NovelToon NovelToon
Dicintai Seorang Gangster

Dicintai Seorang Gangster

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:416.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

"Bantu aku, maka aku akan mengingat kebaikan mu ini!" Ujar seorang pria yang menodongkan sebuah senjata ke perut Laela.

Mata Laela tentu saja membelalak lebar.
"Ba... baik!" jawab Laela gugup.

Apa jadinya jika perjalanan liburan sekolah Laela malah membuatnya bertemu dengan seorang bos mafia yang baru saja terluka dan melarikan diri dari para pembunuh bayaran yang mengincar nyawanya?

Setelah menolong pria itu, bagaimanakah cara pria itu membalas kebaikan yang ia janjikan pada Laela?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Di peternakan, Maaz Adnan terus menerus menghubungi Kabir dan Zahra. Alasan rindu, menanyakan kesehatan Zahra dan hal lain yang terdengar bahkan tidak masuk akal bagi Kabir.

Sampai suatu kali, Maaz Adnan mengatakan dirinya masuk rumah sakit karena tekanan darah tinggi dan juga tak bisa tidur beberapa malam.

"Ayah harap kalian ada di sisi ayah saat ayah sakit begini. Tapi mau bagaimana lagi, ayah sudah janji membiarkan kalian liburan. Ada orang di sisi ayah pun seperti tak ada orang!" keluh Maaz Adnan saat melakukan video call dengan Kabir dan Zahra.

Dengan background ruangan VIP di rumah sakit terkenal di blok C. Benar-benar terlihat sangat parah sakit Maaz Adnan, sebab pria paruh baya itu sampai memakai selang oksigen untuk menandakan kalau sakitnya parah.

Zahra hanya menatap pria yang sudah menjadi suaminya selama 28 tahun itu dengan tatapan datar. Hal yang paling dia inginkan adalah jauh dari pria paruh baya itu, lantas untuk apa dia menyia-nyiakan kesempatan untuk itu. Kenapa dia harus kembali sedangkan dia masih punya waktu dua minggu lagi bisa bebas dari istana yang bagaikan penjara emas itu.

"Zahra, kamu lihat keadaan suami mu ini kan. Zulaikha dan Rosemary mengurus putra mereka yang sakit, tidak ada yang mengurusku Zahra!" ucap Maaz Adnan lagi pada Zahra.

Kabir hanya diam, dia tahu ibunya sama sekali tidak ingin bertemu dengan pria yang lain di mulut lain di hati itu.

"Ayah, aku akan telepon dokter Antonius. Dia dokter terbaik di kota itu. Dia akan menyembuhkan ayah dengan cepat. Dia akan memberikan obat terbaik untuk ayah!" ucap Kabir yang langsung menggeser kamera ponselnya ke arahnya.

Benar saja, setelah Kabir menggeser ponselnya ke arahnya. Dia melihat ibunya menghela nafas lega. Seperti baru saja terlepas dari beban berat yang membuat bahunya tidak bisa bergerak dan memalingkan pandangannya ke arah lain pun tak berani.

"Kabir Haris Adnan, ayah juga punya dokter terbaik. Tapi yang ayah butuhkan adalah kalian!"

Akhirnya Maaz Adnan berterus terang dengan apa yang dia inginkan sampai dia menghubungi Kabir dan Zahra terus menerus.

"Ayah rindu pada ibu? bukannya di sana ada kak Anneke. Kemarin malam dia baru saja menghubungi kami dan mengatakan kalau keadaan disana baik-baik saja. Ibu Zulaikha bahkan ikut bicara kalau perlu kami harus liburan lebih lama lagi, bahkan dua atau tiga bulan kalau perlu!"

Kabir mengatakan hal itu agar sang ayah berhenti meminta mereka pulang. Secara tidak langsung Kabir mengingatkan kalau di sisi Maaz Adnan masih banyak istri lain selain Zahra.

Sebenarnya yang Maaz Adnan butuhkan juga bukan Zahra. Dia hanya ingin Kabir kembali dan menyelesaikan semua kekacauan yang dibuat oleh Mukhtar. Semenjak peristiwa kerampokan yang lalu, sebenarnya bukan di bilang kerampokan juga sih. Karena sebenarnya semua emas itu memang milik Bondan. Dan sekarang semuanya kembali pada pemiliknya. Hanya saja Maaz Adnan tidak tahu kalau Kabir dan anak buahnya mendapatkan keuntungan dari semua hal itu.

