Liliana gadis berusia 17 thn, yang bekerja dilaundry untuk bertahan hidup, setelah kedua orang tuanya meninggal, hingga berurusan dengan Presdir sombong dan terlibat cinta segitiga, bagaimanakah akhir kisah yang dibumbui dengan intrik intrik kecil ini,,,apakah mereka akan bersama hingga tua atau takdir memisah mereka saat kebahagiaan itu tercipta, inilah kisah mereka,,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vibyza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Andre kecelakaan
Suasana ruang makan itu nampak hening, tak ada satupun yang mengambil makanan mereka. Rey nampak memegangi pelipis dengan kedua tangannya. Sedang Ana nampak tertunduk bersandar dikursi, sedangkan Andre menatap tajam pada keduanya seakan akan menanti jawaban atas semua pertanyaannya. Hati mereka kini gusar dan gundah, dilema bagi mereka kini terpampang nyata di depan mata.
Rey mengambil nafas dan dihembuskannya perlahan sambil menyandarkan tubuhnya dikursi. Dipandanginya adik tersayangnya lekat lekat seakan tak ingin menyakitinya.
" Ndre,,, abang minta maaf sama kamu,,, abang sayang sama kamu tapi tanggung jawab juga tak bisa abang abaikan,,, tolong maafkan kami, karena menyakitimu sedalam ini, ini juga bukan inginku, karena sekarang Ana hamil anak abang,,, nggak mungkin aku menyuruhmu memikul tanggung jawab abang,,, kamu boleh lakukan apa pun pada abang tapi tolong jangan sakiti dirimu sendiri.
Aku nggak mau kamu terluka lebih dalam lagi!" Rey menatap lembut adiknya itu.
" Aku tau semua akan terjadi bang,,, tapi kenapa kalian membohongiku. Apa menurut kalian aku terlalu kekanak kanakan hingga nyembunyiin ini semua dariku? Apa aku terlalu lemah dimata kalian? Hingga pernikahan kalian harus dirahasiakan dariku.
Aku memang mencintai Ana tapi jika kebahagiaannya adalah abang aku ikhlas melepasnya. Dengan sikap kalian main kucing kucingan begini itu lebih menyakiti hati Andre, abang tau itu, tapi kenapa masih nglakuinnya!" Mengambil nafas dalam, menghembuskannya kasar.
Sungguh hatinya hancur saat ini, luka yang ditorehkan oleh kedua insan dihadapannya benar benar membuatnya jatuh pada kesakitan hati yang begitu dalam. Matanya yang sedari tadi ditahan agar tak mengeluarkan kristal bening itu akhirnya tak dapat dibendung lagi.
" Kenapa kalian begitu tega sama aku,,, jika dari awal aku tau akan begini jadinya maka aku akan melepas Ana saat itu juga tanpa harus tersakiti dengan pengkhianatan kalian.!"
Bangkit dari duduknya ingin meninggalkan villa itu tapi Ana berlari dan memeluknya dari belakang, rasa sakit dan tubuhnya yang lemah kini seakan tak dihiraukannya. Airmatanya mengalir membasahi kaos yang dipakai oleh Andre.
" Hikksss,,, hiikkss,,, hikkss,,, aku tak akan meminta maaf karena ku tau aku tak termaafkan,,, namun aku mohon jangan sakiti dirimu sendiri,,, jika kau benar benar sayang sama aku buatlah hidupmu bahagia dengan mencari penggantiku, aku sayang sama kamu mas tapi aku bukanlah yang terbaik untukmu,
kau pantas mendapatkan gadis yang baik dan pantas untuk hati dan cintamu, ku mohon berbahagialah dengan penggantiku demi aku!" hiikksss,,, hiikksss,,, hhiiikkkss,,,
Dengan menggenggam tangan Ana yang melingkar ditubuhnya ia perlahan mengambil nafas dan mendesah perlahan.
" Aku akan bahagia jika kau bahagia, dan akan terluka jika kau terluka, berjanjilah airmata ini adalah yang terakhir kulihat dari matamu, jika nanti abang membuatmu menangis akan ku ambil kau lagi darinya, kau mau kan berjanji padaku cantik!"
