hai ak Mak Novie..mampir dinovel baruku
guys..🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novie Smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lagi ?
Aaah.
Mama langsung berlari terdengar anaknya berteriak.
"Ada apa nak," mengetuk pintu.
"Lagi Mam," bangun dan membuka pintu dengan lesu.dan tampak putus asa.
"Sabar ya nak ini sudah takdir mu jangan mengeluh, yang diberikan TUHAN kepadamu," mengusap kepala Sandra memberi kekuatan.
Sandra menutup mata menenangkan diri.kadang lelah jika setiap hari harus seperti ini.
Tidak seperti teman-teman nya bisa bermain dan nongkrong tanpa gangguan.
Akhirnya Sandra memutuskan untuk nonton saja dirumah bersama Mama. karena Papa sedang keluar kota.
****
Teng...teng..teng
Bakso..so bakso...teriak tukang bakso.
"Mam bakso mang Udjo," teriak Sandra senang.
"Beli bakso yo.mam," menarik sang Mama untuk membeli bakso.
"Ayo Mama juga kangen sama bakso mang Udjo," mengikuti anaknya yang manja.
"Maaaaaang," teriak Sandra tanpa melihat Mama yang menutup kuping mendengar teriakan melengking anaknya.
"Iya non," mang Udjo berhenti.
"Ko baru keliatan non, baru pulang liburan ya," ucapnya sok tau.
Hehehehe
Tawa Sandra terhenti melihat dibelakang mang Udjo.
"Non, ko diem jadi beli," menatap Sandra bingung.
"Iya mang.bakso mie putih nya aja," masih melirik kebelakang mang Udjo.
"Pake sambel ya non," mengaduk kuah baksonya.
" pake mang jangan banyak-banyak nanti sakit perut dia," yang menjawab Mama.takut jika Sandra mengambil Sambal banyak.
"Mang bulu kuduk nya berdiri ga sih," melihat mang Udjo ko santai.
"Iya non, tapi cuek aja lah.yang penting ga nganggu mamang," ucapnya.
Sementara yang dibelakang Mang Udjo menyeringai dengan memperlihatkan gigi yang tajam.
"Kamu jangan nganggu mang Udjo ya, awas kamu ," ancam Sandra.
Mahkluk itu bukannya takut malah menghampiri Sandra dengan tangan kedepan.
"Siiiht, kamu mau macam-macam dengan saya," mulai posisi berdoa .
Tingal mang Udjo yang bengong mendengar ucapan Sandra.
Hi..hi..hi..hi
"Suara apa tu non," memegang pundaknya .
"Tenang mang,sekarang Mamang berdoa menurut kepercayaan Mamang," ucap Mama mulai berdoa.diikuti mang Udjo.
Aaaaaaah panaawws..
lantas menghilang.
Amin..Mama,Sandra dan mang Udjo mengakhiri Doa nya.
"Mamang ,memang lewat mana ko bisa diikutin sama kunti itu," tanya Sandra.
"Hehe lewat kuburan neng.pantes ko mamang dorong gerobaknya berat banget.makasih ya non," ucap mang Udjo merinding.
"Lain kali jangan lewat kuburan mang.kalau mau aman," tersenyum.
"Iya non," menyerahkan mangko baksonya.
****
Setelah selesai.membayar bakso.
sreennng.
Seperti Mang Udjo yang dirampok.
Sandra memegang tangan mang Udjo.
"Mang percaya saya? mengharapkan mang Udjo percaya.
"Iya non,saya percaya mamang sering denger non indigo.ada apa non? sambil membersihkan gerobak baksonya.
" Memang umur ditangan Tuhan.tapi kalau kita bisa mencegah kejahatan.kan ga apa-apa mang," menatap lurus kedepan.
"Ada apa non," mang Udjo penasaran.
"Mamang jangan lewat jalan itu.kalau mau pulang lurus aja ya," memberitahu.
"I i ya non,mamang lewat jalan itu.yang jalannya terang.rame orang ," sambil mendorong gerobaknya.
Sandra mengajukan jempol.tetap melihat mang Udjo yang berjalan pulang.
"Mang doa," teriak Sandra.
"Iya non," dijawab dengan teriak juga karena mang Udjo sudah mulai menjauh.
"Sudah nak,kita doain saja supaya mang Udjo ga apa-apa," tegur Mama yang Sandra terlihat tegang.
"Iya Mam," berjalan kedalam mengikuti Mama.
guys jangan lupa mampir di novel emak ya..
serem ya..maafken emak ya..
minta tolong tunjukkan 🙏.
saya akan memperbaiki.
terimakasih
aku baru senpay baca
🙏😁
maaf aku baru Baca