Khalisa, harus rela bekerja pada keluarga kaya. Bukan sebagai pembantu rumah tangga melainkan merawat seorang pria yang bernama Adrian. Adrian adalah seorang pria muda yang di nyatakan stroke.
Meski pun Adrian sangat keras kepala dan memperlakukan Khalisa dengan sangat kasar. Khalisa tetap sabar menjalankan pekerjaan nya demi sang adik yang sedang sakit keras.
Dari rasa benci berubah ke rasa suka lalu berubah lagi pada rasa benci hingga pada akhirnya mereka saling mencintai. Banyak hal yang terjadi dalam hidup Khalisa, namun diri nya dengan sabar melewati kesedihan yang selalu datang dalam hidup nya.
Bagaimana cerita selanjutnya?
Silahkan baca dan Jangan lupa Like, Rate, Vote and Coment 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Talak
Khalisa pamit pergi ke toilet, Adrian yang melihat Khalisa pergi sendiri langsung menyusul Khalisa. Pria itu menunggu, tak berapa lama Khalisa keluar dan tersentak kaget.
"Khalisa..." sapa Adrian.
Wajah Khalisa berubah masam, "Mau apa kau? jika kau ingin mencari masalah aku tidak ada waktu untuk melayani mu!"
"Aku...aku hanya ingin meminta maaf." ucap nya.
Khalisa menatap ke sekeliling, "Aku pergi dulu, tidak enak di lihat orang. Kau pria beristri jangan sampai timbul fitnah yang merugikan ku." ujar Khalisa kemudian berlalu begitu saja.
Adrian menghela nafas, ia tahu jika Khalisa kerasa kepala. Adrian kembali pada istri nya, tak berapa lama mereka pulang terlebih dahulu.
Sesampai nya di apartemen, Luna segera membersihkan riasan make up nya lalu memakai pakaian sexy untuk menggoda Adrian.
Adrian yang baru saja terlelap merasa risih karena ada sesuatu yang menggerayangi tubuh nya. "Apa yang kau lakukan?" tanya Adrian dengan nada tinggi nya.
"Kau bertanya apa? tentu nya melayani suami ku ini!" ujar Luna masih menggoda.
"Jauhkan tangan mu! aku jijik di sentuh oleh mu!" menepis tangan istri nya.
"Adrian! kita ini suami istri tapi apa? sejak menikah tak sekali pun kau menyentuh ku, kau jahat Adrian! kau tidak pernah memikirkan pesarasaan ku!"
"Menyentuh mu? bahkan menikahi mu adalah kesalahan fatal dalam hidup ku!" balas Adrian tak mau kalah.
"Apa maksud mu Adrin? wajar jika aku menuntut hak lahir batin ku!"
"Kau hanya wanita murahan!" seru Adrian yang mulai emosi.
Plaaak..... Luna menampar suami nya dan Adrian hanya tersenyum cengir. "Aku istri mu! kenapa kau mangatai ku wanita murahan?"
Adrian turun dari atas tempat tidur, ia ke ruang kerja kemudian kembali ke kamar nya. Adrian melempar beberapa lembar foto bukti perselingkuhan Luna sejak mereka pacaran dulu.
Pias, wajah Luna menegang sambil memungut foto-foto tersebut. "Kau tak jauh berbeda dengan pelacur di luar sana yang menjajakan tubuh mu hanya demi uang!" ucap Adrian kesal "Entah kenapa aku begitu bodoh sudah termakan bujuk rayu mu!"
"Adrian....maafkan aku!" seru Luna lalu bersujud di bawah kaki suami nya.
"Maaf? sampah seperti mu tidak layak menerima maaf dari ku. Kau adalah kesalahan yang tak akan pernah aku maafkan."
"Maafkan aku.....ku mohon Adrian!" rengek nya dengan isak tangis.
"Aku akan menceraikan mu! aku sudah jijik melihat atau pun bersentuhan dengan mu!"
"Jangan ceraikan aku Adrian. Ku mohon jangan! Apa kata orang jika pernikahan kita hanya bertahan beberapa bulan saja?"
"Kemasi barang mu dan pergi dari sini!" usir Adrian lalu menyeret istri nya begitu saja. "Detik ini aku talak kau dan haram bagi ku menyentuh atau pun menafkahi mu lagi." keluar sudah kata talak yang di takutkan Luna. Wanita itu menangis histeris memohon agar Adrian mencabut semua omongan nya.
"Ku mohon Adrian....aku istri mu..." ujar Luna berusaha memohon.
