NovelToon NovelToon
The Universe System

The Universe System

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Anak Lelaki/Pria Miskin / Pemain Terhebat / Reinkarnasi / Sistem / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Muchtar T

Di Bumi, dunia modern yang dimana status seseorang di pandang dari seberapa banyak hartanya, merupakan kehidupan yang sungguh tidak adil bagi seorang pria bernama Chao Xing.

Chao Xing adalah seorang pria dengan status yang tergolong biasa saja. Sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta, kehidupan yang di jalaninya sungguh tidak berarti apapun. Dimana dirinya hanya hidup sebatang kara.

Hari-harinya, ia habiskan dengan bekerja dan bermain game. Yap, benar! Chao Xing juga merupakan seorang gamer. Dirinya sering bermain Game MMORPG di komputernya untuk mengisi kesepian yang selalu datang menghampiri.

Namun naas, ia harus wafat di umur ke 25 tahunnya. Namun Dewa masih memberikannya kesempatan kedua untuk berenkarnasi bersama sebuah System yang akan membantunya untuk bertahan hidup.

Bagaimana kah kehidupan Chao Xing di Dunia Baru tersebut ?

Ikuti terus kisahnya yah >.<

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muchtar T, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Pertempuran di Keluarga Liu

Benua timur saat ini tengah di sibukkan untuk menyambut para tamu dari Sekte Pedang Surgawi karena turnamen kekaisaran akan dimulai dalam dua hari kedepan. Akan tetapi mereka semua di kejutkan dengan Kabar musnahnya klan Topeng Tengkorak yang di sebabkan oleh keluarga Chao.

Ternyata, kabar tentang hal itu telah menyebar keseluruh penjuru benua timur. Kehancuran sebuah klan bukanlah hal yang biasa terjadi, sebab untuk menghangcurkan sebuah klan, di perlukan kekuatan tempur yang sangat kuat.

Mereka sangat terkejut setelah mengetahui bahwa klan topeng tengkorak yang merupakan klan pembunuh terkuat, di hancurkan oleh keluarga Chao.

Akhirnya kaisar memerintah jenderalnya untuk memanggil patriak keluarga Chao agar segera datang ke istana. Hal ini ia lakukan untuk meminta penjelasan.

***

Banyak dari mereka yang tidak mempercayai hal itu, namun setelah membuktikannya sendiri, seketika mereka pun bergedik ketakutan. Pasalnya tempat itu tidak terlihat seperti sebuah pertempuran, lebih terlihat sebagai tempat pembantaian.

Kengerian itu berlanjut setelah mereka melihat bendera yang bertuliskan nama keluarga Chao, tertancap di atas kepala Hong Li yang merupakan pimpinan klan tersebut.

Namun anehnya, mereka tak menemukan satu orang pun mayat dari keluarga Chao. Jika hal ini di lakukan oleh sebuah keluarga, tidak menutup kemungkinan bahwa keluarga tersebut akan mengalami kerugian.

Akhirnya mereka semua berspekulasi bahwa yang menghancurkan klan tersebut hanya dilakukan oleh satu orang. Tapi siapa ? Itulah pertanyaan yang ada di dalam setiap orang.

***

Keluarga Liu.

Patriak keluarga Liu yang telah menerima kabar bahwa klan topeng tengkorak telah musnah tidak dapat berbuat apa-apa. Hal ini sangat memalukan baginya, karena biar bagaimana pun klan topeng tengkorak merupakan sekutu mereka untuk menjalankan rencana perebutan wilayah keluarga Chao. Namun naas, sekutu mereka itu, kini hanya tersisa genangan darah.

Kemudian ia memerintah para tetua untuk segera menyiapkan pasukan untuk menyerang keluarga Chao. Sudah terlanjur basah, lebih baik tenggelam sekalian. Begitulah pikirnya. Namun saat para tetua hendak pergi tiba-tiba terdengar suara ledakan dari arah pintu masuk.

" Patriak, kita di serang!" teriak salah satu murid yang segera berlari ketika mendengar ledakan tersebut.

" Apa !? bajing*n siapa yang berani menyerang keluargaku ?.." ujar Liu Can yang pada murid itu

" A-aku tidak mengetahui siapa orang itu. Namun yang jelas ia hanya datang seorang diri.." jawab murid tersebut ketakutan..

" Sungguh bajing*an yang arogan !.." umpat patriak keteka mengetahui bahwa yang menyerang mereka hanya satu orang.

Kemudian ia memerinhtakan tetua dan seluruh murid keluarga Liu untuk menghadang orang tersebut.

" Yan'er kau ikutlah tetua untuk melihat siapa orang itu, dan segera kembali kemari.." ujar Liu Can Yang pada anaknya.

