NovelToon NovelToon
Menikah Siri

Menikah Siri

Status: tamat
Genre:Poligami
Popularitas:732.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lya

Nama nya Nadia biasa di panggil Diah
Hari ini Nadia berangkat kekota bersama Abang Sugi, saudara jauh dari Almarhum Ayah.

Abang Sugi mengajak Nadia bekerja di rumah majikan nya di kota, sebagai perawat yang mengurus orangtua majikan nya yang sudah lansia dan memiliki riwayat penyakit stroke.

Demi Mak, Nadia putus kan tidak melanjutkan Sekolahnya dan Ikut Abang Sugi bekerja di kota.

Mak sakit-sakitan dan butuh obat setiap bulan nya agar bisa bertahan melawan penyakitnya.

Datuk Iskandar, Nama Tuan Besar yang akan di rawat oleh Nadia.
Datuk Iskandar memiliki anak bernama Encik Rafiq yang merupakan seorang pewaris tunggal Belibis group.

Encik Rafiq merupakan sosok yang kharismatik dan baik namun pendiam. umurnya kurang lebih 30 tahun.

Nadia memanggilnya Pakcik.
Sesuai permintaan Datuk Iskandar.
karna masih dalam satu rumpun melayu.

Keadaan akhirnya memaksa Encik Rafiq menikahi Nadia secara Siri.
karna sebenarnya beliau telah memiliki seorang istri yang sedang melanjutkan kuliahnya di Sidney Australia.

Pernikahan siri antara Nadi dan Encik Rafiq menimbulkan banyak konflik diantaranya.

Akankah pernikahan Nadia dan Encik Rafiq mampu bertahan?
Bagaimana akhir pernikahan Nadia?
Akankah harapan Nadia untuk menjadikan pernikahan mereka sah di mata hukum dan pemerintah dapat terwujud?

Yuk simak ceritanya dalam novel terbaru author berjudul 'Menikah Siri'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24. Cemburu

Sesampainya dirumah Nadia segera mandi membersihkan tubuhnya lalu mengenakan piyama panjang berwarna Pink polkadot.

"Kriingg.." Hp nya berdering.

'My Lovely Pakcik Husband' terlihat panggilan yang tertera di layar HP.

"Assalamualaikum Pak Cik" ujar Nadia mengangkat telepon.

"Waalaikumsalam sayang.. Sudah sampai rumah?" jawab Encik Rafiq pada Nadia.

Nadia tersenyum mendengar Encik Rafiq memanggilnya sayang.

"Sudah.. ini baru selesai mandi" jawab Nadia pula.

"I Miss you.. Seharusnya tidak saya biarkan kamu pulang tadi. Saya kesepian.. Papa sudah tidur.. sementara saya.. masih saja terjaga dan selalu terbayangkan dirimu" ucap Encik Rafiq dari seberang telepon.

"Miss you too.." jawab Nadia pelan dan malu-malu. Nyaris tak terdengan oleh Encik Rafiq.

"Selamat malam sayang... Mimpi indah.. I love you.. Sampai ketemu besok" ucap Encik Rafiq lagi menutup pembicaraan.

"Selamat malam.. " jawab Nadia pula menutup telepon.

"I love you too" ucap Nadia dalam hati dan tak terucap.

Nadia masih malu sekali untuk mengungkapkan perasaan nya secara terang-terangan.

Tidak lama setelah menerima telepon dari Encik Rafiq, Nadiapun tertidur sangat pulas.

Hari ini Nadia tutup dengan rasa syukur yang tak terkira atas cinta yang telah hadir diantara dirinya dan Encik Rafiq.

***

"Selamat Pagi Semua.. Sapa Nadia pada Mak Tua, Bik Sari, Pak Rital dan Bang Sugi yang sedang memulai sarapan nya.

"Pagi sayang.." jawab Mak Tua lalu membelai pipi Nadia pelan.

Mereka kemudian menikmati sarapan bersama-sama.

"Agaknya Tuan Muda sudah mulai jatuh cinta sama Diah Mak.." ujar Bang Sugi membuka cerita.

"Abang.. !! Tak baik bergosip pagi-pagi" jawab Nadia malu.

Semua tertawa melihat Nadia mulai salah tingkah.

"Tau dari mana?" tanya Bik Sari penasaran.

"Dari gelagat nya lah.. Kemarin sewaktu Diah pamit, Tuan Muda mengelus lembut rambut Nadia sambil tersenyum manis sekali. Sweet deh pokok nya.." olok Bang Sugi memandang kearah Nadia.

Nadia tunduk semakin malu.

Semua tertawa mengolok Nadia.

"Baguslah.. Sudah suami istri pun.. Kalau kata orang, cinta bisa tumbuh karena terbiasa bersama.. Jadi kalaupun memang betul tentu saja hal itu wajar. Mak doakan semoga Diah dan Tuan Muda bahagia.. Aamiin" jawab Mak Tua pula.

"Aamiin.." ujar yang lain ikut mendoakan.

Lalu mereka tertawa bersama.

Nadia hanya tersenyum malu-malu.

Setelah sarapan dan pamit, Nadia segera berangkat ke kampus di antar oleh Bang Sugi.

Ini adalah hari terakhir ospek di kampus nya.

Nadia begitu bersemangat.

Sambil berdendang kecil, Nadia melangkah menuju Lapangan.

"Hai.. Suara kamu merdu sekali" Ucap Kak Ridwan memuji suara Nadia.

"Hai kak" jawab Nadia singkat dan menghentikan nyanyian nya.

"Kapan-kapan karaoke bareng yuk" ajaknya pada Nadia.

