NovelToon NovelToon
Ternyata Dia Adalah Bossku

Ternyata Dia Adalah Bossku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / CEO Amnesia / Romansa / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kim.nana

Gina adalah seorang office girl di perusahaan asuransi ternama di kota Jakarta. Gaji yang dia dapatkan bukan hanya untuk kebutuhannya sendiri, tapi juga untuk keluarganya di kampung.

Di masa sulit itu, Gina kembali mendapatkan kesialan ketika di suatu malam dia melihat seorang pria tak sadarkan diri terkapar di depan pintu rumah kontrakannya.

"Astaga, kesialan apalagi ini ya Tuhan," gerutunya dengan raut wajah yang seolah ingin menangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim.nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 - Kata Sayang

Sekitar jam 10 setelah Gina menceritakan semua tebtang pria amnesia itu, Akhirnya Gina, Raisa dan Bryan pergi.

Gina turun lebih dulu dan menunggu di halte Bus, sementara Raisa dan Bryan menyusul dan menjemput Gina di halte bus sana.

Sengaja bertemu di luar perushaan agar tidak jadi pusat perhatian dan pembicaraan orang lain.

Mereka semua kompak berpikir bahwa saat ini Zidane dalam bahaya, jadi segala informasinya haruslah di rahasiakan.

"Dimana rumah mu?" tanya Bryan, dia menyetir. Saat bertanya seperti itu tatapannya tetap fokus ke depan.

Gina urung menjawab pertanyaan itu karena tiba-tiba dia kembali mendapatkan pertanyaan dari nona Raisa.

"Siapa nama mu?" tanya Raisa.

Gina jadi bingung mau menjawab yang mana dulu. sejak tadi dia memang belum sempat memperkenalkan diri, gara-gara harus buru-buru untuk menceritakan tentang Alden.

" Jangan hanya diam saja, Nona Raisa bertanya siapa namamu?" Bryan kembali buka suara.

Tiap kali pria itu membuka mulut selalu mampu membuat Gina takut.

"Ma-maaf Tuan, Nona, Nama saya adalah Gina."

Raisa mengangguk. Tidak bingung lagi bagaimana dia menyebut wanita ini.

"Sekarang katakan di mana rumahmu?"

"Masih jauh Tuan, lurus aja terus nanti kalau sudah waktunya belok akan saya beritahu, di jalan Mawar Indah." terang Gina, dia semakin merasa gugup karena duduknya adalah di samping Bryan.

Sementara Raisa duduk seorang diri di kursi Tengah. menatap kosong pada jalanan yang mereka lewati. meski wajahnya terlihat datar namun jantungnya bergemuruh hebat kedua tangannya pun sudah mulai mengeluarkan keringat dingin, Besar harapan di dalam hatinya bahwa pria yang diceritakan oleh Gina adalah sang adik.

Ya Tuhan, semoga saja dia benar Zidane. Batin Raisa. Tak sabar rasanya untuk segera menyampaikan kabar baik kepada kedua orang tuanya, yang beberapa hari ini sangat cemas. makan tidak pernah terasa enak dan tidur tidak pernah terasa nyenyak. Selalu berusaha menemukan bidan namun belum membuahkan hasil apapun.

"Belok kiri Tuan," ucap Gina.

Bryan mengikuti, terus mengikuti instruksi itu sampai akhirnya mereka tiba di sebuah gang yang cukup sempit, bahkan mobil Bryan tidak bisa masuk lebih dalam lagi. Sementara rumah Gina masih di ujung sana, paling ujung.

"Parkir di sini tidak apa-apa Tuan, lagi pula tidak akan ada mobil yang masuk," terang Gina pula. Bryan tidak menjawab apapun namun dia menghentikan mobilnya di sana.

setelah mobil itu benar-benar terparkir sempurna akhirnya mereka bertiga turun.

"Dimana?" tanya Bryan lagi, dia sudah berdiri di samping sang nona muda. Siap menjaga Raisa meski dari semut merah.

"Di paling ujung Tuan." Gina memimpin langkah, melewati jalanan yang sudah di pavling blocks, jadi sepatu mereka tidak akan kotor.

Terus berjalan sampai akhirnya tiba di rumah kontrakan Gina. Rumah sederhana berwarna putih yang sudah kusam.

Gina mengetuk pintu.

Beberapa kali namun tidak mendapat jawaban dan tak ada yang membuka pintu.

"Mana? jangan berani-beraninya membohongi kami ya? Aku bisa memecat mu sekarang juga."

"Ma-maaf Tuan, tunggu sebentar, mungkin Alden sedang di kamar mandi." Gina gelagapan.

"Bryan, berhentilah menekan Gina." Raisa pun buka suara, lengkap dengan tatapan tajamnya kepada sang asisten.

Bryan diam dan Gina kembali mengetuk pintu rumahnya sendiri. Karena pagi tadi pergi dengan buru-buru, Gina lupa membawa kunci lain serep rumahnya.

Karena pintu rumahnya tak kunjung di buka, Gina jadi semakin takut saja. Namun seketika ketakutannya itu buyar ketika dia mendengar seorang pria memanggil namanya, terdengar suara yang tidak asing ...

"Gina," panggil Alden. Saat itu juga Gina, Bryan dan Raisa berbalik dan melihat kearah sumber suara.

Deg! seketika Bryan dan Raisa sama-sama terkejutnya.

Dia adalah Zidane.

"Sayang, ada apa ini ramai-ramai?" tanya Alden sambil memakan sosis di tangannya dan saat itu juga Gina rasanya ingin pingsan. Dia lupa jika pria itu adalah suaminya. Kata sayang itu membuatnya baru ingat.

Dan... Parahnya belum dia ceritakan tentang masalah itu pada Bryan dan Raisa.

Ya Tuhan, ambil saja nyawaku sekarang. Batin Gina.

1
mei
✊👍👍👍👍👍👍👍
mei
nyonya silvana sepertinya
Margaretha Indrayani
😘😘🥰🥰🥰🥰
Maria Christanti
trima kasih Thor bagus ceritanya. sll semangat dlm berkarya.💪😄
ayr barokah
mana thor gaada pun
Bastian Sipahutar
luar biasa/Pray/
Bastian Sipahutar
Buruk
Tira Aneri
suukaaa
love sick
hvv
𝓼𝔂𝓪✮⋆˙── .
leon sahabay arden jd jahat???
mety
lupa ingatan tapi nyosor ngak lupa 🤣🤣🤭
Annie Soe..
Karya yg ebak di baca, alurnya mengalir manis.Thanks thor..
🌟 Dauzz🇲🇨
ceritanya sangat bagus
🌟 Dauzz🇲🇨
happy ending 😍
🌟 Dauzz🇲🇨
mampir lagi
Sri Ariyanti
jgn pantang menyerah ya Al tuk mengambil hati Gina
Mazree Gati
iklan mulu siapa yg mau baca
Mazree Gati
jiancok pake acara iklan
Mazree Gati
asisten asu sok galak
Wayan Sucani
Dikisah yg lain... Leon asistennya Ardan....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!