" Baik, Patriak.." jawab Liu Chu Yan cepat.

Lalu mereka semua segera melesat ke arah suara ledakan.

Kembali ke Chao Xing...

Setelah memusnahkan klan topeng tengkorak, ia memutuskan untuk segera menyerang keluarga Liu, sebab jika ini dibiarkan, keluarga Liu akan memperkuat kekuatannya, dan ini akan merepotkan baginya di kemudian hari.

Swhus...

Muncul para tetua berserta Liu Chu Yan dan ribuan murid lainnya datang bersama-sama untuk menghadang Chao Xing.

Mereka semua bergedik ketakutan, ketika melihat tubuh Chao Xing bermandikan darah. Di salah satu tangannya, nampak ia sedang memegang sebuah kepala dan berjalan dengan santai menuju ke arah mereka. Mata yang berwarna ungu itu menatap tajam kearah mereka memancarkan aura seorang pembunuh.

Para murid yang melihat hal itu, ingin segera melarikan diri. Menurut mereka orang yang di hadapan mereka saat ini bukanlah manusia melainkan seorang iblis. Namun tindakan mereka di hentikan oleh Chu Yan.

" Jika ada yang lari, maka aku sendiri yang akan membunuh kalian !.." ancamnya ketika melihat para murid yang ini melarikan diri itu.

Chao Xing yang mendengar hal itu, tertawa dengan keras. Karena ia merasa dirinya tidak di anggap.

" Oi, kepala labu. Kau itu akan segera mati. Jadi bagaimana kau akan membunuh mereka yang ingin melarikan diri ?.." ejek Chao Xing yang menatap Chu Yan dengan memasang wajah merendahkan.

" Breng*ek !! siapa kau ?! beraninya menghina tuan muda kami ?!.." bentak salah satu tetua karena tidak terima tuan mudanya di hina.

" Orang tua busuk. Kau tidak pantas mengetahui identitasku. Karena hari ini keluarga Liu akan menghilang dari peta benua timur.." ujar Chao Xing yang kemudian menghilang.

" Dimana dia !?.." teriak Chu Yan panik.

Slash... tiba-tiba ia terjatuh dan melihat Chao Xing sedang memegang sebuah kaki.

Chu Yan yang melihat hal itu lalu perlahan melirik kearah kakinya dan " Akkkhhhh... Kaki ku.. aakkhh.." teriaknya histeris saat mengetahui kaki kirinya telah menghilang.

" Kau tunggulah di situ. Aku akan mengurusmu nanti.." ujar Chao Xing dingin menatap kearah Chu Yan yang sedang merintih kesakitan.

Para tetua dan murid yang membeku sesaat itu pun akhirnya tersadar dengan teriakan Chu Yan..

" Kepar*t ! serang dia !.." teriaknya memerintah para murid untuk menyerang Chao Xing..

Namun, bukannya menyerang mereka semua malah membubarkan diri dan berlarian kesegala arah..

" Aku tak ingin mati.. aku tak ingin mati.. " ujar salah satu murid yang melarikan diri.

Namun, slash..Boom... tubuhnya terkena serangan pedang Chao Xing dan akhirnya meledak menjadi genangan darah.

" Tidak ada seorangpun yang akan selamat hari ini.." ujar Chao Xing dingin.

" Teknik pedang surgawi tingkat ketujuh : pedang cahaya surgawi.."

Lalu muncul ribuan pedang berwarna emas di udara. Pedang-pedang tersebut berdengung sangat keras seperti sedang siap-siap untuk menyerang. Lalu dengan aba-aba yang Chao Xing berikan pedang-pedang tersebut langsung menyerang kearah para murid yang sedang melarikan diri.

Boom..

Ledakan keras terjadi ketika pedang itu menusuk tubuh para murid tersebut.

Para tetua yang tidak sempat menyelamatkan murid-muridnya, kemudian menyerang Chao Xing dengan brutal. Semua serangan yang mereka berikan dapat di hindari dengan mudah.

Slash..

Kepala salah satu tetua melayang ketika Chao Xing menebaskan pedangnya..

" Satu.." gumamnya pelan lalu ia memasang kuda-kuda untuk menyerang.

" Pedang pembelah surga tingkat kedua : Pedang Ashura.."

Swush..

Angin bertiup kencang di sekitar Chao Xing. Pedangnya mengeluarkan aura seorang Dewa kematian dengan petir dan api berwarna hitam pekat menyelimuti pedangnya, menerjang kearah lima orang tetua yang tersisa.

Boom..

Ledakan yang sangat keras terjadi ketika serangan Chao Xin mengenai perisai yang di buat oleh lima orang tetua tersebut.

