NovelToon NovelToon
Di Panggil Ras Iblis Kedunia Lain

Di Panggil Ras Iblis Kedunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Fantasi Isekai
Popularitas:699
Nilai: 5
Nama Author: Agung Noviar

Perang antara manusia dan iblis telah mencapai titik terburuk.
Kerajaan Beltrum berada di ambang kehancuran setelah kalah dari sihir suci Zetobia.
Dalam keputusasaan, mereka melakukan sesuatu yang tabu
memanggil manusia dari dunia lain.
Zeta, seorang mahasiswa biasa, tiba-tiba terseret ke dunia asing yang dipenuhi sihir dan darah.
Bukan sebagai pahlawan manusia…
melainkan harapan terakhir bagi bangsa iblis.
Namun satu pertanyaan besar muncul akankah ia menjadi penyelamat… atau justru kehancuran bagi kedua dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agung Noviar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 PERTEMANAN PUTRI STELLA

Stella melanjutkan dengan suara yang mulai serak. "Saat itu, ayahku Raja Beltrum berusaha menahan amarah raja-raja iblis lainnya. Beliau bilang, 'Tunggu, ini persoalan tiga kerajaan saja. Aku akan menyelesaikannya. Jika kalian turun tangan, ini akan menjadi perang besar dan malah membuat kekacauan yang semakin parah, jadi tunggu kesepakatanku.' Pengaruh Beltrum sangat besar karena kami adalah kerajaan iblis terkuat."

"Untuk menyelidiki ras iblis yang ditahan di Zetobia dan Zetavia, ayah mengirim mata-mata hebat bernama Zeka, teman dekat Lytia. Zeka berhasil mendapatkan informasi bahwa Zetobia sudah mulai merampas kekayaan alam di Wilayah Sela. Mereka menjadi sangat sombong, mereka teringat dendam dahulu bahkan mulai ingin memperbudak Warga Elf. Anehnya, para petinggi Elf justru takut pada Zetobia, padahal mereka dulu sangat kuat"

"Zeka mengirim pesan melalui burung gagak bahwa Zetobia berencana memperbudak ras iblis yang mereka penjara. Pasukan Beltrum pun segera bersiap siaga. Namun, tanpa disangka, keesokan harinya Zetobia justru menyerang Lembah Nox lebih dulu. Di situlah perang besar antara Zetobia dan Beltrum meletus."

Stella menatap Zeta dengan mata yang berkaca-kaca. "Perang itu terjadi saat umurku 17 tahun. Ayah menyerahkan komando pasukan di bawah kendaliku. Kami sempat mendesak mundur Zetobia yang mereka juga dibantu oleh Zetavia. Di tengah kekacauan itu, Zeka dan pasukan rahasia berhasil membebaskan ras iblis yang ditahan."

"Zeka melaporkan bahwa Zetobia benar-benar haus kekuasaan; mereka ingin mengambil alih Beltrum untuk dijadikan batu loncatan menyerang kerajaan Elf lainnya mereka merasa kalo bisa mengambil alih kerajaan Beltrum mereka bisa dengan mudah menyerang kerajaan elf dan iblis yang lain. Namun, dua bulan setelah itu Lytia Dan Zeka Berada di garis depan. Tapi nahasnya Zeka terbunuh oleh Airi, teman baik kami dulu."

Zeta terdiam seribu bahasa. Ia kini mengerti sepenuhnya mengapa Lytia begitu membenci Pasukan Zetobia dan mengapa pasukan Beltrum begitu gigih bertarung. Ini bukan sekadar politik, tapi soal pengkhianatan dan fitnah yang keterlaluan.

"Aku mengerti sekarang. Terima kasih atas penjelasannya, Putri Stella," ucap Zeta pelan.

Stella mengusap sudut matanya, lalu menatap Zeta. "Zeta, apa aku juga boleh bertanya?"

"Tentu saja boleh, Putri. Silakan."

"Apakah di duniamu juga terjadi perang dan penindasan seperti ini?" tanya Stella penuh rasa ingin tahu.

