mengulik sebuah kisah tentang seorang gadis cantik yang baru saja lulus SMA, Namun harus kecewa saat diri nya mengetahui jika sang kekasih pergi meninggalkan nya, disaat diri tengah berbadan dua, tanpa seorang pun yang tahu,
Dirinya harus banting tulang menghidupi anak nya seorang diri,di kota besar yang semakin susah mencari pekerjaan itu,
Sehingga suatu saat dirinya tak sengaja menyenggol seorang wanita cantik yang tengah memegang Phonsel nya, hingga Phonsel tersebut jatuh dan pecah,
Arumni tak menyangka jika ketidak sengajaan nya itu malah membawanya pada
pernikahan kontrak, yang tidak bisa ia tolak dengan seorang Pria matang yang Lumpuh,
Yuk mari kita simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenShafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terapi
Tak terasa hari-hari terus berganti, kehidupan sederhana yang di lalui Arum Dan Azka, Dengan berbagai tingkah polah Arkha semua menjadi lebih indah, Kini sudah dua bulan pernikahan mereka,
Semua berjalan semestinya, sebagaimana pasangan suami istri pada umum nya, Arum selalu merawat Suaminya dengan sepenuh hati, Tak jarang Azka memesrai istrinya dengan sentuhan-sentuhan ringan dan juga ciuman lembut nya,
Dengan kondisi bagian tubuh nya yang lumpuh, Azka belum bisa memberikan apa yang harus ia berikan sebagai suami kepada istrinya itu, Walaupun ia juga mati-matian menahan hasrat nya yang sering bangkit jika sudah memesrai istrinya itu,
Istri nya itu walaupun sudah memiliki putra, tetapi masih sangat polos, Dan juga pemalu,
Azka memaklumi hal itu, Sebagai gadis polos dari desa, Dengan nasib yang malang, sebab perbuatan lelaki yang tak bertanggung jawab kepada nya,
Dengan Tetangga baik hati yang menjadi teman Arum bercanda dan juga bertukar pikiran, Salah satunya adalah, Tentang keadaan Suaminya yang lumpuh,
Dari Bu Siti dan juga Bu Tina, Yang mereka sarankan untuk membawa suaminya ke tukang Pijat khusus syaraf, Kata kedua teman nya itu, sudah banyak pasien yang sembuh setelah dari sana,
Tukang pijat, itu juga telah mempunyai izin Praktek, Jadi tidak perlu khawatir, Begitu kata mereka, Hari ini Arum akan membawa Azka ke tempat Pijat khusus syaraf itu, Dengan harapan jika Suaminya itu masih bisa sembuh, dan sehat seperti sediakala,
" Mas, Ayo siap-siap dulu, Setelah itu kita pergi ke tempat Pijat nya," Arum Mendorong Kursi Roda Azka dan membawanya ke dalam kamar,
"Rakha mana?," Tanya Azka Sebab tak melihat Putra sambung nya itu, Saat Arum menghampirinya, Ya Azka memanggil Arkha dengan sebutan Rakha sebab Nama mereka yang sangat mirip, Dan Arum menyetujui hal itu, Dia suka dengan nama panggilan yang di berikan oleh Azka untuk putra nya itu,
"Rakha di ajak main sama jaka, anak nya Bu Siti, Katanya dia mau bantu jagain Rakha sementara kita pergi ke tempat Pijat itu,
Rakha juga seneng banget saat di gendong sama Jaka, "
Jelas Arum tangan dengan cekatan membuka kaos yang di kenakan 9leh Suaminya dan menyeka Tubuh Suaminya dengan perlahan,
Saat Tangan Arum melap dada Azka, Tangan nya di tangkap oleh Suaminya itu, dengan sedikit menarik pinggangnya kini Arum sudah duduk di pangkuan Azka,
" Mas.., jangan gini, Nanti kita telat, keburu Bu Siti sama Bu Tina datang nanti," Arum memberontak di atas pangkuan Azka, Namun Azka Engan melepaskan belitan tangan nya di pinggang ramping istri nya itu,
"Cium dulu sayang, sebentar aja, Janji, nggak akan lama kok," Azka merengek seperti bayi saat mengatakan keinginan nya itu,
Arum yang melihat wajah suaminya seperti itupun menahan senyum nya, Bayi besarnya ini kalau sudah rewel nggak ketulungan, Rakha saja bisa lewat,
" Ayo sayang, Ciuman dulu, Sebelum Dua Ibu-ibu itu datang," Azka menangkup wajah Arum dengan kedua tangan nya dan segera menyeruput Bibir seksi milik Istrinya itu,
