Arjuna sangat terkejut saat membuka kedua matanya, statusnya yang lajang berubah menjadi menikah. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Simak terus kelanjutannya yuk!
Follow IG: @thalindalena
Add FB : Thalinda Lena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak akan ada perpisahan!
Satu minggu kemudian setelah kejadian pada malam hari itu, jarak antara Aluna dan Arjuna semakin merenggang, dan Aluna terkesan sangat menjauhi Arjuna.
Seperti pada pagi hari itu, Aluna seperti biasa membuat sarapan untuk dirinya dan juga Arjuna akan tetapi Aluna sekarang bersikap dingin dan datar terhadap suaminya itu.
"Selamat pagi, Aluna. Mana sarapanku?" sapa Arjuna sekaligus bertanya kepada istrinya yang sedang sibuk mencuci piring.
"Tuh!" jawab Aluna seraya menunjuk sepiring nasi goreng yang sudah tersaji di atas meja dengan dagunya.
Arjuna segera mendudukkan dirinya di kursinya seraya melirik punggung istrinya yang sedang sibuk mencuci piring.
"Ehem! Hari ini aku sepertinya akan pulang malam. Aku harus mengantarkan Boss-ku keluar kota," ucap Arjuna seraya berdehem pelan di awal kalimatnya.
"Ck!" terdengar decakan kesal dari bibir Aluna.
"Mau sampai kapan dia menutupi identitas-nya yang sebenarnya! Dasar pembohong!!" umpat Aluna di dalam hati.
"Aluna kamu mendengar ucapanku?" tanya Arjuna sedikit kesal.
"He-em!" jawab Aluna singkat padat dan jelas.
"Suamimu berbicara denganmu kenapa kamu diam saja! Dasar tidak sopan!" kesal Arjuna sembari menyantap sarapannya dengan kasar dan rakus.
"Satu minggu lagi kita akan bercerai!" ucap Aluna sembari menoleh sekikas ke arah Arjuna.
Klontang!!
Arjuna meletakkan sendok dan garpunya dengan kasar saat mendengarkan perkataan Aluna. Ia beranjak dari duduknya, berjalan menghampiri Aluna yang berdiri di dekat wastafel cuci piring.
"Diantara kita tidak akan terjadi perpisahan!! Camkan itu!" bisik Arjuna dengan penuh penekanan, membuat Aluna yang sedang menata piring sampai terlonjak kaget.
"Apakah kamu lupa ingatan jika kamu yang menginginkan perpisahan ini?! Dan kenapa saat aku menyutujuinya, kamu malah marah denganku dan menahan diriku untuk tetap tinggal bersama pria brengsek dan menyebalkan seperti dirimu!!" sentak Aluna tidak terima dengan sikap Arjuna sesuka hatinya.
Aluna menatap tajam suaminya yang berdiri di dekatnya.
Arjuna menggertakkan giginya dengan kuat seraya mengepalkan kedua tangannya dengab erat dan kedua matanya menatap Aluna tidak kalah tajam.
"Dengarkan aku Aluna, aku tidak akan membiarkan perpisahan ini terjadi!" jawab Arjuna dengan penuh penegasan.
"Why?! Apakah kamu sudah mempunyai perasaan terhadapku? Ataukah kamu sudah sangat mencintaiku?" tanya Aluna dengan telak, seketika itu langsung membuat Arjuna mengatupkan bibirnya dengan rapat dan mematung untuk sesaat.
"Sudah aku jelaskan sebelumnya jika kedua orang tuaku tidak menginginkan perpisahan ini!" tegas Arjuna.
"Dan sudah berulang kali juga aku bilang kalau aku akan mengatakan kepada kedua orang tuamu jika aku tidak tahan dan tidak sanggup hidup bersama denganmu! Baru tiga minggu menikah sudah membuatku darah tinggi! Apalagi jika dalam jangka waktu yang panjang, bisa-bisa aku mati berdiri karena setiap hari makan hati dan jantung!" cerocos Aluna kepada Arjuna
"Apa kau bilang!" Arjuna menuding wajah Aluna dengan jari telunjuknya.
"Apakah kau tul—" ucapan Aluna terhenti saat mendengar ketukan pintu dari luar rumah. "Buka pintunya sana!" titah Aluna kepada suaminya.
Dengan patuh Arjuna berjalan menuju pintu rumahnya seraya membuka pintu tersebut dengan lebar.
"Kejutan!!" seru Fika dan Nue saat pintu rumah tersebut terbuka dari dalam.
"Mama, Papi." Arjuna sangat terkejut saat melihat kedua orang tuanya yang berkunjung ke rumahnya di pagi hari itu.
"Kenapa kamu seperti melihat hantu, Juned!!" maki Nue kepada putranya sembari mengibaskan tangan gemulainya.
"Arjuna siapa yang datang! Apakah Madam Ang Sa yang ganjen itu?!" seru Aluna dari dalam rumah.
"Bu-bukan," jawab Arjuna sedikit berteriak.
Fika dan Nue saling pandang sembari melipat bibir mereka ke dalam mulut, menahan tawa saat melihat ekspresi wajah Arjuna yang mendadak pias, saat mendengar Aluna menyebut nama Madam Ang Sa.
1 bab dulu ya. Emak masih di perjalanan menuju Tangerang. Eaakkkkk, jangan lupa berikan vote, komentar, like dan kasih bunga dan kopi yang banyak. Love you semuanya ❤❤❤❤🎉