IG Author @Arumpicill_94
Follow yaaa
Novel ini hanya diterbitkan di noveltoon ya, jika ada yang menemukan kesamaan itu PLAGIAT !!!!
Berawal dari perjanjian perjodohan antara kedua orang tua mereka, mempertemukan Rere si gadis tomboy yg sering berkelakuan konyol dan kocak dengan seorang CEO tampan Deven Williyam Kiel yg terkenal jutek dan super dingin
Keseruan cerita mereka dimulai saat sering nya Deven memarahi karyawannya termasuk Rere karena pekerjaan yang tidak sesuai keinginannya, Namun hanya Rere yang berani melawan bahkan sering membalas mengerjainya, membuatnya semakin kesal
Perjalanan cinta yang romantis dan seru mewarnai kisah mereka,,membuat Deven yang selalu bersikap jutek akhirnya jatuh cinta dan bucin akut pada gadis itu
Penasaran kaaaannn....!!!!
Ikuti keseruan mereka ya....
Happy Reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArumPrysillya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesepakatan
" Jangan cuek lagi boss..." gumam Rere lirih yg masih didengar Deven jelas
Deven langsung menggenggam tangan Rere erat seolah meng iya kan gumamnya tadi.
" Apa kamu sedih ku acuhkan...???" tanya Deven pelan, Rere mengangguk
" Aku jadi dilema, kadang juga ragu, kita kan mau menikah tapi sikapmu tak pernah berubah padaku...."
" Apa kau siap menikah dgn ku...??"
" Asal boss janji tdk akan mengecewakanku,,menyakiti hatiku,dan mau mencintaiku..."
" Aku akan belajar untuk itu,, tetaplah disini disampingku,apapun yg terjadi..."
Deven meraih pundak Rere, Rere menyandarkan kepalanya dibahu Deven, tangannya memeluk lengan kekar Deven, Rasanya begitu nyaman seolah mendapatkan perlindungan dari segala ketakutan.
Mungkin untuk saat ini Deven belum mencintai Rere, tapi dia akan berusaha untuk membahagiakan wanita disisinya ini
Semilir angin membawa Rere lebih rileks,,matanya mulai terpejam dan tidur...
***♥️****
Rere merasa ada tangan kekar yg menjulur di tengkuk dan bagian belakang dengkul kakinya,, tangan itu seolah meraih Rere ke topangannya,,Rere terkesiap bangun,, antara nyawa yg blm terkumpul, Rere menjerit sambil memukuli tangan itu
" Aaaaaaaaaaaaaa...." treaknya sekuat mungkin, tangannya meninju berkali kali
" Aooww sakit woeee...!!!!" bentak seseorang dgn suara keras,, Rere mengeryip membuka mata
Nampak wajah Deven yg 1 centi lebih dekat dengan wajahnya,, Rere refleks langsung mendorong Deven kuat kuat
" Gila elu.....!!!!!" omel Deven bersungut sungut
" Bos ngapain, mau mesum ya...!!" tanya Rere dgn tatapan menyelidik, Deven langsung mencibir sinis
" Eeehhh stupid elu itu ketiduran di mobil,,ini udah nyampe rumah gue..."
" Ooohhh ketiduran ya bos..." Rere cengengesan sambil menggaruk kepalanya yg nggak gatal
" Tapi kenapa nggak dibangunin aja si bos,, pasti mau nyari kesempatan ya..." tuding Rere
Deven mendengus kesal
" nyesel gue bantuin...!!!!" gerutunya sambil berlalu meninggalkan Rere,, Rere terdiam menatap punggung Deven
" ahhh sittt bikin ilfeel aja itu cwek,niatnya mau gendong malah gue yg jadi salting karena treak nggak jelas..." gerutu Deven sambil masuk ke rumah.
Daddy dan mamanya sudah rapi di meja makan menunggu kehadiran mereka, sambil berbincang lirih, sepasang suami istri paruh baya itu mencicipi makanan pembuka di meja.
