lanjutan dari:
JODOH AISYAH (1)
JANJI ANISSA (2)
Zahira adalah gadis kecil nan mungil. Sejak usianya 9 tahun, ayahnya meninggal dan ibunya menikah lagi. Hingga Zahira di tinggalkan ibunya tanpa pertanggung jawaban. Sifat Zahira yang bar bar dan menyebalkan, cerewet, bawel, centil genit, namun iya banyak yang sayang. Kecil imut dan menggemaskan, 3 kata yang iya nobatkan sendiri untuk dirinya. Selebor adalah panggilan jika orang sedang kesal padanya
Hingga suatu saat iya di pertemukan dengan kakak laki lakinya yaitu ustadz Riziq dan ustadz Rasyid. Zahira di bawa ke pesantren dan dididik untuk menjadi muslimah yang baik. Sejak pertama iya menginjakan kakinya di sana, itu pertama kalinya iya bertemu dengan Yusuf seorang santri putra di sana. Sejak saat itu pula Zahira jatuh hati pada Yusuf. Diam diam Yusuf pun menaruh hati pada Zahira yang di anggapnya itu berbeda dengan yang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana
Erika terus memikirkan tentang Yusuf yang bershalawat. Iya tak menyangka akan hal itu. Dia yang selama ini sulit untuk jatuh hati pada seorang lelaki, merasa kecewa. Ketika iya jatuh hati, iya malah jatuh hati pada laki laki yang sama yang disukai sahabatnya. Kini Erika sedang menutupi kedua telinga dengan kedua tangannya. Erika merasa suara Yusuf yang sedang bershalawat itu terus terngiang di telinganya. Zahira yang melihat pun merasa heran.
" Kau kenapa?" tanya Zahira.
Erika pun menatap Zahira, lalu menggelengkan kepalanya.
" Tapi sepertinya kau sedang ada masalah. Kalau iya kau boleh bercerita padaku" Zahira menawarkan diri. Erika kembali menggeleng.
" Apa kau nemikirkan laki laki yang bershalawat itu?" tanya Zahira kembali. Erika pun terdiam hingga Zahira menaruh curiga.
" Jadi kau memikirkan laki laki itu?, kenapa dengannya, apa dia tidak menyukaimu?" tanya Zahira.
" Dia sudah ada yang punya" jawab Erika.
" Benarkah???"
Erika mengangguk ngangguk. Hingga kini Zahira lah yang terdiam.
" Dia sudah menikah?" tanya Zahira. Erika pun menggeleng pertanda belum.
" Sudah mengkhitbah seorang wanita?" tanya Zahira kembali.
" Belum"
" Terus?" tanya Zahira.
" Dia menyukai gadis lain" jawab Erika.
Zahira pun terdiam sedih.
" Yang sabar ya" ucap Zahira hingga Erika mengangguk ngangguk.
" Kau tidak mau memperjuangkannya?" ucap Zahira. Erika langsung menatap sahabatnya itu.
" Maksudmu?"
" Dia belum menikah, dia belum mengkhitbah, dia hanya mencintai. Kalau cintanya tidak kuat, hati bisa saja goyah dan berpaling. Kau berhak memperjuangkan cintamu Erika" tutur Zahira.
" Aku takut" ucap Erika.
" Takut apa?"
" Takut kehilangan semuanya" jawab Erika hingga Zahira yang mendengar pun langsung terdiam.
" Apa gadis itu lebih cantik?" tanya Zahira. Erika pun mengangguk.
" Apa dia sangat menggemaskan?"
" Hmmm"
" Apa laki laki itu sangat mencintai gadisnya?" tanya Zahira kembali.
" Hmmm"
" Waaah sainganmu berat juga ya" ucap Zahira sambil menggeleng geleng.
" Kalau kau jadi aku, apa yang akan kau lakukan?" tanya Erika.
"Kalau aku jadi kau, aku akan memperjuangkannya. Aku akan maju seribu langkah, kecuali kalau dia sudah menikah atau sudah mengkhitbah gadisnya, maka aku akan mundur dengan ikhlas" tuyur Zahira.
" Kalau aku memperjuangkannya, lalu gadis itu tersakiti bagaimana?, aku tidak mau menyakiti siapapun" ucap Erika. Zahira pun terdiam.
" Disini pasti akan ada yang tersakiti, kalau kau memperjuangkan cintamu hingga akhirnya kau mendapatkan cintanya, maka gadis itu yang akan tersakiti. Dan jika kau mengalah dan menyerah, maka kau yang akan tersakiti, kecuali kau ikhlas" ucap Zahira.
" Aku tidak tau apa artinya cinta, yang kutau, hatiku berdebar saat mendengar suaranya"
" Itu cinta Erika" jawab Zahira.
" Sekarang aku tanya lagi Ira, apa yang akan kau lakukan jika ada diposisiku?"
" Aku akan memperjuangkannya, hatiku juga berhak mencintai. Kalau saja diakhirat tidak ada neraka, sudah kuracun sianida gadis itu" ucap Zahira sambil tersenyum senyum hingga Erika mengernyitkan keningnya.
