☞☞☞Memiliki suami karena sebuah perjodohan tidaklah mudah. Terlebih suamiku tidak mencintaiku dan masih mencintai mantannya.
Menjalin hubungan terpaksa dengan orang yang asing bagiku, membuatku ingin hampir menyerah.
Terlebih ia adalah laki-laki pertama bagiku. Karena sebelumnya aku tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang laki-laki.
✏🌷💃Ini merupakan novel keduaku. Semoga kalian suka. Terus dukung karyaku dengan like komen dan votenya ya. Mengandung unsur dewasa jadi mohon bijak dalam berkomentar🤗💃*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nieyha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENYAMBUT KEDATANGAN KELUARGA TUAN JEREMY
Please, like komen dan votenya buat author ya semoga kita selalu sukses dalam berkarya 🤗🤗🤗🤗
*********
Lia terdiam. Ia masih kesal dengan ucapan Kevin barusan.
"Kak, nggak gitu juga maksudnya. Tapi senggaknya Kakak mencoba dekat dulu dengannya. Siapa tahu sifat aslinya tidak seperti itu", Kevin menjelaskan maksud dirinya menyuruh Kakaknya dengan Leon.
"Sudah jelas orangnya menyebalkan seperti itu Vin. Apanya yang mesti Kakak ketahui lagi? Sudahlah Vin. Jangan berpikir terlalu jauh dulu seperti Mama yang hanya membuat Kakakmu ini pusing", Lia menarik tangan Kevin mengajaknya berlari lagi.
"O ya Kak, apakah Kakak nanti akan pulang ke apartemen setelah pertemuan keluarga kita dengan keluarga Tuan Jeremy?", Kevin sebenarnya tidak rela Kakaknya tinggal di apartemen karena ia merasa kesepian di rumah.
"Ia Vin, Kakak banyak pekerjaan. Lagian jarak apartemen ke butik lebih dekat jadi mempermudah Kakak dalam bekerja".
"Ya sudah kalau itu memang pilihan Kakak. Tapi Kakak harus pulang tiap seminggu sekali ya", pintanya seperti anak kecil.
"Kalau Kakak tidak pulang, bukankah kamu juga bisa ke apartemen Kakak?", Lia berlari lebih dulu meninggalkan Kevin. Ia kadang heran kenapa adiknya ini terkadang masih seperti anak kecil yang ingin selalu di dampingi dan dilindungi.
"Tunggu Kak", Kevin mengejar Lia.
"Kita putar balik saja ke arah rumah. Kasian Mama kerepotan nggak ada yang bantuin".
"Kan sudah ada bi Marni yang bantuin Kak", Kevin yang belum puas cuci mata di taman.
"Kakak sudah janji Vin. Ayo pulang. Atau kamu mau kencan dengan cewekmu?", Lia lagi-lagi meninggalkannya.
"Mana ada cewek Kak. Cewek yang aku suka tetap Amanda", ucap Kevin setelah berhasil menyusul Lia kembali.
"Kasihan sekali kamu Vin. Cintamu tak terbalaskan", Lia berlari sambil menertawakan adiknya.
"Terus saja meledekku", Kevin terlihat kesal.
"Ma, kita pulang", ucap Lia yang sudah sampai didepan rumah sambil melepaskan sepatunya.
"Ayo cepat bersihkan badanmu terus bantu Mama sayang. Kamu juga Vin", ucap Mama Kirana terlihat buru-buru.
"Aku bisa bantu apa Ma? Kenapa Mama seperti terburu-buru?", tanya Kevin yang melihat mamanya agak panik.
"Itu lho, Tuan Jeremy barusan kasih kabar. Kalau kesininya nanti sore tidak jadi nanti malam. Mana Papamu baru pergi ke bengkel nggak bawa ponsel lagi".
"Ya sudahlah Mama santai aja. Kenapa Mama harus panik seperti itu? Kayak nggak pernah terima tamu aja", Lia mencibir mamanya.
"Tapi ini berbeda sayang. Ini tamu agung. Tamu istimewanya Papa dan Mama", mama Kirana beralasan.
"Ya udah ayo buat kuenya. Vin, kamu bantuin Kakak ambilin bahan yang Kakak sebut aja ya", ucap Lia yang sudah menyiapkan peralatan untuk membuat kue. Sedangkan Mama Kirana dan bi Marni mulai menyiapkan bahan untuk membuat masakan.
"Papamu biasanya ke bengkel yang mana sih Vin?", tanya mama Kirana sambil mencuci sayuran.
"Ini hari minggu Ma. Kevin tidak hafal bengkel mobil mana yang buka di hari minggu. Nanti juga Papa segera pulang Ma".
"Lagian Mama minta Papa segera pulang buat apa sih Ma? Tamunya juga belum datang", Lia yang semakin heran melihat kehebohan mamanya. Dan menganggapnya terlalu berlebihan.
"Iya Mama ini lebay deh", imbuh Kevin yang juga gemas sama mamanya.
"Kalian nggak tahu sih gimana deg-degannya Mama. Calon menantu mau datang. Mama kan harus menyuguhkan yang terbaik", ucap Mama Kirana keceplosan. Sebenarnya ketika tadi Tuan Jeremy menelepon memberi kabar waktu kedatangannya menjadi sore hari, beliau juga menyampaikan niatannya untuk merencanakan perjodohan Leon dan Lia.
mending sama aku saja bang...