Alicia Sandra Hellypolter baru saja lulus SMA malah dinikah kan dengan pilihan ibu tirinya yang jahat. Alicia yang di kerap di panggil Cila yang sudah berharap agar bisa keluar dari keluarga Hellypolter malah berujung pergi ke neraka kedua bagi Cila. Padahal Cila sudah menderita di rumah nya sendiri ternyata Cila malah lebih menderita di rumah suaminya. Cila di campakkan oleh suaminya karena semua keluarga suami nya menganggapnya mandul padahal dirinya belum di sentuh oleh suaminya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbak mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAb 24
Jangan tanya lagi bahkan Mark kini belajar memakai kan baju untuk putri kesayangan nya. Kalau untuk Ethan sih... yang pasti anak itu tidak akan mau. Pasti katanya" Sorry, Ethan sudah besar" lagi pula Mark juga tidak akan mau mengingat Ethan itu adalah seorang laki-laki. Mark ingin Ethan mandiri yang memang kian Ethan sudah mandiri sendiri tanpa didik sekali pun. Yakali juga dirinya memakai kan baju kepada putranya yang seorang lelaki?
"Paman Ema senang Paman memakaikan baju sama Ema Paman" ucap Emma dengan memutar tubuh nya.
"Ema tidak pernah merasakan seperti ini Paman. Ema juga senang tadi, saat Paman mengajari Ema berenang" Ungkap Emma menceritakan betapa senang nya dirinya dengan kebersamaan nya bersama Mark dengan kata lain bahwa dirinya baru pertama kali merasakan sosok seorang ayah.
Hati Mark tercubit mendengar nya. Dirinya bersalah karena tidak ada di saat-saat mereka lahir di dunia. Bahkan dirinya pun tidak menyangka sudah mempunyai anak dua sekarang.
"Maaf sayang" Mark langsung merengkuh Emma dan Berkali-kali mencium kepala Emma.
Dengan kehadiran Mark yang mendadak membuat Emma merasa sangat dekat dengan Mark bahkan Emma ingin egois memiliki Mark sebagai Daddy nya. Perasaan itu muncul tiba-tiba saja menurut Emma.
"Apa Paman menyayangi Ema? Tapi Ema sayang sama Paman panjang" Ujar Emma lagi dengan menatap Mark dengan pandangan polosnya.
Emma hanya mengatakan apa yang ia rasakan saja, tapi sangat berdampak untuk Mark. Hati nya tergoyak yang mana dirinya tidak pernah rasakan sama sekali. Sungguh Mark tidak berbohong akan hal ini.
Anak semanis Emma telah terlahir kedunia ini hasil dari hubungan nya semalam dengan Alicia. lima tahun Emma dan Ethan tanpa sosok seorang Ayah, bahkan mereka tidak lah dekat dengan seorang lelaki dewasa, maksudnya ibu nya. Perhatian yang di berikan oleh Mark tentu membuat Emma merasakan perasaan yang begitu senang.
"Ema sayang Paman?" tanya Mark dengan membelai pipi cubby Emma dan tentu Emma langsung mengangguk kan kepalanya.
"Mulai sekarang jangan panggil Paman lagi, tapi aku Daddy"
Mata itu langsung berbinar dengan polosnya, khas seperti anak-anak yang baru mendapatkan mainan. Mata Mark bahkan memerah melihat nya. Sungguh ini pertama kali ada penyesalan yang sebesar ini dalam hidup nya. Seharusnya dirinya lebih cepat bertemu dengan kedua anaknya.
"Daddy" lirih Emma. Tentu Mark langsung memeluk tubuh kecil Emma dengan penuh kasih sayang.
"Ayo kita temui kakak mu" ajak Mark.
Emma dengan semangat nya menggandeng tangan Emma. Bukan Emma yang kecil, tapi Mark memang tinggi, sehingga Mark sedikit membungkuk kan badan nya saat menggandeng tangan Emma.
Mark tersenyum melihat keceriaan Putrinya, dalam hatinya terus berjanji akan selalu memberikan yang terbaik kepada kedua Anak nya dan tentu juga ibu nya.