" Ha ha ha, bercanda Erika, kenapa ekspresimu begitu"
" Sudah akh, aku capek, aku tidak mau bahas dia lagi" ucap Erika.
"Waah kasihan si Erika patah hati"
_ _ _ _ _ _ _
Malam itu, keluarga Yusuf sedang berkumpul di rumahnya ustadzah Ulfi. Anisa dan Ibra pun ada disana. Yusuf sedang asik bermain dengan AL yang kini sudah menginjak 5 tahun. Mbah Rohman pun membawa dua data santri putri.
" Suf" panggil mbah Rohman.
" Iya mbah"
" Duduk sini" pinta mbah Rohman sambil menepuk kursi yang ada disebelahnya. Yusuf pun menurut dan duduk di sebelah mbah Rohman.
" Mbah sudah punya kriteria calon istri untukmu" ucap mbah Rohman. Seketika Yusuf langsung terdiam, begitu pun dengan ustadzah Ulfi.
" Aku tidak mau dijodohkan" jawab Yusuf.
Mbah Rohman pun tersenyum.
" Mbah sudah bilang, mbah tidak akan menjodohkanmu. Mbah hanya ingin kau mendapatkan calon istri yang shalehah dan cerdas" ucap mbah Rohman.
" Kalau mbah punya kandidat, aku pun punya mbah" jawab Yusuf.
" Apa dia secerdas dirimu?" tanya mbah Rohman. Yusuf langsung diam menunduk.
" Hati hati dalam memilih calon istri, jangan melihat dari kecantikannya saja, hatinya pun harus dilihat" ucap mbah Rohman.
" Memangnya calon yang mbah pilih itu siapa?" tanya ustad Azam.
" Erika" jawab mbah Rohman.
Semua nampak terkejut, apa lagi Anisa.
" Erika adiku?" tanya Anisa. Mbah Rohman pun mengangguk.
"Astaghfirullah, Erika itu kan sahabatnya Ira, lagi pula Erika sudah jatuh hati pada laki laki yang bershalawat itu" batin Anisa.
" Kenapa harus Erika mbah?" tanya Yusuf.
" Karna kecerdasannya seimbang denganmu" jawab mbah Rohman. Yusuf langsung menatap ibunya, ada perasaan khawatir dalam dirinya. Kini ustadzah Ulfi sedang kebingungan.
" Lalu siapa kandidat calon yang kau punya Suf?" tanya mbah Rohman.
" Dia Zahira mbah, aku menaruh hati padanya" jawab Yusuf.
Mbah Rohman pun terdiam lalu menatap Yusuf.
" Zahira????"
" Hmmm, apa mbah mengenalnya??" tanya Yusuf.
" Mbah pernah bertemu dengannya, tapi dia berbeda sekali dengan Erika" ucap mbah Rohman.
" Aku tau mbah kecerdasannya Ira masih dibawah rata rata. Sejak kecil Ira tumbuh dilingkungan yang berbeda dengan kita, dia tidak mendapatkan pendidikan yang layak, apalagi pendidikan agama dari orang tuanya, Dia sama sekali tidak tau cara mendekatkan diri pada Allah hingga saat usianya 15 tahun, ustad Riziq membawanya ke pesantren dan mengajarkannya agama, barulah Ira mulai belajar dari nol. Lain halnya dengan Erika, dia hidup dilingkungan yang baik, mendapatkan pendidikan yang baik pula serta keluarga yang menyayanginya, tidak heran jika kecerdasannya berbeda dengan Zahira" tutur Yusuf.
" Mbah hargai keputusanmu Suf, tapi mbah akan menguji kecerdasan mereka berdua. Mbah dudah mendapatkan data data mereka dari ustad Usman, mbah sudah baca tentang mereka" ucap mbah Rohman.
" Tapi mbah, mereka itu bersahabat, kalau mereka disaingkan untuk mendapatkan Yusuf, tentu itu akan merusak persahabatan mereka" ucap ustadzah Ulfi.
" Mbah memang belum membicarakan ini pada Erika dan Zahira. Tapi mbah akan bicara dengan mereka, kita lihat bagaimana respon mereka. Dan untuk Zahira, mbah yakin dia pasti ikut dengan rencana ini, mbah dengar dia sudah lama menaruh hati pada Yusuf" tutur mbah Rohman.
Anisa hanya diam saja, iya tak yakin kalau Erika mau ikut menjadi kandidat calon istrinya Yusuf. Anisa belum tau kalau Yusuf adalah laki laki yang dikagumi adiknya itu.
" Ini akan menjadi keadaan yang serba salah. Kalau ini terjadi, sudah pasti persahabatan mereka menjadi taruhannya" batin Anisa.
" Nis, bisa kau bicarakan masalah ini pada adikmu" ucap mbah Rohman. Anisa pun terdiam, iya menjadi serba salah.
" Nis???"
" Iya mbah, nanti aku bicarakan pada Erika" jawab Anisa.
Yusuf pun menatap sendu uminya. Ustadzah Ulfi mencoba tersenyum lalu mengelus pudak putranya itu.
" Percayakan jodoh pada Allah" ucap ustadzah Ulfi. Yusuf hanya mengangguk.
" Aku akan berusaha memperjuangkanmu Ira"