NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Tertukar

Jodoh Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:328.4k
Nilai: 5
Nama Author: RR Maesa

Karena ingin melihat putri kembarnya (Agatha & Amanda) segera menikah, Edward menjodohkan mereka dengan pria-pria pengusaha muda tampan yang kaya, putra dari relasi-relasinya.

Agatha di jodohkan dengan Jonathan.
Amanda dijodohkan dengan Vincent.

Pertentanganpun terjadi. Agatha dan Amanda juga Jonathan dan Vincent menolak dijodohkan.

Apa yang terjadi jika Agatha bertemu dengan Vincent (jodoh buat Amanda) dan Amanda bertemu dengan Jonathan (jodoh buat Agatha).

Apakah mereka akan jatuh cinta dengan pria yang dijodohkan untuk saudara kembarnya?

*****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-20 Makan malam dengan calon menantu

Agatha turun dari tangga lantai atas kamarnya, dia malam ini sudah berdandan sangat cantik. Sampai di ruang keluarga, dia bertemu dengan ibunya.

Elsa menatap wajah cantik putrinya itu, diapun tersenyum. Tidak terasa serasa kemarin putrinya masih bayi ternyata sekarang sudah dewasa dan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Kedua putrinya sangat mirip dengan Edward. Tubuh tingginya, hidung mancungnya, kulitnya yang putih, sangat mirip ayahnya, jadi mereka tumbuh sangat cantik, darah blasterannya sangat jelas terlihat.

“Kau sangat cantik malam ini, sayang,” kata Elsa.

Agatha hanya tersenyum dan menghampiri ibunya, dia lansgung memeluk ibunya.

Melihat dari senyumnya Agatha, Elsa bisa melihat kalau putrinya terlihat sangat bahagia.

“Kau tidak sabar menunggu Jonathan?” tanya Elsa.

“Mommy menggodaku saja,” ucap Agatha.

“Tidak sia-sia Jonathan dijodohkan denganmu, dia mendapatkan putriku yang sanagt cantik, semoga kau bahagia, nak,” kata Elsa sambil mengusap rambut putrinya. Dia selalu mendoakan semua putra dan putrinya bahagia dengan pasangannya.

Terdengar lagi suara langkah menuruni tangga. Putrinya yang satu lagi, Amanda turun, diapun sama dengan Agatha, tampil sangat cantik malam ini. Mereka berdua sangat mirip hanya saja mereka menggunakan gaun yang berbeda.

Terdengar suara mobil memasuki halaman dan berhenti di depan teras rumah.

“Siapa yang datang?” tanya Elsa sambil berjalan menu ruang tamu.

“Mr.Jonathan sudah tiba, Mrs,” jawab kepala pelayan yang sudah berdiir di dekat pintu yang sudah terbuka.

Mendengar nama Jonathan disebut, Agatha langsung tersenyum senang, dia berlari menuju pintu. Elsa hanya tersenyum melihat sikap putrinya itu. Tapi senyumnya perlahan hilang saat melihat di kaca jendela, putrinya yang satu lagi juga terlihat tersenyum dan hampir saja berlari seperti Agatha tapi langahnya terhenti saat Agatha sudah lebih dulu berlari menuju pintu.

Hati Elsa merasa tidak nyaman melihatnya. Apakah dia tidak salah mengira, kalau kedua putrinya menyukai pria yang sama? Bagaimana ini? Dia benar-benar harus memastikannya. Dia merasa khawatri karena itu artinya akan ada salah satu hati yang kecewa dan tidak bahagia.

Agatha menyambut kedatangan Jonathan yang baru turun dari mobilnya. Diapun segera menghampiri Jonathan.

“Kau sudah datang?” tanya Agatha dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya. Jonathan tampak terdiam dan terpesona melihat kecantikannya Agatha, tapi yang dia lihat adalah Agatha mirip Amanda. Meskipun mereka mirip, tapi saat melihat mata Amanda, sorot mata Amanda akan mengatakan akulah Amanda yang dia kenal lebih dulu.

“Mommy sudah menunggumu,” ucap Agatha, masih tersenyum manis.

“Maaf aku membuat Mommymu menunggu, dijalan sangat macet,” kata Jonathan.

Di pintu tampak Elsa berdiri melihat mereka.

Agatha langsung menarik tangan Jonathan membawanya masuk.

“Malam,Mrs,” sapa Jonathan pada Elsa yang tersenyum dengan ramah. Matanya melirik pada tangan Agatha yang menggandeng Jonathan. Poin pertama, dia sudah tahu kalau Agatha menyukai Jonathan.

“Malam,”jawab Elsa.

Saat melihat Amanda juga ada diruangan itu, Jonathan menoleh kearah Amanda, mata mereka bertemu. Jonathan tersenyum pada Amanda.

“Malam Amanda,” sapanya.

