Disarannkan sebelum baca cerita ini baca dulu karya saya Gadis Miskin Kesayangan CEO ya, agar tidak gagal fokus, disana cerita Tania dan Dokter Anton bermula.....#
Anton adalah seorang Dokter Umum yang melanjutkan studinya untuk meraih gelar sebagai Dokter spesialis kejiwaan, dalam tugasnya Dokter Anton bertemu dengan seorang pasien yang bernama Dinda yang sedang mengalami depresi berat atas meninggalnya kekasih yang ia cintai dalam kecelakaan.
Lambat laut kedekatan mereka membuat Dinda menemukan kekasihnya dalam diri Dokter Anton. Tapi saat ini Anton belum bisa membuka hatinya untuk siapa pun, dihatinya masih ada Tania yang susah sekali ia lupakan.
Berjalannya Waktu Tania tiba-tiba datang setelah Anton sudah sedikit melupakannya dan ingin melanjutkan hidupnya siapakah nanti yang akan mengejar cinta Anton?? Apakah Tania atau Dinda??
Karya ini hanya sekedar hayalan Author ya 🤭 semoga kalian suka ceritanya...!!
Happy reading!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Kekesalan Alex
"Okey...aku tidak akan mengganggu kakak, tapi aku kesini karena perintah dari Papa!''
Disana Alex langung menoleh kearah adiknya kala dia menyebut nama Papanya, apa yang membuat Arka menemuinya sedikit membuatnya bertanya-tanya.
''Perintah apa yang Papa berikan untukmu!'' tanya Alex pada Arka.
''Katakan dulu siapa perempuan tadi? ini ada hubungannya dengan perintah Papa.'' Disana Alex mulai kesal dengan pertanyaan Adiknya.
''Untuk apa kamu ingin tahu?''
''Itu karena Papa akan menjodohkanmu dengan wanita pilihan Papa!''
''Apa!''
''Iya dijodohkan, apa kakak mau?''
''Kamu gila! bilang sama Papa aku tidak mau dijodohkan!'' dengan kesal Alex berucap, disana dia tidak habis fikir setelah dia di dilempar diperusahaan kecil sekarang dia juga akan di jodohkan oleh kemauan orang tuanya.
''Maka dari itu, mungkin aku bisa membantumu!''
''Apa yang bisa kamu lakukan hah!''
''Katakan apa perempuan tadi yang kakak suka? mungkin aku bisa bilang pada Papa kalau kamu sudah punya kekasih, mungkin?"
Disana Alex mulai terdiam dia mulai memikirkan tawaran adiknya, mungkin ada benarnya kalau menyuruh adiknya berbicara pada Papanya kalau dia sudah punya kekasih walaupun itu masih belum pasti, tapi dia yakin kalau Tania sebentar lagi akan jatuh di tangannya.
''Baiklah, katakan pada Papa kalau aku tidak mau di jodohkan dan aku sudah menemukan wanita yang cocok menjadi pendampingku.''
''Jadi benar perempuan cantik tadi adalah kekasihmu?''
''Ya!'' dengan terpaksa Alex berbohong pada adiknya.
''Kalau begitu kenalkan dia padaku?''
''Belum waktunya, nanti pasti aku akan mengenalkannya padamu.''
''Tapi dia mememang cantik kak, kalau kakak sudah putus dengannya kakak bisa kenalkan padaku!''
''Arka!''
'Hanya bercanda kak, ya sudah aku akan pulang Berikan alamat rumah kakak? aku ingin istirahat dirumahmu?''
Disana Alex langsung memberikan alamat rumahnya pada Arka, Arka pun langsung bergegas meninggalkan ruangan kakanya dan ingin segera pergi kerumah kakaknya. Perjalanannya kali ini lumayan jauh dari kota tempat tinggalnya.
Disana tanpa sengaja Arka melewati meja kerja milik Tania, Arka pun langsung menghentikan langkahnya. Disana juga tanpa sengaja Tania tahu kalau ada adiknya Alex yang sedang berdiri tidak jauh dari meja kerjanya.
''Bisa minta waktunya sebentar?'' tanya Arka setelah dia sampai di dekat meja kerja milik Tania.
''Silahkan! apa ada yang bisa saya bantu!'' ucap Tania ramah.
''Boleh tahu siapa nama kamu?'' Disana Tania sedikit heran dengan pertanyaan adiknya Alex.
''Kenalkan nama saya Tania.'' ucap Tania sambil mengulurkan tangannya.
''Arka!'' jawab Arka sambil membalas uluran tangan Tania.
Disana nampak kekaguman Arka saat berkenalan dengan kekasih kakaknya, seandainya Tania bukan kekasih kakaknya mungkin Tania sudah akan dia taklukkan. Secara Arka memang di kenal seorang play boy yang sering bergonta-ganti pasangan.
''Kamu cantik, pantas saja kakakku menyukaimu?'' Disana Tania nampak terkejut mendengar perkataan Arka.
"Maksud kamu?" Belum sempat Arka menjawabnya dari kejauhan Alex sudah berteriak memanggil namanya.
