NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Itu Terbagi

Ketika Cinta Itu Terbagi

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mala Cyphierily BHae

Menceritakan kisah Maya yang menikah dengan Albiru karena perjodohan, selama ini Maya sudah berjuang untuk cintanya, kala cinta itu sudah bersemi kerikil kerikil kecil kerap kali menghampiri, berbeda dengan Maya yang selalu mencoba menjadi dewasa dalam setiap menyikapi masalah tapi berbeda dengan Albiru yang memilih untuk menikah lagi demi mendapatkan selingan di luar rumah. Akankah Maya menyerah diakhir cerita karena mendapati suaminya telah membagi cinta yang seharusnya utuh hanya untuk dirinya?

Aku mencintaimu dengan penuh kesabaran, tapi kamu membalas cintaku dengan luka, Mas! [Maya]

Maafkan aku karena telah mencintai kamu dan dia, sekarang kalian sudah berada di hatiku. Aku hanya meminta kalian untuk mengerti! [Albiru]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini Semua Salahku!

Biru segera menghubungi Murni, mengatakan kalau Maya berada di rumah sakit. Tentunya, Murni sangat syok mendengar itu.

"Keluarganya sudah tau?" tanya Murni.

"Belum, Biru bingung harus berkata apa!" rintih Biru, lelaki itu menyandarkan punggungnya di dinding, menangis karena merasa bersalah dan takut terjadi hal buruk pada istrinya.

Setelah mengatakan itu, Biru menutup sambungan telepon tersebut.

****

Murni memerintahkan sopir untuk ke rumah Gala, di sana Murni berbicara empat mata.

"Gala, kakak kamu, Gala!" kata Murni, wanita itu masih berdiri di pintu meraih tangan Gala yang baru saja keluar dari rumah.

"Kenapa kakak saya, Tante?" tanya Gala, pria muda itu semakin memiliki firasat buruk pada Maya.

"Ayo ikut saya!" ajak Murni, "Kakak kamu ada di rumah sakit," lanjutnya seraya menarik lengan Gala.

Sedangkan Gala, dirinya masih belum dapat mencerna ucapan Murni.

"A-apa? Rumah sakit?" tanya Gala seraya menatap Murni yang sedang menarik lengannya.

Murni menganggukkan kepala.

Selama perjalanan, Gala selalu mendoakan Maya dan mengaitkan kalau Maya berada di rumah sakit ada hubungannya dengan Biru.

Gala menundukkan kepala dan menekannya dengan dua tangannya.

"Kenapa kemarin gua enggak larang mbak buat pulang!" batin Gala.

****

Sesampainya di rumah sakit, Gala melihat Biru yang sedang menatapnya, Gala berjalan dengan mata menatap tajam pada Biru, sesampainya di depan Biru, Gala langsung meninju pria itu yang sekarang sudah berdiri di ruang rawat Maya.

"Kenapa sama kakak gua?" bentak Gala, pria itu berteriak tepat di depan wajah Biru.

Sedangkan Biru, pria itu diam saja, tidak dapat menjawab pertanyaan Gala.

Biru mengusap ujung bibirnya yang berdarah, setelah itu Biru berlutut di kaki Gala.

"Maafin mas, Gala, maaf!" kata Biru, pria itu menundukkan kepala, sementara Murni menahan Gala agar tenang lebih dulu dan tidak membuat kegaduhan di rumah sakit.

Setelah itu seorang dokter pria dan suster keluar dari ruang rawat Maya, mengatakan kalau Maya mengalami koma.

Kabar itu membuat semua orang terpukul. Terlebih Gala, pria muda itu meninju dinding rumah sakit merasa telah gagal menjadi saudara.

"Gala, Tante juga sedih dengan keadaan Maya, tapi Tante minta sama kamu untuk menyembunyikan kabar ini lebih dulu dari Lisna, tante takut akan terjadi apa-apa dengan bunda kamu!"

