Kisah ini masih belum banyak di revisi. Masih amburadul apa adanya seperti dulu. Sudah mulai konsisten di bab. 82 ya.... semoga dapat mengambil hikmah dari kisah ini.
Seorang gadis biasa yang di temukan oleh sepasang Kakek Nenek di emperan toko ketika hujan. Yang mereka beri nama Vera Kania Putri. Telah tumbuh menjadi sosok gadis yang tangguh, baik hati, pekerja keras. Mendambakan cinta dari seorang guru magang bernama Fatih, namun harus rela kehilangan cintanya karena ditinggal untuk selama-lamanya dan ia harus menikah dengan kakak yang di cintainya bernama Rey, dan cinta mereka akan terus berlanjut ketika badai memisahkan mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhewhy M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 24
Dunia mimpi memang Indah bagi semua orang yang sedang dalam keadaan rilax. Di alam mimpi, Kania bermimpi bertemu dengan Fatih. Dalam mimpi itu, Fatih meminta Kania untuk bisa menerima Rey di dalam hidupnya, karena setiap detak jantung Fatih ada dalam diri Rey. Kania belum mengerti apa maksud mimpi itu, ia juga belum mengetahui kalau Fatih telah mendonorkan jantungnya untuk Rey.
Rasa bosan melanda Kania, ia sudah beberes rumah, masak dan bahkan menanam tanaman di depan rumah saja masih bosan. Ia berharap Rey datang secepat mungkin dan menemuinya. Cie mulai kangen Kania. Saat Kania membersihkan meja ruang tamu, tiba-tiba Rey datang dan menutup mata Kania. Ternyata Kania mengetahui bahwa itu Rey.
"Kak Rey!!" Kata Kania.
"Kok tau sih? " Tanya Rey.
"Dari parfumnya udah ketebak kali, duduk gih" Kata Kania.
"Parfum? Kita kan jarang ketemu, kok bisa mengenali aku dari parfum? " Tanya Rey.
"Lupa ya? Kita pernah tidur semalaman berama? " Kesal Kania.
"Oh iya, dan yang pegang-pegang itu juga kan?" Goda Rey.
"Kak Rey!! " Kania tiba-tiba melompat dan menutup mulut Rey.
Wajah mereka begitu dekat, detak jantung mereka pun seperti menari dengan sangat cepat. Mereka bahkan bisa saling mendengarkan detak jantung satu sama lain. Rey melepaskan tangan Kania secara perlahan dan tiba-tiba mencium bibir Kania dengan lembut. Serasa menjadi batu tubuh Kania, kaku dan tidak bisa bergerak.
"Kalau kamu nggak mau terjadi apa-apa? Cepat turun dari pangkuanku, dan segera ganti baju" Bisik Rey.
Kania pun langsung berdiri dengan wajah yang memerah.
"Bentar aku ganti baju dulu" Kata Kania berlari menuju kamarnya.
Pipi Kania memerah, ia sangat malu di ingatkan lagi tentang kemarin malam itu. Kania terus saja menyentuh bibirnya yang tadi di cium oleh Rey. Ciuman itu lebih menghangatkan saat ia di cium oleh Fatih saat itu. Ciuman itu bahkan membutanya kaku seperti batu, ingin lagi namun takut melakukannya lagi. Rey memang bisa membuat Kania nyaman berada di dekatnya.
Walaupun itu hanya wasiat dari Fatih, namun Kania sangat bahagia. Karena, yang Fatih kirimkan adalah sosok laki-laki yang baik untuk Kania. Baik apanya kalau tiba-tiba nyosor kek gitu.
🍃🍃🍃🍃
Rey mengajak Kania ke sebuah pantai yang sangat jauh dari kota. Berhubung ini terakhir kalinya Rey bertemu dengan Kania, ia ingin menghabiskan waktu bersama Kania, sebelum ia pergi bekerja di luar negri selama satu tahun.
"Kita mau kemana sih? " Tanya Kania.
"Pantai" Jawab Rey.
"Jauh banget? Mending kita ke taman kota aja" Kata Kania.
"Satu tahun kedepan kita kan nggak ketemu, kamu juga aku ajak nggak mau. Ya udah pokoknya full day kamu harus temani aku" Kata Rey.
Sampai di penginapan, Rey yang sebelumnya sudah memesan dua kamar pun di buat marah oleh resepsionis, karena mereka hanya menyisakan satu kamar saja untuk Rey.
"Apa-apaan ini? Kemaren saya udah booking dua kamar kan? Kenapa sekarang hanya tinggal satu? Saya udah bayar lho, kalian mau saya tuntut. " Kata Rey marah besar.
"Sekali lagi kami mohon maaf atas kelalaian kami Tuan, kami akan mengembalikan uang satu kamar yang telah anda pesan" Kata Maneger home stay itu.
"Ini bukan masalah uang ya? Bahkan uang segitu buat saya tidak bernilai. Tapi kalian kerja nya sudah lalai seperti ini, pasti bukan hanya sekali dua kali kan? Home stay ini akan mengalami banyak kerugian jika pengelola dan stafnya seperti ini cara kerjanya. " Kesal Rey
"Iya Pak nggak papa, kami tetap mau menggunakan kamar itu, sini kuncinya dan kami akan segera istirahat" Kata Kania berusaha menenangkan Rey.
"Kania?! " Kata Rey.
Kania mengedipkan matanya, tanda jika ia harus mengalah. Rey dan Kania pun berjalan menuju kamar yang mereka pesan. Di dudukannya Rey di sofa.
"Kania, yakin kita sekamar? Kamu nggak takut kemarin malam itu terjadi lagi? " Tanya Rey.
Kania mendekati Rey, dan menggenggam tangan Rey begitu erat. Seakan ia meyakinkan jika tidak akan terjadi apa-apa nanti malam.
"Kak, aku percaya sama Kak Rey, jika kak Rey orang yang seperti itu, kemarin malam pasti sudah terjadi sesuatu di antara kita bukan? Tenang ya, aku mau mandi dulu, setelah itu, kita cari makan dan jalan-jalan yuk? Katanya mau Full Day bareng aku" Kata Kania.
Rey hanya menggangguk, Kania faham dan mengerti, menahan nafsu itu berat, sedangkan Kania begitu mempesona di pandangan Rey. Selesai mandi, Rey mengajak Kania jalan jalan dulu ke pantai. Kania sangat senang bermain ombak, mereka sangat menikmati liburan mereka. Dari mereka makan siang, berfoto agar memiliki kenangan, bercanda ria, dan bahkan mereka beberapa kali berpelukan dan bermesraan.
lanjutt thor🆙💖💪💪💪💪