"Kau tunggu saja, aku akan mengirim sendiri surat gugatan ke rumah orang tua mu."
Duarrr....Adrian membanting pintu setelah Luna berhasil di seret keluar. Adrian hanya nengemasi pakaian Luna dan menarik semua fasilitas yang ia berikan kepada istri nya. Ralat mantan istri.
Adrian menghela nafas panjang, tubuh kekarbnya terjatuh di sofa empuk ruang tamu apartemen. Sejenak mendinginkan otak, Adrian mengambil jaket dan kunci mobil nya.
Pria itu membuka pintu dan mendapati Luna sudah pergi.
Adrian melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Ia tak ingin pulang ke rumah papah nya. Satu jam pria itu hanya memutari jalanan, bukan penyesalan karena telah menalak Luna namun penyesalan karena ia telah membuat Khalisa membenci nya.
Adrian berhenti tepat di depan kedai Khalisa yang sudah tertutup, pria itu mengorek kembali kenangan bagaimana tulus nya Khalisa merawat dan mengurus nya. Rasakan kau bodoh!! hahahaha....
Tak terasa, Adrian terlelap begitu saja. Hingga pagi menjelang pria itu belum juga bangun. Jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi itu tanda nya Khalisa sudah berada di kedai nya.
Heran, Khalisa mengenali mobil itu. "Ini pasti mobil Adrian! mau apa dia di depan kedai ku?" ucap nya penuh tanda tanya.
Tanpa menghiraukan mobil Adrian, Khalisa membuka dan membersihkan kedai nya.Otak nya tak focus, sudah setengah jam mobil itu tidak ada pergerakan. Dengan memberanikan diri, Khalisa menghampiri mobil Adrian.
Khalisa mengetuk kaca mobil sambil mengintip sedikit. Tak ada tanggapan padahal orang nya ada dan jelas itu membuat Khalisa murka. Cukup keras Khalisa mengetuk akhir nya Adrian terbangun lalu membuka kaca mobil nya.
Khalisa menatap wajah Adrian, gurat lelah nampak jelas dari wajah Adrian. Begitu juga dengan Adrian, pria itu belum sadar jika ia tertidur di depan kedai Khalisa.
"Kau tidur di sini?" tanya Khalisa membuyarkan lamunan Adrian.
Adrian menatap ke sekeliling dan ia langsung sadar, "Aku ketiduran." ucap nya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Adrian! aku betanya pada mu? kenapa kau tidur di sini?" tanya Khalisa dengan nada tinggi.
"Aku....aku....bisa aku minta minum." ujar Adrian kemudian keluar dan melangkahkan kaki nya ke kedai Khalisa.
Khalisa hanya diam, ia merasa jika Adrian sudah tidak waras. Khalisa memberi sebotol air mineral lalu Adrian meneguk nya.
"Aku sudah mentalak Luna." ucap nya membuka suara.
"Lalu, apa hubungan nya dengan ku?"
"Ternyata dia selingkuh sejak kami pacaran dulu."
"Kau saja yang bodoh!"
"Ya, aku memang bodoh! aku lelaki bodoh." umpat Adrian pada diri nya sendiri.
"Pulang sana! ini bukan tempat mu." usir Khalisa.
Adrian menatap maniak mata Khalisa, "Maafkan aku, aku banyak salah pada mu." ujar Adrian.
"Enak aja! Kau pikir jika hati sudah terluka ia akan sembuh begitu saja? penghinaan mu sudah membuat ku membenci mu."
Adrian hendak marik tangan Khalisa namun wanita itu segera menepis nya. "Lisa maafkan aku!" pinta Adrian sekali lagu.
"Pergilah Adrian! bukan kah kita sudah berjanji untuk tidak saling mengenal?"
"Lisa...Khalisa Andara maafkan aku." ucap nya memohon.
Tak berapa lama Orland datang, pria itu sudah naik pitam hendak mengahajar Adrian.
"Mau apa kau ke sini? mengganggu Khalisa?" ujar Orland dengan nada tinggi nya.
"Manusia ini tidur di depan kedai ku mas." adu Khalisa.
"Mas? kau memanggil nya dengan sebutan mas?" tanya Adrian terkejut.
"Kenapa? kau tidak terima?" tanya Orland.
"Pergilah Adrian, tidak baik pria beristri mengganggu wanita lain." usir Orland terangan.
Diam, Adrian kemudian keluar dari kedai Khalisa dan menuju mobil nya. Khalisa hanya mencibir tidak suka dan jelas Adrian dapat menangkap jika wanita itu sangat membenci nya.