“Malam,” jawab Amanda sambil tersenyum. Elsa memperhatikan sikap putrinya yang satu lagi, kembali ada rasa yang tidak nyaman, dia melihat ada binar-binar dimatanya Amanda. Hatinya semakin gelisah, kenyataan bahwa kedua putrinya menyukai pria yang sama semakin jelas terlihat.

“Kau sangat cantik malam ini,” ucap Jonathan pada Amanda. Amanda langsung tertawa, wajahnya memerah.

“Terimakasih,” ucap Amanda.

Beberapa detik kemudian Jonathan tersadar kalau dia baru saja memuji Amanda, bukan Agatha. Diapun menoleh pada Agatha.

“Kau juga sangat cantik,” ucapnya sambil tersenyum. Hatinya merasa tidak enak, kenapa dia lupa kalau dia adalah calon suaminya Agatha?

“Silahkan duduk, mungkin Vincent sebentar lagi akan datang,” kata Elsa.

Jonathan duduk di sofa ditemani Agatha.

Elsa menoleh pada Amanda yang kini terdiam.

Terdengar lagi sebuah mobil berhenti di teras rumah.

“Mrs, Mr. Vincent sudah tiba,” kata kepala pelayan.

Amanda menoleh apda ibunya sebentar, lalu diapun keluar menyambut kedatangan Vincent. Elsa melihat reaksi putrinya tidak seantusias saat Jonathan tiba. Gadis itu hanya cepat-cepat saja keluar dari ruangan itu.

Pria itu turun dari mobilnya, sejenak tertegun melihat gadis cantik yang menyambutnya. Tapi tidak ada senyum di bibirnya, dia tahu meskipun gadis itu cantik, tapi dia bukankah Agatha, gadis yang dia sukai.

“Kau sudah datang?” tanya Amanda, dengan sikap biasa saja.

“Hem,” jawab Vincent pendek, terlihat malas untuk menjawab pertanyaan Amanda. Melihat sikap Vincent seperti itu membuat Amanda kesal, diapun mendekati Vincent, bicara berbisik.

“Bisakah kau bersikap lebih manis? Aku tidak mau orangtuaku kecewa dengan sikap ketusmu itu,” kata Amanda dengan kesal.

Vincent tidak bicara, dia segera masuk tanpa menunggu Amanda. Membuat Amanda kesal, kadang sikapnya Vincent sangat tidak menyenangkan. Entah bagaimana nasib pernikahannya jika menikah dengan Vincent.

Elsa menyambut kedatangan Vincent dengan ramah.

“Honey, apa menantu-menantu kita sduah datang?” terdengar suara Edward dari dalam rumah.

“Sudah sayang,” jawab Elsa. Edwardpun sampai di ruang tamu, kedua calon menantunya berdiri dan bersalaman dengannya. Edward merasa bahagia dan bangga saat melihat calon menantu-menantunya itu. Siapa orangtua yang tidak bangga melihat calon suami putri-putrinya adalah pria-pria tampan, pengusaha muda yang potensial.

“Kalian tiba sudah lama?” tanya Edward.

“Belum, “ jawab Joathan yang diangguki Vincnet.

“Honey, kapan kita makan, aku sudah lapar,” ucap Edward menoleh pada istrinya.

“Makanan sudah siap, ayo kita ke ruang makan,” ajak Elsa pada semua orang. Merekapun menuju ruang makan. Elsa tidak henti hentinya memperhatikan sikap keempat muda mudi itu, dia ingin tahu sesuatu yang meurutnya ada hal yang aneh atas hubungan mereka.

“Silahkan, silahkan,” ajak Edward, mengajak mereka duduk dikursi-kursi yang kosong.

Agatha menoleh pada Jonathan.

“Silahkan,” ucapnya menyentuh kursi di dekatnya. Jonathanpun duduk. Melihat sikap Agatha yang perhatian pada Jonathan membuat Vincent merasa cemburu. Wajahnya langsung saja berubah masam.

Amanda menoleh pada Vincent.

“Duduklah,” ajaknya pada calon suaminya itu sambil tersenyum. Mata Jonathan menatap Amanda, sekilas Amanda juga meliriknya, tapi tidak ada yang berkata-kata. Vincentpun duduk disamping Amanda.

“Silahkan, makanlah yang banyak, bukankah ini pertama kalinya kalian makan di rumah ini?” kata Edward pada calon-calon menantunya, dia berusaha bersikap ramah pada mereka.

“Terimakasih,” jawab Jonathan dan Vincent bersamaan.

“Ini adalah rumah peninggalan ayahku, rumah ini berusia sudah berpuluh-puluh tahun, banyak kenangan di rumah ini. Meskipun kami sekarang tinggal di perkebunan, Agatha dan Amanda lahir disini, di London,” kata Edward, berbasa-basi.

