NovelToon NovelToon
Wanita Samaran Untuk Dokter

Wanita Samaran Untuk Dokter

Status: tamat
Genre:Pengganti / Dokter / Tamat
Popularitas:11.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kolom langit

"Pergilah sejauh mungkin dan lupakan bahwa kau pernah melahirkan anak untuk suamiku!"


Arumi tidak pernah menyangka bahwa saudara kembarnya sendiri tega menjebaknya. Dia dipaksa menggantikan Yuna di malam pertama pernikahan dan menjalani perannya selama satu tahun demi memberi pewaris untuk keluarga Alvaro.

Malang, setelah melahirkan seorang pewaris, dia malah diusir dan diasingkan begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi Membawa Salah Paham Berkepanjangan

Rafli belum mampu menguasai diri dari rasa terkejut setelah membaca sepucuk surat yang ditinggalkan Arumi. Ternyata benar dugaan Yuna tadi, bahwa Alesha tidak lain adalah Arumi yang menyamar sebagai pengasuh.

Untuk beberapa saat Rafli tidak tahu harus melakukan apa. Ia sedang memikirkan ke mana Arumi membawa putri mereka. Apakah ke tempat yang sangat jauh atau hanya di kota yang sama.

Ia tak dapat menebak.

Padahal baru saja Rafli ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang telah dilakukannya di masa lalu. Namun, semua seolah terlambat. Arumi telah pergi dengan membawa salah paham berkepanjangan di antara mereka.

Kepergian Arumi dan Aika secara mendadak pun membuat gempar di kediaman keluarga Alvaro. Semua orang menjadi panik karena Rafli dalam keadaan marah dan tak dapat mengendalikan emosi meledak-ledak.

"Cepat kalian semua berpencar mencari Arumi dan Aika. Sisiri setiap sudut di kota ini!" perintahnya setengah berteriak.

"Saya akan melacak melalui rekaman CCTV di jalan-jalan, Tuan. Mungkin ada petunjuk dari sana," ucap Osman.

"Cepat lakukan! Arumi pasti belum jauh dari sini, pastikan dia ditemukan dalam keadaan baik-baik saja."

"Baik."

Tanpa banyak kata, Osman beranjak dan membagi tugas dengan anak buahnya. Berbekal nama besar Rafli Dylan Alvaro, ia dengan mudah mendapat bantuan dan menemukan jejak-jejak kepergian Arumi. 

Sementara Rafli masih berusaha untuk bersikap tenang dan tidak gegabah di tengah ketidakpastian keberadaan dua orang yang paling berharga dalam hidupnya itu.

"Cobalah untuk tenang dulu! Kita tunggu kabar dari Osman dan lainnya," ucap Evan yang sedari tadi melihat Rafli berjalan mondar-mandir dengan gelisah.

"Bagaimana aku bisa tenang sementara anakku berada di luar sana!" pekik Rafli.

"Setidaknya Aika bersama ibu kandungnya, bukan dengan penjahat. Dia pasti akan baik-baik saja."

Ucapan Evan membuat Rafli sedikit tersadar dan lebih tenang.

Kurang dari satu jam, Osman sudah kembali dengan membawa beberapa petunjuk penting. Ia menunjukkan rekaman CCTV yang telah di-copy ke ponselnya. Rafli meraih ponsel dan meneliti rekaman itu.

Dari sana terlihat seorang wanita bercadar berjalan dengan menggandeng anak kecil. Meskipun tidak melihat wajahnya karena rekaman dari jarak jauh, tetapi Rafli yakin itu adalah Arumi dan Aika. Setelah melihat pakaian yang dikenakan anak perempuan tersebut.

"Nona Arumi terakhir kali terlihat masuk ke sebuah apartemen, Tuan. Kira-kira tiga jam lalu. Mungkin Nona Arumi tinggal di apartemen itu selama ini."

"Kau tahu alamat apartemennya?"

"Tentu saja!" jawab lelaki itu.

"Baiklah, kita ke sana sekarang! Semoga mereka memang ada di sana."

