Keramahan dan perhatian yang disalah artikan yang akhirnya menjadi musibah.
Seorang pria yang sudah berkeluarga, mapan , dengan wajah ganteng, ramah juga perhatian dengan siapa saja termasuk pada lawan jenisnya sangat mudah membuat salah paham. Dan yang lebih buruknya kalau membuat orang menjadi baper lalu timbul niat ingin memiliki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MASUK PERANGKAP
" Kamu yakin dengan semua cerita itu Ni? " tanya Surya kaget mendengar cerita Nia.
" Yakin bapak. karena sikap suami saya sudah lama berubah. Dulu dia sangat sayang juga setia sama saya. Tapi sudah lama sikapnya acuh, dia lebih banyak sibuk dengan handphone saat di rumah. Tidak pernah lagi peduli dengan Nino anak kami, apalagi peduli dengan saya. Suami saya jadi dingin. Awal-awal perubahan itu saya sempat tanya, tapi katanya capek karena kerjaannya banyak juga capek dijalan. Saya percaya saja dengan alasannya. Kami pun yang biasa berhubungan setiap dia pulang, sejak dia punya selingkuhan bisa dihitung pakai jari. Paling tiga bulan cuma satu atau dua kali. Saya wanita normal, butuh sentuhan dan rindu kebersamaan. Tapi tiap saya minta ada saja alasannya. Tapi kalau dia yang sedang pingin, nggak mau tahu kondisi saya seperti apa. Kalau saya tolak, akhirnya KDRT. Kalau nggak mengingat Nino, saya sudah minta pisah pak. Nino masih butuh ke dua orang tuanya. Sekarang saya tahu kenapa suami saya berubah, ternyata dia punya selingkuhan hiks... " cerita Nia sambil terisak.
" Memangnya sudah berapa lama kamu merasakan perubahan suami mu? " tanya Surya mulai simpati dengan cerita Nia yang penuh bumbu agar Surya iba padanya.
" Yah kurang lebih 4 tahun bapak " jawab Nia lirih.
" Empat tahun? Itu lama lho Ni. Masak kamu nggak ada curiga gitu? Biasanya feeling seorang istri itu tajam " ucap Surya heran.
" Itulah bodohnya saya bapak. Terlalu percaya dengan suami saya. Karena dulu suami saya yang saya kenal sangat mencintai saya bahkan bisa dibilang bucin. Jadi saya percaya saja apa yang diucapkan suami saya " cicit Nia sambil menyeka air matanya.
" Saran saya, kamu bicarakan baik-baik dengan suami kamu nanti saat dia pulang Ni. Mau dibawa kemana pernikahan kalian " Surya mencoba memberi masukan pada Nia sambil menghela nafasnya.
" Saya takut bapak. Karena suami saya sekarang bawaannya marah saja kalau diajak bicara. Saya takut kalau dia minta pisah, nanti saya sama Nino gimana nasibnya " jawab Nia dengan menunduk.
"Kenapa kamu harus takut Ni? Kamu wanita mandiri, saya percaya kamu bisa kok. Yang terpenting kalian bicara baik-baik, nggak usah mikir aneh-aneh dulu. Siapa tahu suami kamu justru sadar dan meninggalkan selingkuhannya " ucap Surya sambil menepuk bahu Nia untuk menguatkan sekertarisnya itu.
Nia senang karena Surya mulai simpati padanya.
" Iya bapak, makasih atas sarannya. Terimakasih bapak peduli dengan saya. Tapi saya tetap kepikiran kalau suami saya lebih memilih selingkuhannya lalu kami cerai, dan saya diusir dari rumah. Saya harus tinggal dimana dengan anak saya. Mungkin memang nasib saya harus seperti ini, mungkin memang saya nggak berhak bahagia " ucap Nia kembali terisak, untuk lebih mendramatisir ceritanya.
" Kenapa kamu mikirnya terlalu jauh Ni. Kamu harus semangat, kasihan anak kamu. Kalau memang yang terburuknya kamu cerai, ya jalani saja. Percaya kamu pasti bisa mendapatkan pengganti suami kamu yang lebih baik. Kamu yang semangat Ni, saya percaya kamu bisa melewati semua ini " ucap Surya dengan tersenyum agar Nia tidak larut dalam kesedihan.
" Siapa yang mau dengan saya bapak? Suami saya yang sangat bucin saja ternyata selingkuh. Apalagi janda dengan satu anak, bodoh, tidak cantik nggak akan ada lagi yang mau dengan saya bapak. Percintaan saya memang tidak pernah beruntung sejak dulu " isak Nia.
" Kamu nggak boleh bilang begitu Ni. Kamu jangan insecure gitu. Kamu wanita mandiri, kamu juga pintar apalagi kamu wanita baik. Percayalah Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat kamu. Sudah kamu nggak usah sedih, kamu sebaiknya pulang saja, istirahat agar lebih tenang. Kalau kamu kerja dengan kondisi seperti ini malah nggak fokus. Sekarang tenangkan diri kamu dulu, setelah itu kamu pulang saja Ni " titah Surya lalu bangkit berjalan menuju kursi kerjanya.
" Tapi pekerjaan saya banyak bapak. Kalau saya nggak kerja, nanti gimana dengan bapak? " jawab Nia.
" Udah nggak usah kamu pikirkan saya bisa kerjakan sendiri. Yang penting kamu tenangkan diri kamu dulu. Besok kalau sudah enakan kamu bisa masuk " titah Surya sambil sibuk dengan laptopnya.
[ Aku harus pura-pura hampir jatuh lagi biar diantar pulang sama ayang bebeb hehehe ] batin Nia menyusun rencana.
" Baik bapak. Terimakasih atas kepedulian bapak. Saya permisi mau beres-beres dulu bapak " jawab Nia bangkit dari duduknya.
" Iya Ni " jawab Surya singkat.
Nia melirik Surya yang sibuk dengan laptopnya, Nia berjalan pelan saat hampir sampai di pintu Nia sengaja menjatuhkan dirinya.
Bruk.... Surya kaget dan langsung melihat ke arah suara. Ternyata Nia terduduk di dekat pintu.
Seketika Surya berlari menghampiri Nia lalu mengangkat Nia dan memapahnya buat duduk di sofa.
" Kalau kamu masih lemah istirahat dulu saja Ni " titah Surya sambil mendudukkan Nia di sofa. Tangan Nia yang melingkar di pinggang Surya sengaja menarik tubuh Surya sampai akhirnya Surya tersungkur jatuh diatas tubuh Nia. Bibir mereka pun lekat menempel.
ada kok temen kerjaku di sini dia selingkuh bertahun-tahun krn suaminya ya terlalu cinta buta dan letoi kyak si reza. smp sekarang blm ketahuan ya krn suaminya mcam si reza itu, istri gk tlp krn alasan minggu lembur pdhl ya libur sm aku tp dia ma selingkuhannya. gk pernah upload photo suaminya juga 😂
baik boleh tp bodoh jangan.