Nadia hanya tersenyum tanpa menjawab ajakan Kak Ridwan seniornya.

"Maaf kak Diah duluan ya.." ujar Nadia pamit lalu berteriak kearah Lisa yang berada tidak jauh dari nya.

Setelah ospek selesai. Hp Nadia berdering.

"Assalamualaikum.." ujar Nadia mengangkat telepon dari Encik Rafiq suaminya.

"Waalaikumsalam.. Sudah selesai ospek nya?" tanya Encik Rafiq dari seberang telepon.

"Baru saja selesai.." jawab Nadia riang.

"Saya tunggu di parkiran ya.." ujar Encik Rafiq lagi sambil menutup telepon nya.

"Pak Cik di parkiran kampus? Jemput Diah?" tanya nya dalam hati lalu tersenyum bahagia.

Ketika sedang berlari kecil menuju parkiran, langkah Nadia terhenti oleh sapaan Kak Ridwan seniornya.

"Buru- buru banget Nadia.." ujar nya mengikuti langkah Nadia berjalan.

"Iya kak.. Udah di tunggu sama Pak Cik" jawab Nadia masih terus melangkah kan kakinya menuju parkiran.

" Mau dong di kenalkan sama Pakcik nya.." ujar Kak Ridwan berseloroh.

"Untuk apa?" Nadia balik bertanya.

"Untuk minta izin mau ajak ponakan nya jalan-jalan.." jawabnya sambil terkekeh.

"Ngawur.. Udah ah.. Diah duluan kak.. Bye.." ujar Nadia meninggalkan Kak Ridwan yang berdiri terpaku melihatnya menjauh.

"Semakin kamu jual mahal.. maka semakin Aku tertarik.." ujar Ridwan didalam hatinya.

Nadia segera masuk kedalam mobil Lamborgini Veneno berwarna putih milik Encik Rafiq.

"Siapa lelaki tadi?" tanya Encik Rafiq ketika Nadia sudah duduk dan memasang sabuk pengaman.

" Nama nya Kak Ridwan.. Senior Diah.. Kenapa? Pakcik cemburu?" tenya Nadia sedikit mengolok suaminya.

"Kalau saya cemburu tanda nya saya itu benar-benar takut kehilangan kamu.." jawab Encik Rafiq lagi dengan nada sedikit tinggi.

Terlihat jelas betapa iya cemburu melihat Nadia di hampiri oleh lelaki lain selain diri nya.

"Iya.. Diah ngerti... Maaf ya... Tenang aja, Diah gak bakal menanggapi nya kok. Diah juga agak risih karena Dia terlalu sok senior dan sok ganteng.. Padahalkan.. Suami Diah jauh lebih ganteng dari nya.!" Bujuk Diah sambil bermanja di pundak sebelah kiri Encik Rafiq.

Encik Rafiq yang mendengar ucapan Nadia tersenyum bahagia lalu mengecup lembut kening sang istri.

"Kenapa Pakcik jemput Diah?" tanya Nadia lagi pada suaminya.

"Tadi ada rapat di restoran yang tidak jauh dari sini. Jadi sekalian aja jemput kamu" jawab nya sembari tetap fokus menyetir.

Nadia hanya mengangguk dan tersenyum.

Lagi-lagi rambut lurus nya di acak dengan gemas oleh Encik Rafiq suaminya.

1
Emily
pemimpin perusahaan tapi kok lembek menye menye
Emily
berpapasan Thor bukan berpas pasan
Emily
janganlah lagi panggil pak cik kah dah jadi suami pon panggil Abang je lah
Emily
pak CIK ni setia sangat kat istrinya...pada halistrinya tak tau pegi mana tak balek balek
Emily
boleh saran thour klo Diah lagi membatin boleh lah pakai bahasa Melayu
Emily
wkwkwk Meri yang crmbukor
Emily
sabar Nadia...orang yg merasa tersaingi memang begitu kalau bicara
Emily
hahaha nasib baik ada tuan besar Datuk...kalau tak ada mana berani Nadia nak cakap dengan encik Rafiq tu
mama yogi
baru ketemu sama novel mu,Thor 🙏🙏...sukses selalu,mau baca yg judul lain karya mu ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🫰🫰🫰🫰🫰
Sandisalbiah
sebagai lelaki harusnya kamu di tuntut untuk lebih bijaksana dlm bersikap Fik, bukan malah bersikap labil.. hatimu sendiri ragu dgn keputusan yg kau buat, tak tau mena yg harus lebih kau pertahankan dan mana yg harusnya kau lepas... keraguanmu ibarat menggenggam pasir yg akhirnya akan tumpah dr genggamanmu sendiri
Sandisalbiah
ini kalau ego mengalahkan akal fikiran.. pd merugi sendiri ujungnya...
Catur Rini
dasar laki2 gak punya pendirian
Catur Rini
cowoknya gak tegas, goblok ditinggal bertahun2,pa lagi suaminya gak ridho, jatuhnya udh gak sah itu jadi suami istri
Laila Nur
suka cerita nya
Sri Puryani
akhirnya mereka hidup bahagia....
mksh ya thor🙏
Sri Puryani
dulu ceritanya mak nadia sakit" an & baik, keblkg nya kyk bukan yg sakit"an mlh suka tampar orang .
Sri Puryani
kenapa sakitmu gk diobati fiq , mlh disembunyikan 😭😭
Sri Puryani
rafiq ada sakitkah?
Sri Puryani
lha yg minta cerai kan kamu sdr diah? makanya klo lg marah jgn ambil keputusan yg menyusahkan.....menyesalkan jd nya?
Sri Puryani
nah meri kan.....dasar ulat bulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!