*

*

Dengan ditemani Evan dan Osman, Rafli mendatangi sebuah apartemen yang diduga adalah tempat tinggal Arumi. Ketegangan sempat terjadi antara mereka dan para petugas keamanan apartemen karena Rafli menerobos tanpa permisi.

Nahas, ternyata Arumi telah meninggalkan apartemen sejak dua jam lalu. Hal yang membuat mereka lagi-lagi kehilangan jejak.

Malam itu juga semua anak buah Rafli dikerahkan untuk mencari. Perbatasan kota dijaga dan diperiksa dengan ketat. Seluruh stasiun bus, kereta api, pelabuhan dan bandara tak luput dari pemeriksaan. 

Namun hasilnya tetap nihil, karena Arumi tidak juga ditemukan. 

Rafli memijat kening yang terasa berdenyut. Saat ini mereka sedang berada di sebuah stasiun bus. Semalaman penuh hingga pagi menjelang mereka mencari tanpa henti, namun belum membuahkan hasil. Mereka kehilangan jejak seolah Arumi dan Aika hilang ditelan Bumi. 

"Tuan, istirahatlah sebentar. Anda terlihat sangat lelah. Biar saya dan mereka yang mencari Nona Arumi dan Nona kecil," tawar Osman.

Namun, Rafli seakan tak peduli. Sebelum menemukan Aika dan Arumi, ia tidak akan bisa tenang.

"Aku tidak butuh istirahat! Terus lanjutkan pencarian, jangan berhenti sebelum kalian menemukan mereka!"

Osman hanya mengangguk patuh. Yang dapat mereka lakukan adalah terus dan terus mencari.

Rafli memilih naik ke mobil dan bersandar sejenak demi mengistirahatkan tubuhnya. Pikirannya melayang-layang. Andai saja ada sedikit kesempatan untuknya, akan ia perbaiki semua kesalahannya terhadap Arumi dan memulai dari awal.

"Kenapa aku begitu mudah mempercayai Yuna dan tidak mendengarkan penjelasan Arumi?"

Sepasang mata Rafli terpejam. Baru saja akan memasuki alam mimpi, panggilan Osman sudah terdengar.

"Tuan, saya mendapat informasi, ada pembelian tiket pesawat atas nama Arumi Miyuzha dan Aika Sakura. Jadwal pesawatnya kurang lebih satu jam lagi!"

...****...

1
febby fadila
iya mesummu ada di bab pertama aja 🤣🤣🤣 itupun setengah aja
febby fadila
ya perbanyak anak kalian nggak masalah 🤣🤣
febby fadila
semoga itu rafli dan aika
febby fadila
astaga ada aja jawabannya tu anakmu rafli 🤣🤣🤣
febby fadila
ayo rafli ceritakan pelan² buat anakmu biar dia juga bisa menerima arumi,
febby fadila
untung aika nggak kenapa napa
febby fadila
semoga aika cepat sehat dan arumi juga bisa menjelaskan dengan pelan² terhadap aika knp wajahnya sama kek yuna
febby fadila
ayo bawah cepat ke rumah sakit
febby fadila
tembak kakinya yuli itu biar nggak bisa kabur lagi
febby fadila
ayo bergerak cepat jangan sampai aika keduluan dijemput oleh orang²nya alex
febby fadila
jangan biarkan aika di jual thor kasihan anak masih kecil
febby fadila
biarkan arumi dengan keputasanya fokus aja kamu sama aika rafli, setelah ketemu aika jangan biarkan arumi mendekati aika lagi biar dia sendiri sadar akan keputusan bodohnya itu
febby fadila
lupakan dulu si arumi fokus untuk mencari aika dulu rafli
febby fadila
semoga aika cepat ditemukan, apa rafli nggak ngabarin keluarga azkara
febby fadila
klw sampai arumi nggak mengenali aika sunggu terllu bodoh
febby fadila
inilah kebodohan para orang tua
febby fadila
kanpa rafli tidak minta bantuan zian astaga
febby fadila
drama nggak ada habisnya
febby fadila
hadeee drama indosiar banget, pasti itu alex dan memanfaatkan aika untuk buat arumi menikah dengannya
febby fadila
rafli kamu buat kesalahan kedua kalinya,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!