Delina Azzahra Gustia, gadis 21 tahun yang paling anti dengan yang namanya duda, harus menghadapi kenyataan pahit... ancaman dari ayahnya.
"Kalau kamu masih bangun siang terus, Bapak nikahkan kamu sama duda!"
Ancaman itu selalu ia anggap angin lalu.
Sampai suatu hari... semuanya berubah.
Sebuah kejadian konyol yang tak pernah ia bayangkan-kepeleset, lalu jatuh tepat di atas seorang pria asing-membuat hidupnya jungkir balik.
Lebih parahnya lagi, warga memergoki mereka dalam posisi yang... tak bisa dijelaskan.
Pria itu adalah Muhammad Agam Alfariz. Seorang gus berusia 30 tahun.
Dan sialnya... dia adalah tipe pria yang paling Delina benci. Namun karena fitnah yang terlanjur melebar, satu keputusan harus diambil.
Menikah...
Dalam semalam, Delina yang anti duda... justru sah menjadi istri seorang gus mantan duda.
Hidupnya yang dulu bebas, kini berubah total.
ig: adelgustian_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
" Dimana, Delina?" Tanya Mak Nurlela menyusul menantunya kedalam.
" Duduk dulu Mak, Delina masih dikamar. " Ucap Agam. .
" Oalah, ini mamak bawa kedapur dulu ya? Dimana dapurnya?" Tanya Mak Nurlela membawa dua plastik hitam besar.
" Gak perlu Mak, repot-repot banget." Ucap Agam akan menerimanya.
" Jangan, kasih tahu aja daprnya dimana." Tanya Mak Nurlela menepis tangan menantunya itu.
" Itu Mak, lurus aja nanti belok kanan. Saya keatas dulu, mau panggil Delina. " Pamit Agam.
" Oh, iya-iya. Silahkan, jangan lupa mandi junubnya yaa..." Sambung Pak Roslan saat menantunya sudah agak menjauh.
Agam hanya tersenyum malu menatap mertuanya, ia langsung ngibrit kdalam kamar.
" Bapak ini! Bikin malu aja, kesian menantu kita." Ucap Mak Nurlela menabok suaminya itu.
" Sakit Mak, gakpapa sesekali. Godain pengantin baru, lucu juga ya Mak. " Ucap Pak Roslan tetawa pelan.
" Padaha, dulu kita gitu juga Pak." ucap Mak Nurlela.
" Hahaha... Iya, sekarang Turun ke anak-anak kita.. " balas Pak roslan.
----
KLEK...
" Siapa yang datang Om? Kok lama banget?" Tanya Delina wanita itu sudah siap dengan pakaiannya ia sedang berdandan didpan kaca mengoles fondation di lehernya.
" Mak sama Bapak Dek, sana temuin dulu." Ucap Agam melihat istrinya didepan meja rias.
" Tumben kamu pakai baju panjang?" Tanya Agam baru sdar pakaian lengan panjang knirt dan celana kaos.
" INi gara-gara Om ya! Gak beingat, kasih kissmark ke aku." Gerutu Delina menuding suaminya itu.
" Hehehe, wajarlah. Dek, Mas. Sudah lama gak buka puasa." Jawab Agam tanpa dosa.
" Tapi gak membabi buta juga kali Mas, aku yang megap-megap. " kesal Delina.
" Mas minta maaf ya dek, Mas gak akan kayak gitu lagi deh.Mas janji." Ucap Agam sembari melangkah kedalam kamar mandi.
BLAM....
" Siapa juga yang mau ngasih situ jatah lagi, cukup sekali ini aja!! Aku gak mau lagi. Bisa mati aku ditangan nya." Gumam Delina bergidik ngeri mengngat semalam.
" Gak dulu, apem ku terlalu cantik jika harus dimasukan terong lagi. Cukup semalam aja, sisanya suruh dia shake sendiri aja." Sambung Delina.
---
" Lama banget, anak mu ngapain didalam Toh Pak?" Tanya Mak Nurlela.
" Mana Bapak tahu, datangin aja."
" Malu lah Pak, gak sopan banget. "
" Kita tunggu aja." Ucap Pak Roslan.
Terdengar suara Delina dari kejauhan memanggil keduanya.