"Mereka mengatakan seperti itu, mereka bahkan tidak pernah datang ke rumah sakit!" sela Maaz Adnan beralasan.

Tapi sebenarnya itu juga benar, semua anggota keluarga Maaz Adnan memang tidak ada yang datang ke rumah sakit menjenguk atau menemani Maaz, tapi itu bukan karena kemauan atau keinginan pribadi mereka. Maaz Adnan lah yang tidak mengijinkan mereka datang.

"Tapi cuaca sedang sangat tidak bagus ayah. Jika ayah lihat di berita, maka daerah ini sedang sangat ekstrim cuacanya. Akan sangat berbahaya kalau kami melakukan perjalanan jauh. Begitu cuaca kembali kondusif dan baik. Kami akan segera pulang!"

Akhirnya Kabir mengatakan hal itu pada Maaz Adnan agar Maaz Adnan tidak lagi memaksanya untuk kembali secepatnya.

"Baiklah, kalau sudah membaik cuaca nya kalian harus cepat kembali!"

Seru Maaz Adnan mengakhiri panggilan video call dengan Kabir dan juga Zahra. Maaz Adnan bahkan tidak menyapa Zahra saat akan mengakhiri panggilan video call tersebut, apa itu yang namanya rindu dan ingin Zahra berada di sisinya.

Zahra pun terdiam, dia sendiri sadar. Kalau kehadiran dirinya untuk Maaz Adnan tidak lebih hanya seorang istri yang harus selalu menuruti semua kemauan Maaz Adnan dan sebagai ibu Kabir yang sangat di andalkan oleh Maaz Adnan.

Kabir lalu melihat ke arah dan ibu dan menepuk punggung tangan sang ibu yang terlihat sedih.

"Ibu, sudah jangan di pikirkan. Kita tetap akan di sini sampai waktu yang telah di tentukan. Membuat sebuah daerah hujan deras bukan hal yang sulit ibu. Tekhnologi sekarang sudah canggih, kalau ayah menghubungi kita lagi. Kita bisa buat hujan buatan yang deras bahkan di sertai petir!" jelas Kabir menenangkan hati sang ibu yang terlihat jelas dari wajahnya kalau sang ibu sangat gelisah.

*Memangnya tidak akan ada yang melapor

Tanya Zahra dengan bahasa isyarat pada Kabir. Setahunya anak buah Maaz Adnan ada dimana-mana dan bisa saja menyusup menjadi salah satu anak buah Kabir.

Kabir hanya tersenyum kecil, sangat tipis.

"Semua anak buahku adalah orang-orang yang sangat benci pada Maaz Adnan, ibu tenang saja!" jawab Kabir.

Zahra pun mengangguk paham, dia cukup lega mendengar jawaban dari anaknya itu.

*Lalu gadis itu, Laela?

Tanya Zahra kemudian ketika dia ingat pada gadis yang Kabir katakan adalah calon nyonya Kabir di masa depan.

Kabir terdiam, dia tidak mungkin mengatakan kalau gadis itu bahkan telah memblokir kontaknya.

"Dia pasti baik-baik saja Bu!" jawab Kabir.

Kabir bisa bicara seperti itu, meskipun dalam hatinya sendiri dia pun merasa sedikit keraguan.

"Hatciuu...!"

"Hatciuu...!"

"Eh, sono-sono jauh-jauh tante, nanti nular lagi!" keluh Ringgo.

Ringgo terus berusaha mendorong Laela yang terus bersin sejak tadi menjauh darinya karena takut ketularan.

"Apaan sih Ringgo! orang hidung kakak tuh cuma gatel, gak flu tahu!" jelas Laela.

"Gak percaya, Tante aja dari tadi mandi berkali-kali kata bibi. Terus baju Tante di belakang tuh bau banget gak enak, kasihan tuh si bibi nyucinya sampai empat kali. Pasti abis mainan gak bener tuh, jorok tuh, main sampah ya?" tanya Ringgo.