Zeta menarik napas panjang, menatap api unggun yang mulai mengecil. "Di duniaku dulu sempat terjadi hal serupa. Kami menyebutnya Perang Dunia 1 dan 2. Jutaan nyawa melayang. Tapi setelah itu, dunia kami berangsur damai selama kurang lebih 81 tahun hingga sekarang."

“APAA!!! JUTAAN NYAWAA APA SEPARAH ITU ZETA?” Putri Stella kaget

“Benar Putri Stella” Balas Zeta

Zeta mencoba mengalihkan suasana agar tidak terlalu kelam. "Ngomong-ngomong, Putri, kira-kira ada berapa banyak kerajaan yang ada di dunia ini?"

Putri Stella mulai menjelaskan, "Ada sekitar 15 kerajaan besar, Zeta. Masing-masing dibagi rata: 5 kerajaan ras Iblis, 5 Kerajaan ras Manusia, dan 5 Kerajaan ras Elf. Oh iya, di duniamu juga pasti ada kerajaan, kan?"

Zeta terdiam sejenak, mencoba menghitung. "Ada... tapi bentuknya berbeda. Ada yang kerajaan, ada yang negara republik. Kalau ditotalkan, jumlahnya sekitar 195."

"APA?! 195?!"

Erika, Lytia, Airon, dan bahkan para ksatria di sekitar mereka berteriak serempak karena terkejut.

"Kenapa kalian kaget begitu?" tanya Zeta bingung.

"195 negara itu sangat banyak, Zeta!" seru Stella tak percaya. "Bagaimana kalian mengaturnya? Apa tidak terjadi konflik terus-menerus? Dan ada berapa ras yang tinggal di sana?"

“Pantas saja banyak yang terbunuh sampai jutaan” ucap Lytia

“Hehehe yaa begitulah, Konflik masih ada, tapi biasanya bisa diredam," jawab Zeta kalem. "Dan di tempatku hanya ada satu ras: manusia. Kami tidak punya energi mana atau sihir seperti manusia Zetobia atau kaum iblis seperti kalian."

Lytia mengerutkan kening. "Tidak punya sihir? Lalu bagaimana kalian bertahan hidup? Apa kekuatan kalian?"

"Kami mengandalkan Sains dan kepintaran otak," jawab Zeta.

"Sains? Apa itu?" Stella bertanya heran.

"Agak susah dijelaskan. Tapi, ingat saat aku mengendalikan api milik Raiga dengan angin? Itu termasuk logika Sains oksigen memicu api. Kami menciptakan teknologi berdasarkan hukum alam seperti itu."

Stella tersenyum kagum. "Aku tidak paham teorinya, tapi itu terdengar keren. Mungkin ras manusia di duniamu jauh lebih bijak dan tidak haus kekuasaan daripada manusia Zetobia. Melihatmu saja, aku sudah bisa membayangkan betapa hebatnya orang-orang di sana."

Zeta hanya tertawa hambar. 'Hahaha, bisa saja kau, Putri... Padahal kalau kalian tahu, manusia di duniaku juga bisa sangat menyeramkan saat berperang bahkan ada yang lebih haus kekuasaan,' batinnya.

"195 negara... aku jadi ingin sekali melihat duniamu suatu saat nanti," gumam Erika dan Lytia hampir bersamaan.

"Boleh saja, kalau jalannya ada," jawab Zeta.

Stella kemudian berdiri. "Baiklah, hari sudah semakin larut. Kalian harus tidur. Sisanya, kita bagi jadwal jaga secara bergantian."

Jadwal jaga pertama jatuh pada Zeta dan Lytia. Keduanya duduk berdampingan di atas batang pohon tumbang, mengawasi kegelapan hutan.

"Zeta..." Lytia memulai pembicaraan dengan suara pelan. "Maafkan aku. Aku sempat menyakiti hatimu dan meremehkanmu saat latihan di hutan dekat gerbang 3 Beltrum."

