Aku Dany Susilo... aku adalah personil dari band Punk yang mendadak bisa berinteraksi dengan mahluk tak kasat mata, bersama sahabatku, aku berusaha memecahkan misteri tentang matinya teman-temanku di vila nggateli ini.
Di cerita ini kalian akan menemukan berbagai trik dan intrik yang tidak akan kalian temukan di Novel horor atau misteri lain.
Banyak hal yang tidak bisa diprediksi sebelumnya, sehingga menimbulkan teka teki yang aduhay.
Cerita ini bukan horor atau misteri yang biasanya menampilkan pocong, atau kunti, atau gendruo dan sebangsanya.
Mahluk ghaib yang ada paling juga hantu teman kami yang sudah mati.
Cerita ini membawa pembaca untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh obyek yang yang ada disini, sehingga pembaca dapat merasakan kengerian tanpa harus menampilkan sosok pocong, kunti dan sejenisnya.
Saya disini dibantu oleh lima teman yang masih hidup, dan arwah teman baik kami yang telah mati sebelumnya yaitu, Wildan, Gilank, dan Ibor. Mereka membantu kami dalam memecahkan masalah yang menimpa kami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Bashi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25 (WOW...TAPI INI BUKAN NYATA ! )
Sejauh mata memandang yang ada hanya pemandangan yang terlalu indah untuk dilukiskan. Taman yang luas dan indah dilatar belakangi pegunungan yang hijau, dibelakang taman yang luas itu terdapat bangunan besar yang bernuansa emas atau memang terbuat dari emas, di depan bangunan itu ada teras yang besar yang menjorok ke depan, teras itu diapit dua buah pilar besar yang menopang atap teras.
Disepanjang teras ada banyak perempuan perempuan cantik telanjang atau dengan pakaiaan yang tipis merangsang sedang memanjakan tubuh mereka, Aroma harum dari wewanginya bunga-bunga yang dibalurkan ke tubuh mereka seolah menghipnotis indera penciuman kami, bau wangi itu diselingi bau dupa yang harum dan lebut.
Taman yang tertata rapi dengan bunga-bunga yang sedang bermekaran menambah kesan makin damainya situasi disana. Ada sebuah kolam renang yang jernih dan bersih yang diapit oleh taman bunga itu, perempuan cantik sedang bermain air dan berenang renang di kolam itu , mereka semua tanpa dibalut sehelai benang pun.
Perempuan yang ada di depan mata kami semua ini tidak ada yang terlihat jelek, semua terlihat cantik dan sempurna, kulit mereka kuning langsat khas kulit perempuan indonesia dengan wajah yang sempurna dan semua berambut panjang terurai. Sepertinya ini adalah tempat bidadari, apakah mreka semua ini bidadari yang kata sebuah agama disediakan untuk kami yang tiap orang mempeoleh beberapa puluh bidadari?
“INGAT INI BUKAN NYATA!” teriak pak Tembol membuyarkan lamunan kami
“Mereka itu siapa pak? Kenapa begitu sempurna pak? Tanya Tifano
“A..apakah mereka bisa melihat kita pak? Tanya Broni
“Ayo kesana pak, a..aku sudah tak sabar untuk berenang dengan mereka” kata Gilank
“Heh,,sadaro, mana ada perempuan cantik di dasar jurang. Masio aku ngaceng liat mereka, atapi pakek akal sehatlah!” sahut Ukik
“Bener kata Ukik” jawab Ali dengan dingin
“Ukik gak doyan perempuan gituan, lha dia kan humu” timpal Gilank
“Mereka belum bisa mellihat kita” kata pak Tembol “kita masih dalam lindungan kubah kaca satu arah, kita bisa melihat mereka, tetapi mereka tidak dapat melihat kita”
“Sengaja aku cuma perlihatkan kalian dengan cara seperti ini , karena apabila mereka mengendus dan melihat kehadiran manusia, maka mereka akan berubah menjadi siluman yang telah memakan teman-teman kalian” jelas pak Tembool
“Mereka ini tidak nyata, mereka bukan wujud asli, itu semua palsu, wujud asli mereka benar-benar menjijikan” lanjut pak tembol
“Dany, coba kamu lihat dengan mata batin, konsentrasilah dan jangan gunakan indera penglihatanmu” kata pak Tembol
Ya Tuhaaan.... setelah aku menggunakan mata batin, apa yang aku lihat berbeda sekali dengan yang dilihat oleh teman temanku, aku bisa melihat bayangan yang mengerikan dibalik keindahan dan kecantikan perempuan-perempuan itu. Semua yang aku lihat adalah suatu kengerian dan darah.