" Mak! Pak! " Panggil Delina memeluk orang tuanya dan menyalaminya.
" Masya allah, anak Bapak sudah tobat." Ucap Pak Roslan melihat tamplan anaknya.
Biasanya Delina memakai pakaian sek
" Ah, bisa aja Bapak ini." Jawab Delina cengengesan.
" Ini karna banyak kissmark nya aja Pak, jadi ktutup." Batin Delina.
Kalau tidak orang pun, ia akan tetap memakai pakaian tebuka.
" Mana suamimu?" Tanya Pak roslan.
" Lagi mandi, tumbenan pagi kesini?" Tanya Delina tanpa rasa berdosa.
" Tumben kamu bilang?! Dasar anak durhaka! Bukannya dijenguk setelah habis nikah malah biasa aja." Ketus Mak Nurlela.
" Hehehe...bukan gitu Mak, rencana nya aku sama O-Maksdnya, Mas Agam mau nginep dirumah Mak sama Bapak, tapi keburu kalian kesini." Jelas Dleina.
" Heleh, bohong banget."
" Benran Mak,tanyain aja Mas Agam." Ucap Delina.
" Mak sama Bapak sudah sarapan." Anya Delina lagi.
" Sudah, kamu sudah sarapan belum?" Tanya Pak Roslan.
"Hehehe,belum Pak..." Jawab Delina cengengesan.
" Kamu itu, sudah nikah maish aja bangun siang! dari awal nikah kamu memang bangun siang teus iyaAgam?" Tanya Mak Nurlela menoleh ke menantunya itu.
" Gak kok Mak, baru kali ini aja aku bangun siang. Kbetulan Mas Agam libur kerja, besok Weekend. "Bela Delina.
" Iya,Mak. Baru hari ini Delina bangun siang." Jawab Agam duduk disamping istrinya.
" ya sudah, kita buat sarapan aja dulu." Ucap Mak Nurlela.
Keduanya kedapur bersama, menyisakan Pak Roslan dan Agam keduanya mengobrol. .
DI DAPUR
" Kamu gak mau kasih tau Mamak? " Tanya mak Nurlela sambil mengupasi bawang bombay.
" Kasih tahu apa Mak?" Tanya Delina heran ia asik memotong-motong daging ayam dan memarinasinya.
" Katanya Aldo kamu hamil. " Ucap Mak Nurlela melirik anakanya sekilas.
" Bohong itu Mak. "
" Berarti kamu gak hamil Lin?"
"Bellum lah Mak, Ado itu salah paham. Mentang-mentng aku suka makan mangga muda dkata buntng."
" Lah si aldo, dasar bocah gendeng. "
" Jadi gimana Mak beitanya? Mereka pada percaya lagi."
" Kamu buktikan dong, kalau hamil."
" Dibilang belum hamil loh mak! "
" Suruh Agam Pos ronda tiap malem .biar kamu cepet tekdungnya."
" Ish, Mamak ini...." Wajah Delina tampak memerah jika harus diingatkan hal gituan.
" Gak bakal mau lagi aku Mak, sakit banget. Ini aja masih kerasa nyut-nyutan nya. " Batin Delina beteriak kencang.
" Katanya, bulan depan kalian pndah ya?" Tanya Mak Nurlela.
" Pindah kemana lagi?" tanya Delina heran perasaan dirinya tidak ada bilang apa-apa kok tiba-tiba pindah rumah.
" Loh, belum idkasih tahu suami mu tah?" Tanya Mak Nurlela.
" Apaan Mak?" tanya Delina lagi.
" Katanya istri saudara Agam, mau melahirkan bulan depan. Jadi sekalian pindah kesana kata agam, apalagi kerjaan nya yang disni sebulan lagi selesai."
" Kok Mas Agam gak kasih tau aku? Kenapa kasih tahu Mamak duluan?" Tanya Delina kecewa tentu saja. Padhaal kan dia istrinya sharusnya ia lebih tahu.
" Mamak juga tahu dari bapak mu."
" Kapan dia biangnya ma?" Tanya Delina.
" Pas kalian nikah nginep malam nya dirumah, suami mu bilang ke bapak gitu. Mungkin kontraknya gak diprepanjang makanya mau pindah."
