NovelToon NovelToon
KEY

KEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:364
Nilai: 5
Nama Author: DAN DM

AKU ADALAH KEY.
AKU HIDUP BERSAMA TUKANG KAYU DARI PENJAG KUIL

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DAN DM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

efek samping prisai

Matahari sudah mulai terbenam, langit berwarna jingga kemerahan. Suasana di dalam gubuk terasa hangat dan penuh tawa. Prizeyl sudah puas berkeliling, melihat keajaiban, minum teh, dan mendengarkan cerita-cerita aneh dari Deon dan Genpo.

"Wah... sudah sore sekali ya," Prizeyl menguap kecil sambil membetulkan letak topinya. Rasanya tubuhnya terasa sangat segar dan rileks, seolah beban berat di pundaknya hilang entah ke mana.

"Terima kasih banyak ya Deon, Kakek Genpo. Hari ini hari yang sangat... menyenangkan," ucapnya tulus dengan senyum manis.

"Mau pulang sekarang Nona? Hati-hati di jalan ya," sapa Genpo ramah.

"Iya Kek. Sudah cukup lama aku di sini. Nanti Vorn nyariin lagi kalau aku pulang malam."

 

Deon mengantar Prizeyl sampai ke batas luar area halaman, tepat di dekat pohon Beringin besar tempat mereka bertemu tadi.

"Sampai di sini saja ya," kata Deon sambil tersenyum. "Nona bisa jalan sendiri kan dari sini?"

Prizeyl mengangguk antusias. "Bisa dong! Aku kan putri kesatria! Jalanan hutan begini mah biasa aja."

Mereka berdua saling melambaikan tangan.

"Hati-hati ya! Jangan lupa janjinya!" teriak Deon.

"Janji apa ya? Hahaha lupa! Tapi tenang saja! Sampai jumpa lagi ya Deon!"

Prizeyl pun berbalik badan dan mulai melangkah menjauh, menyusuri jalan setapak yang menuju ke arah kota.

 

Saat kaki Prizeyl melangkah menjauh, melewati garis batas tak terlihat dari lapisan perlindungan Kuil Beringin...

ZAP!

Sesuatu terjadi di dalam otak Prizeyl.

Bukan rasa sakit, tapi sensasi seperti ada angin sepoi-sepoi yang menyapu bersih papan tulis di kepalanya.

 

Hah... rasanya enak sekali napas ini.

Aku terus berjalan, tapi perlahan... pandanganku mulai berubah.

Aku menoleh ke belakang, ingin melambaikan tangan terakhir kali ke arah rumah Deon.

Tapi...

Apa yang kulihat?

Bukan Kuil Megah yang bersinar. Bukan tumpukan batu hijau raksasa. Bukan lorong indah dan aula megah.

Yang terlihat di mataku sekarang hanyalah... sebuah gubuk kayu yang bersih, rapi, dan cukup besar.

Gubuk itu terlihat sangat nyaman, catnya bagus, atapnya kokoh, dan halamannya bersih. Itu saja.

Aku mengerjap-ngerjap bingung.

"Hah? Aneh... tadi kan rasanya ada bangunan besar di belakang ya?" gumamku pelan.

Aku mencoba mengingat-ingat.

Aku masuk ke dalam... aku melihat sesuatu yang sangat indah... aku melihat batu-batu hijau... aku melihat dinding yang bersinar...

Tapi semakin dipikir, bayangan itu semakin kabur. Seperti mimpi indah yang baru saja hilang saat bangun tidur. Bentuknya samar, warnanya hilang, dan detailnya lenyap.

Yang tersisa jelas dan utuh di ingatanku hanyalah:

1. Deon – Anak muda yang jenius, baik, dan penyelamatku.

2. Kakek Genpo – Kakek yang lucu dan pandai masak.

3. Gubuk mereka yang bagus dan nyaman.

Itu saja.

Semua hal tentang keajaiban, tentang kuil yang bangkit, tentang pedang terbang, dan tentang gunung zamrud... semuanya terkunci rapat di alam bawah sadar, terhapus oleh sistem perlindungan otomatis.

"Ah, mungkin aku cuma capek dan kepanasan tadi," pikirku sambil tersenyum sendiri. "Yang penting aku dapat teman baik. Deon dan Kakeknya orang baik sekali. Rumah mereka juga enak dan bikin betah."

Aku melanjutkan perjalanan dengan hati ringan dan bahagia, membawa perasaan hangat tanpa tahu alasan sebenarnya.

 

Dari kejauhan, Deon dan Genpo menyaksikan sosok Prizeyl yang semakin menjauh.

"Sudah hilang dari pandangan Nak," kata Genpo pelan. "Memori dia aman ya?"

Deon mengangguk yakin, tersenyum bangga dengan sistem yang ia aktifkan.

"Aman 100% Kek. Perisai itu tidak cuma melindungi fisik, tapi juga melindungi rahasia lewat pikiran.

- Dia akan ingat wajah kita, ingat kita jual batu, dan ingat kita teman baik.

- Tapi detail tentang kehebatan kuil, ukuran batu, dan keajaiban di dalam... itu semua bakal terkunci rapat. Dia bakal ingat itu cuma sebagai 'perasaan enak' atau 'mimpi indah' saja."

Genpo menghela napas lega, lalu menepuk punggung cucunya.

"Bagus... bagus sekali. Jadi kita bisa berteman sama orang kota, berbuat baik, tapi tetap aman dan nggak perlu takut rahasia kebongkar."

"Betul Kek. Win-win solution kan?"

"Hahaha! Ayo masuk Nak! Habis magrib kita makan malam! Perut Kakek sudah keroncongan!"

 

Malam pun tiba. Di dalam kompleks yang tersembunyi dan aman itu, kehidupan terus berjalan indah. Tersenyum damai, menjaga rahasia, dan siap menyambut hari esok yang penuh kejutan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!