NovelToon NovelToon
Imamku Ajari Aku Mencintaimu

Imamku Ajari Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cinta setelah menikah / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:522.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: NCY

Ditinggalkan tepat dihari pernikahan membuat Elisabeth hidup tak tentu arah. Ia akhirnya bertemu dengan sosok pria tampan yang baik hati. Si pria muslim pengidap anhedonia. Menikah? Kenapa tidak? Toh kami sama sama tak bisa memiliki cinta. Apa bedanya menjadi teman seumur hidup, dalam bingkai sebuah rumah tangga?

Tapi saat benih cinta mulai tumbuh. Bagaimana seorang Elis akan mencintai si anhedonia sedangkan si anhedonia terus tersiksa karena cinta nya terhadap Elis. Berhasil kah mereka? Yuk baca kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IAAM-023

“Saya nikahkan Nur Elisah binti William Petra kepada Khafi Al Nawawi dengan mas kawin seperangkat alat solat dibayar tunai,” ucap wali nikah Elis sembari menjabat tangan Khafi.

“Saya terima nikahnya, Nur Elisha binti William Petra dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.” Khafi berucap dengan lugas dan lantang.

“Sah?”

“Sah.”

Proses akad nikah berjalan tanpa kendala. Setelah penanda tanganan buku nikah dan penyerahan mahar maka Khafi dan Elis telah resmi menjadi suami istri sah.

....

Acara resepsi sederhana diadakan dikediaman syekh. Yang hadir hanyalah beberapa orang yang turut berpartisipasi pada acara akad nikah sebelumnya ditambah beberapa orang keluarga dari pihak Khafi.

Suasana jamuan makan malam yang begitu meriah. Saodah memperkenalkan Elis pada beberapa keluarga dekat yang hadir disitu. Mulai dari paman, tante dan istri kakaknya Shaleh, mereka menyambut Elis sebagai keluarga baru dengan gembira.

“Mereka mereka ini tinggalnya nggak seberapa jauh. Hanya seputaran Jakarta dan Bogor. Jika acaranya nggak mepet, bibi berencana mengundang semua keluarga. Tapi,” Saodah mendekatkan kepalanya ke telinga Elis. “Syekh tidak terlalu suka pesta, ia menganggap ini terlalu berlebihan.”

“Nggak apa apa bi, seperti ini aja sudah baik. Saat ini Elis senang, Elis bisa diterima dengan baik dikeluarga Khafi,” ucap Elis.

“Syekh sudah menerima mu, artinya kamu adalah yang terbaik buat Khafi. Semua orang pasti menerima mu,” ujar Saodah.

Elis berhenti dimeja dimana terhidang berbagai macam lauk pauk. “Bi Elis makan dulu,” ujarnya.

“Ya udah bibi akan ke dapur ngecek makanan. Nasi kotak untuk anak anak santri sudah di antarkan apa belum?” Saodah meninggalkan Elis. Ia mulai memilih milih menu yang akan dimakannya.

“Nur,” sapa Khafi yang sudah berada disampingnya.

“Ya?”

Tanpa basa basi Khafi menaruh satu potong paha ayam ke atas piring Elis.

“Makan yang banyak, seharian ini kamu pasti capek. Kalau sudah makan kita naik tidur,” ujar Khafi namun dibalas tatapan bingung oleh Elis.

Tidur, dalam situasi ramai seperti ini yang ada dalam benaknya hanya tidur?

“Aku ngantuk Nur, semalam aku hanya tidur dua jam. Kan nggak mungkin pengantinku aku tinggal disini,” lanjut Khafi seolah tau apa yang ada dalam benak Elis.

Elis berjalan menuju kursi dimeja makan yang berada diruang makan. Khafi mengikuti dibelakangnya.

“Kenapa duduk disini?” tanya Khafi.

“Aku nggak nyaman duduk di karpet dengan baju seperti ini. Nggak nyaman dan..”

“Ya sudah duduk disitu dan makan yang banyak,” potong Khafi. Ia mengambil kursi kosong dihadapan Elis.

“Kamu sedang menjagaku makan?” Elis menatap heran pria yang duduk persisi dihadapannya.

“Kita akan terbiasa makan semeja, kalau kamu merasa risih. Anggap aja aku nggak disini,” ujar Khafi.

Gimana bisa makan lahap jika dijagain gini? Hfffttt... dasar nggak ada perasaan. Mungkin dia nggak pernah tau apa itu canggung, gugup dan juga malu.

Elis pun melanjutkan makannya dengan lahap, ia menganggap pria dihadapannya itu seperti patung, nggak ada rugi untuknya ditatap terus saat makan. Namun...

