Menikah karena kemauan sendiri dan dengan pilihan sendiri tidak selamanya berbuah kebahagiaan.
Benazir adalah buktinya.
Menikah selama beberapa tahun dengan pria yang berusaha diperjuangkannya, malah menimbulkan luka dan kecewa berkepanjangan. Suaminya bahkan menganggapnya istri yang memalukan dan tak pantas dihargai.
Haruskah Benazir bertahan atau pergi.
Kisah ini akan sedikit menguras air mata.
Berminat ?
ikuti kisahnya yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23 ( Tentang Darma )
Benazir yang kini menyandang status janda pun kembali berada dalam pengawasan ketiga kakak tirinya. Berbeda saat ia masih lajang, kali ini Benazir tak keberatan dengan sikap posessif ketiga kakaknya itu. Benazir bersyukur dan merasa lebih nyaman karena sepak terjangnya dan lingkungan pertemanannya diawasi ketat oleh Awan, Darma dan Gama.
Banyak pria yang kembali berusaha mendekati dan meraih hati Benazir. Tapi rupanya rasa trauma masih menghantui Benazir. Kegagalan dalam pernikahan membuatnya tak lagi percaya cinta. Ia memilih menyibukkan diri dalam pekerjaan dan menghabiskan waktu bersama beberapa teman wanitanya. Tak ada seorang pun yang berhasil membujuk Benazir.
Hati Benazir tertutup rapat. Anak kunci pembuka pintu hatinya itu pun entah diletakkan dimana. Benazir tak tertarik membina hubungan dengan lawan jenisnya. Hingga akhirnya Darma dan Gama pun menemukan tambatan hati dan memutuskan menikah.
Darma menikah dengan seorang pramugari cantik bernama Kayla. Pertemuan tak sengaja membuat mereka dekat. Darma seringkali menggunakan maskapai penerbangan yang diawaki oleh Kayla di setiap perjalanan bisnisnya. Dan itu membuat beberapa kru pesawat hapal akan keberadaan dan tujuan Darma.
" Liat tuh, cowok itu ada di pesawat Kita lho...," kata Rika antusias.
" Iya. Kayanya orang tajir ya...," kata Susi.
" Ssstt, jangan menilai orang kaya gitu. Semua penumpang kan sama aja. Kewajiban Kita melayani semua dengan baik, iya ga...," sela Kayla bijak.
" Iya sih. Tapi Aku males deh kalo ketemu sama Om-om mesum kaya yang di sampingnya cowok itu. Sama-sama pelanggan, tapi beda karakter. Dia tuh pernah ngeremas bok*ng Aku lho, ih sebel banget...," gerutu Susi.
" Aku juga. Tadi aja dia sengaja nyentuh ini Aku pake pundaknya. Udahannya dia nyengir ngeledek gitu...," kata Rika sambil menunjuk kearah payu**ranya.
" Tuh kan. Nyebelin tau ga...," kata Susi kesal.
" Jadi gimana nih. Kita kan harus profesional...," kata Rika gusar.
" Mmm, Aku ke barisan sebelah kiri, Kamu sebelah kanan ya Kay...," pinta Susi penuh harap.
" Ok, ga masalah...," sahut Kayla.
Lalu para pramugari itu berpencar menawarkan makanan dan minuman ringan kepada para penumpang. Seperti dugaan Susi, pria berumur yang duduk di samping Darma adalah seorang pria mesum. Melihat para pramugari yang mendekat kearahnya, dengan sigap tangannya pun ikut bergerilya. Dan itu tak luput dari pengamatan Darma.
Kayla yang kebagian mengantarkan makanan dan minuman ke barisan penumpang di sebelah kanan pun menjadi korban tangan nakal pria itu. Dan keributan pun tak dapat dihindari lagi. Susi dan Rika hanya menonton dari kejauhan. Bukan sekali ini mereka menghadapi sikap kurang ajar pria tua itu, dan mereka berharap Kayla bisa mengatasinya.
" Maaf Pak, tolong kondisikan tangan Bapak. Jangan seperti ini, tolong hargai pekerjaan Kami...," kata Kayla tegas.
" Lho, emangnya apa yang Saya lakuin...?" tanya pria tua itu pura-pura tak tahu.
" Tangan Bapak meraba bok*ng dan paha Saya. Dan itu ga sopan sama sekali Pak. Saya bisa aja minta pilot menurunkan Bapak di bandara terdekat karena sikap Bapak yang kurang ajar...!" kata Kayla tak suka.
" Heh, coba aja kalo berani. Saya udah sering kaya gini, tapi ga pernah ada yang protes. Lagian jangan salahin Saya dong, cara berpakaian Kalian yang mengundang orang untuk berbuat ga sopan...!" kata pria itu marah.