Airmata Andre jatuh digenggaman Ana. Ia merasakan adanya anggukan kepala Ana menyetujui janjinya. Ia pun melepas perlahan tangan wanita yang dicintainya itu, lalu mencium tangan itu perlahan, melepasnya melangkah keluar villa.
Tangisan Ana masih terdengar sampai ia memasuki mobil, meninggalkan tempat yang memberikannya kenyataan betapa hancur hatinya saat ini. Dengan kecepatan penuh ia menyusuri jalanan yang berbelok belok itu, airmatanya terus mengalir, bayangan Ana mengacau otaknya saat ini.
Berlari lari dipelupuk matanya, senyuman manjanya selalu teringat difikirannya. Tanpa sadar dari arah depan ada truk yang melaju kencang, dan ""Brraakk" kecelakaan itu tak dapat dielakkan lagi. Dalam hitungan detik sudah banyak orang yang mengerumuni tempat itu,
Dari arah yang sama nampak sebuah mobil Lamborgini merah melewati tempat itu. Dan harus berhenti karena kecelakaan itu.
Di dalamnya nampak seorang pria yang cemas dengan kondisi istrinya yang sedang pingsan, karena penasaran dengan yang terjadi ia pun keluar dari mobil dan ingin mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.
Namun saat matanya menatap sebuah mobil yang sangat ia kenal ia langsung menuju tempat korban kecelakaan dan menyaksikan adiknya bersimbah darah. Tak lama nampak ambulans datang dan membawa korban ke rumah sakit.
Dengan cepat Rey mengikuti ambulans itu, fikirannya kacau balau tapi ia mencoba untuk tetap tenang, setengah jam perjalanan Rey sampai dirumah sakit milik keluarganya sendiri. Ia segera membuka pintu dan mengangkat tubuh Ana keruang IGD,
merebahkan dibrankar di samping brankar tubuh Andre, setelah dokter memeriksa Andre akhirnya ia dibawa ke ruang operasi karena kondisinya cukup parah, sedang Ana dibawa ke ruang perawatan VVIP karena harus mendapatkan infus pengganti cairan karena dehidrasi.
Rey mencoba setenang mungkin menghubungi orang tuanya yang ada di Paris untuk pulang karena Andre kecelakaan. Mendengar berita itu Nandini dan Candra bergegas pulang dengan menggunakan jet pribadi milik Reyfangga yang di Paris.
Dengan sedikit berlari Rey menyusuri koridor rumah sakit menuju ruangan istrinya di rawat, setelah suster yang disuruh menjaga Ana memberitahu jika istrinya itu sudah sadar. Saat itu Rey berada diluar ruang operasi menunggu Andre yang menjalani operasi.
Sungguh hatinya kacau balau sekarang, harus menjaga dua orang yang sangat disayanginya itu. Wajahnya nampak lesu dan letih.
" Ceklek"
Suara pintu terbuka dan Ana menoleh ke sumber suara dimana terlihat Rey sedang mengatur nafasnya pasca berlari, ditatapnya istrinya yang sedang menatap ke arahnya dengan tersenyum.
" Kamu kenapa kak,,,habis dikejar setan ya wajahmu pucat gitu,,, tapi siang siang kan nggak ada setan' kak?" dengan polosnya
Rey hanya tersenyum kecut lalu menghampiri istrinya, dia berusaha menyembunyikan kegelisahannya namun tetap tertangkap oleh Ana.
" Kak,,, kamu kenapa? Sambil membetulkan bantalnya untuk sandaran, dan Rey membantu hingga Ana merasa nyaman bersandar di ujung brankar. Rey pun duduk disampingnya.
" Sayang gimana perasaanmu sekarang?" Sambil mencium kening Ana.
" Aku udah mendingan kak,,, jangan khawatir seperti itu, aku nggak pa pa mungkin cuma kecapek an tadi, sekarang aku lapar tapi ingin yang seger seger gitu, boleh aku minta rujak buah kak?" mengusap peluh di kening suaminya dan mengelus pipinya.
