NovelToon NovelToon
MENCINTAIMU DALAM DIAM

MENCINTAIMU DALAM DIAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Karlina Sulaiman

SEASON 1

Tentang Azzahra yang memiliki kehidupan rumit dan dicintai banyak laki-laki sampai hampir kehilangan nyawa.

SEASON 2

Tentang kehidupan Azzahra setelah menikah dan kehidupan kakaknya yang telah mendapatkan jodohnya masing-masing. Juga cerita laki-laki yang mendapat cinta tulus dari wanita lain setelah patah hati karena Azzahra.

SEASON 3

Tentang perjuangan cinta Azam dan Aisha dengan anak-anak dari sahabat orangtua mereka.

Penuh suka duka, juga perjuangan yang kuat dan tangguh dari mereka.

***

Ig. Karlina_sulaiman

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karlina Sulaiman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Azzahra di ajak Bram untuk pergi keruangannya.Azzara duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan itu dan berhadapan dengan Bram.

"Catty, kenapa kau keluar malam-malam begini, ini bahaya karena kau seorang wanita." ucap Bram.

"Tidak apa-apa Kak, aku hanya sedang malas di rumah." balas Azzahara.

"Ceritakan apa masalahmu!" perintah Bram.

"Aku tidak bisa."

"Kenapa?"

"Bagaimana aku mau cerita, kalau aku sendiri saja tidak tau apa yang akan aku ceritakan."

"Kau sedang bermasalah dengan keluargamu?"

"Bisa di bilang seperti itu, mereka telah menutupi semua hal tentang masa laluku dengan membohongiku."

"Masa lalumu? mereka pasti punya alasannya sendiri."

"Ah, jika Kakak membela mereka aku juga akan pergi dari sini."

"Aku tidak membela mereka, Catty apa kau tau kalau wajahmu sangat lucu saat sedang marah."

"Catty! hentikan panggilan itu Kak, kau sangat menyebalkan."

"Haha... menyebalkan tapi kau selalu menyukainya saat aku memanggilmu Catty."

"Kapan aku menyukainya, bahkan aku selalu protes dengan panggilan itu." timpal Azzagra kemudian melipat kedua tangannya di depan dada.

"Lalu kau mau aku memanggilmu apa? istriku? atau cintaku atau rusuk ku, atau belahan jiwaku?" Bram menggoda Azzahra.

"Jangan menggodaku, atau aku akan melakukan hal seperti yang kau lakukan pada Ben."ucap Azzahra menatap tajam Bram yang sedang tersenyum tanpa dosa.

"Wah kalau kau mau melakukannya lakukan saja." tantang Bram.

"Kau menyebalkan." tangkis Azzahra.

"Terima kasih."

"Itu bukan pujian."Azzahra memelototkan matanya ke arah Bram.

🍁🍁🍁

Malam ini hujan turun dengan derasnya, badai meraung-raung di luar sana, petir saling berlomba menampakkan dirinya, sedangkan guntur berpaduan suara.

Di tengah badai dan gemuruhnya suara guntur, tidak mematahkan semangat Kak Arta mencari Azzahra.

Jaket yang basah karena air hujan sudah tembus sampai dalam, dingin yang Kak Arta rasakan tidak dia hiraukan, dia tidak akan merasa tenang kalau tidak menemukan orang yang menghilang.

"Azzahra, ke mana lagi kakak harus mencarimu, bagaimana kondisimu sekarang dan keadaan alam yang seperti ini seakan menggambarkan kemarahan yang sama sepertimu."

Kak Arta masih melajukan motornya, dia tidak akan perduli dengan keadaan di sekitarnya, pikirannya masih tertuju pada gadis yang pergi membawa rasa kekecewaan di hatinya.

Kak Arta khawatir tentang Azzahra, karena seseorang yang sedang kecewa mungkin akan melakukan hal-hal yang gila bahkan berbahaya.

🍁🍁🍁

Faza tidak bisa tidur, pikirannya masih kepada Azzahra, dia takut jika Azzahra benar-benar tidak akan pulang.

