Raden Ayu Gendis atau bisa dipanggil gendis,
don't plagiat
semoga kalian suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunirahma2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu teman lama 1
gendis pergi meninggalkan acara pameran tsb menggunakan ojek online ia kesal dengan Aldi bisa bisanya mengajak dirinya namun dia malah asik asikan bermesraan dengan Alexa. dirinya sungguh tidak cemburu hanya saja kesal jika memang dia tidak niat mau membawanya ke acara tsb setidaknya jangan mengajak nya itu akan lebih baik.
.
Aldi terus saja mengumpat demi apapun Alexa perempuan laknat yang harus ia hindari saat ini. membangun citra baik agar gendis mau berteman dengannya sepertinya harus di bangun dari nol lagi. entah Aldi belum mengetahui bagaimana reaksi terbaru gendis ketika melihatnya. yang terpenting dirinya harus segera ke kost gendis dan meminta maaf juga menjelaskan.
gendis memang sudah sampai namun ia mampir ke minimarket untuk membeli kebutuhan pribadinya mengingat dirinya baru mengalami periode hari ini. setelah itu ia memesan nasi goreng buatan mang Asep yang sudah terkenal legend di daerah gang mawar tsb.
saat hendak masuk ke kost, gendis melihat sosok pria yang mulai hari ini harus ia hindari. Aldi sedang menunggu dirinya sepertinya namun gendis terlalu lelah masa periodenya membuat dirinya lemas.
" kak Aldi ada apa kesini"
Aldi yang tak menyadari kehadiran gendis sedang memainkan handphone nya menceritakan kekesalan nya dengan Roni si lambe turah.
" gendis, kok baru sampe" Aldi melihat dari atas sampai bawah jika saja menggunakan ojek harusnya sudah sampai dari dua puluh menit lalu. gendis memberitahu alasannya terlambat dengan mengangkat dua kantong belanja yang belum lama ia lakukan.
" maaf" ucap Aldi dengan lirih tak sanggup dirinya melihat ke arah gendis
" buat apa kakak minta maaf??"
" itu bukan kemauan aku gendis tapi si Alexa nya yang kegenitan aku juga risih maaf ya" gendis sudah menduga ke arah mana pembicaraannya sejujurnya dirinya malas ditambah periode bulanannya yang datang melanda membuat dirinya hanya bisa menghela nafas dengan kasar karna lelah
" kak jujur aku capek dan lelah. belum mandi juga dan aku laper mau makan, kakak sebaiknya pulang udah malem ga baik di daerah sini kecuali kalo kakak mau main main sama mereka" Aldi menengok kanan dan kiri agak serem juga sih diliat banyak wanita yang sudah siap melayani dengan baju dan celana kurang bahan tak lupa dandanan yang jika di basuh air saja tidak akan luntur memandang seperti ingin memangsa Aldi bergidik ngeri dan sulit menelan Saliva ya sendiri
" oke. aku pulang kalo gitu, sekali lagi aku minta maaf ya" sebenarnya Aldi tak rella meninggalkan gendis dengan ekspresi muka yang sulit diartikan hanya saja daripada dia menjadi santapan, lebih baik dia pergi dari sini.
gendis menghela nafas akhirnya berhasil juga dia mengusir Aldi biarkan saja pria itu pantas mendapatkannya gendis segera masuk untuk membersihkan diri dan makan malam yang amat sangat terlambat buat jam makannya gendis.
.
pagi menyapa gendis kesiangan bangun periode bulan ini benar benar membuatnya pucat seperti orang sakit. buru buru melaju ternyata hampir saja gendis ditabrak sebuah mobil SUV untung saja pengendara itu sigap merasa gendis yang salah akhirnya dirinya meminta maaf
"maafkan aku" sambil membungkuk 90 derajat Gendis masih tahu adab dan etika ternyata pengendara mobil tsb keluar
" gendis .. kamu gendis kan"
gendis mengeriyitkan dahi siapa pria asing ini mengapa dirinya kenal dengannya
" maaf anda siapa??"
" Arif teman se panti masa kamu nggak kenalin aku"
namanya tak asing hanya saja Arif yang ia kenal dekil item karna hobby main layangan sedangkan ini ganteng paripurna aduhai
" maaf bukan nggak percaya, tapi jauh banget beda ya yang gendis tahu Arif itu dekil dan item karna hobby main layangan beda sama anda,"
" Bu Sarah. umi Afifah, mang Tedjo, Alifah dan Nisya kamu ingat nama itu"
" ah iya jadi bener, tapi kita lain kali aja ngobrolnya gendis udah kesiangan maaf ya" saat gendis pergi tangannya di cekal Arif
" biar aku antar pucat banget muka kamu sekalian bisa ngobrol panjang" lumayan juga bisa menghemat 20 ribu naik angkot
" oke"
ada banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan hanya saja ia urung mengingat baru bertemu biarkan seperti mengalir.
Arif salah satu penghuni panti yang dekat dengannya. meski iseng Arif sangat pandai dalam akademik terakhir saat umur dua belas tahun dirinya dan Arif umur lima belas tahun Arif di adopsi seorang pasangan kaya yang belum memiliki anak berasal dari Kalimantan sejak saat itu dirinya tidak mengetahui lagi kabar dari sosok heronya. bukan tak peduli karna memang tak memiliki alat komunikasi.
.
TBC