NovelToon NovelToon
My Little Kitty

My Little Kitty

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Teen School/College / Tamat
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: La-Rayya

Jenny bertemu dengan James setelah ia kehilangan sosok sahabat juga orang yang paling dia cintai, Alex, dalam sebuah kecelakaan yang merenggut nyawanya.

Pertemuan pertama Jenny dan James langsung membuat keduanya saling membenci. Namun takdir malah mempertemukan mereka kembali. Jenny yang ternyata kuliah di sebuah kampus yang sama dengan James harus menghadapi kelakuan menyebalkan James yang membuatnya semakin membenci pria arogan itu.
Tapi siapa sangka, James pada akhirnya malah jatuh cinta pada Jenny. Sikapnya yang selalu menyebalkan berubah penuh perhatian untuk Jenny.

Apakah James bisa membuat rasa benci Jenny untuknya berubah menjadi CINTA?
Baca selengkapnya disini....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Cemburu

James tengah berada di dalam kamar tampak bekerja dengan laptopnya saat Jenny masuk kedalam kamar, tapi James tidak melihat ke arahnya.

"Hanya karena suatu alasan kecil, kau jadi marah." Ucap Jenny berjalan dan berdiri di depan James.

"James bicara dengan ku." Ucap Jenny karena James tetap tidak mau bicara padanya.

"Aku pergi!" Ucap Jenny yang keluar dari dalam kamar.

"Nona Jenny, anda mau pergi kemana?" Ucap Jack yang berdiri saat dia melihat Jenny berjalan keluar dari dalam rumah.

"Katakan kepadanya untuk menyelesaikan kemarahan nya, kemudian datanglah padaku." Ucap Jenny kesal.

Dan inilah mereka. Mereka berdua berkelahi lagi. Kenapa? Karena Jenny menaruh beberapa makanan di piring Jack, tapi dia tidak menambahkan makanan apapun di piring James.

Jenny lalu keluar dari dalam rumah dia berjalan dan terus berjalan ke arah jalanan dan akhirnya tiba di tempat dimana tubuh Alex yang sudah meninggal dikuburkan di bawah tanah. Jenny duduk di samping makam Alex.

Dimana setelah 20 menit, saat Jenny tetap tidak kembali, Jack langsung naik ke lantai atas dan mengatakan semuanya kepada James.

"Apa? Dia pergi keluar rumah dan kau tidak mengatakan apapun kepadaku. Kau membiarkan dia pergi keluar rumah di waktu yang sudah larut malam seperti ini?" Ucap James yang tampak marah karena sikap Jack yang tidak perduli.

"Maaf bos, aku pikir bahwa Nona Jenny akan kembali setelah beberapa saat." Ucap Jack meminta maaf kepada James.

"Apa yang kau tunggu sekarang di sini? Pergilah dan katakan kepada semua orang-orang ku untuk mencari dia." Ucap James lalu mengeluarkan ponselnya dan menelpon nomor Jenny, tapi Jenny meninggalkan ponselnya di sofa ruang tamu.

"Sial!!" Ucap James yang menyadari bahwa dia seharusnya tidak berkelahi dengan Jenny.

James mengingat apa yang Jenny katakan kepadanya, 'tidak ada apapun yang akan terjadi kepadaku, saat kau ada berada bersamaku'.

James menjadi khawatir saat dia mengendarai mobilnya di setiap tempat dimana dia pikir bahwa Jenny akan ada disana. Tapi dia tetap tidak menemukan Jenny.

"Jenny, tidak ada hal buruk yang terjadi padamu kan!" Ucap James yang tampak terus khawatir.

Kemudian James menerima sebuah panggilan dari Jack.

"Tuan tenanglah, kami sudah menemukan dimana Nona Jenny berada. Dia berada di dekat makam Alex." Ucap Jack yang melihat Jenny yang tengah duduk tidak jauh darinya.

James mengendarai mobilnya dengan cepat karena hari akan hujan. Dia khawatir kepada Jenny yang mungkin saja akan kedinginan dan dia bisa sakit.

"Jenny!!" Ucap James yang berlari kearah Jenny.

"Kenapa kau ada di sini? Tinggalkan aku sendiri." Ucap Jenny yang masih marah.

"Baiklah, baiklah, aku yang bersalah." Ucap James memeluk Jenny.

"Kau bersalah!" Ucap Jenny menarik dirinya sendiri.

"Sangat dingin sekarang, ayo kita pergi." Ucap James menarik Jenny.

"Ingatlah bahwa kau selalu salah, mengerti? Dan apa sebenarnya alasan yang membuatmu menjadi marah untuk hal kecil? Kau tahu sendiri bahwa Jack sudah menikah dan bahkan dia sudah punya dua anak dan kau cemburu dengan pria yang sudah menikah." Teriak Jenny di dalam mobil sampai mereka tiba di rumah.

James yang menyedihkan itu, merasa dikepung dengan ribuan speaker besar.

"Baiklah, aku selalu salah dan kau selalu benar. Tapi Jenny, ingatlah! Kau hanya milikku dan hanya menjadi milikku. Kau dan seluruh tubuh mu adalah milikku dan hanya aku yang bisa menyentuhnya." Ucap James yang mendekat dan semakin mendekat kearah Jenny.

