NovelToon NovelToon
Diana Permata Terindah Dari Desa

Diana Permata Terindah Dari Desa

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Balas Dendam / Wanita perkasa / Perubahan Hidup / Balas dendam. / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:77.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: heni

Ivan mengira perjodohan ini hanyalah candaan kakeknya saja, bagaimana dia bisa mengira itu serius, saat kakeknya mengatakan akan menjodohkan dirinya dengan seorang gadis bernama Diana. Dia seorang gadis bisu, tidak berpendidikan. Bahkan kata orang di desanya, gadis itu gila. Hingga dia pun setuju. Ternyata kakeknya benar-benar serius. Seorang gadis dari desa yang bisu, benar-benar datang ke rumahnya dan bertunangan dengannya.

Bagaimana perjodohan mereka? Akankah bisa berlanjut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Hari berlalu begitu saja, kini Matahari kembali menyinari bumi bagian itu. Pagi-pagi Diana mendapatkan pesan dari pengacara Nizam.

*Diana, dua Wanita ular yang selalu mempersulit dirimu, kini bebas lagi, kamu pasti faham, ada bantuan kuat hingga polisi tidak bisa menahan mereka lebih lama.

Diana dengan cepat mengetik pesan membalas pesan pengacara Nizam.

*Biarkan saja, jangan buang waktu dengan mengurusi mereka, kamu pengacara, kamu pasti faham dengan cara mereka.

"'Baiklah Diana, tapi jika kamu ingin menjerat mereka, aku siap membantumu, tanpa harus mengganggumu dengan urusan ini.

'"Jika kamu ingin mereka tidak bisa lepas dari sana, bukan hal sulit bagiku. Tapi, aku harus mendapatkan persetujuanmu dulu.

*Saat ini, biarkan saja bebas. Manfaatkan waktumu untuk yang lebih bermanfaat.

Selesai berbalas pesan dengan Pengacara Nizam, Diana segera menuju kelas. Walau keadaan kelas sepi, Diana tetap duduk manis meja yang dia tempati, yang ada di dalam di kelasnya. Fokusnya tertuju pada handphone yang bergetar, terlihat di sebuah group Profesor yang akan mengisi mata kuliah hari ini terlambat. Keadaan kelas yang sepi, membuat Diana teringat akan tablet pemberian Profesor Russel.

Diana fokus mengamati video terbaru tentang keadaan nenek Yudha, dari video terbaru yang dia terima. Mata Diana terus tertuju pada layar Tablet pemberian Profesor Russel. Merasa ada sesuatu yang janggal Diana segera meraih handphone khusus untuk urusan kedokteran.

*Dari pengamatanku dari Video yang Yudha kirim padaku, di sana sangat jelas keadaan Nenek Zunea sangat menurun.

Drttt!

Salah satu pesan langsung masuk.

"'Terus apa yang harus kita lakukan dok?

*Demi keselamatan nenek Zunea, operasi harus kita majukan. Sangat membahayakan jika harus menunggu seperti jadwal yang kita tentukan. Sebab itu aku selalu meminta Yudha untuk terus mengirimiku video terupdate keadaan nenek Zunea.

*Pada Video sebelumnya, aku sangat optimis. Tapi, melihat keadaan sekarang kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

"'Apapun yang terbaik menurut dokter, kami setuju.

Diana sangat fokus dengan rencana operasi yang harus secepatnya dimajukan, dia juga terus menerangkan apa saja yang akan dia lakukan nanti. Hingga dia tidak menyadari banyak mata yang memandangi dirinya.

Sedang di luar kelas ….

Beberapa Mahasiswi mendekati kelas mereka, karena Profesor yang mengajar pagi ini tidak masuk, sebab itu mereka sengaja bersantai di kantin, namun mata mereka disambut pemandangan yang membingungkan. Sangat banyak Mahasiswa berkerumun di depan kelas mereka, hingga pintu kelas itu tertutup oleh kerumunan Mahasiswa yang terus memandangi Diana.

