NovelToon NovelToon
Naina Si Gadis Panti

Naina Si Gadis Panti

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Romansa / Tamat
Popularitas:12.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Nike Julianti

Naina, seorang gadis muda berbakat, adalah salah satu penghuni panti asuhan. Saat ia bersekolah di sekolah menengah elit, dia pintar dan cantik, dinaksir oleh banyak laki-laki, dan juga iri dari banyak gadis.

Tapi dia tidak peduli dengan semua itu, situasi ekonomi ibu panti semakin memburuk, bahkan dia mendapat kesempatan untuk belajar di luar negeri, dia harus melepaskannya, dia harus lulus secepatnya dan mencari pekerjaan yang stabil untuk membantu saudara-saudaranya di panti asuhan, dan juga untuk meringankan beban ibu panti.

Namun, tidak ada yang tahu, termasuk ibu panti, bahwa Naina adalah seorang hacker dan dikenal sebagai "UZZA", yang merupakan singkatan dari "Yang Terkuat", dan menghasilkan banyak uang dari bisnis lain.

"Naina, mengapa kamu masih bekerja jika kamu begitu kaya?"
"Aku tidak ingin ibu panti mengira aku mencuri uang!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Kadalin Buaya?

"Ck ck ck... gue sibuk sendirian di sini, taunya pemilik perusahaan sedang pegang-pegangan." ucap David tak terima, yang kini sedang berdiri di depan pintu lift dengan berkacak pinggang.

"Ga da ko pak Daniel, mana ada kami pegang-pegangan tangan. Iyakan bos?" ucap Naina, ia pun mencari pembelaan pada Ken

"Kalau bukan pegangan tangan, terus itu apa yang ada di telapak tanganmu? Kebab?" tanya Daniel, seraya menunjuk ke arah tangan Naina

Naina mengikuti arah pandang David dan refleks melepaskan tangan Ken dengan kasar.

"Aduh, sakit Nai" rengek Ken, yang mana membuat David terkesiap.

'Ada apa dengan dia? Jangan-jangan ada yang mengikutinya lagi?' gumam David pelan

"Ma maaf bos" ucap Naina salah tingkah

'Kenapa aku seperti habis kepergok nyuri, malah jadi panik gini.' gumam Nai

"Apa yang terjadi padamu Ken, ehh.. pak Ken?" tanya David

"Aku tadi hampir terjatuh dan mencoba menahan menggunakan tanganku, makanya sekarang tanganku terkilir." jawab Ken santai, membuat Nai semakin merasa bersalah.

"Ada-ada saja, kaya bocah TK lo" cecar David

"Masih mending kaya bocah TK, daripada bocah bangkotan ga dapet-dapet cewek." gumam Ken pelan

"Gimana bos?" tanya Naina yang mendengar, namun tak jelas

"Hah? Tidak ada, ayo bantu aku ke ruangan." jawab Ken, seraya memerintah pada Naina. Naina yang merasa bersalah pun, mau tak mau menurut.

'Sebenarnya yang di katakan oleh bu Sintya itu benar atau tidak? Ini mah bukan suka namanya , tapi penindasan.' gumam Naina dalam hati

"Nai, ko mau-maunya kamu di bawa ke sini?" tanya David yang berjalan di belakang Ken dan Naina

"Iya nih kak, saya juga ga tau. Ko mau-maunya di paksa ikut ke sini, padahal resto lagi rame banget." jawab Nai seraya memapah Ken

"Nai" panggil David lagi

"Iya kak?" tanya Nai, yang masih fokus membantu Ken berjalan.

"Kamu kok mau di kadalin buaya?" tanya Davis balik, yang mana membuat Naina berhenti berjalan.

"Maksud kakak?" tanya Naina bingung

"Bukannya yang sakit itu tangan, kenapa harus di papah? Ku rasa kaki Ken, eh.. Pak Ken baik-baik saja, bukankah yang cedera tangannya?" tanya David, seraya menggigit bibir bawahnya karena menahan tawa. Ken langsung menoleh dan menatap tajam David.