Khafi menuju meja hidangan dan kembali dengan segelas air putih dan sepiring buah ditangannya.

“Ini, makan ini juga. Jangan hanya makan nasi,” ucap Khafi.

“Uhuk uhuk.” Elis menatap pria dengan gelas air putih ditangannya. Adakah patung yang bisa membawakan air putih tepat sebelum aku tersedak?

Elis menarik gelas itu dari tangan Khafi kemudian langsung meneguk separuh isinya. Tangan kirinya menepuk nepuk dada yang masih terbatuk batuk.

“Maaf,” ucap Elis.

“Makanya kalau makan tuh doa dulu, ucapkan Bismillah kemudian mulai lah makan dengan perlahan. Kayak takut nasinya dimakan hantu.”

Pasti dapet ceramah, padahal sudah ucapin maaf duluan. Batin Elis.

“Aku sudah selesai,” ucap Elis datar.

“Buahnya?”

Elis menusuk sebuah pepaya dengan garpu dan langsung memasukkan ke mulut.

“Lagi.”

Elis terpaksa mengikuti ucapan Khafi. Satu tusukan garpu ke buah mangga langsung masuk ke mulutnya.

“Ya udah ayuk naik, aku ngantuk,” ajak Khafi.

“Tapi, aku...” Khafi langsung menarik tangan Elis menaiki anak tangga yang berada diujung ruangan makan.

“Saat seluruh keluarga masih sedang asik berbincang, mereka tak menghiraukan jika kita nggak ada disitu. Paling paling sebentar lagi mereka pulang semua,” ujarnya sambil satu persatu menaiki anak tangga.

“Aku kan masih harus membantu bibi membereskan piring dan...” sela Elis namun terus ikut dibelakang Khafi. Ia teringat akan khotbah nikah sore tadi. Jika seorang istri harus tunduk dan patuh pada suami. Suami adalah imam. Surganya seorang istri adalah tunduk dan patuh pada suami.

“Kamu pengantinnya, kamu nggak perlu repot mengurus piring. Lagian bibi bibi didapur sudah banyak yang membantu bi Saodah.”

Elis akhirnya pasrah, toh ia sudah berada dianak tangga paling atas ruangan lantai dua rumah tersebut.

Ruangan yang telah ditata sedemikan rupa dengan barang mewah dan cantik. Semua barang terlihat kinclong dan baru. Mata Elis menjelajahi seluruh ruangan itu. Terdapat jendela kaca yang begitu besar, pintu kaca menuju ke balkon rumah dan dua buah pintu. Sedangkan Khafi sudah berdiri hendak membuka salah satu pintu diruangan itu.

Itu pasti kamarnya. Apakah itu kamarku?

Elis berjalan menuju kamar yang satunya. Matanya tertegun, bahkan pintu kamar itu tak dapat terbuka seutuhnya. Kamar itu ternyata adalah sebuah gudang.

“Teteh amal menaruh semua barang lama ke dalam situ,” ucap Khafi sambil berdiri bersandar di pintu. “Kita akan tidur disini.”

“Sekamar? Mana mungkin kita? Kitakan menikah hanya...” ucap Elis seakan tak percaya. Sebuah kamar untuknya dan Khafi.

“Tenang saja, aku nggak akan mengganggumu. Hari ini kamu bisa tidur di atas ranjang, kita bergiliran tidur di ranjang empuk itu. Malam ini aku tidur di sofa bed.” Jelas Khafi.

Setelah mendengar ucapan pria itu, baru lah Elis mau melangkah masuk ke kamar barunya nya itu, kamar yang terbilang sangat luas dan megah.

Benar saja, ada sebuah sofa bed yang lumayan empuk, kami bisa bergantian tidur diatas ranjang. Lagian kami hanya akan menghabiskan beberapa jam dalam sehari di dalam kamar ini, toh begitu masuk kamar akan langsung tidur... Elis membatin menguatkan hatinya.

“Aku mandi dulu, dimana kamar mandi?” tanya Elis.

“Tuh,” Khafi menunjuk sebuah pintu di pojok ruangan. “Yang itu ruangan pakaian. Teteh sudah menyiapkan semua baju baju kamu didalam,” lanjut Khafi, tangan nya tertuju ke arah sebuah pintu geser yang lumayan besar tepat disamping pintu kamar mandi.

Elis berjalan masuk ke dalam kamar mandi.

“Bahkan perlengkapan mandi ku sudah dipindahkan ke sini. Teteh benar benar sudah mempersiapkan semuanya,” gumam Elis.

