Hi ☺️
Tuan Anas Mikail adalah laki-laki tua yang belum memiliki istri. Dalam hidupnya perempuan hanyalah benalu baginya. Hingga suatu hari datanglah seorang gadis menghampirinya dan membuat jatuh cinta kepadanya.
Siapakah gadis yang sudah membuat jatuh cinta seorang Tuan Anas Mikail?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Syuhada dengan rasa malas menuju ke kamar miliknya dan segera menguncinya. Syuhada pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai Syuhada pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi Tuan Anas.
"Hai Nona selamat pagi" Sapa Bu Mijah dengan tersenyum
"Pagi Bu" Jawab Syuhada membalas senyuman Bu Mijah
"Nona. Apa yang Nona lakukan?" Tanya Bu Mijah saat melihat Syuhada mengambil telur di dalam kulkas tersebut
"Bu sudahlah jangan terus-terusan memanggil ku dengan sebutan Nona. Panggil saja Syuhada gitu" Jawab Syuhada dengan mengusap punggung Bu Mijah
"Tapikan Nona. Kalau Tuan..." Ucap Bu Mijah dengan terbata-bata
"Jangan dengarkan dia" Jawab Syuhada dengan melakukan kegiatannya membuat sarapan untuk Tuan Anas
"Nona eh... Maksud ku Syuhada mau sarapan apa? Biar Bu Mijah yang buatkan?" Tanya Bu Mijah yang masih fokus melihat Syuhada
"Sudah Bu Mijah lakukan apa yang Bu Mijah ingin kerjakan dan aku akan membuatkan sarapan untuk Tuan Anas!" Perintah Syuhada dengan bersemangat
"Biarkan aku yang membuatkannya" Jawab Bu Mijah
"Jangan Bu! Aku sudah resmi menjadi istri Tuan Anas. Jadi yang berkaitan dengan Tuan Anas itu adalah tanggung jawab ku" Ucap Syuhada dengan cekatan menyiapkan sarapan tersebut
"Baiklah jika begitu. Aku akan menyiapkan sarapan untuk Bu Anna" Jawab Bu Mijah
"Ok. Bagus itu" Ucap Syuhada tersenyum dengan sumringah
Beberapa menit kemudian masakan tersebut sudah di sajikan oleh Syuhada di atas meja makan dan siap untuk di santap.
Datanglah Tuan Anas di ruang makan, Tuan Anas menjadi bingung melihat Syuhada sedang membersihkan peralatan masak.
"Hei... Sayang! Apa yang kau lakukan? Tangan mu nanti kotor" Ucap Tuan Anas segera mengelap tangan Syuhada dengan tisu
"Apa-apaan kau ini" Jawab Syuhada dengan terkejut
"Di mana Bu Mijah? Kenapa jadi kau yang membersihkan semua ini?" Tanya Tuan Anas dengan menarik paksa tangan Syuhada untuk duduk di kursi meja makan
"Kau makanlah!" Perintah Syuhada dengan menyodorkan makasih tersebut
"Apa ini?" Tanya Tuan Anas
"Sarapan untuk mu dan makanan ini aku yang memasaknya" Jawab Syuhada menjelaskannya
"Oh ya" Ucap Tuan Anas segera mengambil sendok dan mulai mengobrak-abrik makanan tersebut yang sudah tersusun rapi
"Kenapa?" Tanya Syuhada yang melihat Tuan Anas seperti itu
"Tidak" Jawab Tuan Anas dengan tersenyum
"Ayo, makanlah!" Perintah Syuhada dengan membalas senyuman Tuan Anas
"Sepertinya aku tidak berselera untuk sarapan pagi" Jawab Tuan Anas segera berdiri dari tempat duduknya
"Anas..." Panggil Bu Anna dari arah belakang Tuan Anas
"Makanlah makanan itu! Kau tidak menghargai sekali masakan istrimu" Ucap Bu Anna segera duduk di samping Syuhada
"Benar sekali, Bu. Tuan Anas tidak mau memakan makanan itu" Sambung Syuhada menunjuk ke arah makasih tersebut dan bersedih hati dengan segera memeluk Bu Anna
"Lihatlah Anas betapa sedihnya Syuhada. Ketika kau tidak ingin memakannya" Ucap Bu Anna membalas pelukan tersebut
"Bukan begitu Bu maksud ku" Jawab Tuan Anas kembali duduk di hadapan mereka
"Lalu apa?" Tanya Bu Anna dengan menyodorkan makanan tersebut kepada Tuan Anas