Bangunan indah itu hanya sebuah goa yang kumuh berair dan berlumut, kolam yang tadinya jernih hanyalah sebuah kumbangan yang berisi cairan darah dan nanah! Tetapi aku belum bisa melihat dengan jelas, yang kulihat hanya bayangan dari mereka yang ada disana.
Aku bisa melihat perubahan raut wajah teman ku setelah mendapat penjelasan dari pak Tembol, akupun sedari tadi sudah mengira bahwa yang ada di depanku adalah tipuan mata. Aku saat ini sedang mencari keberadaan Wildan. Karena sedari tadi kita menuruni jurang tidak nampak keberadaan arwah Wildan.
“Ayo kita pergi dari sini , kita merapat ke arah bebatuan di dasar jurang itu” tunjuk pak Tembol ke arah batu batu yang berukuran raksasa yang berserakan disini
“Kalau kalian siap, aku akan buka portal kalian disitu , karena disitu auranya kuat sekali” kata pak Tembol
Kami melangkah mengikuti pak tembol ke arah suatu lokasi bebatuan yang tidak begitu luas, disana tidak ditumbuhi pohon-pohon sama sekali, disana hanya ada batu besar dan kerikil saja. Daerah itu tidak terlalu besar dan berbentuk lingkaran.
Kami telah tiba di lokasi, lokasi yang aneh dan beraroma mistis, karena hanya lokasi ini yang sama sekali tidak ditumbuhi oleh tanaman atau pepohonan. Lokasi ini terlindung oleh dahan dan daun pohon yang saling memayungi. Sehingga apabila siang hari sinar matahari tidak nampak dari lokasi ini. Lokasi berbentuk lingkaran ini mungkin berdiameter lima meter.
“Ayo duduk membentuk setengah lingkaran dan menghadap saya!” kata pak Tembol
“Duduklah bersila dan usahakan rilex, tangan taruh di atas paha kalian dengan telapak tangan menggenggam, kamu Dany duduk di sebelah saya saja, karena kamu hanya akan saya rubah sedikit pengllihatan batinmu” perintah pak Tembol
“Usahakan tenang dan konsentrasi, proses ini tidak memakan waktu lama” jelas pak Tembol
Kelima temanku semua berkonsentrasi, suasana hening dan tenang, pak Tembol sedang membuka portal kami berenam. Dia sedang merapalkan suatu bacaan yang aku tidak bisa mengerti.
“Tutup mata kalian dan tetap fokus pada bekonsetrasi, jangan buka mata kalian apapun yang terjadi kecuali aku suruh buka mata” lanjut pak Tembol
Hari sudah gelap , matahari sudah sepenuhnya tenggelam, kami sedang dalam dalam penghujung surup. Tetapi keliama temanku sedang dalam proses olah pak Tembol. Sudah sekitar sepuluh menit berlalu dan tiba-tiba pak Tembol berkata
“Buka mata kalian perlahan lahan dan biasakan diri untuk tidak terkaget kaget dengan penglihatan baru kalian” katanya dengan pelan
“Kamu juga dany, buka matamu , karena tadi saya hanya merubah komposisi mata batinmu agar lebih peka dari pada sebelumnya”sahut pak Tembol
“AAAAHHHH..!!!” Tifano berteriak