Baby Grezyca Aurora, Nama yang bagus tapi tidak dengan nasibnya. sedari kecil Baby sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya karena kecelakaan yang menimpa mereka. Dan sejak saat itu Baby harus menjalankan hidupnya hanya dengan Marvel pratama, Kakak kandungnya.
Suatu hari Baby dipecat dari pekerjaannya tanpa alasan dan itu membuatnya uring uringan. Karena Baby sangat membutuhkan uang untuk pengobatan kakaknya yang sedang sakit.
Seorang teman Baby memberikan informasi bahwa di perusahaan Xington group sedang membuka lowongan pekerjaan. Baby sangat bahagia, ia memutuskan untuk melamar pekerjaan disana.
"Pendidikan terakhir?"
"SMA pak"
Pria itu diam sesaat dan menatap Baby dengan sorot mata yang tajam.
"Kamu ditolak, saya tidak bisa menerima Sekretaris yang hanya lulusan SMA"
"Bapak menolak saya karena saya lulusan SMA, memangnya bapak pikir lulusan SMA tidak bisa bekerja jadi sekretaris. Saya pastikan bapak menyesal karena menolak saya.
Leon pradipta Xington, orang yang baby bentak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Calliesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bayangan
Baby mengucapkan terima kasih pada Vion yang telah memberikannya oleh oleh kesukaannya. Lalu mereka lanjut mengobrol sampai matahari sudah terbenam, langit yang cerah sudah mulai gelap. Vion memutuskan untuk mengantar Baby pulang.
"Rumah kamu masih yang dulu kan?" Tanya Vion sambil menoleh ke arah Baby. "Iya kak, Baby masih tinggal di rumah yang dulu kok" Vion tersenyum seraya mengangguk. Dalam perjalanan tak ada lagi pembicaraan di antara mereka.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di rumah Baby. Baby turun dari mobil dan diikuti oleh Vion. "Makasih ya kak udah nganterin aku pulang, mau mampir dulu enggak?"
"Enggak usah, lain kali aja kakak mampirnya. Habis ini ada urusan soalnya" jawab Vion. Baby mengangguk. Lalu setelah itu Vion berpamitan pada Baby dan segera pulang.
Baby menatap mobil Vion yang sudah menjauh dan hilang dari pandangannya. Ia menghela nafasnya dalam. Vion adalah orang yang sangat baik, ia banyak membantu Baby.
Baby masuk ke dalam rumah kemudian ia menutup gerbang rumahnya dan menguncinya. Kedatangan Baby langsung disambut oleh Marvel di depan pintu.
"Abang, ngapain?" Tanya Baby. Saat ini Marvel sedang memakai pakaian biasa dengan celemek yang menghiasi pakaiannya dan topi khas seorang koki. "Silahkan masuk Nona, makan malam sudah siap" Marvel menundukkan kepalanya sedikit.
Baby tertawa kecil melihat perlakuan Marvel padanya. "Mari Nona ikuti saya, saya akan membawa anda ke meja makan yang sudah disiapkan kakak tercinta anda" Marvel menatap Baby dan mengedipkan sebelah matanya.
"Baiklah, lalu dimana abang saya sekarang? Kenapa dia tidak hadir?" Baby bersedekap dada sambil menatap Marvel dengan teliti. "Oh Abang anda sedang berganti pakaian di dalam, mungkin sebentar lagi dia akan siap"
Baby melenggang masuk ke dalam rumahnya dan melihat meja makan yang harusnya berada di ruang tamu malah berada di ruang keluarga. Sebenarnya apa yang dipikirkan Marvel hingga mempunyai ide seperti ini.
Marvel menarikkan kursi untuk Baby. "Mari Nona, Tuan Marvel berpesan pada saya untuk memperlakukan Nona dengan baik. Saya harap Nona tidak risih dengan perlakuan saya" Marvel masih asyik dengan akting konyolnya itu.
Baby mendaratkan bok*ngnya di kursi. Kemudian ia menatap meja makanan yang sudah dipenuhi dengan berbagai macam makanan. "Saya permisi dulu Nona, saya harus memanggil tuan Marvel kesini"
"Baiklah, cepat panggil abang saya. Jangan biarkan orang yang menyiapkan acara malah kabur" Marvel memang penuh kejutan, tidak ada angin atau badai tiba tiba ia menyiapkan semua ini. Habis itu pakai acara konyol konyolan lagi.