Semburan air hangat dari shower mengguyur seluruh tubuhnya. Membersihkan keringat dan make up dari badan dan wajahnya. Tubuh terasa lebih segar dan harum.

Sebuah bathrobe telah menutupi badannya, ia pun keluar menuju pintu yang berada disamping pintu kamar mandi.

Elis membuka sebuah lemari yang penuh berisi pakaian Khafi. Kemudian membuka lagi lemari disebelahnya.

Hanya ada pakaian kantor? Apa teteh nggak membawa bajuku? Aku harus ke asrama mengambil baju. Tapi apa yang harus aku kenakan sekarang?

Elis menarik laci di bagian bawah lemari.

“Lingrie?” Elis mengangkat beberapa helai pakaian tidur sexy dari dalam laci itu. “Teteh ingin aku memakai ini?”

Terdapat beberapa pakaian dalam namun tak ada satupun baju. Aku nggak mungkin tidur mengenakan pakaian kantor.

Setelah sejam berada didalam ruangan pakaian. Elis memutuskan mengambil kaos dari lemari Khafi. Ia hanya bisa mencari kaos Khafi yang paling longgar agar bisa menutup hingga ke pahanya. Dengan pakaian itu akhirnya Elis bisa keluar dari ruangan itu.

“Hufffttt,” ia membuang nafasnya lega. Ternyata Khafi sudah tertidur di atas sebuah sofa bed tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu.

Suami, walaupun kita sepasang manusia asing sebelumnya namun ia kini adalah suamiku. Aku harus terbiasa menatapnya dan melayaninya dengan baik.

Elis membaluti tubuh pria yang tengah terlelap itu dengan sehelai selimut dari dalam lemari. Ia masih menatap Khafi dalam.

Darian.. jika saja kamu adalah Darian, maka hati ini seutuhnya adalah milikmu.

*Next **🔜*

1
Juna Dong
luar biasa
eni nuryati
cinua sejati/Heart/
Felycia Fernandez
hai elis...ternyata kita satu kampung Elis...nama kamu juga seperti nama temanku Elisabeth dan Petra...senang bisa mampir di ceritanya kk author...
Fitriyani
hahaa,,,pasti amel n Elis hamil tu,,waah barengan tu..
Fitriyani
bukannya Indira itu istri papanya y,klo iy,bkn nya manggil nya ibu,atau aku yg lupa y....🤔
Fitriyani
mantab bgt naluri Abi ni,Dy sllu tau n paling peka duluan dgn smua hal...
g ky khafi...
Fitriyani
jgn2 Hardian ada hati SM Amel...
Fitriyani
jgn2 Hardian ada hati SM Amel...
Fitriyani
mudah2an Pras menyesal semenyesal2 nya Krn udh lbh minggalkn istri sebaik Amel..
Fitriyani
mudah2an othor nya memberikan hukuman yg berat utk ariqah,kesel bgt aku sm ariqah tu
🫧Alinna 🫧
Nur artinya cahaya, nama Elisabeth cahaya petra
Fitriyani
pasti sedih bgt ,ada d posisi Amel..
Fitriyani
pasti sedih bgt ada d posisi Elis..😭
Fitriyani
lucu,punya rasa bersalah,tp mmperlakukn ank nya ky gt,,,aneh
Fitriyani
knp khafi manggil nur Thor???
Fitriyani
mf y thor,,maaf,,,bgt,sy hanya seseorang yg minim ilmu,cm dr awal sy agak janggal rasa nya setiap mmbaca salam mereka kpd Elis,,
bkn nya g boleh y mengucapkan salam kpd non muslim 🙏
Fitriyani
mf thor,dr mn Abi nya Kahfi tau klo cewe itu bukan seorang muslim,,,
klo hanya dr pakaian kan,blm bs mnntukan seseorang itu muslim atau tidak🙏
kelinci lucu
sprtinya seru..
pi bngung cz da yg menyangkut agama, dri awal dgreja trus da rang azan n dia nyebut allah, agama si cewek sbnernya apa?
saran j.. jka begronny brat y brat n pergaulan bbasny j jngn bwa2 agama🙏🙏🙏
kelinci lucu: oh... apa ini nnti si cewek jodohnya orng islam? lnjut bca dh biar gk slah faham, maaf y tor jka tdi slah faham🙏
total 1 replies
Dede Dewi
kak author, aslinya mana sih? Medan ya?

saya baca sambil belajar logat batak lho kak😁😁
🫧Alinna 🫧: Saya asli manado
total 1 replies
Try Maryati
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!