NovelToon NovelToon
PENGASUH SANG TAIPAN

PENGASUH SANG TAIPAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Tamat
Popularitas:307.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mbak_na

bagaimana jika seorang wanita mendapat kesempatan untuk berada dekat dengan seorang taipan berwajah tampan? mengasuh seorang CEO tampan yang pikirannya kembali ke masa anak umur 8 tahun? punya kepribadian aneh? dan kadang wajah tampan itu bertranformasi menjadi imut dan selalu meluluhlan hati seorang karin..... sampai sampai bisa menembus jiwa kejombloan karin, lalu bagaimana jika pria itu kembali ke pemikiran dewasanya? bagaimana kehidupan duo sejoli itu nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak_na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

A PLAN

 

Devan pov

 

Aku memandang keluar jendela-dari lantai 10-memperhatikan jalanan yang begitu ramai di bawah sana. Bukan hanya oleh pejalan kaki tapi juga oleh kendaraan roda dua yang mendominan.

 

Kupejamkan mata mengingat kembali perbuatanku pada Karin. Aku kembali hilang kendali. Gadisku itu selalu membuatku lupa jika aku berada di dunia yang berbeda dengannya. Dulu aku sangat takut akan kematian, kemudian setelah mengenal apa itu dunia sesungguhnya, aku mulai bersahabat dengan nyawa orang lain, dan aku sudah terlatih melihat datang dan perginya nyawa mereka di tanganku. Tidak ada yang kutakuti lagi setelah tahu semua itu. Namun semenjak bertemu Karin, rasa takut itu kembali. Dia yang pergi! Menjauh bahkan menghilang. Melihatnya tersenyum pada pria lain, ataupun mengabaikanku sedikit saja.

 

Berkatnya aku merasakan rasa takut lagi. Apa maksud dari semua ini? Aku tak mengerti sama sekali. Rasanya sesak dan sangat menyakitkan, namun ini berbeda dari penyakitku yang biasanya.

 

Ini lebih menyakitkan kurasa.

 

“tuan, tuan Arthur sudah datang” ck bajingan itu. Jika bukan untuk kerja sama membasmi Bramasta, aku tidak akan sudi bahkan menjabat tangannya saat ini.

 

“biarkan dia masuk” ujarku pada pak fet-dan kemudian pria tua itu segera pamit dari ruanganku.

 

Aku membalikkan badan kemudian duduk di kursi kebesaranku. Ku silangkan kaki dan ku tatap tajam pintu ruangan masuk yang menghubungkan ruangan ini.

 

Kemudian kulihat jika pintu itu terbuka. Menampilkan Arthur yang sedang menunjukkan senyum mengejeknya padaku. Tanpa ku suruh langsung saja laki-laki tidak sopan itu duduk di sofa yang berada di tengah ruangan ini. Aku menarik nafas menahan amarah. Untuk kali ini saja aku akan menerima kerja samanya, setidaknya dia lebih berguna dari anak buahku yang lain.

 

“aku sudah menyusun rencana kau hanya perlu melaksanakan bagian yang sudah kusiapkan untukmu”

 

“aku juga punya beberapa rencana yang apik untuk membasmi pria itu”

 

“kurasa rencanaku lebih bagus daripada yang kau buat” ucapku. Kepalaku sudah pening sekarang dan dia menambah rasa sakitnya lagi. Aku berusaha menekan rasa frustrasi dengan mengepalkan tangan. Buku jariku menghangat sangat ingin sekali menghantamkan kepala si brengsek ini ke tembok.

 

“tidak bisakah kau tenang? Disini kita harus bekerja sama, bukan berarti harus kau yang memimpin ekspedisi pembasmian tikus bejat itu”

 

“katakan rencanamu” aku mengangguk dan mencoba untuk menerima sarannya.

 

“baiklah” ku lihat Arthur berdiri dari tempatnya duduk dan beralih mendekatiku. Dia berjalan kemudian berhenti tepat di depan meja kerjaku.

