berubah.

Ingin mencoba tidak peduli namun pesan kedua membuatnya mengepalkan tangannya.

" Ada apa Bos, apa kita jadi pulang ke rumah. Sepertinya Bu Maudy sudah sampai di rumah dengan selamat. "

Arga menyerahkan ponsel miliknya kepada Gibran, tanpa sadar bibirnya tertarik ke arah pipi. Ia tahu kalau itu adalah kerjaan Bunda nya.

" Nyonya meminta kita untuk segera pulang, tidak boleh kemana-mana. " Ucap Arga.

Lagi-lagi Gibran menghela nafas panjang, Ia masih nampak berpikir.

" Ada apa Bos, apa Nona berulah. " Tanya Arga yang seolah mengetahui perubahan raut wajah Bos nya itu.

Gibran mengangguk dan giliran Ia yang memberikan ponselnya kepada Arga, Arga membaca pesan yang tertulistertulis disana. Ia pun ikut merasakan apa yang di rasakan Bos nya itu.

...****************...

Susan mematut dirinya di depan cermin, Ia sudah memakai pakaian yang bisa membuat setiap Pria enggan berkedip, tak lupa Ia menyemprotkan parfum kesukaannya.

Terdengar bel berbunyi tepat setelah adzan maghrib selesai berkumandang, Susan berlari ke ruang tengah.

" Biar aku saja Bi, Bibi ke dapur saja dan tolong siapkan makan malam untuk dua orang. " Pinta Susan.

Bibi mengangguk dan pergi untuk menyimpan apa yang di perintahkan oleh majikannya itu. Susan memastikan penampilannya sebelum membuka pintu.

" Sayang, akhirnya kamu datang ju.......! "

Susan terkejut melihat siapa yang berdiri di depan pintu, tangannya yang sudah terangkat Ia turunkan kembali.

" Kamu........ mana Gibran, aku meminta Gibran yang datang bukan kamu. "

Arga tersenyum sinis, sudah Ia duga pasti akan seperti apa reaksi Susan setelah melihatnya.

" Apa aku akan tetap berdiri disini, tidakkah aku di ijinkan masuk, bagaimana pun juga aku ini adalah orang kepercayaan mantan kekasih mu kan. "

Susan terkejut mendengar ucapan Arga, Ia langsung marah dan ingin melayanhkan tamparan ke wajah Arga yang menurutnya terlalu lancang.

" Cukup Nona Susan, aku kemari bukan karena kemauan ku sendiri tapi karena permintaan Bos ku. Baiklah kalau aku tidak boleh masuk, aku akan langsung pulang dan pasti akan mengadu.......

" Brengsek...... silahkan masuk. "

Arga tertawa sinis mendengar makian Susan, meskipun begitu Ia tetap memilih masuk. Susan mencoba menghubungi Gibran namun ponselnya tidak aktif, Ia semakin kesal dan mengomel-ngomel.

" Cukup Susan, kamu tidak bisa menghubungi dia. Ponselnya di sita sama Nyonya besar, malam ini dia tidak bisa kemana-mana. Apa kamu mau Nyonya semakin ilfeel padamu, apa begini caramu mengambil hatinya. Susan, untuk saat ini jangan melakukan apapun sebelum kamu kehilangan kesempatan berharga mu itu. "

Arga berpamitan pulang setelah mengatakan semua yang ingin Ia katakan, Susan menjerit histeris. Ia berteriak sambil berlari ke dalam kamarnya.

" Non Susan, makan malam nya sudah siap, mau makan sekarang. "

" Makan saja semuanya sendiri Bi. "

Susan berkata sedikit keras pada Bibi karena kemarahan nya yang sedang menggebu. Bibi menatap heran pada majikannya itu, Ia memeriksa ke ruang tengah namun tidak menemukan siapapun.

...****************...

1
Kurnia Skty29
duh mawar² ngapain kamu nyalahin Bayu mang kamu ga denger apa yang di ucapin dokter tadi di rumah sakit, semuanya butuh proses war kata dokter juga. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri dan berbeda pula apa yang di pikirkanya yaitu hanya harta warisan
Kurnia Skty29
Berapa banyak lu Nana Nini Nunu semaleman ga bisa langsung jadi besoknya war. Sedangkan pertemuaan dan terjadinya pembuahan butuh 6hari, kalau mau periksa pake testpack butuh telat datang bulan 1 minggu
Kurnia Skty29
andai Bayu tau apa yang dipikikan istrinya. Dan juga mawar tidak akan menyesal malah membuatnya senang kalau membuahkan hasilnya yaitu membuat ia hamil otomatis ia mendapatkan warisan
Andariya 💖
maudy d jodohkan 🤣🤣
🎵⭕🦾
jgn" Maudy mau dijadikan tumbal pesugihan 🤔🏃🏃🏃
🎵⭕🦾
rombongan dari keluarga calon besan rupanya 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
🎵⭕🦾
jgn" Rizky juga sdh diancam oleh keluarga Wijaya. pd siapa Maudy hrs membagi cerita 😢
🎵⭕🦾
waduhh...kok jd rumit begini. sebenarnya ada perjanjian apa antara papa Maudy dg keluarga kaya raya itu? mencurigakan 🤔
🎵⭕🦾
hahhh? terjadi mis komunikasi kyknya. Maudy sdh punya pilihan sendiri. sementara papanya juga menyiapkan calon suami utk Maudy. gaswat nihh
🎵⭕🦾
tentu tidak mudah bagi Maudy menyikapi permintaan papanya.
🎵⭕🦾
ya gak bisa gitu dong pa... semua kn butuh proses. gk bisa buru" nikah juga.
🎵⭕🦾
demi apa coba pak Rahmat & dokter menutupi situasi & kondisi yg sesungguhnya? bukannya hanya akan menambah luka putrinya seandainya terlambat tau?
🎵⭕🦾
papa...jgn ngomong spt itu. jgn mendahului yg di atas. 🙄
🎵⭕🦾
ada kabar kurang mengenakkan nih biasanya klo udh kek gini 🤔
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
kok dah lama nggak up Thor ada apa🤔
Sri Rela Vivi Ani: uda ga minat deh bcanya lama x ga ada sambungannya bosan
total 1 replies
Sri Rela Vivi Ani
kekny uda lama sekali ne cerita ga ad sambungannya apa dihapus aja yaaa cari yg lain yg lebih seru lg
Lusia Ani Hermawati
mantap ceritahya
Panji Tika
mawar " kelihatan banget klu dia gila harta bukankah orang tua jg suami nya sdh kaya masih aja kurang
Panji Tika
ealah pengantin prianya malah kabur ...blm saling mengenal sih tapi ngk gitu jg caranya
Panji Tika
hancurnya hati Rizky...sabar ya semuanya sudah jalan takdir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!