Naina terdiam, ia tampak sedang berpikir. Dan tak lama ia melepaskan tangan Ken yang ada di bahunya, lalu menatap tajam Ken.

"Benar juga, kenapa bos minta saya papah? Kaki bos baik-baik saja kan? Bos sedang mempermainkan saya?" tanya Naina kesal, sejak Ken menyeretnya. Naina sudah menahan marahnya, ia benar-benar kesal. Tak ada angin, tak ada hujan... Naina yang sedang bekerja, tiba-tiba di tarik oleh Ken.

Melihat Naina marah, Ken mulai kelabakan.

"Mempermainkanmu? Tentu saja itu tidak mungkin Nai, aku... aku... tanganku memang sakitkan dan kakiku sedikit sakit karena terbentur dinding lift, saat tadi kamu membalikan tubuh dan menekannya ke dinding lift." jawab Ken cepat

"Benarkah? Apa sekeras itu saya memperlakukan bos?" tanya Naina panik, ia kembali memapah Ken. Ken menatap kesal pada David

"Maafkan saya bos, mari saya bantu ke ruangan bos! Di ruangan bos ada obat kan?" tanya Naina seraya menengadah untuk melihat wajah Ken, dengan sepersekian detik wajah Ken langsung berubah menjadi wajah menahan sakit.

"Ada" jawab Ken mengangguk

David yang melihat drama tersebut, langsung menepuk tangan tanpa suara. Ia benar-benar tak menyangka, bila seorang Ken bisa bisa beracting seperti itu.

"Amazing, sepertinya Ken bisa mendapatkan piala Citra. Dengan nominasi ''BUAYA KADALIN KUCING'...HAHAHAHA" ucapnya pelan, ia pun tertawa puas dengan ucapannya sendiri dan kembali melangkah mengikuti 2 orang tersebut.

(David ga tau, kalo Naina bukan kucing biasa🤣🤣)

.

.

.

Sedangkan di Jerman

BRAAAKKK

Pintu ruangan Rei terbuka dengan sangat kasar, Rei yang sudah tau ini akan terjadi. Ia hanya duduk dengan tenang, dan lanjut memeriksa berkas dan juga file yang ada di laptopnya.

"Apa-apaan ini Rei? Kenapa kamu menarik semua saham yang ada di perusahaanku? Apa kesalahanku, sampai kamu berbuat seperti ini? Kita sudah bekerjasama selama puluhan tahun, dari kedua orangtua kita sampai di wariskan pada kita dan aku tidak melakukan hal-hal yang mencurangi perusahaan." Rudolf sangat emosi saat ini

Karena hanya dalam waktu semalam nilai sahamnya benar-benar anjlok, saat Rei menarik investasi pada perusahaannya. Sepertinya ia melupakan bila perusahaannya masih bisa berdiri, karena sokongan dari Rei. Hanya karena terlalu menyayangi sang adik, ia mengkhianati pertemanan yang sudah terjalin lama.

Rei yang mendengar semua ucapan Rudolf, benar-benar merasa sangat geram. Rei yang tadinya fokus pada layar di hadapannya, kini menatap tajam pada Rudolf.

Selama ini, kesalahan apapun yang di buat oleh Rudolf. Selalu Rei abaikan, Rei tau bila selama ini Rudolf sangat ingin menjatuhkan perusahannya. Ia juga tau, bila Rudolf selalu menganggapnya musuh bebuyutan. Tapi ia selalu diam, karena apapun usaha yang di buat oleh Rudolf takkan pernah berhasil. Tetapi, untuk kesalahan saat ini. Ia takkan tinggal diam.

"Apa kamu yakin. bila kamu dan adikmu tidak membuat kesalahan sama sekali?" tanya Rei dengan suara dingin yang menusuk, aura seorang ketua mafia pada dirinya menguar dan merubah suasana dalam ruangan.

Ben yang sejak tadi berdiri di belakang Rei, hanya diam menyimak.