 

“hubunganmu dengan Karin, adalah solusi yang kupikirkan”

 

Glek

 

Aku tau apa maksud dari Arthur mengenai ini, bukan berarti aku tidak memikirkannya sebelumnya, tapi.... aku tidak mau ini terjadi aku tidak mau membuat karinku dalam bahaya.

 

“dilihat dari reaksimu, aku tahu kau sudah memikirkannya, dan aku kemari untuk mempertegas semuanya, aku tahu kau tidak akan melakukan ini, tapi cara ini lebih efektif dari pada mencoba menjatuhkannya secara perlahan."

 

Aku mengepalkan tanganku kuat menahan diriku untuk tidak marah pada laki-laki ini. “aku tidak akan pernah melakukan rencana itu, itu terlalu berbahaya bagi Karin”

 

“maksudmu kau akan terus membiarkan Karin dan Lea dalam bahaya? Jujur aku tidak terlalu bermasalah dengan informasi rekam medisku yang dia curi atau apa pun itu. Tapi aku tidak akan membiarkannya menyakiti Lea-“

 

“lalu rencana ini akan membahayakan karin!” kali ini aku berteriak sembari memukul keras meja. Aku tidak menerima semua pemikiran egoisnya yang lebih mementingkan Lea dari pada keselamatan gadisku, milikku, obat yang sekaligus tempatku pulang.

 

“bukankah kau sudah tahu siapa yang dia incar sejak awal? Lea hanya dijadikan sebagai pemicu gadis itu keluar dari persembunyiannya”

 

“aku tidak akan melaksanakan rencana busuk ini” ucapku tajam. Aku berdiri dari dudukku dan segera mencondongkan tubuh dari seberang meja. Aku masih bisa menahan tanganku yang ingin membunuhnya segera saat ini, mengingat jika posisinya masih berguna dalam rencana kami.

 

"ini lebih efektif dan cepat, kita juga tidak perlu membuang banyak tenaga, nyawa dan biaya, lagi pula aku sangat yakin jika Karin akan menyetujui rencana ini-“

 

Bruk!

 

Aku yang sudah tidak tahan akhirnya melayangkan pukulanku padanya, sehingga membuat Arthur tersungkur keras ke belakang. segera ku langkahkan kaki untuk mendekati tubuhnya. Kembali ku daratkan satu pukulan pada wajahnya, yang kali ini mengenai rahangnya.

 

Karena tinjuku barusan, dia terbaring di lantai. Persetan mengenai laporan yang mengatakan dia lebih kuat dariku. Saat ini aku benar-benar sangat ingin membuatnya kritis.

 

“kau tahu apa yang kau ucapkan barusan! Karin bukanlah benda yang bisa dimanfaatkan seenaknya” aku mengambil posisi duduk di atas perut Arthur. Kuambil kerah bajunya dan kembali satu pukulan mengenai wajahnya itu.

 

“aku tidak akan melakukan rencana kotormu brengsek!”

Bruk!

Sial aku lengah, kurasakan jika perutku memanas dan berdenyut sakit. Ternyata dia menggunakan tangannya yang bebas untuk menghantam perutku. “sial”

 

Aku merasakan jika tanganku di tarik. Aku yang tidak siap sama sekali akhirnya terjatuh ke lantai yang sama dengan Arthur. Kali ini posisi kami berubah, dia kali ini duduk di atasku dan siap melayangkan satu pukulan pada wajahku.

 

Kulihat tinju itu yang bergerak, segera ku tepis dengan tanganku, namun sudah terlambat.

 

Bruk

Bruk!

Sial! Aku berusaha semaksimal mungkin untuk berdiri dan menjatuhkan pria ini, namun kali ini rasa pedih dan perih di mulut dan hidungku tak bisa di anggap remeh.

 

“kau pikir hanya kau sendiri yang frustrasi di sini? Kemarin aku menangkap 2 pelaku penculikkan Lea, mereka ingin menculiknya dan meminta tebusan Karin sebagai gantinya! APA KAU PIKIR MUDAH BAGIKU MELIHAT GADISKU DALAM BAHAYA!!”