" Iya,,, nanti kakak belikan,,, sayang ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu, tapi berjanjilah kau takkan menyalahkan siapa pun untuk masalah ini!" matanya mulai berkaca kaca.
" Kak ada apa sebenarnya, katakan jangan buatku cemas, apa aku punya penyakit yang me,,," belum sempat Ana menyelesaikan kalimatnya asisten Rey datang, dengan membawa berkas yang harus ditanda tanganinya.
" Vito,,, tolong urus semua dan rapat hari ini tunda sampai dua hari kedepan, sekarang belikan rujak buah untuk istriku!"
" Apa nona sedang ngidam tuan?" Tanyanya berbisik
Rey kaget dengan pertanyaan asistennya itu, karena ia juga belum tau hasil pemeriksaan Ana karena mengurusi operasi Andre tadi.
" Kurasa begitu, karena kujuga belum tau pasti hasil pemeriksaan istriku, sudah sana cepet beli untuk calon keponakanmu!" nadanya meninggi
" Dasar bos kejam!"ucapnya lirih
" Kamu mau gajimu selama satu bulan ku potong Vito, beraninya mengataiku, sana cepet beli dan bawa kesini!" menatap tajam ke asistennya.
" Dasar manusia kejam, kalau bukan karena calon keponakanku nggak akan kumau beli rujak buah, dia yang enak enak gue yang susah nyari in ngidam istrinya, nasib jadi bawahan," bisik hati Vito
Setelah kepergian asistennya Rey menatap istrinya lekat, seakan ragu mengatakan kebenaran yang menimpa adiknya. Dielusnya pipi Ana perlahan.
" Kak,,, sebenarnya kamu kenapa, apa karena mas Andre? mencium tangan Rey dan menggenggamnya.
" Mas Andre pasti baik baik saja, mungkin untuk saat ini lebih baik kita tak mengganggunya, biarkan saja dia menenangkan dirinya dulu kak, beri dia waktu!"
Rey hanya tersenyum mendengar ucapan Ana, namun airmatanya tak dapat ditahannya lagi, dan ia pun menangis dipangkuan istrinya. Ana yang melihat itu merasa teriris hatinya, dalam hati ia juga mengutuk dirinya sendiri telah melukai hati Andre dan membuat suaminya menanggung beban rasa bersalah, dielusnya rambut Rey airmatanya pun menetes membasahi pipinya.
" An,,, sebenarnya Andre,,, ucapannya terputus oleh isak tangisnya.
" Sebenarnya mas Andre kenapa kak?"
mengangkat kepala Rey dan menakupkan kedua tangannya diwajah Rey hingga mereka saling bertatap.
Rey pun bangkit dari duduknya dan memeluk Ana.
" Andre mengalami kecelakaan sayang,,, dan kini sedang berada diruang operasi.!" bisiknya ditelinga Ana.
Tubuh Ana lunglai dalam pelukan Rey, diam seribu bahasa hanya airmatanya yang terus mengalir. Seakan nyawanya lepas dari raganya.
" Mas Andre,,,?" bisiknya lirih dan terkulai pingsan dipelukan suaminya.
" Ana,,,,Ana,,,? teriak Rey.
bersambung💖💖💖💖💖
ceritamu bagus Thor cuma sayang tokoh2 nya banyak yg ilang entah kemana?
seharusnya walaupun peran pendukung setidaknya dituntaskan dalam cerita,jadi ceritanya berbaur dan lengkap sesuai dengan karakter masing-masing.
🤔🤔🤔
Buat nama yg lebih keren lagi Thor.
🤭🤭🤭
biarkanlah Ana bahagia ma Abangmu.
aku tau rasa hatimu karena aku juga cinta ma kamu.
maukah kau kalo aku jadi pengganti Ana???
karena aku juga Ana tapi yg KW?!
🤣🤣🤣
😡😡😡
cinta diantara 2 bersaudara, sakitnya gimana coba???
mungkin kalo orang lain sedih tapi yg paling sedih ya cerita kayak gini.
😭😭😭