[ 𝐓𝐀𝐇𝐀𝐏 𝐑𝐄𝐕𝐈𝐒𝐈 ]
• 𝐊𝐀𝐑𝐘𝐀 𝐏𝐄𝐑𝐓𝐀𝐌𝐀
• 𝐌𝐀𝐀𝐅 𝐉𝐈𝐊𝐀 𝐀𝐃𝐀 𝐊𝐄𝐒𝐀𝐋𝐀𝐇𝐀𝐍 𝐃𝐀𝐋𝐀𝐌 𝐏𝐄𝐍𝐔𝐋𝐈𝐒𝐀𝐍 𝐀𝐓𝐀𝐔𝐏𝐔𝐍 𝐁𝐀𝐇𝐀𝐒𝐀
• 𝐒𝐓𝐀𝐑𝐓 𝟏𝟒 - 𝟎𝟕 - 𝟐𝟎𝟐𝟎
• 𝐅𝐈𝐍𝐈𝐒𝐇 𝟐𝟎 - 𝟏𝟏 - 𝟐𝟎𝟐𝟎
Seorang gadis yang ceria, hangat kepada semua orang, menjadi dingin karna suatu kejadian yang menimpa ayah nya.
Lalu ia mengikuti kakak nya menjadi Leader di kelompok Mafia yang didirikan kakak nya dan menjadi CEO di perusahaan nya sendiri. Ia dan kakak nya berniat akan membalaskan dendam atas kejadian yang menimpa ayah nya yang di habisi langsung di depan matanya sendiri oleh orang suruhan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A B S T R A C T, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 25 •
Setelah operasi pengambilan peluru berhasil Sinta dipindahkan ke ruang rawat dengan keadaan koma. Alex dan Asyila masih setia di ruang rawat, Asyila sedari tadi terus memegang tangan Sinta ia enggan untuk melepaskan nya
"dek kamu jadi ke pesta Tuan Angga?" tanya Alex, "nggak kak aku masih mau nemenin mama" ucap Asyila tanpa mengalihkan pandangan nya, "apa kamu sudah menghubungi sekretaris mu" tanya nya lagi
"sudah tadi aku sudah telfon Dinda" kata Asyila, "apa kakak akan datang" lanjut Asyila, "tidak kakak akan tetap disini, dan kakak juga sudah menelfon Sani tadi" ucap Alex, Asyila hanya mengangguk
"kamu mau makan apa biar kakak belikan, dari tadi siang kamu belum makan apapun" Alex menghampiri Asyila, "aku nggak selera makan kak" lirih Asyila
"Asyila kamu harus tetap makan, bagaimana kamu bisa menjaga mama kalau kamu tidak makan untuk mengisi energi kamu" ujar Alex, dibalas anggukan oleh Asyila, "ya sudah kakak beli makan dulu nanti kakak suruh pelayan untuk mengantar baju untuk kita" ucap Alex lalu keluar membeli makanan
~
Alex kembali dengan menenteng 2 bungkus plastik dan di taro di meja
"Asyila ayo makan dulu" ajak Alex, "hmmm" lalu beranjak menuju sofa, "mau makan sendiri atau di suapin" kata Alex, "aku bukan anak kecil aku bisa makan sendiri" ketus Asyila
tak lama pelayan yang di tugaskan Alex untuk mengantar baju mereka datang
"permisi Tuan, Nona saya kesini ingin mengantarkan baju untuk anda" ucap nya, "taro di sini aja bi" Asyila menunjuk ke samping sofa yang mereka duduki
"baik non" lalu menaruh paper bag nya di sebelah sofa, "kalau begitu saya permisi, kalau butuh sesuatu tinggal panggil saja" dijawab anggukan oleh mereka
selesai makan Asyila membersihkan bekas makanan mereka berdua, lalu membersihkan diri sedangkan Alex ia keluar sebentar karna ada urusan. Asyila sudah rapi dengan pakaian nya ia langsung duduk di sebelah Sinta yang masih memejamkan matanya
"ma, jangan lama-lama ya tidur nya, mama cepet bangun ya, Asyila akan selalu disamping mama, jadi mama jangan lama-lama tidur nya okey" lirih Asyila mencium kening Sinta
tak terasa Asyila mulai tidur dengan posisi duduk di sebelah brankar sambil memegang tangan Sinta
jam 00.23 WIB Alex kembali ke rumah sakit ia langsung masuk ke kamar Sinta ia mendapati Asyila yang sudah tertidur dengan mata sembab nya. Alex membopong Asyila tidur di kasur sebelah nya setelah itu Alex segera membersihkan diri lalu tidur di sofa.
~
pagi hari Asyila sudah siap untuk pergi kuliah, sebenarnya ia enggan meninggalkan Sinta tetapi hari ini ada mata kuliah penting, Alex seharusnya ada meeting tetapi ia batal kan karna Sinta tak ada yang menemani. "kak aku berangkat dulu ya, nanti pulang kuliah aku langsung kesini" ucap Asyila
"iya hati-hati, kamu nggak sarapan dulu" kata Alex, "nanti aku sarapan di kantin aja kak" ucap Asyila, "baiklah" setelah itu Asyila pergi kuliah Alex duduk dia sebelah Sinta menggenggam tangan nya
"ma, mama cepet bangun ya, kasian Asyila dia nggak selera makan liat mama kayak gini, apa mama nggak kasian sama kami, mama yang selalu negur kami kalau kita salah, mama yang selalu nemenin kami saat makan, mama cepet bangun ya" lirih Alex tak terasa air mata nya mengalir lalu ia segera menghapus nya
Alex mengambil handphone nya lalu menghubungi seseorang
^^^"apa sudah kalian tangkap pelaku nya"^^^
"...."
^^^"bagus kalian tahan jangan sampai kabur"^^^
"...."
^^^Tutt^^^
akan ku balas berkali-kali lipat, hmmm apa aku beritahu Asyila ya, kalau aku beritahu pasti dia akan menghabisi keluarga pelaku juga kalau aku tidak memberi tahu nya dia pasti akan marah besar kepada ku. pikir Alex bimbang.
jangan begitu ahhh,,,😬
setiap novel beda cerita beda alurnya
author hanya menuliskan apa yang ingin ia tuliskan sesuai keinginannya