 

Aku mengetatkan rahangku mendengar penuturannya barusan. Kupejamkan mata untuk meredamkan emosiku. Kali ini aku diam tidak bisa menanggapi. Bukan berarti hanya dia saja yang mendapati gadisnya dalam bahaya. Aku pun juga mendapati Karin dalam pengawasan beberapa orang, baik di luar maupun di dalam rumahku. Walaupun aku sudah memperketat keamanannya namun, mereka masih bertindak memata-matai Karin.

 

Arthur bangkit dari tubuhku dan berjalan menuju sofa. Dia mendudukkan dirinya di sana dan aku masih terbaring seperti tadi, memejamkan mata. Rencana ini memang bagus, namun akan membuat Karin dalam bahaya, walaupun aku punya dendam sendiri pada Bramasta, namun aku masih tidak ingin menggunakan Karin dalam rencanaku.

 

Aku hanya ingin dia berada dalam pelukanku di rumahku, tidak perlu melakukan apa-apa, dia hanya perlu menungguku pulag dan tersenyum padaku setiap saat. Hanya itu. Tidak lebih.

 

“aku akan memberikanmu obat keluarga vonte”

 

Aku membuka mata terkejut, ku tolehkan kepalaku padanya dan melihat Arthur yang menundukkan kepala dan menopang keningnya degan kedua punggung tangannya.

 

Obat keluarga vonte? Obat yang menjadikan orang-orang kuat seperti monster.

 

“rekam medisku yang di curi oleh Bramasta adalah ketika usiaku 17 tahun, dan obat itu masih belum sempurna waktu itu”

 

“kau bercanda?” ucapku dengan senyum yang mengejek. Dia tidak akan pernah memberikan barang berharga seperti itu pdaku.

 

“kali ini aku melakukannya bukan untuk mu tapi untuk lea, kita perlu menjadi tambah kuat darinya.”

 

“apa itu akan berhasil?” ujarku kali ini mulai tertarik.

 

“entahlah, aku tidak bisa memastikan keberhasilan 100%, namun berhasilnya rencana kita kali ini bisa mencapai tingkat 70%. Dan mengenai efeknya, itu hanya akan menyiksa tubuhmu sampai 1 miggu saja”

 

Aku bangkit dari baringku dan berakhir duduk di sofa berseberangan dengan Arthur. Aku mengusap rahangku dan juga meraba sedikit hidungku yang masih sakit, aiss dia benar-benar kuat seperti yang dikatakan pak fet.

 

“hanya satu minggu?” tanyaku. Hanya satu minggu aku harus menanggung penderitaan itu? Bahkan waktu yang kulalui sebelum bertemu Karin adalah waktu yang menyiksa dan melelahkan, maka hanya satu minggu, itu tidak ada apa-apanya bagi tubuh dan pikiranku.

 

“kulitmu akan melepuh, matamu akan memanas seolah-olah ingin keluar dari tempatnya, kau akan berhenti bernafas setiap 5 jam sekali, pikiranmu tidak akan terkontrol jika mendengar suara yang berisik. Kau harus tinggal di tempat yang gelap dan sunyi”

 

“jangan membodohiku” ucapku degan wajah yang datar, dia pikiranku tidak tau efek samping dari obat-obat yang dia minum?

 

“hahaha! Ternyata kau pintar juga! Apa kau sudah mendapatkan semua informasi tentangku?”

 

“pak fet baru saja kembali memberikan berkasmu tadi sebelum kau datang, semua terinci dengan jelas disana”

 

“baiklah, berarti kau sudah tahu apa dari efek sampingnya bukan?”

 

Aku menghembuskan nafas berat. Ketika kurasakan kepalaku kembali sakit. Andai saja karin ada di sini, dia pasti akan mengusap kepalaku, namun aku harus mengirimnya pulang kembali ke rumah karena Jhon.

 

“aku hanya perlu demam selama 1 minggu-“

 

“tambahan, kau tidak bisa di kunjungi oleh siapa pun termasuk Karin”

 

“apa maksudmu!” aku terkejut bukan main, ku coondongkan tubuhku dan kutatap dengan sinis pria yang dengan entengnya mengatakan hal itu.

