NovelToon NovelToon
MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)

MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Nikahmuda / Duda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:159.5k
Nilai: 5
Nama Author: AMY DOANK

Aku dan Dia, dipertemukan Tuhan dengan status sebagai 'MUSUH BEBUYUTAN'.

Hari pertama masuk sekolah menengah atas, Aku dan Dia sudah menjadi couple 'TOM AND JERRY'.

Setiap hari kita ribut dan bertengkar tiada henti.

Sampai suatu hari...

Kita adalah MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH.

Pernikahan yang seumur jagung, tapi berdampak luar biasa sampai usiaku kini 25 tahun.

Hingga suatu ketika, Tuhan mempertemukan kita kembali di cottage sebuah kota yang jauh dari keramaian kota.

Pertemuan yang membuka kembali kenangan lama Aku dan Dia. Semua kisah lama, akankah mendekatkan kembali Aku dengan JANDAKU dimasa lalu?

🙏🙏🙏Mohon dukungannya di MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH, please...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JANDAKU (5) Bolehkah Aku meminta Pada Tuhan?

"Mana sih tunangan lo? Seganteng apa sih tu orang sampe bisa dapetin hati MUSUH BEBUYUTAN gue yang rese' ini?" ledekku setelah bisa meredam gejolak rasa dihati.

Alifah lagi-lagi hanya tersenyum.

Dia lalu mengambil handphonenya yang tergeletak di atas nakas.

Menscroll sebentar, lalu... (taraaa...)

Aku diam sesaat mengamati foto cowok di layar ponsel yang Alifah sodorkan.

"Ini cowok lo, Lif?"

Darahku berdesir. Jantungku melemah.

Tuhan! Cowoknya sekeren ini! Dan kayaknya, gue ngerasa familiar liat ni orang wara-wiri di ponsel gue deh!?!

"Selebgram!" gumamnya dengan suara terdengar sangat merdu.

"Wow, pantesan! Gue koq ngerasa kenal, gitu! Hehehe...! Tapi tampang-tampang badboy nih!"

"Ya. Tapi ga se-badboy elo, IMUT!"

Aih? Alifah panggil gue IMUT???

"Hahaha...dasar, BELUT! Makin licin dan lihai cari pacar rupanya!"

"Iya dong! Hahaha...! Ish, Bryan Hanggara itu anaknya boss Papa!" ujarnya membuatku teringat kembali pada Papa Mamanya.

"Oiya, gimana keadaan Papa Mama? Masih tinggal di perumahan Sweet Garden khan kalian?"

Alifah menatapku dengan pandangan misterius. Membuatku mengangkat bahu, tak faham pada tingkahnya.

"Mama udah meninggal dunia lima tahun lalu. Papa menikah lagi, lalu berhenti kerja. Sekarang jadi supir pribadinya Papinya Bryan!"

Aku menelan saliva. Menatapnya balik tanpa berkedip.

"Mama... udah meninggal?" ucapku tak percaya.

Alifah menunduk. Ia menyibak rambutnya yang panjang terurai. Seketika harum aroma shampo yang ia pakai membuatku menyedot kenikmatan wanginya dengan mata terpejam.

"Kita udah pindah rumah, Tot!"

"Arif sekarang gimana? Kelas berapa sekarang adikmu itu?"

"Arif tinggal di kota S. Dia di pesantren sekarang! Itu permintaannya! Sehingga dia gak tinggal sama Mama tiri!"

Aku merangkul bahunya. Alifah nampak tegar. Bahkan tiada air mata setetes pun jatuh di pipi.

Tanganku justru yang dingin dan basah. Kaget dengan cerita kisah hidupnya kini.

Dan justru aku yang diam tak bisa berkata-kata.

"Udah ah, cerita sedihnya! Hehehe...! Kisah lo gimana? Cerita dong! Terus keadaan Ayah Ibu gimana? Kalian pindah kemana?"

Aku tahu, pertanyaannya yang banyak adalah suatu pengalihan agar hatinya yang sedih segera kembali ceria.

"Kita tinggal di kota PP! Mau telepon Ibu gak? Bentar, bentar...! Aku VC Ibu deh!"

Aku mencoba Video Call Ibuku di kota PP.

Wajah Ibu terlihat lelah dan bersiap pergi tidur sepertinya.

"Ibu...! Ibu lihat, Bu! Siapa gadis cantik yang ada di sebelahku ini? Tebak, Bu!"

...[Hallo? Gatot? Siapa itu? Cantiknya! Pacarmu, Nak? Alhamdulillah... akhirnya putraku mengenalkan kekasihnya sama kita, Yah!]...

"Haish! Ibu lihat dulu nih!"

"Hallo, Assalamualaikum! Ibu! Ibuuu, ini Alifah, Bu! Ibu Ayah apa kabar semuanya?"

...[Alifah? Alifah? Alifah istrinya Gatot? Mantan istri maksud Ibu. Apa kabar Alifah? Ya Allah ya Tuhanku! Alifah...! Maafin Ibu tempo hari ya?]...

