Seorang gadis kecil,harus menerima nasib buruk ketika ibu nya tiada.Sebut saja namanya Melisa gadis malang yang di asing kan ke luar negeri oleh Danu ayah nya sendiri ketika usia nya baru beranjak lima tahun.
Setelah beberapa minggu ibu nya meninggal,ayah nya memutuskan untuk menikah lagi dengan selingkuhan nya yang sudah mempunyai anak.
Di luar negeri,Melisa sendiri diurus oleh bibi nya yang bernama Rosa sekaligus sahabat ibu nya.
Setiap hari ingatan Melisa selalu membayangkan kejadian saat ibu nya tewas di bunuh.
Jangan lupa baca karya ku ya🙂
Jangan lupa Like Vote Rate and Comment
terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Wiyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
"Danu.....Danu tunggu.....kau tidak boleh pergi sekarang!"teriak Mirna kesal namun tidak di hiraukan.
Danu pergi bergegas menyusul Hana untuk menjelaskan semuanya.Di dalam perjalanan menuju rumah,Danu tampak gemetar dan berkeringat dingin.Tidak lama kemudian,Danu sampai di rumah.Kepulangan nya ternyata di sambut oleh orang tua Hana yang sedang berkunjung untuk menemui cucu kesayangan nya.
"Ha....ayah!"sapa Danu sedikit terkejut.
"Danu,sudah pulang?kebetulan ayah kesini untuk menemui Melisa."ujar Edi sambil menimang cucu nya.
"Iya...iya ayah!"balas Danu canggung.
"Dimana Hana?ayah kira dia pergi bersama mu!"tanya Edi.
"Hana?Hana tidak ada di rumah?ah...barangkali dia pergi bersama teman nya."jawab Danu berbohong.
"Baiklah,hari sudah sore,ayah mau pulang dulu."ucap Edi pada menantu nya.
"Iya ayah silahkan hati-hati di jalan."ujar Danu.
Ternyata Mirna menyusul Danu ke rumah nya.Wanita itu sejenak berhenti di depan rumah Danu karena melihat Edi ayah mertua Danu yang hendak pulang dari situ.Timbulah niatan jahat dalam benak Mirna.
"Hana,kau selalu mengambil apa yang aku inginkan.Dan sekarang lebih baik aku membuat mu merasa kehilangan saja."lirih Mirna ingin menabrak Edi.
Danu dan Melisa mengantar Edi sampai teras depan rumah.Edi pun berpamitan kepada menantu dan cucu nya lalu pergi.
"Jangan lupa,katakan pada Hana jika aku mencari nya."pesan Edi.
"Baik ayah!"ujar Danu menganggukkan kepala.
"Bagaimana jika ayah mengetahui kejadian ini?pasti dia sangat marah besar padaku."batin Danu.
Edi pulang dengan mengendari mobil sendiri.Mirna langsung tancap gas mengikuti mobil Edi dari belakang .Di tengah perjalanan,jalanan nampak sepi dan inilah situasi yang pas buat Mirna untuk melancarkan aksi nya.
Ketika Edi ingin belok,Mirna langsung melajukan mobil nya membuat Edi terkejut sampai kaca mata nya jatuh dan kehilangan kendali dalam menyetir.Alhasil,mobil Edi melewati pembatas jalan dan menabrak pohon.
Darah mulai bercucuran,mobil pun mengeluarkan asap.Kecelakaan parah membuat dia kehilangan kesadaran dan menghembuskan nafas terakhirnya.Pria tua itu langsung meninggal di tempat.Sedangkan Mirna,pergi begitu saja dengan senyuman puas.
"Lihat saja Hana,sebentar lagi kau akan merasa sedih dan menangis-nangis."ujar Mirna tertawa renyah.
***********
"Dimana Hana?"tanya Danu pusing."Aku kira dia pulang ke rumah!aku sudah membuat kesalahan yang fatal."lontar Danu.
"Ayah....ayah ibu dimana?"tanya Melisa tiba-tiba datang menghampiri.
"Sayang,....sabar ya paling sebentar lagi ibu mu akan pulang."ucap Danu menenangkan anak nya.
Danu sudah berulang kali menghubungi Hana,namun Hana tidak dapat dihubungi.
Sedangkan Hana saat ini masih merasa sedih.Dia duduk di ruang tamu Rosa,sambil menangis.
"Hana.....hari sudah sore,bagaimana dengan anak mu?pasti dia akan mencari mu."tanya Rosa.
"Ros....aku tidak mungkin lagi bisa hidup bersama dengan Danu,tapi bagaimana dengan nasib anak ku nanti."ujar Hana.
"Melisa masih kecil bagaimana bisa dia hidup tanpa seorang ayah.Tapi disisi lain,perilaku Danu sudah tidak bisa di maafkan lagi."tutur Rosa.
*********
Bunyi telepon berdering,Danu segera mengangkat nya,berharap itu adalah istri nya.
"Hallo Hana....kau dimana sekarang?"tanya Danu.
"Maaf,apa kah ini dengan saudara yang bernama Danu?"tanya nya.