Mendengar itu, Gala hanya menganggukkan kepala. Karena tidak mungkin juga dirinya memberitahu Lisna akan keadaan anak perempuannya.

Tetapi Gala tidak tau akan sampai kapan dapat menyembunyikan kebenaran itu dari Lisna.

Sekarang Gala dan Biru sudah berdiri di samping brangkar, menatap Maya yang terbaring lemah tak berdaya lengkap dengan peralatan rumah sakit yang menempel di tubuhnya.

Gala menundukkan kepala, terasa lemas melihat keadaan kakaknya.

Kemudian Gala meraih tangan Maya, mengajaknya berbicara, "Mbak, apa yang terjadi, kenapa mbak sampai seperti ini? Bangun mbak, mbak harus kuat demi Ifraz!"

Sedangkan Biru, lelaki itu keluar dari ruang rawat Maya menemui Murni yang menunggu giliran.

Lalu, Murni menanyakan apa yang terjadi pada Biru.

"Biru enggak tau, Mah. Biru ada di rumah tau-tau ada yang menelepon dan mengatakan kalau Maya mengalami kecelakaan, bahkan Biru enggak tau kemana Maya saat itu."

"Tapi polisi bilang, Maya menerobos lampu merah," lirih Biru.

"Apa ini ada hubungannya dengan wanita itu?" tanya Murni menatap anaknya yang terdiam setelah mendengar pertanyaan darinya.

"Jawab!" bentak Murni dan Biru masih terdiam, Murni kesal dengan diamnya Biru lalu menamparnya.

Biru masih terdiam, karena memang betul mereka baru saja bertengkar hebat.

Sekarang Biru merasakan ponselnya bergetar, ternyata Susi yang menelepon, ia mengatakan kalau Ifraz terus menangis.

Dalam hati, Biru berfikir mungkin Ifraz mencari-cari mamahnya.

Pria itu mematikan ponselnya, dengan lemas pria itu terduduk, merasa kalau hidupnya sudah hancur.

"Hidupku hancur, Maya koma dan Ifraz terus menangis, Biru yakin Ifraz merasakan apa yang Maya rasakan, bayi itu mencari-cari mamahnya, Biru harus bagaimana, Mah?" lirih Biru.

"Makanya, lain kali sebelum bertindak itu harusnya kamu pikir dulu!" tutur Murni seraya menunjuk-nunjuk ke arah putranya yang menundukkan kepala.

Setelah itu, Murni masuk ke ruangan menantu tersayangnya, di sana Murni menangis, mengecup kening Maya.

"Maya, bangun sayang, kamu harus kuat, nak!" lirih Murni, sesekali tangannya mengusap air mata yang menetes di pipinya.

Untuk malam ini Biru dan Gala menjaga Maya di rumah sakit, tanpa saling bicara, hanya ada tatapan dingin dari Gala pada Biru. Gala seolah singa yang siap menerkam mangsanya kapan saja.

Sedangkan Murni, wanita itu harus merawat cucunya, tetapi tidak mudah baginya karena usia Murni juga sudah tidak muda lagi, Ifraz terus merengek walau sudah ditimang, Murni juga sudah memberikan susu pada bayi malang tersebut.

"Kamu sabar ya sayang, doakan mamah kamu supaya kuat dan kembali ke tengah keluarga kita," kata Murni, sekarang Murni melihat ke jam dinding kamar Maya, hari hampir subuh dan dirinya masih belum dapat memejamkan mata.

Bagaimana mungkin wanita itu bisa memejamkan kalau menantu pilihannya itu sedang terbaring di rumah sakit karena ulah anaknya, akan bertanggungjawab seperti apa dirinya pada Lisna.

****

Keesokan harinya, Murni turun ke lantai bawah dan bertanya pada Susi dan ART yang lain.

"Apa semalam terjadi sesuatu di rumah ini?"

"Semalam Tuan dan Nyonya bertengkar, Nyah," jawab Susi seraya menundukkan kepala.

"Kenapa mereka bertengkar?" tanya Murni yang masih menggendong Ifraz.