" Padahal aku sma dia baru aja beli barang-barang." Ucap Delina.
" Mungkin gak akn dijual kali LIn, sayang banget kalau dijual mending disewakan aja." Usul Mak Nurlela.
" TErserah Mas Agam aja Mak, ini kan rumah hak nya dia. " Ucap Delina.
Mereka makan siang bersama, bagi Delina sarapan pagi dan makan siang langsung keduanya.
...➰➰➰➰...
MALAM HARI....
Bunyi ponsel berdering tiada henti, membangunkan Delina yang memang tepat disamping ponsel yang berbunyi.
" Siapa, tengah malam telepon?" Gerutu Delina ia meraba-raba nakas samping tempat tidur.
Ternya bukan ponselnya.
" Umi? Tumbenan telepon tengah malam." Gumam Delina menyipitkan mtanya melihat layar ponsel millik Agam.
Delina mengangkatnya." Halo, assalamualaikum Umi ada apa? " Tanya Delina dengan suara seraknya khas bangun tidur.
" Waalaikumsallam, maaf menganggu tidurnya. Besok subuh kalian bisa kemari gak?"
" Aku gak tahu, Mak. Nanti kutanya Mas Agam, tapi kenapa Mak? Semua baik-baik aja kan idisana?" Tanya Delina ia sempat melirik Agam yang masih tertidur pulas.
" Istri Azzam, lagi dibawa kerumah sakit." Ucap Umi akhirnya.
" AStagfirullah, mau lahiran Mi? "
" Iya, makanya Umi tanya. Kalau memang gak bisa gakpapa."
" Kayaknya bisa Mi, bentar kubangunin dulu Mas Agam. "
" Mas, mas... Bangun dulu. " Bisik Delina menepuk-nepuk pipi suaminya itu.
" Enggh... Kenapa lin? Perutmu sakit lagii?" Tanya Agam ia menoleh kearah Delina dengan mata yang menyipiit.
" Bukan, Umi telepon. Bisaa gak besok kita ke kota, istri Kak Azzam melahrkan. " Beriitahu Delina.
" Hah? Umi melahirkan sejak kapan Umi Hamil?" Pekik Agam matanya langsung seger ia menatap Delina yang juga menatapnya cengo.
" Bukan... Mas, istri Azzam mau lahiran! " Kali ini suara dari speaker yang Delina nyaringkan.
Agam langsung melirik ke ponsel ditangan Delina, lelaki itu hanya nyengir pelan.
" Ini aku sama Delina kesana gitu kah Mak?"
" Iya, tapi besok setelah sholaat subuh aja bisakan? "
" Bisa, Mak. Aku juga sudah libur, mulai besok."
" Alhamdulillah, kalau bisa. Kalau sudah sampai kota, pulang dulu kerumah Umi sama abah bawakan barang-barang buat nginep dirumah sakit."
" Tapi semua baik-baik aja kan Mi? Istri Azzam gak ada masalah apapun kan?"
" Syifa masuk ruangan tindakan, dia pendarahan. Jadwal kelahiran nya seharusnya belum."
" Astagfirullah, banyak-banyak berdoa aja kita Mi. Besok aku sma Delina akan kesana."
" Iya, sudha dulu ya Nak. Maaf mengganggu tidur kalian. "
" Gakpapa umi, ini kan urgent jadi harus saling membantu.
" Ya, sudah. Assalamualaikum, lanjutkan tidur kalian."
" Waalakumsallam, Umi juga titip salam buat semuanya. "
TUT....
Agam melirik jam sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi. Kurang dari 2 jam adzan subuhan.
" Mas mau Sholat Tahajud dulu, kamu lanjut tidur aja Dek." Ucap Agam beranjak dari kasur.
" Nanti aja mas, aku mau prepare sisa-sisa barang yang belum di packing aja. " Ucap Delina.
2 minggu sebelum pindahan keduanya memang sudah persiapan barang-barang pribadi mereka untuk tingga dikota, alias menetap disana. Memang belum semuanya, karena tersisa 1 minggu lagi sampai Syifa lahiran eh ternyata diluar rencana.
Keduannya sibuk dengan aktivitas masing-masing, sampai adzan subuh berkumandang keduanya sholat berjamaah dan bersiap-siap.