Sepanjang perjalanan Alton tak henti mengingat wajah cantik serta senyum manis Selena. Memang Selena bukan type gadis yang Alton inginkan. Tetapi saat mengasuh Austin, mendadak perasaan nya menjadi lain.
Aku memang membutuhkan pengganti Alice, tapi baru tiga bulan kepergian nya. Aku tidak mungkin juga memilih nya sebagai pengganti Alice. Itu sangat tidak adil untuk Selena. Menatap wajah kecil Austin dan memikirkan hal ini sepanjang perjalanan pulang. Hai Alton, kamu jangan gila! Dia adik ipar nya, jangan karena dia mirip dengan Alice lalu kamu egois ingin memiliki nya juga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecemasan
Alton masuk ke dalam kamar nya dan meletakkan tubuh Austin di atas tempat tidur dengar perlahan, mengenakan kaos kaki di kedua telapak kaki mungil nya. Kemudian mengecilkan pendingin ruangan lalu menarik selimut hingga menutupi tubuh mungil nya.
Menatap ke wajah mungil Austin, "Maafkan Papi, sayang."
Sekali lagi Alton mengucapkan nya dengan lirih, mengecup kening nya berulang kali dan terbaring di samping nya. Niat nya berangkat ke kantor pagi ini batal karena Austin lebih penting bagi nya.
"Aku mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaan, saat kamu sakit seperti ini Papi sadar harus menjadi Ayah sekaligus Ibu untuk mu. Jika saja Mami mu masih ada." gumam Alton
***
"Ah, senang nya tidak ada lagi. Terus saja nggak ada." gumam Selena saat melangkah masuk ke dalam ruang CEO
Sesaat setelah itu Peter melangkah masuk ke dalam ruang CEO, "Papa, kenapa kemari?"
"Papa akan membimbing mu hari ini, jadi usahakan kamu tanyakan semua yang tidak kamu mengerti." ucap Peter tegas
'Ada apa?' gumam Selena dalam hati
Alton menghubungi Peter setelah di dalam kamar, mengatakan tentang Austin dan dia tidak bisa ke kantor dalam waktu beberapa hari. Oleh sebab itu Peter menyusul Selena ke kantor untuk melakukan pekerjaan nya. Peter sadar banyak hal yang Selena belum mengerti tentang bisnis material bangunan nya, jadi Peter merasa perlu mendampingi Selena sampai Alton bisa ke kantor lagi.
Duduk di kursi kerja nya, dan Peter membimbing Selena. "Pa, Selena sudah sebagian mengerti tentang ini semua. Sebentar lagi Selena akan melakukan nya sendiri."
"Hem." jawab Peter
"Kita akan keluar dua jam lagi, jadi cepat selesaikan." ucap Peter lagi
"Baik, Pa." jawab Selena
***
Dua jam berlalu dan tak ada yang Selena tanyakan, karena berkas yang di kerjakan di atas meja nya adalah berkas yang sama dengan kemarin.
"Nggak ada yang di tanyakan?" tanya Peter
"Nggak, Pa. Ini meneruskan saja yang kemarin." jawab Selena
Peter lalu bangkit berdiri di ikuti Selena dan melangkah keluar dari ruangan CEO. Peter memutar tubuh nya dan menatap Astrid seraya berkata, "Jika ada yang ingin bertemu katakan saja sedang tidak di tempat hari ini."
"Baik, Pak." jawab Astrid
.
.
.
'Kenapa kemari.' batin Selena
Menggunakan mobil Selena, Peter mengemudi dan melajukan mobil nya perlahan melewati pintu gerbang kediaman Alton. Nampak mobil yang tidak asing bagi Selena sudah terparkir di sisi samping taman.
'Ada acara apa, kenapa Mama juga di sini.' batin Selena lagi
Peter membuka pintu dan melangkah keluar dari dalam mobil di ikuti Selena, lalu dengan cepat melangkah masuk ke dalam rumah. Di sambut kepala pelayan yang terus meng ekor di belakang mereka.
"Dimana?" tanya Peter pada Rosa
"Di dalam kamar, sedang tidur dengan Papi nya." jawab Rosa
'Ada apa si sebenarnya.' batin Selena menatap wajah cemas semua para orang tua yang berkumpul di ruang keluarga.
Selena yang tak mengerti apa-apa memilih diam dan membawa tubuh nya duduk di atas kursi sofa yang masih kosong. Selena yang sejak awal tidak tahu bahwa Peter akan membawa nya kemari mendadak rasa takut menghampiri nya saat dia mengingat tamparan tangan nya mendarat di pipi Alton.
'Ah, itu kan salah nya! Kenapa dia bersikap tidak sopan padaku. Dia pikir bisa seenak nya melakukan hal itu pada ku. Cih!' gerutu Selena di dalam hati nya.
"Sampai kapan mereka di dalam kamar?" tanya Peter cemas
Selena yang penasaran akhir nya memberanikan diri untuk bertanya.
"Pa, sebenar nya ada apa si?" tanya Selena
"Austin sakit, sekarang sedang di dalam kamar bersama Alton." jawab Peter
untuk selena istri murahan
cerita novelis menunjukkan karakter novelisnya
suami atau lelaki egois memuja pelakor dan melaknat pebinor
istri atau wanita egois memuja pebinor dan melaknat pelakor
alton lebih baik cari istri lain ndak usah cari istri yang kalau ada masalah dengan suami pergi dan tinggal berduaan dengan lelaki lain
Semakin menarik 🤗🤗🤗