Baby membayangkan seandainya Leon yang memperlakukannya seperti itu, apa hatinya akan baik baik saja atau masih tetap sama. Baby menumpu wajahnya pada kedua tangannya dan mulai membayangkannya.
[..]
"Baby sayang, ayo kita makan malam bersama. Hari ini aku memasak semua makanan kesukaanmu. Lihatlah, ada udang, ayam, sayur, susu dan spageti kesukaanmu. Dan aku juga menyiapkan berbagai macam buah buahan yang masih segar untuk kamu."
Baby menatapnya dengan takjub sekaligus terharu. Leon benar benar melakukan semuanya hanya untuk membuatnya bahagia. "Kamu sungguh menyiapkan ini sendiri?"
Leon mengangguk, ia mengambil kedua tangan Baby dan mengecup punggung tangannya dengan romantis. Baby sampai meleleh dibuatnya.
"Aku mencintai kamu Baby"
"Aku juga mencintai kamu Leon"
[..]
Marvel melambaikan tangan di depan wajah Baby. Sedari tadi adiknya itu terus menyebut nama Leon. Apa sebenarnya yang dipikirkan Bany tentang Leon. "Dek...Dek..."
"Iya Leon" jawab Baby.
Marvel menggelengkan kepalanya, sepertinya otak Baby sedikit bergeser dari tempatnya sampai memanggilnya dengan nama Leon. "Dek sadar, ini abang bukan Leon" Marvel mengguncang tubuh Baby dengan pelan. Hingga berhasil membuat khayalan Baby hancur.
"Abang..eh abang. Kenapa manggil Baby?" Tanya Baby dengan wajah tak berdosanya. "Kamu kenapa terus nyebut nama Leon dari tadi. Apa kamu sedang memikirkan dia?" Selidik Marvel.
"Memang tadi aku bilang apa? Perasaan Baby cuma diam aja deh"
Baby benar benar tidak sadar kalau sejak tadi Baby membayangkan Leon. Itu di luar dugaannya. Marvel hanya menghela nafasnya lalu duduk di hadapan Baby. "Sudah tidak usah dipikirkan lagi, ayo makan. Abang sudah menyiapkan semua ini dari tadi"
Baby mengangguk lalu mereka berdua mulai menikmati makannya. Di tengah tengan acara makan mereka Baby tiba tiba bertanya sesuatu pada Marvel. "Kapan abang mau ngenalin pacar abang ke baby?:
Pertanyaan Baby membuat Marvel tersedak, Marvel segera mengambil gelasnya dan meminum air di dalamnya sampai habis. "Maksud kamu gimana?"
"Baby mau ketemu sama pacar abang, jadi kapan abang mau ngenalinnya. Atau abang mau nyembunyiin terus dari Baby" Marvel menatap Baby. "Lalu bagaimana dengan perasaan kamu jika abang membawa pacar abang ke hadapanmu? Kamu pasti terluka."
Baby tertawa dengan keras karena perkataan Marvel. "Baby tidak apa apa kok, perasaan itu sedikit demi sedikit mulai menghilang. Baby sudah tak berharap lagi dengan abang. Jadi sekarang abang bebas mau pacaran sama cewek siapapun itu. Asalkan baik dan sopan Baby setuju aja"
"Kamu serius? Gak bohong kan. Gimana caranya kamu move on secepat itu" Baby tersenyum tipis. "Dengan cara berusaha untuk tidak peduli, itu lah cara Baby mulai move on dari abang. Mungkin selama ini Baby salah mengartikan cinta, Baby hanya merasa kagum aja dengan Bang Marvel bukan cinta"
Baby menertawai dirinya sendiri, dirinya sungguh lucu. Ia menganggap mencintai seseorang selama 13 tahun tapi nyatanya ia hanya sekedar kagum saja. Intinya, Baby salah mengartikan perasaannya.
Baby hanya orang tertentu aja 🙂
Jangan lupa mampir di novel ku juga ya~ Judulnya cinta kedua
Terimakasih🤗
KRNA ORNG NYA TLAH MENDAHULUI KITA...
TAMAT