"Hanya aku yang bisa tidur denganmu, memelukmu, mencium mu, memegang tangan mu, berkencan denganmu dan makan siang denganmu. Kau hanya boleh menyuapi aku, bukan pria lain." Ucap James berjalan mendekat ke arah Jenny dimana Jenny sendiri berjalan mundur hingga membuatnya membentur tembok.

"Tapi kenapa?" Ucap Jenny yang berpikir bahwa apapun yang dikatakan James terlalu berlebihan untuknya.

"Karena kau adalah kekasihku dan istri masa depanku dan sejak aku menjadi kekasihmu dan suami masa depanmu, tentu saja aku akan merasa cemburu." Ucap James melihat ke arah mata Jenny.

"Baiklah, hentikan itu. Aku akan pergi tidur." Ucap Jenny yang berjalan ke lantai atas. Tapi tidak pergi dalam kamar James, dimana mereka berdua tidur. Tapi Jenny memutuskan untuk pergi ke kamar tamu.

Saat James naik ke lantai atas dan dia tidak melihat Jenny di dalam kamarnya, dia berkata dengan menaruh tangan di kepalanya.

"Jenny, aku sedang tidak mau bermain petak umpet."

"Tuan, Nona Jenny berada di dalam kamar tamu." Ucap Jack yang berdiri di depan pintu.

James lalu pergi ke kamar tamu dan melihat Jenny terlelap di atas tempat tidur. Dia kemudian berjalan mendekat ke arah Jenny dan seperti biasa, dia menggendong Jenny masuk ke dalam kamarnya.

Kemudian di tengah malam, Jenny tiba-tiba terbangun dan melihat sosok James yang tertidur di sampingnya, kemudian Jenny menendang James dari atas tempat tidur.

"Tidurlah di lantai malam ini!" Ucap Jenny yang masih marah pada James.

"Tapi....!!!" James hendak berbicara, tapi Jenny langsung membuang bantal kepadanya.

"Diam lah dan biarkan aku tidur!" Ucap Jenny yang langsung tertidur setelah itu.

James yang malang berjalan keluar dari dalam kamar dan turun ke lantai bawah, kemudian dia tertidur di sofa ruang tamu.

Keesokan paginya....

"Bos, kenapa anda tidur disini?" Ucap Jack yang tiba di pagi hari dan melihat James yang tertidur di sofa ruang tamu, jadi dia membangunkan James.

"Oaaahhhmm...!" Ucap James menguap.

"Bos kenapa anda tidur di ruang tamu dan tidak tidur di kamar anda? Apakah anda kembali bertengkar dengan Nona Jenny?" Ucap Jack seraya membawa segelas air untuk James.

"Tidak, kami tidak bertengkar. Tapi dia menendang ku keluar dari dalam kamar." Ucap James dengan suara yang sedih.

"Pffff....." Jack tidak bisa menahan tawanya.

"Jika kau akan tertawa lagi, kau akan dipecat." Ucap James yang mulai marah.

"Kenapa kau berteriak di pagi hari seperti ini?" Ucap Jenny yang berjalan turun dari lantai atas.

"Oh apakah aku mengganggumu?" Ucap James berbicara dengan sopan pada Jenny.

"Tidak." Ucap Jenny yang berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan sarapan.

Di sisi lain, James dan Jack mulai membicarakan tentang pekerjaan.

"Sarapan sudah siap." Ucap Jenny yang menaruh makanan di atas meja makan.

"Jack, kau juga!" Ucap Jenny seraya melihat kearah Jack yang hendak berjalan pergi.

"Bos?" Ucap Jack yang melihat kearah James.

"Kau boleh ikut." Ucap James yang mengalah sampai Jenny mau memaafkan nya.

"Ini dia!" Ucap Jenny yang menaruh segelas susu di atas meja untuk James.

"Untuk siapa ini?" Tanya James yang melihat kearah susu dan bertanya kepada Jenny.

"Kau!" Ucap Jenny seraya menarik sebuah kursi di samping James dan duduk di atasnya.

"Aku tidak, aku tidak mau.... meminum itu." Ucap James yang memang membenci susu sejak dia masih kecil.

"Minum itu atau malam ini aku akan membuatmu tidur dengan kucing jalanan." Ucap Jenny menepuk meja dengan sangat cerah dan melihat kearah James dengan wajah yang marah.

"Tenanglah, tenanglah... aku akan meminum ini, aku akan meminumnya." Ucap James yang berbicara dengan suara yang terdengar begitu manis.

James meminum susu itu dengan perlahan dan menyelesaikannya. Dan kemudian dia menyelesaikan sarapannya.

Setelah beberapa saat, mereka semua pun selesai sarapan. Jadi Jack pergi untuk melakukan pekerjaannya Di mana Jenny dan James naik lantai atas untuk bersiap-siap.

" Jenny apakah kau akan pergi ke kampus bersamaku?" Ucap James masuk ke dalam ruang ganti baju.

" Iya kenapa?" Ucap Jenny yang sudah berganti pakaian. "Apa yang kau lakukan sejak tadi, berpakaian lah dengan cepat." Ucap Jenny, yang mendorong James keluar dari dalam ruangan ganti baju.

Bersambung....

1
Des Pitha
kok tamat sih thor dikit amat ceritanya🤔🤔🤔
La-Rayya: ceritanya di tamatin krna sdikit pminat 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!