Deven datang dgn muka kesal menghampiri kedua orang tuanya,membuat mama nya menilik kearahnya
" Why son???? why did you come elone..???
tanya mama dgn serius,,
Deven masih diam sambil menyalami kedua orang tuanya,, meskipun gaya mereka lebih ke barat baratan namun budaya kesopanan tetap di preoritaskan di keluarga Williyam
" Mana Rere son..." tanya mama lagi
" Dibelakang mam, jalannya lelet..." sahut Deven asal, membuat Daddy dan mama tertawa lirih
" Sweet dikit son sama yourgirl,, kalo sikapmu jutek dan dingin seperti ini terus gimana dia mau takluk padamu..." tutur mama
" Rere itu kan gadis yg keras pendirian juga, tegas dan cuek, kalo kamu cuekin terus ya dia nggak akan takluk dgn mu,, menghadapi dia bukan hanya sekedar ganteng atau kaya..." timpal Daddy sambil menepuk punggung Deven bersahabat,, Deven hanya menelan ludahnya,,
Tak lama Rere datang dgn langkah ragu ragu,,
" Malam om.. mama..." sapa Rere
kedatangan Rere langsung disambut antusias oleh mama Deven
" Sini sayang...duduk disamping mama..." Rere meraih tangan kedua orang tua Deven lalu duduk dikursi yg ditunjuk mama Deven.
" Makasih ma.." sahut Rere tersenyum riang
" Dev nggak sweet ya...??? hmmm memang begitu ya Son mama ini harap di maklumi ya Re..."
Rere menatap Deven sekilas, Deven diam sambil membuang muka ke arah lain,, lagi ngliatin cicak cicak didinding kali
" Iya mah..si bos gak ada sweet sweet nya sama sekali ma..." sahut Rere,, sengaja memojokkan Dev
" Jangan panggil boss lagi donk sayang kalian kan udah mau nikah..." pinta mama
Rere hanya meringis
lalu acara dilanjutkan dgn jamuan makan malam,, makanan yg menggugah selera Rere hingga air liur nya hampir keluar
Rere makan dgn lahap,, Deven menatapnya dgn heran
" nihh cewek nggak ada jaim jaim nya blas...cuek aja dia makan gitu didepan calon mertua dan suami..." gumam batin Deven
"suami....!!!!" Deven mengernyit menyadari ucapannya barusan,, bukannya tadi dia sudah romantisan dgn Rere sebelum Rere tidur,, dan Deven masih dgn sangat manis menggendong tubuh Rere masuk ke rumah,, tapi semua itu berubah saat Rere tiba tiba terbangun dan berteriak kaya orang gila sambil memukuli nya.
" ahhh gadis ini memang menyebalkan...."
" gimana soal fitting baju kemarin..." tanya Daddy membuyarkan kesunyian mereka,,
" Udah beres dad..." sahut Deven sambil meneguk air minum digelasnya
" Kamu suka Re dgn gaun mu itu..." tanya daddy lembut
" Sedikit om... soalnya Rere belum terbiasa pakai gaun ala ala princes gitu..." sahut Rere polos, Deven hampir tersedak karena menahan tawa dgn ucapan polos Rere
Rere jadi salah tingkah dgn ekspresi Deven
" Aa ee mah apa kalo jadi istri pak boss nanti Rere harus dandan ala ala sosialita gitu yg harus pakai riasan make up yg tebel,, rambut di gelombang gelombangin ke salon,,kuku di warna warna terus makai dress panjang yg mahal,,pakai hill kaya nyonya nyonya...."
Pertanyaan Rere kali ini membuat tiga orang dihadapannya tak mampu lagi menahan tawa
Sungguh polos pemikiran Rere ini.