"Kak Arta, tolong buka pintunya." ucap Faza dari balik pintu kamar Kak Arvie.

Kak Arvie yang mendengar teriakan Faza dari luar kemudian membukakan pintu kamarnya.

"Ada apa?"

"Kenapa Kakak bisa sesantai ini, sedangkan badai di luar sana sangat besar, dan Azzahra pergi, apa Kakak tidak mengkhawatirkan dia?" Faza berucap dengan nada tinggi.

"Dia akan baik-baik saja." balas Kak Arvie, padahal di hatinya tentu saja dia sangat mengkhawatirkan keadaan adiknya di luar sana.

Bahkan dia baru saja menangis, tapi untungnya Faza tidak menyadari hal itu.

"Kata Kakak, Azzahra pasti baik-baik saja, memang Kakak tau di mana Azzahra sekarang?" tanya Faza.

"Pasti dia di Villa." ucap Kak Arvie ragu.

"Baiklah, aku akan menghubungi orang Villa, beri aku nomor telepon yang bisa aku hubungi."

"Biar aku saja."

Kak Arvie masuk kembali ke kamarnya, kemudian mengambil HP dan menghubungi orang Villa.

"Hallo."

"Pak, apa adik saya datang ke Villa malam ini?" tanya Arvie langsung ke intinya.

"Nona Azzahra, dia tidak ke sini Tuan."

"Jangan berbohong Pak, saya tau kalau adik saya pergi ke sana."

"Saya tidak berani membohongi Anda Tuan, Nona Azzahra benar-benar tidak datang ke Villa."

"Baiklah,tolong hubungi saya kalau Azzahra ke Villa."

"Baik Tuan."

Kak Arvie panik saat mengetahui kalau Azzahra tidak di Villa, ini semua memang salahnya, kalau saja tadi dia menjelaskan ke pada Azzahra, pasti Azzahra tidak akan pergi dari rumah.

"Bagaimana Kak? apa Azzahra ada di Villa?"

"Tidak, dia tidak pergi ke Villa."

"Aku akan mencarinya." ucap Faza.

Kak Arvie menyaut salah satu kunci motor miliknya, kemudian memakai jaket dan berlari keluar, Faza juga melakukan hal sama.

Mereka berdua melakukan motor ke arah yang berbeda agar mempermudah dalam pencarian.

🍁🍁🍁

Azzahra yang sedang duduk mengahadap ke Jendela memperhatikan petir yang menyambar, dia tidak tau apakah yang dia lakukan sekarang ini benar ataukah salah.

Dia hanya merasa kecewa, sesempurna apapun dia, dia tetaplah seorang manusia.

Rasa di lukai secara langsung itu tidak akan terasa daripada di bohongi selama sepuluh tahun.

"Kak Bram, berikan aku pistol, dan aku akan pergi dari sini." pinta Azzahra tanpa menoleh ke arah Bram.

"Tidak akan aku berikan."

"Siapa Bos nya?"

"Kau Bos nya, tapi aku juga Bos di sini." titah Bram dia merasa khawatir kalau Azzahra akan bunuh diri.

"Aku hanya ingin bermain dengan pistol itu, aku tidak akan bunuh diri, percayalah." ucap Azzahra seakan tau apa yang di pikirkan Bram.

"Aku tidak akan memberikanmu pistol, bagaimana kalau aku mengganti permintaan mu dengan pisang saja."

"Apa yang bisa aku lakukan dengan pisang, apa Kakak menyuruhku menembak dengan pisang?"

"Ya itu lebih aman."

"Bagaimana dengan pelurunya?"

"Aku bisa memberimu biji semangka."

"Apa Kakak mau aku lempar dengan Durian?"

"Kau sangat kejam, aku hanya berusaha untuk menghiburmu, tapi kau tidak menghargaiku."

"Karena kau sangat menyebalkan."