“Daddy, aku sudah lapar,” ucap Amanda.

“Ya, ya makanlah. Daddy hanya menceritakan supaya mereka tahu karena mereka akan menjadi keluarga besar kita,” kata Edward.

“Ya, silahkan dimakan,” kata Elsa, sambil menoleh pada pelayan-pelayannya yang siap membantu.

Agatha menoleh pada Jonathan.

“Kau coba ini, aku memasaknya khusus untukmu, aku menanyakan pada Mommymu apa makan kesukaanmu,” kata Agatha, sambil mengambilkan makanan dimeja.

“Terimakasih,” ucap Jonathan.

Ada yang merasa panas hati melihat sikap Agatha yang terus perhatian pada Jonathan.

Amanda melirik pada Vincent, dia bisa menebak Vincent merasa cemburu Agatha perhatian pada Jonathan.

“Kau mau makan apa?” tanya Amanda pada Vincent.

“Apa saja,” jawab Vincent pendek, tidak ada senyum dibibirnya.

Jonathan menatap sekilas pada Amanda, gadis itu mengisikan menu pada piringnya Vincent.

“Kau coba ini, ini masakannya Mommy, rasanya sangat enak, “ kata Amanda.

“Tentu saja enak, karena kau terbiasa makan masakan Mommy,” ucap Elsa sambil tersenyum.

“Tidak Mommy, masakan Mommy memang enak, “ ucap Amanda, menoleh pada ibunya.

“Iya Honey, kau memang pandai memasak,” puji Edward pada istrinya.

“Kalau begitu kalian harus menghabiskan makanan dimeja makan ini,kalau tidak habis berarti pujian kalian hanya pura-pura,” kata Elsa sambil tertawa diikuti yang lain.

“Bagaimana pekerjaan kalian?” tanya Edward pada calon menatu-menantunya.

“Semua berjalan lancar,” ucap Jonathan. Vincnet hanya mengangguk dan mengunyah makanannya.

“Apa setelah kalian menikah kalian akan tinggal disini?” tanya Edward.

“Sepertinya aku akan tinggal disini,” jawab Jonathan. Edward mengangguk lalu menoleh pada Vincent.

“Aku belum tahu, tapi kemungkinan aku akan kembali, karena aku baru beberapa tahun menjalan perusahaan itu, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan,” jawab Vincent.

“Dimanapun kalian tinggal, aku tidak masalah, asal kalian menjaga putri-putriku dengan baik,” ucap Edward, menatap Jonathan dan Vincent.

“Ya, Mr,” jawab Jonathan dan Vincent bersamaan.

Tiba-tiba Amanda terbatuk-batuk keras dan memegang kerongkongannya,  dia makan sesuatu yang ternyata sangat pedas di mulutnya. Dia terlihat kesakitan, matanya memerah.

“Ough ough!” Amanda terus terbatuk batuk.

“Sayang kau kenapa?” tanya Edward yang duduk dekat Amanda.

“Pedas,” jawab Amanda masih dengan batuknya.

“Cepat  minumlah,” kata sebuah suara. Sebuah gelas dan tisu disodorkan pada hadapan Amanda.

“Terimakasih,” jawab Amanda sambil mengambil tisu dan mengelap bibrnya, lalu minum air dari gelas yang disodorkan itu.

Elsa tertegun sesaat, tatkala menyadari yang memberikan gelas dan tisu itu adalah Jonathan yang duduk di sebrangnya Amanda.

“Bukankah kau biasanya menyukainya?” tanya Agatha.

“Sekarang terlalu pedas,” jawab Amanda, sambil menyimpan gelas di meja.

“Maaf Miss, mungkin cabai kualitas sekarang sangat pedas, padahal tadi saya memasaknya sesuai takaran biasa,” ucap koki yang segera menghampiri melihat insiden ini, dia selalu stand bye tidak jauh dari meja makan, sedang menyiapkan menu penutup.

“Tidak apa-apa,” ucap Amanda, dia sudah terlihat biasa kembali.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Jonathan pada Amanda, dia terlihat khawatir.

“Aku baik-baik saja, terimakasih,” jawab Amanda.

Sebenarnya Agatha juga agak terkejut melihat sikap Jonathan yang begitu sigap memberikan air dan tisu pada Amanda. Dia merasa hatinya mulai tidak nyaman, tapi disingkirkannya prasangka buruknya, dia berfikir mungkin karena  Jonathan dan Amanda sudah lama saling kenal.

Vincent hanya diam saja, dia sudah menebak kalau Jonathan sebenarnya menyukai Amanda, hanya saja Jonathan tidak bersikap agresif seperti dirinya, mungkin Jonathan punya pemikiran lain dengan diamnya, atau menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya pada Amanda.

