Novel ini adalah karya pertama yang saya yakini bikin kepala pusing disebabkan typo, alur membagongkan, hal hal diluar nurul, dan cerita klise yang freak. saya sangat ingin merevisi karya ini tetapi rasa malas ini menguasai tubuh tanpa ampun. jadi maafkan cerita yang memusingkan ini rakyat ku!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ina corlet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Obrolan santai
K : "Aku akan menikah"
S + B : "HAH MENIKAH"
Saut kedua sahabatnya dengan lantang, sontak membuat seisi tamu yang berada di ruangan memandang mereka dengan heran.
S : "Yang benar saja kau ini, 3 hari lagi kau menikah baru memberitahu kami, apa kau sama sekali tida menganggap kami ini sahabat mu"
B : "Ki jangan becanda, dengan siapa kau akan menikah? Kita tahu kau hanya memuja satu nama pria, yaitu defan danendra, tapi tida mungkin kan kau akan menikah dengannya"
K : "Menang aku ini tida pantas dengannya"
Kiara masih saja setia dengan tangisannya yang pelan. Kiara benar benar merasa sekarang adalah kehancuran yang sebenarnya, karena temannya pun tida mempercayai bahwa dirinya akan melangsungkan pernikahan beberapa hari lagi.
S : "Kau yakin akan menikah dengan deffan ki. Tapi tida ada rumor yang menyebut deffan akan menikah denganmu di kampus"
B : "Jika kau akan menikah, seharusnya ini adalah kabar bahagia. Tapi kenapa kau terus saja menangis"
Kiara menghentikan tangisannya sejenak. Dia bercerita kejadian apa yang menimpanya 10hari kebelakang ini, bahwa dia dipaksa menyetujui pernikahannya dengan yas. Kiara menceritakan dengan benar benar jelas dan sangat detail, temannya benar benar terperangah mendengar cerita dari kiara, mereka pikir mengapa kiara harus bersedih menerima kenyataan bahwa dia akan menjadi seorang istri sah dari ilyas gunawan. Siapa yang tida mengenal pria konglomerat itu, kiara benar benar beruntung pikir kedua temannya. Sampai sampai kedua temannya tida menanyakan kabar bahagia apa yang membuat kiara selalu semangat untuk berangkat ke kampus.
Kiara kini hanya terdiam, ternyata temannya pun tida mengerti tentang hatinya, tentang betapa ia menghawatirkan orang orang di dekatnya. Mereka malah dengan riang gembira mendukung pernikahan itu, bahkan bella mengatakan sangat iri kepada kiara karena nasibnya benar benar sangat beruntung.
K : "Apa orang tua mu akan menghadiri acara ini"
"Tentu saja"
Sahut kedua sahabatnya dengan semangat.
S : "kabar sebahagia ini seharusnya kita rayakan, ki seharusnya kau mengajak calon suamimu untuk bertemu kami sahabat baik kau"
B : "Kau yakin tida akan pernah mengenalkan tuan yas pada kami, setidaknya bawa kami bertemu dengannya sekali saja"
K : "Mana dia mau bertemu dengan manusia manusia di dunia ku"
S : "Apa yang kau maksud ki, apa tuan yas hanya memanfaatkan mu dalam pernikahan ini, jangan jangan karena kau hamil"
B : "Jadi kau menangis karena itu, karena kau benar benar di manfaatkan"
S : "Tapi jika kau hanya di manfaatkan, bukannya tuan yas tida usah menggelar pernikahan semeriah ini, bahkan dia mengenalkan mu ke publik, aku memang tida terlalu suka berita bisnis, namun biasanya setelah pernikahan beritanya akan begitu banyak tersebar, apa jika seperti itu masih saja dibilang di manfaatkan"
Kiara hanya benar benar terdiam, tida berani menceritakan alasan apa dia menyetujui pernikahan itu, dia merasa temannya tida akan mungkin percaya apa yang telah ia korbankan untuknya.
"San apa barr kak tomi baik baik saja"
"Ah, ya sekarang sudah baik baik saja, aku juga sempat kaget bahwa seminggu yang lalu ka tomi mendapat kabar gedung bar yang ka tomi tempati dinaikan harganya 10x lipat, dan tentu saja ka tomi menolak dan tida menyanggupinya. Dia berencana menyudahi bisnis barnya jika harganya melesat naik 10x lipat. Ya walau sudah membooming di semua kalangan, tetap saja terasa berat untuk ka tomi. Tapi anehnya, di malam yang sama, ka tomi mendapat kabar lagi, bahwa harga seperti biasa, dengan perjanjian bar tersebut tida menerima kau bekerja di di barr lagi, ini terdengar mustahil memang, tapi ka tomi menurut saja. Aku juga tida berfikir aneh, karena mungkin ketika masalah datang menerpa mu di barr, mereka mendengarnya dan tida mau terkena masalah. Takut kau bercerita ke media, dan aku pun yakin kau orang yang baik, tida akan mungkin membuat ka tomi susah"
Stelah sana menceritakan kejadian yang membuatnya terperangah kaget malam itu, mereka melakukan perbincangan dengan topik yang berbeda. Sana menceritakan kekasihnya dan bella bercerita bahwa dia seperti akan di jodohkan oleh kedua orang tuanya.
Kiara memperhatikan obrolan mereka, namun dia sedikit melamun karena ternyata temannya sangat mendukung pernikahan jebakan ini.
Tak terasa hari mulai larut, mereka ternyata menyadarinya dan memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing. Mereka tidak melanjutkan kegiatan apapun karena mereka rasa obrolan tadi yang berjam jam pun terasa melelahkan.
Bersambung ...
apa Kiara hilang ingatan
apa
kelakuan deff