“Ini kelas kita kok jadi rame gini?” gerutu salah satu Mahasiswi yang baru mendekat.

“Iya, apa Profesor udah masuk ya? Kalau udah alamat ketinggalan kita.”

“Nggak mungkin, andai Pofesor mengajar pun tidak pernah seramai ini.”

"Apa di kelas kita ada artis?"

Salah satu Mahasiswi menepuk bahu Mahasiswa yang ada di dekatnya. “Ada apa sih? Kenapa kalian kayak semut mengerubungi gula?”

“Kami penasaran, sama sosok cantik ini.” Mahasiswa itu memperlihatkan handphonenya, terlihat  foto seorang gadis yang menikmati pemandangan langit senja. Foto itu dibanjiri komentar pujian untuk gadis itu, semua mengagumi kecantikannya. “Sangat cantik, alami. Pokoknya gadis dengan pesona alami seperti dia sangat jarang ditemui, karena udah pada keracunan make-up.”

"Tidak ada yang salah dengan make up, hanya saja jika ada kecantikan natural seperti ini, sangat-sangat istimewa bagiku pribadi."

“Yang Posting siapa?”

“Entah, tapi gadis yang ada dalam foto itu. Tapi, dia ada di kelas ini.”

Tiga Wanita yang baru mendekat itu juga tidak bisa menyangkal kecantikan gadis yang ada dalam foto tersebut, niat mereka ingin masuk kelas batal. Karena pintu masuk dikerumuni para Mahasiswa yang masih penasaran dengan sosok gadis cantik yang ada dalam foto tersebut, dan tidak mau memberi mereka celah untuk mengintip, apalagi untuk masuk kedalam kelas.

Perhatian Diana benar-benar tersita untuk nenek Zunea, dengan cekatan jemari Diana mengetik pesan untuk Tim yang akan melakukan operasi dadakannya ini.

Kerumunan itu perlahan membubarkan diri, karena mata kuliah mereka akan segera di mulai. Sedang Diana berusaha bersikap santai, dan menyimpan kembali Tabletnya.

Seharian ini Diana sibuk dengan mata Kuliah di kampus, matahari juga sudah tenggelam di ufuk barat. Lelah, namun Diana harus ke Rumah Sakit, untuk memeriksa langsung keadaan nenek Zunea. Saat hampir sampai di Rumah Sakit …., Diana sengaja turun sebelum tujuannya sampai, taksi yang membawa Diana pun berhenti di depan Café.

Diana segera memasuki café tersebut, dia memperlihatkan layar handphonenya, di sana tertulis kopi jenis apa yang dia inginkan.

“Sebentar Nona,” ucap pelayan Café itu ramah.

Tanpa sengaja, mata Diana menangkap dua sosok yang sangat tidak asing, mereka adalah Ivan dan Veronica.

“Jadi, kapan operasi nenek Zunea dilakukan?”

Diana sangat jelas mendengar pertanyaan Veronica pada Ivan.

“Secepatnya, waktunya belum ditentukan, tapi dokter hebat itu akan segera mengabari kami, katanya dia akan memeriksa nenek Zunea secepatnya,” sahut Ivan.

“Kenapa harus dokter hebat yang misterius itu?”

“Aku bisa melakukan operasi untuk nenek Zunea, tidak perlu menunggu dokter misterius itu, Ivan.”

“Kamu bisa cari tahu sendiri. Prestasiku dalam dunia bedah juga sangat bagus.”

"Aku tidak bisa membuktikan kemampuanku, Van. Kalau tidak diberi kesempatan untuk membuktikan diri."

“Kalau kamu yakin bisa melakukan Tindakan operasi untuk nenek Yudha, kamu bicara langsung pada Yudha.”

Diana diam mendengari percakapan Ivan dan Veronica.

“Permisi, ini kopi Anda, Nona.”

Ucapan pelayan café membuat Diana terrsadar, dia segera membayar pesanannya dan pergi dari sana. Urusannya lebih penting daripada pembicaraan Ivan dan Veronica. Dengan langkah cepat Diana akhirnya sampai di Rumah Sakit, kopi yang dia beli sebelumya, gelasnya sudah tergeletak di tempat sampah. Tujuan Diana adalah ruang VIP tempat nenek Zunea di rawat.