Setelah makan malam selesai, mereka berbincang-bincang di ruang tamu sebentar, kemudian Jonathan dan Vincent pamit pulang.

Di dalam kamarnya Elsa berjalan mondar mandir dengan gelisah.

“Kau kenapa?” tanya Edward, sambil membuka laci disebuah lemari, mengambil beberapa berkas disana.

“Sayang, apa kau tidak merasa sesuatu yang aneh?” tanya Elsa, menatap suaminya.

“Yang aneh apa? Semua biasa saja,” jawab Edward.

“Aku merasa khawatir dengan pernikahan putri-putri kita,” kata Elsa.

“Kau jangan khawatir, semua akan baik-baik saja,” jawab Edward.

“Kau akan bekerja?” tanya Elsa saat melihat Edward memegang beberapa berkas yang tadi diambilnya dilaci lemari.

“Iya aku ada beberapa pekerjaan, kau tidur saja duluan,” kata Edward, lalu mendekati istrinya dan mencium pipinya.

Elsa hanya diam saat suaminya keluar dari kamar mereka, diapun duduk dipinggir tempat tidur. Dia terus memikirkan putri-putrinya. Dia merasa Jonathan mempunyai rasa pada Amanda. Sungguh sesuatu yang buruk. Agatha dan Amanda menyukai pria yang sama. Elsa mengusap mukanya dengan kedua tangannya, dia merasa gelisah. Semoga ini hanya perasaan yang salah saja fikrinya, mencoba menenangkan hatinya.

Di dalam kamarnya, Agatha duduk di depan cermin,dia sudah mencuci mukanya tadi, menghapus segala make up yang menempel di wajahnya.

Hatinya berbunga-bunga setiap kali bersama Jonathan,  meskipun Jonathan masih bersikap dingin padanya dan tidak banyak bicara, dia masih bisa menerima, karena memang tidak mudah menerima seseoang yang baru dikenal dan langung akan menikahinya, dia yakin lambat laun Jonathan akan perhatian padanya, dan itu butuh waktu, dia harus bersabar.

Di dalam kamarnya Amanda, diapun melakukan hal yang sama dengan Agatha, menatap wajahnya di cermin menghapus make up di wajahnya. Yang terbayang di benaknya adalah wajah Jonathan. Dia sangat perhatian seperti biasanya. Meskipun dia terkadang ketus, tapi kemudian dia akan kembali perhatian.

Amandapun tersenyum, hanya perhatian kecil dengan memberikan segelas air minum saja membuatnya bahagia. Tapi senyumnya berubah menjadi muram saat menyadari pria yang sedang dibayangkannya adalah milik saudaranya kembarnya, Agatha. Diapun mempercepat menghapus make upnya, dia ingin segera cepat-cepat tidur.

*****************************

1
Pasikah CwElosbes
cerita yg bagus ga terllu berbelit Belit
Yasinta Nuriyati
1 vote & ☕
Semangat terus berkarya Kakak author 🔥😘
Yasinta Nuriyati
Kakak author sambil nunggu karya terbarunya..baca2 cerita yang ini sangat bagus juga.. Terima kasih Kakak author karyanya sangat menghibur 🤗😘
Intan Khairani AM
😍
Intan Khairani AM
😍😍😗😗
benar....lebih baik dicintai dari pada mencintai....kita sekalu merasa dijadikan ratu....karena dalam dunia nyata...aq sudah merradasakan sendiri....
ayudisa
bagusss🥰🥰🥰
AsriMaria
Alur ceritanya bagus, konflik dan penyelesaiannya bagus tidak terlalu panjang tapi mampu menggambar kan cerita dengan baikr dan happy ending. Tata bahasanya juga baik.
AsriMaria
astaga.....msh ada stok spti vincent gak thor...dilemparlah ksni 😂😂😂...ayo Agatha...km sdh liat ksesriusan vincent
AsriMaria
astaga.....msh ada stok spti vincent gak thor...dilemparlah ksni 😂😂😂...ayo Agatha...km sdh liat ksesriusan vincent
AsriMaria
senyum2 sndiri baca ceritamu thor...gokil...😂😂😂😂
Soraya
slmt y Vincent 👍
Soraya
keren 👍
Soraya
permisi numpang duduk dl ya bru singgah👍
Ratna Sari Dewi
🤣🤣🤣
Meimawati
Q puas baca karyamu thoor.,.
tatik mufidah
pdhl bagus loo ini novelnya, yg like kok cmn dikit ya, blm tau mampir sini kayak e
tatik mufidah
wuahaha, kerjakeras vincent
Patrish
lebih indah dicintai..
daripada mencintai..
karena cinta akan tumbuh seiring waktu..
karena kasih yang diberikan setiap hari akan mengikis kebekuan hati..
❤❤❤❤❤❤
Patrish
aduh Vincent.... 🙈🙈😩😩😩😩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!