 

“hanya satu minggu, aku sudah mengurangi efeknya seidkit demi sedikit, kau tidak akan lemah jika hanya tidak bertemu dengan  karin hanya seminggu bukan? Ini akan jadi berbahaya jika ada orang lain yag merawatmu, karena demam ini sama seperti virus yang mudah menular melalui pernafasan dan juga cairan tubuh” aku menjambak rambutku, pening rasanya memikirkan aku tidak akan menemui Karin selama satu minggu.

 

Bagiku bahkan satu menit saja serasa 1 jam jika tidak bersamanya, lalu sekarang 1 minggu? akan jadi apa menit dalam hidupku yang satu minggu itu?

 

“aku tahu bagaimana perasaanmu, tapi ini hanya waktu satu minggu kemudian semuanya akan baik-baik saja setelah kita mengalahkan Bramasta”

 

“aku akan menyetujui rencana ini jika kau tidak melibatkan Karin di dalamnya’ kataku tajam dan kali ini kutegakkan kepalaku untuk melihatnya.

 

Arthur juga menampilkan ekspresi yang sama denganku. Tapi kali ini dia mulai mengalihkan pandangan dan menghela nafasnya berat. “sepertinya keberuntungan kita akan berkurang jika Karin tidak ikut”

 

Aku mengepalkan tanganku ketika mendengarkan ucapannya. “selain Karin, apa pun itu akan ku korbankan-“

 

“termasuk dirimu?”

 

Aku mengangguk menyetujuinya “aku tidak bisa memikirkan hal lain selain selalu bersamanya”

 

“aku setuju dengan pemikiranmu”

1
Katarina Sutirah
cerita menarik
Yuni Tri Hastuti
Pinisirin
Rhenii RA
Saran aja thor, setiap babnya banyakin dialognya biar yang baca gak bosen, soalnya di beberapa bab kadang hanya ada 9 dialog😌
Rhenii RA
Dialognya terlalu sedikit thor
Jero Metriani
😂😂al dan mark akan bertemu jodohnya
aquawomen
kayanya Jhon sengaja ngasih obat biar Devan sakit terus
Umi Salamah
bagus sebenarnya tp kurang percakapannya jd terkesan kayak baca diary
Made Widianti
bosan juga .kkelebiha bercerita .percakapan x kurang .nggk seru jadix.
Nana effendy
hadir🤭
susy sulistyaningati
bisa disalurkan menjadi dd. bedah tuh anak2nya Karin-Devan, drpd jd monster bgt..
susy sulistyaningati
bknnya awalnya musuhnya Bram, kok malah terakhir Bram gk dibahas, malah dr. Jhon..🤔🤔
hrsnya diceritakan jg gmn Karin diselamatkan, ungkapan cinta Devan, permintaan ma'af Karin, gmn bucinnya Devan..
lha ini tiba2 sdh punya anak usia 5 th..😢😥
susy sulistyaningati
ngeri sekali dr Jhon.. sadis man..
ternyata tokohnya semya menyukai Karin kecuali Arthur..
akhirnya Jerry mampus jg, pasti de. Jhon atau suruhannya yg membunuhnya..
susy sulistyaningati
ternyata Jerry jg suka sm Karin..🤔🤔
kasihan Devan, dia sdh berusaha berubah malah Karinnya salah paham & akhirnya pergi drnya..
yg sabar ya Devan..
susy sulistyaningati
coba dinikahin & adiknya diajak tinggal bareng, mungkin Karin mau..
Lis Manda Cel
ketiga2nya ja thor...
Lis Manda Cel
ternyata lbh berbahaya dr pd bram,devan atopun arthur😔😔😔
Lis Manda Cel
lha iya karin kok mlh ngira devan cinta ma bayangan...hahaha...item doang klo bayangan apa yg mo dicinta hahaha
Lis Manda Cel
tetap semangat ya thor...gk usah baca komen2 yg tdk membangun👍👍👍
Lis Manda Cel
untung karin gk prnh mau mandiin devan ya...
Lis Manda Cel
jd devan udah ada ht ke karin dr sejak sblum hilang ingatan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!