Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 25
Lin Zhao melihat video itu diapun langsung diam tidak bisa berkata apa-apa.
Hatinya percaya dengan Aisyah..
Tapi matanya melihat sebuah kenyataan yang menamparnya. Apakah benar jika Aisyah selama ini hanya datang untuk menghancurkan hubungannya dengan Kakaknya?
Apakah benar Aisyah bekerja sama dengan Mr.Wang.
Lin Zhao mulai ragu didalam hatinya.
Apakah dia harus percaya pada Aisyah atau pada kenyataan yang dia lihat.
Tapi jika Aisyah benar melakukan itu tujuannya apa?
Aisyah adalah wanita yang datang dari Indonesia,mereka sebelumnya tidak saling mengenal.
Lin Zhao tidak berkata apa-apa,hatinya ragu pikirannya kacau dia pun memilih untuk masuk kedalam kamarnya..
Melihat Lin Zhao pergi,hati Aisyah merasakan sakit yang luar biasa. Biasanya dia selalu menjadi garda terdepan untuk membelanya namun kini laki-laki itu justru memilih diam dan pergi..
Tidak ada yang lebih sakit daripada diamnya seseorang dan kini Aisyah pun mulai menyadari bahwa ternyata jarak diantara mereka sangatlah besar.
Dia hanyalah korban dari semua ini namun Aisyah juga tidak membela diri. Dia tahu dia sedang difitnah namun untuk membuktikan dia tidak bersalah sangat sulit terlebih lagi bukti itu terlihat sangat nyata..
Sementara Lin Chou menatap Aisyah dengan tatapan yang tajam.
"Katakanlah apa tujuan kamu mendekati keluarga Lin?" pertanyaan itu pun kembali di lontarkan oleh Lin Chou.
Aisyah hanya diam,dia tahu kini posisinya serba salah. Membela diri pun percuma. Ada yang membuat bukti palsu bahwa dia bekerja sama dengan Mr.Wang dan dia sendiri tidak bisa menyangkalnya..
"Tuan Lin itu bukan aku?" jawabnya lirih.
Tatapan Lin Chou semakin tajam dan dia pun mendekat kearah Aisyah yang nampak tegang.
"Aku tidak akan pernah percaya kepadamu Aisyah. Kamu itu bukan siapa-siapa di keluarga Lin. Jangan pernah kamu jerat adikku dengan cinta palsu kamu mu itu. Jika aku tahu kamu masih mendekati adikku aku akan pastikan akan membuatmu menyesal seumur hidupmu karena telah berani masuk kedalam keluarga Lin."
Ucapan Lin Chou bukan sekedar ancaman tapi itu bisa saja terjadi. Dan Aisyah hanya bisa menundukkan wajahnya dia masih berusaha untuk menahan airmatanya.
"Aku mengerti." jawab Aisyah lirih.
Aisyah tidak bersalah tapi semua kesalahan ada padanya. Entah apa yang telah dia perbuat sehingga banyak orang yang membencinya.
Setelah Lin Chou pergi tubuh Aisyah pun ambruk dia merasakan kecewa didalam hatinya. Bukan kepada Lin Chou atau Mr Wang tapi dia kecewa pada dirinya sendiri karena Aisyah menganggap kehadiran dirinya hanya membuat masalah untuk orang lain.
"Mungkin tidak seharusnya aku berada di keluarga ini. Dan mungkin jika aku pergi itu jalan yang terbaik untuk semua orang."
Aisyah pun menghapus airmatanya dan kemudian dia kembali kedalam kamarnya. Sesaat Aisyah berdiri didepan kamar Lin Zhao namun dia tak berani untuk mengetuk. Mungkin saja Lin Zhao kecewa kepadanya walaupun itu bukalah dirinya namun bukti itu menunjuk kepadanya.
"Kak Lin,,Maafkan aku. Aku tidak pernah bermaksud untuk menyakiti siapapun. Tapi itu bukan aku. Aku tak pernah berniat sedikitpun untuk membohongi Kak Lin. Dalam video itu bukan aku itu dibuat oleh Mr.Wang untuk membuat kalian membenciku. Mungkin jika aku pergi Kak Lin akan bisa memaafkan aku."
Aisyah pun hanya bisa berbicara didalam hati. Hatinya sedikit sakit melihat sikap Lin Zhao yang dulu selalu membelanya kini justru bersikap dingin seolah percaya dengan semuanya..
"Sudahlah semuanya pasti akan berlalu. Lagipula aku mulai menyadari bahwa jarak diantara kami sangatlah besar. Dan hanya satu keinginanku aku ingin pulang."
Asiyah pun masuk kedalam kamarnya dan kemudian menutup pintu. Sementara Lin Zhao mendengar apa yang dikatakan oleh Aisyah,semua itu membuatnya ragu.
Lin Zhao mencintai Aisyah. Tapi dia juga tidak bisa menerima kenyataan jika ternyata dia bekerja sama Mr.Wang untuk menghancurkan keluarganya.
"Aisyah maafkan aku. Kali ini aku belum bisa sepenuhnya percaya kepadamu. Hatiku memang percaya tapi kenyataanya tidak. Aku akan mencari tahu kebenaran dari video itu. Jika memang kamu tidak bersalah aku pasti akan membuat orang yang telah memfitnah kamu merasakan akibatnya."
Lin Zhao pun mulai bimbang dan ragu pada perasaannya sendiri. Tapi dia juga tidak bisa menuduh Aisyah hanya dengan sebuah video yang belum jelas kebenarannya.
Sementara itu Mr.Wang sedang berada dirumah sakit. Dia sedih melihat keadaan Xioyi yang terbaring lemah. Airmatanya pun jatuh tanpa diminta.
"Alesya maafkan aku. Aku belum bisa membuat Xioyimu bisa tersenyum bahagia. Dia adalah satu-satunya alasan aku untuk tidak menghabisi Lin Chou. Xioyi,Om mohon bangun dan cepatlah sehat nanti Om pasti akan ceritakan tentang Mama yang selama ini kamu rindukan."
Wang Xuan menghapus airmatanya dia tak kuasa lagi melihat kondisi Xioyi yang semakin kritis. Dia pun berbalik dan pergi. Namun sebelum di melangkahkan kaki untuk pergi tiba-tiba saja ponselnya berdering dia mendapatkan kabar bahwa Lin Zhao dan Lin Chou marah pada Aisyah karena video yang mereka kirim. Hal itu tentu saja membuat Wang Xuan tertawa puas. Tanpa dia harus turun tangan sedikit demi sedikit fondasi Lin Chou mulai rontok lewat Aisyah. Wang Xuan ingin membuat semuanya salah paham dan pada akhirnya sebuah kenyataan pun akan muncul dan itu akan menjadi pukulan paling berat untuk mereka kelak.
"Sedikit lagi. Aisyah maafkan aku."
"Setelah semua ini berakhir aku pasti akan mengirimmu kembali ke Indonesia. Bersabarlah."