"A apa hubungannya dengan adikku?" tanya Rudolf tergagap

'Jangan bilang bila Rei sudah mengetahui semuanya' lanjut Rudolf dalam hatinya

Rei tersenyum smirk, lalu tertawa dengan suara yang membuat semua orang takut.

"Aku hanya membuat perusahaanmu hancur Rudolf, tidak dengan menghancurkan adikmu. Tapi, bila ternyata terjadi sesuatu pada putriku. AKU AKAN MENGHANCURKAN ADIK KESAYANGANMU!!"

DEG

"T tunggu .. apa maksudmu Rei? Apa yang sudah aku dan adikku perbuat? Dan apa hubungannya dengan putrimu yang sudah mati itu?" Rudolf sudah mulai ketakutan.

"BEN"

Dengan sigap Ben langsung melangkah maju ke sebuah lemari kaca yang ada di ruangan tersebut dan mengambil sebuah kotak, setelahnya Ben melangkah ke arah Rudolf.

BRUK

Ben menjatuhkan kotak itu dengan kasar di hadapan Rudolf, sampai membuat isi dari kotak itu ada yang keluar beberapa. Di sana ada flashdisk yang berisi vidio, dimana Juan menukarkan bayinya dan juga pengakuan bila dirinya di tekan oleh Rudolf sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya. Namun, Ben sudah memotong pengakuan dimana Juan membuang putri Rei.

Di situ juga ada hasil tes DNA antara Rei dan putri Juan, juga beberapa foto Jen sang adik kesayangan dengan pria yang berganti-ganti. Baik di club ataupun hotel.

Tubuh Rudolf bergetar hebat, antara terkejut dengan terbongkarnya kebusukan dia dan terkejut dengan bagaimana kelakuan sang adik selama ini.

Jujur, ia benar-benar tidak tau bagaimana kelakuan adiknya di luar sana. Ia tak menyangka, bila adiknya akan berbuat seperti itu. Padahal selama ini ia selalu memenuhi semua kebutuhan adiknya dan menuruti semua keinginan sang adik, termasuk permintaan sang adik yang ingin memiliki Rei dengan cara menyakiti atau membuat gila Rania.

BRUUUKKK

...****************...

...Happy Reading all🥰🥰...

1
irena
bagus banget ceritanya thor. keren. ngakak betul..banyak pelajaran yg dapat dipetik
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak❤️
total 1 replies
irena
makasih thor.. saya suka
Visitor6582
mantap
Hilmiya Kasinji
kyk e di awal aku baca diceritakan si Cici bisa bela diri ya ... tapi gpp wes mungkin kak othor lupa , dan hak asasi ada di tangan kak othor . karyamu ttp yg terbaekkk
ule_keke (IG: ule_keke26): iya tah, waduh waduh
maafkan🙏😅
total 1 replies
Hilmiya Kasinji
Luar biasa
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak❤️
total 1 replies
Hilmiya Kasinji
ijin baca kkq
ule_keke (IG: ule_keke26): gaaaasssss keun❤️❤️
total 1 replies
echa purin
👍🏻
Denni Siahaan
kok sedih x ya 😭😭😭😭😭😭
Denni Siahaan
anjirrr lucu ceritanya udah seperti orang gak waras aku senyum sendiri tertawa sendiri pokoknya lucu 👍🥰😍🥰🥰🥰🥰
Denni Siahaan
👍💪
Denni Siahaan
ternyata naina punya penghasilan👍👍👍
Denni Siahaan
wah bagus naina wanita kuat aku suka ini ceritanya gak ada wanita cengeng lemah🌹🌹🌹🌹🌹
bakpao
/Good/
Toni Wahyudi
oh iya orang tua naina kemana atuh
niara
my fav 💪💪💪☕
Inez Putri
😘😘
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak🥰
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
AliNda AzaM
jarang banget dapet cerita yang bisa jadi motivasi seperti ini.
makasih author udah ngasih cerita yang bermanfaat dan menarik.
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak, udah mampir🥰
total 1 replies
SHO_@81
hati hati sama pelakor janda!
SHO_@81
aku ketelatan baca 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!