"Astaga Ibu... Aku tidak suka makan roti dengan toping telur setengah matang" Jawab Tuan Anas mengeluh dan sedikit mual melihat makanan tersebut
"Bukankah kau biasa makan roti dengan toping telur setengah matang?" Tanya Bu Anna yang tidak mengerti
"Itu kemarin Bu dan hari ini sudah beda lagi" Jawab Tuan Anas menyingkirkan makanan tersebut dari hadapannya
"Aku kira orang kaya seperti kalian suka dengan menu seperti ini. Baiklah aku akan membuatkan sarapan yang lainnya saja untuk mu" Sambung Syuhada segera berdiri dari tempat duduknya
"Tidak perlu" Ucap Tuan Anas mencegahnya
"Kenapa?" Tanya Syuhada dengan melihat wajah Tuan Anas
"Aku akan memakannya" Jawab Tuan Anas dengan lirih
"Bagaimana ini? Kenapa rasanya mual sekali perutku saat melihat makanan ini" Ucap batin Tuan Anas segera memakannya
"Bagaimana? Enak kan masakan ku?" Tanya Syuhada dengan tersenyum
"Hm" Jawab Tuan Anas segera menelan makanan tersebut
"Iya enak-enak sekali" Ucap Tuan Anas memalingkan wajahnya yang ingin rasanya segera memuntahkan makanan tersebut
"Ayo, Cepat habiskan Anas!" Perintah Bu Anna
"Maaf semuanya aku harus segera pergi ke kantor. Karena hari ini ada meeting mendadak" Ucap Tuan Anas berbohong dan segera berdiri dari tempat duduknya
"Iya pergilah" Jawab Syuhada dengan melambaikan tangan
"What" Ucap Bu Anna terkejut
"Ibu. Ibu kenapa?" Tanya Tuan Anas
"Kau pergi ke kantor untuk apa? Bukankah kemarin hari pernikahan mu dengan Syuhada dan hari ini kau akan pergi ke kantor. Ada apa dengan mu, Anas?" Tanya balik Bu Anna
"Ada apa dengan ku! Aku baik-baik saja Ibu, Lihatlah" Jawab Tuan Anas dengan berkacak pinggang
"Kau tidak boleh pergi ke kantor. Kau harus menghabiskan waktu bersama dengan Syuhada!" Perintah Bu Anna
"Aduh Ibu ini bagaimana sih. Aku banyak pekerjaan, Bu" Jawab Tuan Anas
"Iya Bu dia berkata benar. Tuan Anas banyak pekerjaan hari ini dan biarkan saja dia pergi ke kantor" Sambung Syuhada bersemangat
"Benar" Ucap Tuan Anas segera pergi
"Anas" Panggil Bu Anna
"Syu... Kau ini bagaimana sih. Seharusnya kau cegah Anas pergi ke kantor" Ucap Bu Anna kesal
"Iya mau bagaimana lagi, Bu. Kalau pekerjaan itu lebih penting" Jawab Syuhada lirih
"Ya sudahlah terserah kau saja. Ingat kau harus memasak makan siang untuk Anas dan langsung antara makanan itu ke kantor Anas!" Perintah Bu Anna segera pergi
"Iya Bu" Jawab Syuhada
"Jangan iya-iya aja, ingat itu. Pastikan Anas memakan masakan mu, iya" Ucap Bu Anna kembali menjelaskannya
"Iya Bu" Jawab Syuhada
Sebelum dirinya pergi ke kantor Tuan Anas segera masuk ke dalam kamar miliknya. Tuan Anas berlari menuju ke kamar mandi untuk memuntahkan semua makanan yang ia makan.
"Hoekk" Suaranya
"Astaga ada apa dengan ku" Ucap Tuan Anas dengan lemas
Tuan Anas kembali ke luar dari kamar miliknya dan segera pergi ke kantor. Sampailah Tuan Anas di kantor Mikail Grup. Tuan Anas di sapa oleh para karyawannya.
"Selamat pagi Tuan" Sapa Emi kepada Tuan Anas
"Pagi Emi" Ucap Tuan Anas dengan tersenyum
"Wah... Apa dia tersenyum kepada ku" Ucap Emi terpukau dengan Tuan Anas
"Hei... Emi ada apa dengan mu?" Tanya Sila
"Tuan Anas tersenyum kepada ku" Ucap Emi dengan mata berbinar-binar
"Emi..." Teriak Sila dengan menjewer telinga Emi
"Aw..." Pekiknya kesakitan
"Itu akibatnya kalau kau banyak menghayal" Ucap Sila segera pergi
"Aku tidak menghayal. Tapi ini kenyataan, Sil" Jawab Emi dengan mengikuti langkah Sila di belakangnya
"Lupakan" Ucap Sila yang tidak menghiraukan ucapan Emi
"Astaga ada apa dengan dirimu" Jawab Emi segera pergi menuju ke ruangan miliknya
Bersambung... ✍️
ihh gudeg jadinua