Aku tersenyum tipis. Seperti biasa, ibuku selalu berlinang airmata jika mengingat masa-masa keributan keluarga kita.

"Iya Ibu! Alhamdulillah, Alifah senang lihat Ibu sama Ayah sehat-sehat! Ibu, mohon doanya ya... moga Alifah bisa jadi lulus dan bidan akhir tahun ini!"

...[Aamiin, aamiin ya Allah! Alifah lagi kuliah Perbidanan ya? Salam ya sama Mama sama Papa!]...

"Hehehe iya! InshaaAllah nanti salamnya Alifah sampaikan ke Papa. Mama udah ga ada, Bu! Mama Lifah udah meninggal dunia!"

Luluh lantah air mata Ibu terlihat. Bahkan kini kekuatan yang Alifah bangun dihadapanku pun ambruk seketika.

Alifah dan Ibuku menangis.

Aku, hanya bisa jadi orang ketiga yang kebingungan dan serba salah menanggapi kesedihan ini.

"Bu! Ibu! Udah dulu ya! Nanti kapan-kapan disambung lagi VC nya!"

Aku hanya bisa menatap wajah Alifah yang kini basah, banjir airmata.

Kudekati dia. Kuusap lembut bulir-bulir air mata di pipinya. Tanpa ucapan kata terangkai. Hanya tatapan mata dari hati, dan berharap Alifah mengerti.

Kaget aku, Alifah memelukku erat.

Tangisnya pecah dibahuku.

Lama, dan lirih. Terdengar begitu menyayat hati.

Aku hanya diam membiarkannya larut dalam kesedihan dan tenggelam dalam linangan. Berharap setelah itu, hatinya akan lebih lega. Dan jiwanya kembali kuat menjalani hari-hari kedepannya.

Jemariku mengusap lembut bahunya pelan.

Lamat-lamat suara tangisannya perlahan berhenti. Namun aku masih terus mengelus bahunya dengan kekuatan batinku. Berharap Alifah tenang dan kembali bahagia.

"Tidurlah... Selamat malam..Lupakan sajalah, aku. Mimpilah, dalam tidurmu. Bersama bintang..."

Aku bersenandung pelan. Menyanyikan lagu Anji Drive yang judulnya "Bersama Bintang".

Menina-bobokannya dipangkuanku. Dan Alifah menurut. Menggelosorkan kepalanya di atas pahaku. Dengan tubuh menyamping sehingga aku dengan mudahnya memperhatikan bulu matanya yang panjang lentik karena matanya terpejam indah.

Sesungguhnya aku tak bisa

Jalani hidup tanpamu

Perpisahan bukanlah duka

Meski harus menyisakan luka

Tidurlah... Selamat malam

Lupakan sajalah aku

Mimpilah... dalam tidurmu

Bersama bintang

Hujan di luar perlahan berhenti. Menyisakan keheningan malam yang terusik suara-suara jangkrik yang mengerik.

Malam ini, aku tidur seranjang lagi bersama JANDAKU. Tanganku terus menyelusur. Mengusap lembut anak rambutnya yang tumbuh cantik di atas keningnya.

Agak susah, tapi aku berusaha memberinya kecupan. Bibirku berkata pelan, berharap semoga Alifah dengar.

"Selamat malam Sayangku! Mimpi indahlah, besok pagi bangun dengan segar dan kembali ceria!"

Merona wajahku. Antara malu tapi sangat bahagia.

Tuhan! Andai kuboleh meminta, aku hanya minta...jadikanlah Alifah jodohku lagi! Aamiin...

...❤BERSAMBUNG❤...

1
Wy Ky
n
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor 😁
Embun Kesiangan: makasih 🫰🥰
total 1 replies
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐
maaf bru lnjut lg Thor 🤣🤣🤣
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐
backstreet aja alias pcran diem2
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐
galau kan tot knp ga bilang
Mom La - La
waahh... visualnya sangat serasi.
Mom La - La
emang yg namanya jodoh pasti bakal ketemu lagi
Mom La - La
hiks hiks hiks...
Mom La - La
akh... ku jadi ikutan tegang thorrr
Mom La - La
cemburu nih ye...
Mom La - La
hi hi hi... jdi bingung sendiri
Mom La - La
hi hi hi pasti bi minahnya kaget
Mom La - La
hmm senjata sakti guru2.
Mom La - La
ya emang gitu bang. tpi kesempatan...
Mom La - La
hi hi hi... itu masa depqn kalian tot.
Mom La - La
cie... mulai cemburu nih...
Mom La - La
hmm... sesuatu apakah itu????
Mom La - La
wkwkwk...
Mom La - La
hi hi hi... gmna reaksi tmnx klw tau mrka udah nikah.
Mom La - La
hmmm kuturut prihatin gatot. asalkan jgn gagal total. he he he....
Mom La - La: hi hi hi... nti ku mampir myicil lgi.
kita sling dukung ya...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!