Pengusir hantu dari zaman kuno yang memilih untuk bunuh diri karena ingin hidup normal ternyata bereinkarnasi ke tubuh seorang Idol terkenal.
Lee Jaehyun pada akhirnya harus menjalani dua kehidupan dengan dua pekerjaan yang berbeda.
Di mata semua orang, dia dikenal sebagai Maknae dari grup Idol terkenal di Korea Selatan bernama MYTH, namun semua berubah ketika terdapat sebuah masalah serius akibat roh jahat yang membuatnya harus kembali berprofesi sebagai Munyeo Naja.
Demi mewujudkan impiannya di kehidupan keduanya yang damai, dia harus kembali berurusan dengan roh jahat. Satu demi satu masalah serius mulai muncul dan misteri yang selama ini tertutup mulai terkuak. Bahkan dia beberapa kali nyaris mati karena terlibat dengan para arwah gentayangan!
Apakah dia bisa mewujudkan keinginannya untuk jadi Idol normal tanpa harus berurusan dengan hantu? Ataukah terpaksa melibatkan semua rekannya dalam bahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26.
"Aku berharap kalian tidak berpikiran hal yang buruk soal ini."
"Sejujurnya, aku tidak pernah percaya pada takhayul atau hal mistis."
"Tapi, Kim Soo-jin memang berubah aneh saat memasuki Roses House di tempat ini."
"Karena itu, aku membutuhkan bintang lain untuk membuat syuting ini berhasil."
"Saat itu, satu-satunya orang yang bisa aku mintai bantuan adalah Han Yeon, karena itu–"
Mungkin karena sudah terlanjur emosi, Sagan sama sekali tidak peduli dengan situasi apa yang terjadi di sana.
"Karena itu kau meminta Chief Han untuk membawa kami ke sini, kan? Tidakkah kau itu sangat seenaknya?"
Yang ada di dalam pikirannya adalah MYTH dianggap cadangan dan sutradara di hadapannya itu sangat seenaknya.
Tapi Jaehyun melihat hal lain. Terlebih, cerita yang baru saja didengar olehnya cukup masuk akal.
"Pantas saja ada perasaan aneh yang tidak biasa di sini."
"Aku ragu kami akan baik-baik saja, tapi mungkin akan lebih baik jika mengambil pekerjaan ini meski terpaksa."
"Perhatian lainnya adalah DECC. Artis di bawah naungan DECC ada di sini."
"Dari catatan yang diberikan pada kami tadi pagi, aku ingat namanya adalah Namgung, Song Namgung."
"Aku ingin tau soal DECC, juga apa hubungannya dengan aura kematian yang menempel pada Han Yeon dan MTYH."
Jaehyun mengerti kekesalan Sagan, tapi berbeda dengan anggota lain, hanya dia yang memiliki tujuan berbeda dan demi tujuannya untuk jadi kaya dan bahagia tanpa hantu, menghadapi yang seperti ini adalah takdir.
Dia bertanya pada sang sutradara.
"Aku mau bertanya soal artis di bawah naungan DECC."
"...!"
"Jae–"
"Oi, Jaehyun!"
MYTH dan Han Yeon langsung menengok ke arahnya.
Tidak basa-basi, Jaehyun langsung bertanya, "Apa saat kejadian, artis dari DECC ada di sana?"
Sutradara Choi menjawab, "Te–tentu ada. Kami hendak melakukan syuting, tentu saja semua ada di lokasi."
"Hmm....apa ada hal lain yang mencolok sebelumnya?"
Sutradara berpikir sejenak. "Hal mencolok mungkin tidak ada, tapi..."
"Tapi kenapa?"
"Tapi aku dengar Soo-jin dan Song Namgung sebelumnya pernah saling mengenal."
Jaehyun mulai melihat kemana maksud ucapan sutradara. "Jadi ada hubungan ya?Menarik," pikirnya.
Namun, ia memilih untuk berpura-pura tidak tau, "Maksudnya?"
"Aku tidak tau, tapi mereka sudah saling mengenal sebelumnya."
Tidak pernah ada yang salah untuk setiap artis yang saling mengenal sebelumnya.
Yang jadi fokusnya adalah Jaehyun saat ini sangat, sangat dan sangat curiga pada DECC.