" Pakaian Kami tertutup dan sopan. Dan dari sekian banyak penumpang cuma Bapak yang ga sopan. Jadi masalahnya bukan ada pada cara berpakaian Kami tapi pada diri Bapak sendiri...," sahut Kayla tak mau kalah.
" Hei, jaga ucapanmu Nona. Saya bisa aja laporin tindakan Kamu sama atasan Kamu ya. Pelayanan maskapai ini emang buruk apalagi Kamu Nona Kayla...!" kata pria itu sambil melirik kearah name tag di dada Kayla. Ia berdiri dan bersiap memukul Kayla.
Darma dengan sigap berdiri di hadapan Kayla hingga pria itu tak bisa menyentuh Kayla. Pria itu nampak marah melihat Darma yang tengah menatapnya dengan tajam.
" Hei Bung. Jangan sok jadi pahlawan kesiangan deh. Ini urusan Saya sama pramugari sok cantik ini. Minggir...!" bentak pria itu marah.
" Saya muak ngeliat tingkah Anda Pak. Kita hampir selalu ada di penerbangan yang sama. Dan Saya memang beberapa kali melihat Anda melakukan apa yang tadi Nona itu sebutkan, termasuk yang tadi. Dan Saya ga setuju Anda menggunakan kekerasan untuk menutupi kesalahan yang jelas-jelas Anda lakukan...!" kata Darma tegas dan membuat seluruh penumpang berkomentar pedas akan sikap pria tua itu.
Pria tua itu nampak gelagapan. Ia kembali menantang Darma dan semua pramugari untuk membuktikan ucapan Darma.
" Jangan sok tau Bung. Siapa yang bisa jamin kalo Saya udah bersikap ga sopan sama mereka...!" tantang pria tua itu.
" Saya. Bapak pernah meremas bok*ng Saya dan mengeluarkan kalimat tak sopan...!" kata Susi tiba-tiba sambil mendekat kearah Darma dan Kayla. Semua penumpang terkejut mendengarnya.
" Bapak juga telah sengaja meraba dada Saya tadi di depan pintu masuk...!" kata Rika sambil menatap tajam kearah pria tua itu. Dan para penumpang kembali terkejut.
Suasana menjadi tegang dan membuat pria itu gemetar menahan malu. Pria tua yang sudah merasa tersudut itu pun kembali duduk sambil menundukkan wajahnya. Tak ada permintaan maaf dari bibirnya, dan itu membuat ketiga pramugari merasa geram. Darma menoleh kearah ketiga pramugari itu.
" Cukup sampe sini aja. Itu udah bikin dia malu dan ga akan berani mengulanginya lagi. Saya jamin ke depannya dia ga akan berani naik maskapai ini lagi...," kata Darma sambil tersenyum.
" Baik Pak. Makasih...," kata Kayla, Susi dan Rika bersamaan.
" Sama-sama...," sahut Darma lalu kembali duduk.
Kayla dan kedua temannya melanjutkan tugas mereka. Setiap penumpang yang dihampiri Kayla memuji keberanian Kayla menegur pria mesum tadi. Kayla hanya tersenyum menanggapinya.
Sejak kejadian itu Kayla dan Darma beberapa kali bertemu. Darma menyukai sikap tegas Kayla. Hingga Darma dan Kayla menjadi dekat dan saling bertukar nomor ponsel.
Suatu hari Darma mengirim pesan dan meminta Kayla datang ke suatu tempat. Karena merasa Darma adalah pria yang baik, Kayla menyanggupinya. Lagipula tempat yang dipilih Darma untuk bertemu juga tempat ramai dan terbuka.
" Kayla...," panggil Darma sambil melambaikan tangannya dari sudut restoran.
" Mas Darma. Maaf, kelamaan ya...," sahut Kayla sambil menghampiri Darma.
" Gapapa. Silakan duduk...," kata Darma.
" Makasih. Ngomong-ngomong ada acara apa Mas Darma ngundang Saya ke sini...?" tanya Kayla sambil mengedarkan pandangannya.
" Makan atau minum dulu dong, ntar baru Saya ceritain...," sahut Darma sambil tersenyum.
Deg !.
Jantung Kayla berdetak dengan cepat saat melihat senyum Darma untuk pertama kalinya. Dengan gugup ia meneguk juice di hadapannya. Darma nampak menatap Kayla dengan lembut dan itu membuat Kayla salah tingkah. Setelah Kayla selesai meneguk juicenya, Darma mengatakan sesuatu yang membuat jantung Kayla kian berdetak tak karuan.
" Kayla, mau ga Kamu menikah denganku...?" tanya Darma sambil menggenggam telapak tangan Kayla lembut.
Kayla membulatkan matanya mendengar pertanyaan Darma. Matanya mengerjap tak percaya. Dan Darma masih duduk menunggu jawaban Kayla dengan tatapan penuh harap.
\=\=\=\=\=