Gadis yang cantik bak seorang model yang bekerja sebagai cleaning servis di sebuah perusahaan terbesar di Indonesia.
gadis yang sangat cerdas yang memiliki cita-cita yang tinggi. Di usia 18 tahun selepas tamat SMA Arumi memutuskan untuk merantau ke ibukota. demi membantu perekonomian keluarga. setelah ayahnya meninggal. Arumi sangat berperan dalam ekonomi keluarga.
ada seorang pria yang begitu memperhatikannya. Habibi Iskandar, seorang anak pengusaha kaya yg memiliki perusahaan dan ahli waris. namun Arum tidak pernah tau akan jabatan tinggi pria tersebut. Ardi Wijaya seorang sahabat yg selalu setia bersama Arumi, tanpa malu dan selalu mendampingi Arumi di setiap waktu Arumi membutuhkannya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 23
Arum dan Tiar berbaris di sebelah kiri barisan laki-laki. Semua mata tertuju ke arah arum. Tampak terdengar suara-suara bisikan dari barisan tersebut.
“Diam...” terdengar suara peringatan agar tidak bicara. Terdengar suara keras dan tegas dari seorang pria yang berbadan tinggi dan besar yang ada berdiri di depan mereka.
Pelatih memberi kan instruksi agar para siswa melakukan pemanasan. Di saat mereka sedang melakukan pemanasan. Terdengar suara dari arah belakang mereka. Saat mereka melihat. Seorang siswa laki-laki berlari dengan menaikkan celana trainingnya ke atas dengan baju yang masih tersangkut dipundaknya. Dengan buru-buru pria tersebut memakai baju kaosnya.
Sambil berlari menuju ke arah pelatih mereka.
“Maaf pelatih saya terlambat,” kata pria tersebut.
“Kenapa kamu terlambat?”
“Saya buang hajat di pak,” katanya lagi.
“Sit-up,” bentak pelatihnya.
“Berapa kali pak?”
“100,” jawab pelatih tersebut.
“Baik pak.”
Yuda memulai sit-up sedangkan yang lain menghitung secara bersamaan-sama.
1,2,3,......100
“Alhamdulillah. Lega.” guman yuda. “Sudah selesai pak.”
“Kembali ke barisan,” sahut pelatihnya.
“Baik pak.”
Yuda berjalan menuju barisan paling belakang. Saat berjalan di samping Arumi, lagi-lagi dia merasa apes. Tali sepatu yang belum sempat terikat efek buru-buru. Terjatuh karena terinjak kaki sebelahnya. Yang membuat tubuh tinggi itu terjatuh. Membuat para siswa tertawa. Dengan gerakan sangat cepat Yuda berdiri. Dan berjalan langsung menuju barisannya.
Di sekolah ini 98% siswa laki-laki. Apa lagi mereka tidak di ijinkan keluar dari lingkungan sekolah. Tidak ada alat komunikasi dan TV. Dengan kehadiran 1 orang siswi perempuan. Membuat mereka serasa mendapatkan sebuah mainan baru.
Yuda salah seorang murid di sekolah bodyguard ini. Cowok hitam manis yang memiliki senyum yang sangat manis dengan gigi putih dan tersusun rapi. Menjadi daya tarik tersendiri baginya. Tubuh yang tinggi 176cm, sosok yang bersemangat, ramah, sopan.
Setelah melakukan pemanasan. Pelatih mengabsen siswa. Setelah semua nama di sebut. Arumi di minta untuk maju. Mengisi namanya di buku daftar absensi siswa. Dan mereka berhenti setelah azan subuh. Udara yang sangat dingin yang menusuk hingga ke tulang sumsum. Kini sudah hilang. Efek lari keliling lapangan yang mereka lakukan. Setelah usia sholat subuh bagi yang muslim. Mereka melakukan sarapan. Jam pelajaran selanjutnya akan di mulai jam 6 pagi.
Jam 6 seluruh siswa sudah masuk ke dalam kelas. Siswa yang berjumlah 35 orang dan 2 orang perempuan. Kelas kepribadian. Seorang guru yang tampak sangat cantik dan seseorang yang ternyata adalah seorang ahli psikologi. Memakai blazer coklat dengan baju dalam berwarna putih dan celana coklat. Di tambah sepatu high yang tinggi nya sekitar 10 cm. Saat guru cantik itu berjalan, sudah pasti siswa laki-laki tidak berkedip sedikit pun. Di tambah baju dalam yang terlihat belahan dada tersebut. Ya memang sangat seksi. Rambut yg panjang sebahu dan lipstik yang berwarna merah muda.
Seorang yang di kenal sebagai ketua kelas yang bernama Rio mulai menyiapkan.
“Pagi semua.” Suara yang lembut namun terdengar cukup keras.
“Pagi miss yolanda,” jawab mereka serentak.
“Iya pagi semua. Ada siswa baru?” tanya Yolanda.
“Iya miss,” jawab mereka beramai-ramai.
“Boleh maju kedepan. Agar bisa memperkenalkan diri.”
“Baik miss.” Arum berjalan ke depan kelas.
“Silahkan perkenalan”
“Assalammu’alaikum teman-teman.” Kata Arumi.
“Wa’alaikum salam.” Jawab mereka serentak.
“Perkenalkan, nama saya Arumi Nanadia. Saya berasal dari jakarta. Saya baru tamat SMA.
Dan saya kakak pertama dari 3 bersaudara.” Terdengar suara Arumi menjelaskan.
“Ada yang ingin bertanya,” miss Yolanda memberikan kesempatan untuk siswa bertanya.
Seorang siswa laki-laki yang bernama Abdullah mengangkat tangan.
“Bagaimana kamu bisa sampai ke sini? Apa kamu benar-benar ingin menjadi bodyguard?” tanyanya.
“Saya tidak tau mengenai bodyguard. Dan saya bisa ada di sini karena takdir.” Jawab Arumi dengan polosnya.
Harun mulai mengangkat tangan.
“Apa kamu tidak salah, mau jadi seorang bodyguard?” Dengan tatapan yang seakan meremehkan.
“Sebelum lahir di dunia, saat masih di dalam kandungan. Semua nya sudah di garis kan. Sebagai manusia, kita hanya menjalankan peran kita sebaik mungkin.” Jawab Arumi dengan penuh keyakinan.