Sontak saja Laela langsung mengerutkan keningnya.

"Emang gak ada mainan lagi apa di dunia ini sampai kakak harus main sampah?" tanya Laela tak habis pikir adiknya berpikir seperti itu.

Maklum saja, dia baru kelas empat SD. Belum tahu ada acara ospek di sekolah baru dan semacamnya.

"Ya gak tahulah. Tante kan emang Freak!" seru Ringgo lantas berdiri dari duduknya di samping Laela dan memilih berlari ke arah kamar ibunya.

Laela hanya menghela nafasnya.

"Huh, capek banget deh. Semoga besok gak ada acara aneh-aneh lagi, hayati lelah bang!" gumam Laela sambil memeluk bantal sofa dan meneruskan menonton acara televisi.

***

Bersambung...

1
syh 03
seru ih..berasa ntn film si cowok naik ke balkon demi nemuin cewenya 😊
syh 03
cinta segi tiga ini mah 😆
syh 03
aga laen emang laela ini..kita mah trauma klo ketemu hewan buas dia mah bahagia 😅
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
syh 03
bnyk bgt istrinyaa ampun dahhh 😒
mei
ceritanya seru tp sayang endingnya kurang memuaskan, ortu laela diboyong ke LN..lalu kabar ibunya kabir sendiri??

thanks ya atas karyanya
lontong sayur
plok2nya ga ada 😗😗😗
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Duh kenapa Laela ninggalin bukti,Kenapa buang semua sampah2 itu terlebih dahulu sebelum pergi...
Qaisaa Nazarudin
Lha kalo mau kabur ya kabur aja sendiri,Ngapain ngajak Laela..
Noer: ho'oh ya kan 🤭
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Lagi tegang-tegangnya aku baca malah langsung ngakak,Kenapa harus jepit bulu ketiak? bukan bulu hidung?? 🤣🤣🤣😜😜
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Umur 19 tahun baru lulus SMA?? ku anggap Laela masuk sekolahnya lambat, Seharusnya 19 tahun itu udah kuliah, seumuran anak gadis ku..
Mampir Thor 🙋
Noer: ho'oh telat dia masuk SD nya 🤭
total 1 replies
Ran Aulia
ceritanya bagus, seru, tegang, komedi, romantis juga terharu 😍😍😍😍😍
terimakasih author

👍👍👍👍👍👍
Ran Aulia
👍👍👍
Ran Aulia
😂😂😂😂😂 refleks bacanya berirama
Sandisalbiah
sangat memuaskan
Sandisalbiah
happy ending.. tp gak puas krn pengenya lihat Laela hidup bahagia dgn Kabir sampe punya beby gitu.. makasih thor.. karyamu luar biasa...
Sandisalbiah
sumpah.. part ini terlalu banyak bawang 😰😰.. tengah malam awak nagis diem² ..hahh. thor.. tega bannget... sport jantung awa di buat..
Sandisalbiah
ternyata Arman sangat egois.. dia tau dan peka akan oerubahan Laela tp dia mengabaikanya... benarkah yg dirasakanya terhadap Laela itu cibta atau hannya sekedar obsesi dan ambisi utk memiliki Laela.. krn cinta sejati akan mengiklaskan yg tercinta utk bahagia walau bukan dgnnya.. seperti cinta Kabir kpd Laela kan?
Sandisalbiah
kanapa harus mementingkan nama baik Abdul kodir.. kamu seorang ayah, tdkah hatimu tersentuh melihat penderitaan putrimu... dia yg lebih mudah tp bersikap dewasa demi kalian para orang tua dgn mengesampingkan ego dan mengorbankan rasa cintanya... tp kau.. ayahnya terlalu mementingkan ego dan nama baik... dasar konyol.. semoga kau tak menyesal saat hal buruk benar² terjadi pd Laela..
Sandisalbiah
alibi Kabir sangat bagus sehingga dpt mematahkan kecurigaan Maaz adnan.. dan Zulaika.. semoga ada yg bisa membungkam mulut sampahnya..
Sandisalbiah
wow.. jgn bilang Kabir menikahi Kaira saat dia gak sadar..? gak sah dong kan gak ada walinya... krn bukan ayah Kaira yg menikahkan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!