Perjodohan mempertemukan mereka, menyatukan keduanya yang berbeda satu sama lain dan kebobrokan Naya membuat semuanya lebih cepat dari yang seharusnya. Kenakalannya membuat sang ayah sakit kepala dan menyerah pada putrinya, kemudian menyerahkannya kepada Marcel sosok pria yang cukup sempurna untuk lanjut mendidik Naya.
"Naya belajar dengan baik, besok ada kuis di mata kuliah, Saya!"
"Iya, Mas!"
"Tapi jangan terlalu begadang, nanti Kamu bisa sakit!"
"Iya, Mas ...."
"Jangan terlalu banyak makan makanan manis. Ingat Kamu sudah manis dan yang terlalu manis bisa membuat gigimu sakit!"
"Iya, Mas."
"Besok setelah mata kuliah terakhir, langsung pulang ke rumah dan berhenti keluyuran!"
Iya dan iya mas, selalu menjadi jawaban Naya. Hampir tidak pernah melawan perkataan suaminya, tapi apa? Sayangnya Dia juga hampir tidak pernah mematuhinya. Kata iya yang keluar dari bibirnya seolah tak berarti apa-apa dan Marcel cukup pusing dibuatnya.
Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya?
Simak selengkapnya hanya ada di My Perfect Husband oleh Saiyaarasaiyaara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 23
○○○
"Akun instagram.. " Tanya Gea lagi sedang Alisyah menanti jawaban Deva dengan berbinar.
"AzkaDarmawan24." Jawab Rizky.
"Kok kamu tahu Ky?" Tanya Deva.
"Loh gak perlu tau dari mana aku tahunya. Lebih baik sekarang mending kalian kaum wanita menyingkirlah dari hadapanku." Jengah Rizky mulai malas mendengar ucapan para mahasiswa prempuan yang antusias sekali bertanya soal Pria tampan padanya.
"Ponselmu dululah Ky." Deva mengulurkan tangannya bersiap menerima ponsel Risky.
"Buat apa lagi sih?" Tanya Risky heran dan kesal.
"Buat ngeliat pak Azka di Instagram dong! Aku gak punya paket data?" Ungkap Deva.
"Ponselku tidak punya kuota data jadi tidak bisa menggunakan instagram. Carilah yang yang lain atau tuh siNana baru datang kayaknya dia punya banyak." Ucap Risky dan para kaum mahasiswi tadinya yang mengerumuninya pun berbubaran menghampiri Nana.
Nana yang baru saja datang menatap heran pada teman-temannya. Ada yang aneh, libstiknya belepotan atau karena mata bengkaknya. Ya pasti karena hal itu.
Nana merogoh sakunya untuk mengecek apakah suaminya sudah menghubunginya atau tidak. Namun, belum juga dia membuka ponsel lebih dulu direbut oleh Alisyah.
"Heii, gadis pembolos situkang nitip absen, apa-apaan kamu!!" Omel Nana kesal tak terima ponselnya direbut begitu saja.
"Gantengnya suamiku batin Nana" Goda Alisyah kala melihat wallpaper ponsel Nana adalah photo Marsel.
"Apaan sih Alisyah, itu tidak ada hubungannya denganmu kembalikan sekarang!!" Nana mencoba meraih dan merebut ponselnya kembali.
"Ceweciwi, lihatlah.. Nana ternyata selama ini mengumandangkan permusuhan pada Pak Marcel diam-diam telah jatuh love." Alisyah mengangkat tinggi ponsel Nana seraya menjauhkannya dari Nana dan memperlihatkan foto wallpaper-nya dihadapan teman-temannya.
Hal itu membuat Nana malu merona. Sialan, kedoknya kebongkar.
"Balikin nggak!!" Geram Nana.
"Iya bentaran Naa, ada yang mau kami liat, tenang bukan laki lohh kok. Iya kan gays." Ucap Alisyah yang diangguki antusias oleh Deva dan Gea. Nana menyerah dan membiarkan ponselnya diotak-atik oleh Alisyah.
"Polanya apa sih, udah salah tiga kali nih?" Tanya Alisyah kebingungan.
"Sini, biar aku buka." Jawab Nana.
"Nih tapi loh kasih pinjamin ke aku sebentar ya." Alisyah menyerahkan ponsel Nana ragu.
"Iya iya ini.." Jawab Nana menyerahkan hapenya yang sudah ia buka polanya.
"Namanya paan tadi Vaa, aku lupa." Tanya Alisyah mengerutkan keningnya membuat Nana heran
"Apaan tadi Rizky?" Tanya Deva.
"AzkaDarmawan24, beberapa kata aja lupa." Ejek Rizky dengan ketus.
Nana yang mendengarnya semakin heran karnanya. Apa hubungannya Azka Darmawan dengan ponselnya. Nana ikutan memperhatikan Alisyah yang memainkan ponselnya.
"Wah kampret buka Instagram diponselku.." Protes Nana tak diperdulikan Alisyah sedangkan Deva dan Gea yang ikut sibuk melihat hal yang Alisyah telusuri, menghalau Nana untuk mengambil kembali ponselnya.
"Wah gantengnya . . . Syah." Ucap Deva kagum dan Alisyah mengiyakan ucapan Deva.
"Apaan sih yang loh liat?" Tanya Nana merampas ponselnya dan melihatnya.
"Ini siapa Sya, Vaa..?" Tanya Nana Sambil menunjuk sebuah photo seseorang di strory pencarian Akun ig-nya adalah AzkaDarmawan24.
"Ekhhmmm.. " Deheman seseorang menyadarkan Nana, Deva, Alisyah dan Gea yang sedang fokus menatap photo Dosen mereka di instagram yang akan menggatikan Marcel tiga minggu kedepan.