Zeta menoleh, melihat profil wajah Lytia yang terkena cahaya bulan. "Tidak apa-apa, Lytia. Aku paham kenapa kau frustasi saat itu. Aku juga minta maaf karena sempat menyerangmu balik."

Lytia tersenyum manis, sebuah senyuman langka yang membuat jantung Zeta berdegup sedikit lebih kencang. "Aku tidak menyangka kau bisa menjadi sekuat ini... bahkan mungkin sudah selevel denganku."

"Kejadian itu menyadarkanku, Lytia," kata Zeta serius. "Aku harus berani. Aku tidak boleh membawa ketakutanku dari dunia asal ke sini. Aku sadar, kehadiranku di sini bukan sekadar dipanggil paksa, tapi mungkin ini takdir. Dewa mengabulkan doa Putri Stella untuk melindungi kerajaannya dengan bantuan dari ku."

Lytia menatap Zeta dengan sorot mata yang sedikit sedih namun penuh rasa terima kasih. "Terima kasih, Zeta. Syukurlah yang datang adalah kamu... seseorang yang memiliki hati dan kesabaran yang kuat."

Zeta menyeringai jahil. "Ternyata Jenderal muda yang cerewet ini bisa bicara manis juga ya? Terima kasih kembali," candanya sambil terkekeh.

"Sialan kau! Masih untung aku sedang baik hari ini!" ketus Lytia, namun wajahnya merona merah.

Zeta terus tertawa, membuat Lytia semakin malu. "Diam, Zeta! Atau kupukul kau!"

Namun, rasa lelah akibat perjalanan dan latihan panjang rupanya tak bisa dilawan. Tak lama setelah itu, kepala Lytia perlahan terkulai dan mendarat di bahu Zeta. Dia tertidur lelap.

"Lytia? Eh... eh? Jangan tidur di sini!" bisik Zeta panik. Tapi Lytia tetap bergeming, nafasnya teratur dan tenang.

Zeta menghela napas pasrah. "Huh, ya sudahlah. Kalau dia bangun nanti pasti bakal mengomel lagi. Biar aku saja yang memantau situasi."

Zeta memandangi wajah Lytia yang tertidur. "Jenderal cerewet ini... kalau sedang diam begini, ternyata sangat imut juga. Pasti banyak beban yang dipikul di pundaknya. Tidurlah, Lytia."

Tanpa mereka sadari, Putri Stella keluar dari tendanya untuk mencari udara segar. Ia melihat momen itu dari kejauhan. Stella tidak menginterupsi; ia hanya tersenyum simpul melihat keakraban mereka, lalu kembali masuk ke dalam tenda dengan hati yang sedikit lebih tenang.

1
Pak Heru2025
lanjut thor
T28J
karena keren saya kasih anda /Rose//Rose//Rose/
Frando Wijaya
oh? cerita yg menarik...tpi nanti aja gw baca...krn ada novel lain yg gw blom baca
Zetavia: yeeyyy makasih kakk 😍😍
total 1 replies
Pak Heru2025
💪 lanjut min
Zetavia: siappp kakkk
total 1 replies
Pak Heru2025
lanjut
Zetavia: okee kakk
total 1 replies
Pak Heru2025
lanjut min
Alia Chans
semangat thort👈
Zetavia: makasih kakk
total 1 replies
Juun
kerjasama airon sama lytia keren hebattt
Juun
😍😍😍😍
Wawan
Semangat ✍️
T28J
kereeen 👍
Juun
wahh gilaaaaaaa asik bangettt
Zetavia: terima kasih 💪🙏😍
total 1 replies
Juun
keren dah
Juun
kalo di buat anime bagus loh ini
Juun
asikk bangettttt makin penasaran😍
Juun
suka banget biasanya pahlawan lawan raja iblis ini beda🤣
T28J
Zeta ... Zeta 🤣
T28J
mampir kemari,
cerita awal lumayan good, pantas untuk like dan hadiah 👍
Zetavia: terima kasih kak boleh tuhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!