"Maaf Nyonyah, bukan saya lancang karena menguping, tapi saya mendengar kalau Tuan sudah menikah lagi," jawab Susi dengan suara lirih.

"Ya Tuhan," lirih Murni, tiba-tiba saja wanita itu merasa sakit kepala dan gelap seluruh pandangannya, dengan sigap Susi menangkap menahan Murni dan bayi yang berada di gendongan itu.

****

Di rumah sakit, Gala masih menatap tajam Biru. Tetapi Biru tidak mempermasalahkan itu karena pria itu sadar akan kesalahannya.

"Gala, lebih baik kamu pulang, biar mas yang jaga mbak kamu!"

"Kalau lu yang jaga, gua takutnya lu nekat habisin kakak gua biar lu bisa bebas selingkuh!" jawab Gala dan ucapannya itu berhasil memancing emosi Biru.

Biru sadar kalau dirinya memang selingkuh tapi bukan berarti peselingkuh yang akan terus berselingkuh.

Pria itu bangun dari duduknya, tangannya sudah mengepal, kalau saja Biru tidak merasakan getar ponselnya, pria itu sudah ingin menghajar adik iparnya itu.

"Halo!" jawab Biru, pria itu keluar dari ruang rawat Maya.

Setelah mendengar kabar ARTnya, Biru memijit pangkal hidungnya. Ya, Biru mendengar kabar kalau Murni pingsan.

Sementara itu, Lisna mencari-cari keberadaan anaknya.

Lalu dengan susah payah wanita itu berbicara pada suster untuk menghubungi Gala.

Bersambung.

Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan klik favoritnya ya, supaya tidak tertinggal update terbarunya.

Terimakasih sudah membaca^^

1
Khairul Azam
sebeuah cerita itu mencerminkan dari diri sipenulis itu sendiri
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: makasih, kak. Sudah memahami si penulisnya. 😇😇
total 1 replies
Khairul Azam
menurutku disini yg aneh bukan siapa" tp othornya yg aneh
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Makasih, kak. 🥰😇😇
total 1 replies
Khairul Azam
hadeeeehhhh ini yg bikin cereta gak mumet apa
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Kaaaa 😅😅😅😅
total 1 replies
Khairul Azam
hadeh gak ada yg bener semua, si maya bego, sihafiz pelakor, si biru tukang selingkuh, si bram hadddooohhhhh
Khairul Azam
perempusn psling bodoh maya, sukurlah klo gak bisa jln, tsu suami gak bener tingalkan aja malah nrobros lampu merah
Khairul Azam
hadeeehhh suami kaya gitu di rebutin tinggalin aja
Komang Diani
semangat maya demi masa depan irfas, jangan biarkan perlakor itu menang.. buat dia menderita
Komang Diani
bagusss,, kapok, karmanya instan,..
Komang Diani
bikin gregetttt,, dasar pelakorrrrr
Komang Diani
Luar biasa
Komang Diani
nama aja hafizah tp ular
Siti Nurbaidah
sukses sllu kk sayang..alurcerita ny mantap👍👍👌💕dag dig dug kdg buat sedih..nth lah spt dunia nyata tpi siapa pun itu pasti ada jln terbaik ny
Siti Nurbaidah: 👍👌👌siap
total 2 replies
Siti Nurbaidah
Luar biasa
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Terimakasih 🥰
total 1 replies
ALNAZTRA ILMU
bodoh
ALNAZTRA ILMU
rasakan
ALNAZTRA ILMU
mampus
ALNAZTRA ILMU
bangkitlah maya. cepat!!
ALNAZTRA ILMU
semoga saja maya bisa bercerai dan nikah sama bram.. biru akan selingkuh lagi dan hafizah tau rasa diselingkuhi.. semoga saja
ALNAZTRA ILMU
otak blue sebab tu kau rosak
ALNAZTRA ILMU
astagaaaa.. brengsekkkk.. ceraisajalah bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!