Diana segera memeriksa Wanita tua yang terbaring di ranjang Rumah Sakit itu. Diana merasakan penyakit nenek Zunea semakin parah, dia tidak bisa menunggu lagi. Diana segera meraih handphonenya, dan mulai mengetik pesan di sana, niatnya ingin mengabari timnya, kalau operasi harus saat ini juga dilakukan.

“Diana?”

Panggilan itu membuat jemari Diana terhenti.

“Apa yang kamu lakukan di sini!” Tiba-tiba Veronica juga ada di ruangan nenek Zunea.

“Kamu ingin mencelakai pasienku?”

“Ini tidak bisa dibiarkan, ini adalah bukti kuat, kalau kau menyerangku dengan menggunakan orang-orang terdekatku. Segala tuduhan yang tetuju padaku bisa ku sangkal.” Veronica meraih handphonenya. “Halo, kantor polisi?”

Tutttttttttt!

Suara monitor yang memantau keadaan nenek Zunea berbunyi, saat yang sama pergerakan garis yang terus turun naik menjadi garis lurus. Pertanda detak jantung nenek Zunea berhenti.

Keadaan seketika menjadi genting, Diana dibawa paksa oleh petugas kepolisian, mata Diana tertuju pada nenek Zunea yang semakin sekarat, sedang dirinya diseret oleh pihak kepolisian. Sedang Veronica tersenyum bahagia melihat Diana dibawa paksa petugas kepolisian. Mata Veronica tertuju pada nenek Zunea, rencananya pun seketika muncul.

***

1 Bab 1 hari.

Itu kalau pergerakan popularitasnya bagus, kalau rendah, kemungkinan aku gak dapat kelanjutan cerita ini.

Mohon dukukan like dan komentarnya, semoga aku kedepannya lolos jika angka like dan jumlah komentarnya tinggi, insya allah lolos. Kalau masih minim, kemungkinan aku gagal😔

1
Nur Khaya
udah tegang mlh ngakak ma Nizam 🤣
Nur Khaya
na gitu Ivan ya harus tegas
Nur Khaya
Dillah kn nyesel.
Nur Khaya
kasihan Diana ini itu sendiri, Ivan gak pernah ada buat Diana kalo kesusahan.
Nur Khaya
keren 👍
apajalah
👌🤔🍂
apajalah
/Doge//Rose//Ok/
apajalah
🍂🍁👌🤔/Doge/
ARSAD ACHMAD BETHAN
Luar biasa
ARSAD ACHMAD BETHAN
LUAR BIASA
Listiatie Utami
denakin seru bikin penasaranoʻ
Listiatie Utami
d7h semakin rumoy
Efsa Lestari
kapan sih ketauan identitas nya jadi enek sendiri bacanya. yg ada malah menampilkan kejahatan terus
Efsa Lestari
tapi anehnya desy, Rani yg ada di situ diam aja dan tetap menerima aja tuh sih veronika jadi kurang greget aja bacanya kalau yg jahat selalu menang
Efsa Lestari
yg aku heran udah tau veronika yg jahat tapi Ivan pun masih dgn senang hati berbicara dengan veronika
Efsa Lestari
please kapan identitas nya kebongkar
Efsa Lestari
di novel ini tidak dijelaskan dulu awal. mulanya muncul masalah tu gimana jadi kadang agak bingung sendiri
Efsa Lestari
aku masih bingung Diana kuliah S3 kh atau apa sih. kan dia udah jadi dokter bedah yg hebat bahkan satu kampus dgn veronika lagi bearti veronika juga calon dokter....ini yg dari tadi jadi pertanyaan aku
Efsa Lestari
tapi semoga Diana dan yudha bisa membuat Ivan cemburu dan merasa dianana tu berharga pasti lebih seru
Efsa Lestari
pasti si ivan tu terkaget-kaget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!