"Catty, seriuslah! jika aku memberikan mu pistol, apa yang akan kau lakukan dengan pistol itu."

"Sejak tadi aku serius, tapi Kakak yang tidak serius. Bukan urusan Kakak, terpenting sekarang berikan aku pistol."

"Kenapa kita jadi berdebat karena sebuah pistol."

"Berikan saja!"

"Baiklah, tunggu di sini aku akan mengambilkan pistol yang cocok untukmu." Bram tersenyum penuh arti kemudian pergi untuk mengambilkan pistol yang dia maksud.

"Kalau dari tadi Kakak menuruti permintaanku, kita tidak akan berdebat."

Azzahra lupa jika dia masih membawa pistol milik Ben, karena terlalu memikirkan rasa kecewanya.

Azzahra kembali melihat keluar, badai masih terlihat gagah dengan suara gemuruh dari guntur yang menggelegar.

Bram kembali menghampiri Azzahra dengan membawa sebuah pistol.

"Catty, ini pistol yang kau minta." Bram menyerahkan pistol itu kepada Azzahra.

Tanpa menoleh, Azzahra mengambil alih pistol dari tangan Bram. Saat pistol sudah berada di tangannya. Seketika itu pula Azzahra langsung berdiri di hadapan Bram dan menatap tajam mata Bram.

"Apa ini?" tanya Azzahra menunjukkan benda yang ada di tangannya.

"Pistol yang kau minta, itu sangat cocok untuk mu."ucap Bram sambil berlari menjauh dari Azzahra dan tertawa terbahak-bahak.

"Kak Braaaaaaaaaam..." teriak Azzahra kesal.

#Jangan lupa like, komen, rate, dan votenya...

Terima kasih 😘💕...

1
Yuliana Hartini
Thor msh sekolah gimana bagi waktu utk belajar dan nulis karyanya semoga tdk terganggu ya sekolahnya semangat terus ya 👍😃
Yuliana Hartini
Saya selalu semangat membacanya semoga thor semangat juga 👍😃
Yuliana Hartini
Sorry thor jawaban suka2 gue boleh sja, tp bisa nggak yg agak lembut dikit 👏👍
Yuliana Hartini
Lanjut thor tolong biar enak yg baca jalan ceritanya lebih tersusun rapii ya dn semangat trus 👍😃😃
Nana Bati
bagus banget ceritanya walaupun awalnya agak membingungkan.... lanjoooot thor 👍👍👍
Nana Bati
bahagia ....ternyata Allah maha baik diatas kegundahan Azzahra dia dititipkan janin yg sedang berkembang dirahimnya smp 9 bln.. lanjut thor 👍👍👍
Nana Bati
seruuuuu.... semoga endingnya membahagiakan... semangat thor 👍👍👍👍👍
imam zulkifli
sadar dong azahra
᪙ͤæ⃝᷍𝖒ᵗᵃʳⁱ♡⃝𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂᶬ⃝𝔣🌺
cerita ny bgus ka...sllu bikin para readers ketawa
aku joker
semangat thor
Rinjani
happy happy walau jalan nya sendat2
Rinjani
🥰🥰🥰🥰🥰🤪🤪❤❤❤🤭🙏🙏🙏🙏
Rinjani
gatol MP
Rinjani
sedih trus..kok Azhara apes trusss seh Thor ...thor dihhh kok buat susah trusss😭😭
Rinjani
Azmy gila kok malah nyulik Azhara krn cinta di tolak🤭🤭🥰
Rinjani
Arta drh
Rinjani
ini cerita org Dubai yg anak hilang di sadur apa gmn nih apa hanya ngarang aja🤭🤭🤦‍♀️🙏
Rinjani
Arya kakak yg hilang yaa Azhara adik bungsunya
Rinjani
siapa Arya ya apa kakak Arvie dan Azharra
Rinjani
ceroboh ibu kok kayak anak2 yg minta mainnan ya namanya bukan zaman siti nurbaya u nikah paksa..kayak kekurangan laki🤭🤭🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!