Kelima tetua yang sudah memasang sebuah segel pelindung sangat terkejut dengan serangan yang di berikan oleh Chao Xing. Mereka semua gemetar ketakutan ketika merasakan aura kultivator tingkat nirvana keluar dari tubuhnya.

Dan akhirnya...

Boom..

Tubuh para tetua berubah menjadi genangan darah bersama dengan munculnya suara ledakan dari serangan Chao Xing.

Chu Yan terlihat sangat pucat. Tubuhnya seolah mati rasa. Bahkan ia telah lupa dengan rasa sakit di kakinya karena tertupi oleh ketakutan ketika melihat pembataian yang dilkaukan oleh Chao Xing di depan matanya.

Sebelumnya Liu Can Yang memerintah para tetua untuk menghadang Chao Xing itu, agar dapat memberinya waktu untuk mengambil seluruh harta dan sumber daya dari gudang penyimpanan miliknya

Namun setelah ia memasukan seluruh harta dan sumber daya dari gudang penyimpanan, ia terlihat sangat gelisah karena putranya tak kunjung datang. Dan akhirnya ia pun memutuskan untuk menuju kearah ledakan barusan.

Saat ia keluar dari aula keluarga, ia melihat para muridnya sedang di serang oleh pedang berwarna emas dan langsung meledak menjadi genangan darah.

Tanpa berpikir panjang ia dengan segera melesat kearah tetua dan putranya tersebut.

Sesampainya di sana ia melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Dimana ia melihat kepala salah satu tetua menggelinding di tanah.

Lalu ia menatap tajam dan penuh amarah kearah seorang pemuda yang sedang menyiksa anaknya.

" Iblis kepar*t !! Hentikan perbuatanmu !.." teriaknya keras yang membuat Chao Xing berhenti menyiksa Chu Yan.

" Oh.. Akhirnya kau datang juga orang tua busuk. Aku sudah bosan menunggu. Sehingga aku bermain sedikit dengan putramu.." ujar Chao Xing tersenyum sini. Tubuhnya yang bermandikan darah menambah kengerian senyuman tersebut.

Chu Yan yang telah sekarat karena kehilangan kaki dan satu tangan, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Dan bersambung >.<

...----------------...

Aku tau kakak-kakak semua sangat menantikan pembantaian ini kan wkwk.

Jadi seperti itu dulu yah kak..

Jika kakak suka, boleh tinggalkan like dan komen. Vote juga bisa >.<

Jika sempat, aku akan balas komen kakak-kakak semua satu persatu

Pantengin terus yah kak ? ^_^

Love you 😘

1
Ubay Dillah
mantaf lanjutkan
abdillah musahwi
Yach baru sadar, kalo punya teknik pembunuh iblis, kenapa sistemnya nggak ngasih tahu😱🤭
abdillah musahwi
makanya jangan bikin masalah terus, ngandelin otot doang bukannya otak dikedepankan. sudah tahu masih kurang kuat banyak gaya/Shy/
abdillah musahwi
kok sekarang ganti nenek yang nyebrang, biasanya yang nyebrang itu cewek atau anak kecil🤔🤭
Anonim
kalau gamau tamatin gak usah buat novel aja yatim
Abdul Fikri Alim
ranah fana
1. body tempering (lv 1-9) (1)
2. formation (lv 1-9) (1)
3. qi creation (lv 1-9) (1)
4. manifestation (lv 1-9) (1)
5. nirvana (lv 1-9) (1)
rana lanjutan keabadian
1. asal mula (lv 1-9)
2. dewa beladiri (lv 1-9)
3. dewa biasa (lv 1-9)
4. dewa sejati (lv 1-9)
5. jindan (lv 1-9)
6. golden core (lv 1-9)
7. imortal (lv 1-3)

di eps 1 imortal hanya sampai d lv 3
Abdul Fikri Alim
di eps 37 patriak adapah lisng kun kok di ubah ???
spooky836
bohong hanya 86 saje dah tamat. tak sampai 101. bohong ni sama jenis kafir.
spooky836
dari papa jadi ayah napa..
spooky836
papa nasib bukan daddy
Muh Syulfadrin ismail
Luar biasa
YANTO BIRAHI 🅥
BELI PULSA DAN KUOTA MURAH DAN TERPERCAYA HANYA DI YANDEX C0M
Muhammad Rifki Rifki
knp dewanya itu harus nenek nenek ya.
knp bukan kakek kakek atau apalah kek
Agung Pratama
kaget mulu dah
Agung Pratama
kaget mulu dah di biasain donk thor
Agung Pratama
buat apa guru kalok udh ada sistem
Agung Pratama
hahahahaha
Agung Pratama
novel yang kek gini yang gue suka langsung op
Louis Vert
jijik cok, terlalu lebay thor astaga
Louis Vert
sesekali mencolok, biar ga di rendahin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!