"Bisa duduknya diperbaiki, supaya perkuliahannya dapat kita mulai segera." Ucap seseorang yang melihat Nana, Deva, Alisyah dan Gea duduk tidak beraturan alias duduk terlalu berdekatan. Dan seseorang itu adalah Dosen pengganti Marcel, yakni Azka Darmawan. Photo seseorang yang mereka lihat di instagram.
Perhatian meraka sontak teralihkan oleh rasa kaget dan mereka kompak melihat ke arah orang yang barusan berbicara dan ternyata orang itu dosen mereka sendiri.
"Lebih ganteng aslinya," ceplos Deva terpesona tanpa sadar.
Mereka pun mulai merapikan tempat duduknya seraya sesekali menatap kearah Azka dengan kagum.
Kelas ternyata telah penuh. Semua mahasiswa nampaknya sudah datang.
Sementara itu sang dosen Azka melihat keadaan yang sudah tenang dan para mahasiswanya sudah duduk dengan rapi. Dia pun bersiap memulai perkuliahan diawalinya dengan memperkenalkan dirinya lalu di akhir kalimat perkenalannya dia berucap. "Apa ada pertanyaan?"
"Udah punya pasangan atau masih jomblo nungguin aku lulus?"
"Umur Pak, berapa sih kayaknya masih muda ya.."
"Bapak kok bisa ganteng bangat?
"Mau nggak jadi mantu Mama Papaku Pak?"
Azka memijat pelipisnya sebab tiba-tiba saja kepalanya diserang pusing mendengar pertanyaan mengerikan dari para mahasiswinya. Beda lagi dengan mahasiswanya yang menatapnya tak suka mengeluarkan aura permusuhan.
Mentang-mentang ganteng seenaknya saja merebut perhatian.
"Maaf untuk pertanyaan kalian yang itu terlalu privasi saya tidak bisa jawab. Jadi bisakah kita mulai perkuliahan pagi ini?"
Tapi bukannya disetujui mahasiswinya malah menyerang kembali dengan pertanyaan, "udah tunangan gak Pak?!"
"Lagi pacaran atau gima.. Atau apa udah punya PDKT?" Timpal Alisya Antusias diikuti pertanyaan-pertanyaan mahasiswi lainnya yang tidak kalah antusias.
"Udah ada tambatan hati gak Pak? ."
"Tipe bapak kayak apa sih?"
"Bapak nikahnya maunya kapan?"
"Pak, sama saya mau gak? "
"Bapak ganteng deh!"
"Pak kapan aku dihalalin?"
Dari banyaknya rentetan pertanyaan mahasiswinya Azka yang jegah menjawab. "Ok, sepertinya materi kita hari ini sebaiknya kita mulai." Tegasnya tanpa memperdulikan pertanyaan mahasiswinya yang belum ia jawab.
"Tapi Pak pertanyaan kami belum bapak jawab.." Protes Alisya merasa di abaikan.
"Yang masih mengobrol sebaiknya dihentikan, itu yang lagi tidur tolong di bangunkan." Perintah Azka dengan mengabaikan pertanyaan dari Alisyah.
Kemudian Azka pun memulai mengabsen satu persatu mahasiswanya.
"Suer Naa, itu cowok ganteng tapi songong.. Tadi katanya ada pertanyaan eh, pas ditanya, dianya malah ngomong bisa kita mulai pekuliahannya. Sialan bangat kan.." gerutu Alisyah dengan jengkel meluapkan kekesalannya..
"Truss hubungannya sama aku, apa coba?" jawab Nana ketus.
"******* loh Na.. " umpat Alisyah kelepasan.
"Apa??" Tanya Nana.
"Obat sakit kepala Nana, pusing kepalaku ngomong sama kamu," elak Alisyah
"Alisyah Putri Prayudha." Ucap Azka dari depan menatap tajam menghunus hingga terasa ketulang kearah Alisyah.
"Hadirr pak.. " Jawab Alisyah spontan mendengar namanya di sebut.
"KELUAR!!" Perintah Azka dengan suara naik dua oktaf.
"What.. " jwawab Alisya kaget tiba-tiba disuruh keluar. Baru kali ini dirinya diusir dari kelas setelah sebelumnya dia sendirilah yang gak mau masuk atau sering absen.
Soal kehadirannya dimata kuliah apapun jangan terkejut, Alisyah selalu dalam mode aman karena dia tidak pernah lupa nitip Absen. Pengecualian di mata kuliah dosen kiler yang kalau ngabsen sebut nama satu satu, kalau itu Alisyah selalu hadir.
Alisyah gak habis pikir siganteng ini rupanya selain ngeselin galak juga. Sempat berniat dirinya bakalan sering kekampus, tapi kalau udah di usir gini, lebih enak tidur di kos.
"Apalagi yang kamu tunggu. Kamu dan yang disampingmu keluar!" Geram Azka mengusir Alisya dan orang yang disampingnya yang ternyata Nana.
"Kok saya ikut Pak!" Protes Nana tidak terima.
"Keluar!"
○○○
TO BE CONTINUED
Ditunggu like dan komentar ya beib..
Info lengkapnya
Facebook : Saiyaara saiyaara
Instagram : Saiyaarasaiyaara
Noveltoon : Saiyaarasaiyaara
bingung .bknnya Marcel LG keluar kota? ko tiba2 udah nongol aja kapan baliknya
Kurangnya komunikasi antara pasangan dan gak jujur dgn perasaan sendiri ke pasangan,Bisa bikin hubungan tambah panas dan akhirnya pertengkaran..