Tapi di bawah Mark malah melihat asisten nya yang bernama Kaisar dan putra sulungnya sedang adu Tatap.
"Tuan!" Kaisar menyapa dengan sopan. Mungkin saja Kaisar tercengang melihat putranya. Selain Dario, ada juga asisten nya yang lain yang bernama Kaisar dan satu lagi Jim. Tapi Jim sedang ada tugas di negara sebelah yang dirinya berikan.
Mark tidak menjawab, tapi Mark menatap Kaisar seolah dengan tatapan wajahnya dirinya telah bertanya.
"Hanya informasi Tuan" Jawab Kaisar, tidak mungkin dirinya mengatakan nya di depan anak-anak yang belum dirinya ketahui siapa itu. Ingin bertanya tapi dirinya merasa segan.
"Halo Paman tampan" Ucap Emma dengan tersenyum genit melihat Kaisar. Anak itu memang tahu yang bening-bening.
Sial! mata Mark langsung melotot mendengar nya.
Kaisar langsung tersenyum mendengar panggilan itu kepada nya. Apalagi yang memanggil nya anak secantik Emma.
"Halo juga cantik..." balas Kaisar. Hah? Emma langsung tersenyum malu-malu mendengar nya.
"Aku memang cantik Paman"
Kaisar tidak tahu bahwa Mark sedang menahan emosi. Bahkan Ethan langsung menatap datar Kaisar. Rasa-rasanya Mark ingin merobek mulut Kaisar saat ini. Padahal yang memulai siapa. Apa salah nya Kaisar hanya ingin membalas ucapan dari Emma nona mudanya?
"Ke ruang kerja " Mark mempertegas ucapan nya sangat marah kepada Kaisar. Tapi dirinya sebisa mungkin menahan amarah itu karena ada kedua Anak nya disini.
Kaisar tidak berucap lagi dan langsung pergi menuruti ucapan dari Tuan nya.
"Emma!" Panggil Ethan dan Mark secara bersamaan setelah kepergian Kaisar, tetapi masih dengan berucap lembut.
Tentu Emma bingung langsung menatap Sang Daddy dan sang Kakak secara bergantian dengan mata berkedip. Sungguh gemas sekali rasanya.
"Ema sayang! jangan memuji pria manapun selain Daddy dan kakak mu" Sungguh hati Mark tadi sangat panas mendengar pujian yang di lontarkan Putrinya secara terang-terangan fi hadapan nya.
Ethan ingin mengatakan nya juga tapi sudah di wakil kan oleh Mark jadi Ethan hanya menyimak saja.
"Kenapa Daddy? Paman itu memang tampan" ucapan yang sederhana tapi mampu membangkitkan sisi neraka dalam diri Mark.
"Pokoknya tidak boleh, nanti kalau Emma memuji Paman itu, Paman akan terbang tinggi, kalau sudah terbang tinggi maka Paman itu akan jatuh lalu langsung meninggal. Emma mau Paman itu meninggal?" Mark memang harus pandai merangkai kata-kata yang bagus untuk Emma agar anak itu tidak terlalu banyak bertanya. Walaupun Emma adalah seorang Hacker tapi tetap saja Emma adalah anak kecil pada biasanya.
Emma menggelengkan kepalanya, dirinya tidak mau itu terjadi.
"Baik Daddy" Emma langsung tersenyum dan memeluk kaki Mark karena hanya itu yang bisa Emma peluk.
"Tapi Ema mau bertemu Mommy!" tanpa mau mendengar lagi jawaban dari Mark Emma langsung berlari. Sangat menggemaskan karena Emma berlari seperti pinguin. Semenggemaskan itu memang Emma.
"Kau dengar tadi?" Ucap Mark kepada putranya.
"Aku tidak tuli" jawab Ethan dengan ketus. Tentu saja dirinya sangat jelas bahwa Emma memanggil Mark dengan sebutan Daddy.
"Tidak ingin seperti Emma" kata itu Mark ingin Ethan juga memanggil dengan sebutan Daddy.
"Aku bukan Emma" Lagi-lagi Ethan memberikan jawaban ketus lalu meninggal kan Mark.
Mark mendengus sungguh Mark kini sedang bercermin dengan dirinya sendiri.