"Arka!" Teriakan Alex membuat karyawannya saling menoleh ke sumber suara yang ternyata dari ruangan ujung kantor yang ada disana.
"Iya kak! Ya sudah Tania aku pergi dulu. Kakakku sudah marah! Senang berkenalan denganmu!" Ucap Arka lagi sambil tersenyum manis pada Tania.
Disana Alex benar-benar kesal dengan ulah adiknya, dia tidak bisa sedikit pun melihat perempuan cantik. Padahal Alex saja dengan susah payah ingin mendapatkan cinta Tania, sampai dia melakukan hal yang seharusnya tidak pantas ia lakukan.
Kini Tania bergantian menatap Arka dan juga Alex disana, dia sangat heran melihat hubungan adik kakak di hadapannya sepertinya hubungan mereka tidak begitu dekat bahkan nampak seperti bermusuhan.
Arka pun dengan segera meninggalkan meja Tania dia sedikit takut dengan teriakan kakaknya, dia tahu sifat kakaknya kalau Alex sudah marah sangatlah menakutkan.
Alex disana segera berjalan mendekati meja Tania, dia tidak ingin Tania malah memilih adiknya ketimbang dirinya. Dia tidak mau tersaingi oleh Arka sang penakluk cinta.
''Tania apa yang sudah Arka katakan padamu?"
"Tidak ada, dia hanya berkenalan saja denganku!"
"Apa kamu menyukai Arka?"
"Apa-apaan sih kamu! Adikmu itu hanya berkenalan dan tadi dia bilang?"
"Bilang apa!" Alex sangat takut kalau adiknya mengatakan sesuatu pada Tania.
"Kenapa sih, pengen tahu ya?"
"Tania apa yang Arka bilang padamu!" Alex benar-benar sangat khawatir kalau Arka sampai berbicara macam-macam pada Tania.
"Kata Arka kamu menyukaiku?" Maaf itu kata Arka!" Ucap Tania sambil mengalihkan pandangannya kelayar kerja di depannya.
Disana wajah Alex seketika langsung berubah jadi merah, dia sungguh malu dengan ulah adiknya, menurutnya Arka sudah melewati batas
Padahal Alex sendiri belum pernah mengungkapkan perasaannya pada Tania.
"Ya sudah lanjutkan kerjamu!" Alex pun berusaha menutupi rasa malunya, dengan segera dia pergi meninggalkan meja kerja milik Tania, dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Tania.
Disana Tania hanya mampu melihat kepergian Alex tanpa mendapat jawaban apapun, dia hanya mampu menarik nafas kasarnya dia teringat kembali dengan vidio yang Alex berikan Tania hanya mampu menggelengkan kepalanya. Kenapa semua itu bisa terjadi padanya.
**
Sementara itu Dinda yang sudah kembali dari ruangan Dokter Anton nampak sedang senyum-senyum sendiri, dia masih memandangi dua tangkai bunga mawar putih di tangannya, Ibu Sinta yang melihatnya nampak heran ada apa dengan Dinda apa depresinya kambuh lagi?
"Sayang bunga dari siapa itu? Sepertinya kamu bahagia sekali." Tanya Ibu Sinta yang penasaran.
"Ini dari Dokter Anton Bu!"
"Benarkah! Dokter Anton memberikan bunga itu?"
"Benar dan dia memberi kejutan ini untukku." Tanpa sadar Dinda berucap.
Disana hati Bu Sinta sangatlah senang, ternyata Dinda sudah sedikit bisa melupakan Andreasnya, kini sepertinya Dinda sedang jatuh cinta pada Dokter Anton terbukti dua tangkai bunga mawar itu di berikan pada Dinda dan itu suatu kejutan untuknya.
"Semoga Dinda akan segera pulih dan bisa menjadi
Dinda yang dulu lagi" gumam Bu Sinta dengan penuh harap.
"Wah....Cantik sekali bunga itu, dari siapa sayang?" Ucap Pak Bagas yang baru saja masuk keruangan itu.
"Dari Dokter Anton!" jawab Dinda
Disana Pak Bagas langsung menoleh kearah istrinya dia meminta penjelasan dari istrinya, tapi disana Bu Sinta hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum tanda memang benar ap yang di katakan Dinda.
"Oya, Dokter Anton memberikan bunga itu untukmu? Dalam rangka apa?" tanya Pak Bagas yang penasaran.
"Aku tidak tahu Ayah, tiba-tiba saja Dokter Anton memberi kejutan untukku!"
Disana hati Pak Bagas sama seperti Bu Sinta, hatinya benar-benar sangat bahagia melihat putrinya kini sudah bisa melupakan Andreas. Kemungkinan besar sebentar lagi putrinya akan sembuh dari sakitnya dan dia bisa segera membawanya pulang kerumah mereka lagi.
Bersambung ...
Bantu Likenya ya Readers kalau kalian suka dengan cerita ini...Like kalian sangat berarti untuk Author terimakasih🙏