Arum menyambut ciuman hangat Suaminya dengan memejamkan kedua matanya, Perlahan kedua tangan nya yang menggangur sedari tadi kini ia kalungkan di leher Azka,
Dengan menyambut belaian dan sesapan Azka pada bibir nya, Arum membalas semua pergerakan Azka, dengan perlahan,
Semakin lama ciuman mereka semakin dalam, kedua bibir itu saling bertaut, saling membelit lidah, bertukar Saliva, hingga menimbulkan suara decakan yang nyaring menghiasai kamar yang sepi di kala siang menjelang sore itu,
Kedua tangan Azka kini telah bergerilya di belakn punggung Arum dan membelai nya,
salah satu tangan nya telah menyelinap ke depan dan memijat pelan satu persatu gundukan kenyal itu,
Tanpa melepaskan tautan bibir mereka, Tangan Azka dengan lihay melepaskan pengait bra di punggung Istri nya,
Satu tangan nya lagi telah menarik naik kaos yang di kenakan Arum, Sejenak Azka melepaskan ciuman nya,
" Aku mau ini sayang, Azka meremas gundukan milik Arum, Sehingga sang empunya melenguh dengan mata sayu, Tanpa menunggun lagi bibir hangat Azka telah menyeruput Puncak dada yang luar hiasa itu,
Tangan Arum yang berada di leher Azka kini telah berpindah, Mendekap kepala Suminya itu, Dengan suara lenguhan yang lolos dari bibir seksi nya,
keduanya kini larut dalam gelombang hasrat yang kian memuncak, Azka yang mahir dalam mencumbu Istrinya itupun. Membuat Arum terhanyut akan rasa yang di berikan oleh pria yang berstatus Suaminya itu,
Sehingga melupakan sesuatu yang bisa membuyarkan kegiatan yang tengah mereka nikmati itu, Hingga...,
" Arum.! Rum,! Kita udah siap nih, buruan nanti antreanya panjang," Suara Bu Siti yang meneriaki namnya, Membuat kedua manusia yang tengah asik bercumbu itu tersentak,dengan nafas terengah-engah, Saat suara Bu Siti yang menggelegar di telinga keduanya,
" Rum.., kamu nggak tidur kan? kita udah rapi nih buruan, " Tok! tok! tok!, Kali ini suara Bu Tina yang terdengar, di iringi dengan suara ketukan pintu,
" Iya Bu sebentar ya," Arum menyatu setelah berhasil menormalkan Nafas nya yang terengah-engah karena ulah suaminya,
" Mas sih,Katanya cuma sebentar, Denger tuh Bu Siti sama Bu Tina udah gedor-gedor pintu," Arum turun dari pangkuan Suaminya dengan bibir monyong,
" Maaf sayang, Tadi emang rencana nya cuma sebentar, Tapi karena Enak, makanya jadi lupa waktu, Tapi kamu suka kan Mama nya Arkha?, Goda Azka dengan mencolek pinggang Arum yang masih memberengut, Seraya tangan nya dengan lincah memakaikan Kaos baru di tubuh Azka,
" Om. aku nggak mau tinggal di sana, Aku takut," Wati memohon dengan mengatupkan. kedua tangan nya di depan dada nya, Dirinya masih sangat trauma dengan perlakuan istri pertma Juragan Gatot dua bulan yang lalu, yang menyebabkan dirinya pendarahan, akibat penganiayaan yang dilakukan Ningsih terhadap nya,
Jika saja Juragan Gatot tak segera datang dan membawanya ke puskesmas, mungkin dirinya dan juga bayi yang ada dalam kandungan nya, Saat ini sudah tiada,
Dan setelah di rawat inap selama seminggu Wati meminta pulang ke rumah Nenek nya,
Dan Engan untuk pulang kembali ke rumah mewah Suaminya itu,
" Kamu juga sih kenap menjadi orang kok bodoh sekali, kenapa bisa ceroboh begitu sih, dari awal kan saya sudah bilang,buangan sampai kamu mengandung, "
Juragan Gatot malah menyalahkan dirinya yang tak pandai menjaga diri agar tidak hamil,
" Ampuni Aku Om, Tapi aku ingin punya anak, seperti para perempuan lain nya, Aku hanya sendirian di dunia ini Om, Kalau Om nggak mau mengakui anak ini, nggak apa-apa, Aku akan merawat dan juga membesar kan nya seorang diri nanti, " Tukas Wati dengan linangan air mata,
Next..
janga. lupa like dan komen nya ya bestie 🤗
ceritax tdak berbobot