"Iya betul saya sendiri ada apa ya?siapa ini?"tanya Danu.
"Mohon maaf pak,apa benar bapak keluarga nya saudara Edi?"tanya lagi.
"Benar pak,ada apa memang nya?"tanya lagi Danu.
"Kami dari pihak rumah sakit menyatakan bahwa pak Edi sudah meninggal dunia karena mengalami kecelakaan .Harap segera bisa kesini ya pak!terima kasih!"seru nya.
Sontak Danu langsung terkejut mendengar hal itu.
"Astaga bagaimana ini,pasti Hana belum mengetahui jika ayah nya meninggal."ucap Danu.
Pria itu baru ingat untuk menghubungi Rosa sahabat Hana karena mereka tadi datang bersama.Dia pun segera menghubungi Rosa, memberitahu bahwa ayah Hana sudah meninggal.
*******
Ponsel di dalam saku Rosa bergetar.Wanita itu segera mengambil ponsel nya dan melihat siapa yang menelpon nya.
"Hah.Danu!"batin Rosa.
"Tunggu sebentar Han,ada telepon."ucap Rosa beranjak berdiri.
"Hallo!ada apa?"bisik Rosa.
"Hallo Ros,apakah Hana u
"Iya dia sedang bersama ku."jawab Rosa.
"Aku tidak bisa menghubungi nomer telepon nya, tolong beritahukan ke dia bahwa ayah nya meninggal karena kecelakaan dan sekarang sedang berada di rumah sakit.Aku sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit."jelas Danu.
"Hah....iya baiklah....aku akan memberitahu nya."balas Rosa melirik ke arah Hana yang masih menangis.
**********
"Han....Hana...."ucap Rosa tak enak bicara.
"Ada Ros?"tanya Hana mengusap air mata nya.
"Danu baru saja menghubungi ku dan mengatakan bahwa ayah mu sudah meninggal karena kecelakaan dan sekarang sedang berada di rumah sakit."jelas Rosa.
"Apa?ayah ku kecelakaan dan sudah meninggal?"tanya Hana beranjak berdiri terkejut.
"Tidak.....tidak....aku akan pergi ke rumah sakit sekarang."ujar Hana mengambil tas lalu pergi.
Di tengah perjalanan menuju rumah sakit,Hana makin di banjiri air mata.Ayah yang begitu ia sayangi ternyata sudah meninggal.
Hari sudah malam,sesampainya di rumah sakit,dia bergegas masuk mendatangi ayah nya.Di ruangan,tangis Hana pecah dan ia langsung memeluk ayah nya yang sudah terbujur kaku tanpa menghiraukan Danu yang berdiri di ruangan.
"Ayah.....ayah...."teriak Hana memeluk ayah nya.
"Tidak.. ayah kenapa kau pergi sangat cepat sekali."ujar Hana.
"Hana.....tenanglah dulu....jangan seperti ini."ucap Danu memegang pundak istri nya.
"Ayah....ayah....bangunlah ayah..."jerit Hana.
Besok hari nya,ayah Hana baru di makamkan.Suasana menjadi hening karena Hana hanya terdiam lemas dengan wajah pucat menatapi foto ayah nya.Dia sangat-sangat merasa kehilangan orang yang di cintai nya.
Beberapa orang mencoba mengajak berbicara namun Hana tetap bungkam dengan perasaan sedih nya
Sampai pada beberapa hari setelah kematian ayah nya,Hana masih saja tetap diam dan membisu.Selama Hana dalam kesedihan,Rosa lah yang merawat Hana dan Melisa sementara.
Sore ini,Danu sudah pulang dari kantor.Pria itu berpapasan dengan Rosa yang hendak mengantar segelas air putih dan sebotol obat vitamin.
"Rosa tunggu...."pinta Danu.
"Iya ada apa?"tanya Rosa.
"Bagaimana dengan Hana?apa kata Dokter?"tanya lagi Danu.
"Kata Dokter kesehatan nya makin menurun dan sangat buruk.Dia mengalami stres atas kesedihan nya.Sekarang Hana sedang tertidur di kamar."jawab Rosa.
"Obat apa ini?"tanya Danu.
"Oh...ini vitamin untuk nya. Dokter menyarankan agar dia mengonsumsi vitamin agar tubuh nya tidak drop."jawab Rosa gugup.
"Oh baiklah kalau begitu...."ujar Danu telepon nya berdering.
*********
"*Hallo...ada apa?kenapa terus saja menelpon ku?"bisik Danu pada Mirna.
"Aku ingin kau segera kesini.Ini sangat penting!"ucap Mirna.
"Apa yang ingin kau bicarakan?bicarakan saja lewat telepon!"ketus Danu.
"Tidak bisa,datanglah kemari!"pinta Mirna mematikan sambungan telepon nya*.
Danu mau tidak mau pun harus pergi ke rumah Mirna.Ternyata Rosa menguping percakapan Danu.
Lanjut
kasihan melisa,
bapak nya terlalu di butakan wanita sampah