Bisa saja memang DECC memilik hubungan dengan hal bersifat okultisme. Atau, bisa saja kebetulan yang menghubungkan DECC dengan ketakutan pada okultisme.
*
*
Kang Hajin di luar ruang rapat seolah menunggu mereka yang di dalam keluar.
Saat ini, ia berada di kursi di bawah pohon bersama dengan beberapa staff yang memberikan arahan dan naskah padanya.
Wajahnya gelisah, seolah menunggu dan terus menatap ke ruang rapat di sekitar tempatnya berada.
"..."
Seorang staff memberikannya kopi hangat dan donut sebagai teman membaca skrip.
"Hajin-ssi, tolong tunggu sampai sutradara selesai ya."
"Tidak masalah," katanya dengan wajah tenang.
Staff itu berkata padanya, "Sebenarnya, aku sangat mengerti bagaimana sutradara ingin mempertahankan project ini."
"Kenapa?" tanya Hajin.
"Nyonya Fransisca meminta sutradara secara langsung sambil menangis. Ia ingin sekali tempat ini kembali hidup seperti saat mendiang orang tuanya masih hidup."
"Rencananya, jika memang gagal, tempat ini akan dihancurkan oleh pihak mereka dan akan diratakan."
Hajin kembali bertanya, "Jika diratakan, tempat ini kan menjadi apa nantinya?"
"Katanya akan dibangun resort dan hotel oleh salah satu pihak yang tertarik dengan tempat ini."
"Tentu saja pemilik taman ini menolaknya, karena ini adalah harta satu-satunya yang ditinggalkan oleh orang tuanya sebagai kenang-kenangan."
Hajin tidak begitu peduli tentang hal itu.
Dia hanyalah seorang artis yang diminta dengan bayaran tinggi untuk hadir dalam acara reality show ini. Itu awalnya.
Namun sekarang, ia memiliki hal lain yang harus dilakukan.
"Saat tiba di tempat ini, aku merasa ingin muntah."
"Aroma busuk yang tidak bisa ditutupi bahkan dengan masker atau parfum, aura aneh di sekeliling tempat ini..."
"Aku merasa bahwa rumor di tempat ini adalah nyata. Keramaian yang hanya aku lihat di bagian depan pintu masuk taman botanical ini pun tidak normal."
"Aku ragu ada yang menyadari hal itu, tapi sebagian di tempat ini...mungkin berasal dari sosok yang tidak seharusnya ada."
"Selain itu, sungguh aneh karena tidak ada catatan khusus mengenai tempat ini."
"Seharusnya, tempat yang dirawat dn dicintai oleh pemiliknya tidak akan mengandung kutukan."
"Tapi, tempat ini tidak demikian. Ada semacam hal buruk yang terkubur."
"Seolah...semua berubah saat pemilik aslinya tiada."
Hajin terdiam beberapa saat. Staff yang menjadi teman mengobrolnya melihat handphone dan ekspresi wajahnya mulai berubah aneh.
Cemas, khawatir atau mungkin semacam ekspresi yang menunjukkan ketidaksukaan terlihat. Sekilas, Hajin meliriknya.
"Ada apa?"
"Um...So–Song Namgung-nim...sudah ada di parkiran dan memintaku menjemput."
Wajah keberatan dan ingin sekali menolak jelas sekali terlihat, tapi mau tak mau staff itu pergi untuk menjemputnya.
Hajin terlihat tanpa ekspresi, seolah ia ingin mengatakan sesuatu namun ditahannya sampai saatnya tiba.
Sambil melihat naskah di tangannya, sekali lagi, ia melihat nama MYTH di sana.
"Apa mereka akan benar-benar menerima pekerjaan ini?"
"Padahal di tubuh mereka saja, sudah ada kutukan seperti itu."
"Akan jadi bunuh diri tercepat jika mereka menerima pekerjaan ini tanpa tau betapa berbahayanya tempat ini."
"Dan jiwa dalam tubuh Jaehyun itu...haruskah aku lebih memperhatikannya?"
kaka dapet ide ceritanya dari mana sihhhh
aku yakin, demon lord sebelah dan mulut terkutuk pasti muji!
/Scream//Scream//Scream/
Agaki-sama.. aku lupa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/