" Sayang... jadilah dirimu sendiri senyamannya kamu..." jawab mama ramah penuh kelembutan,, Rere kembali meringis
" Sesekali saja jika ada acara resmi dan kamu harus menemani Deven..."
Rere mengangguk mengerti
Setidaknya walaupun klas kehidupannya akan berubah,, tapi tak lantas membuat hidupnya harus ikut berubah menjadi orang lain.
Selesai makan Daddy Williyam mengajak mereka keruang tamu untuk berbincang bincang riang mencapai kesepakatan.
" Jadi gimana Dev dan Rere sudah siap untuk menikah kan...???" tanya Daddy memperjelas
Sebelum menjawab Rere terlebih dulu melihat Deven,, dia ingin tau ekspresi tanggapan dari Deven,, Deven masih diam,, Rere pun ikut Diam
" Mama harap kalian melaksanakan pernikahan ini dgn ketulusan dan keseriusan,, mama mau ada yg ngurus Dev,, krn mama kondisinya seperti ini,, mama juga mau ada yg mendampingi Rere, menjaganya sepanjang waktu..." mama berdrama
" Iya mam Dad Dev siap menikah..." sahut Deven datar,, membuat Rere terperangah
" Kamu Re...." tanya daddy ke Rere
" Sebenernya Rere masih ragu om,, yg pertama Rere belum terbiasa mengenal pak Deven lebih jauh,, Rere juga takut kalo nantinya kecewa,, Rere kan nggak tau pak Dev itu tipe cwok setia atau nggak... takutnya setelah nikah masih hang out sama nona Qiu..." jawab Rere mengungkapkan isi hatinya
" Jadi kamu masih berhubungan dgn Qiu son???" pertanyaan Daddy berubah mengintimidasi,, Deven mendengus kesal
" Yesterday dad....,,, Rere juga masih pacaran sama anak punya showroom atau dealer di dekat kosannya..." Deven balik memojokkan Rere,, dia tak terima di tuding Rere begitu,, Rere merengut,, Mama tertawa melihat tingkah dua anak muda didepannya
" Itukan cuman temen pak Dev,, wajar kalo Rere akrab soalnya dia orang nya lembut, perhatian dan nggak jutek..." sahut Rere jutek
Deven semakin kesal dibuatnya.
" Sudah...!!!! intinya mulai malam ini Daddy melarang kalian dekat dgn wanita atau laki laki manapun....kalian harus saling menjaga melindungi dan care satu sama lain..." tegas Daddy.
" Tergantung pak Deven om kalo dia masih nyebelin gitu ya Rere males..."
Baru kali ini omongan tegas Daddy dibantah santai sama orang lain,, Rere memang bener bener ngeselin.
" Banyak mau nya ya... udah deh tinggal bilang mau nggak nikah sama saya...!!!!" Deven berujar dgn penekanan
Pak Wiliyam diam,, menunggu jawaban Rere
Entah kenapa tingkah dua bocah ini menggelitik membuatnya ingin tertawa
" Gimana Re..." tanya Daddy akhirnya karena Rere masih terdiam.
Rere mengangguk menandakan setuju,, Senyum kelegaan terpancar dari wajah mama dan Daddy,, Deven sebenernya juga lega namun dia tetap pura pura cuek tak menggubrisnya.
" Minggu ini kalian akan melangsungkan pernikahan,, bersiaplah kalian... jaga kesehatan jaga suasana hati juga mood,, dan jaga hubungan kalian dgn baik..daddy dan mama akan mempersiapkan semua nya..." terang pak Williyam
" Dad boleh kah acara nikah ini dibikin sederhana dulu,, hanya orang orang terdekat dan keluarga saja yg diundang...???" Deven berusul
" Whyyy....????" pak Williyam seolah keberatan
" Ya... kita baru kenal Dad,,biarkan kita belajar mengenal satu sama lain dulu,, biarkan cinta itu tumbuh dgn alami ..." terang Deven
" Apa bedanya Son??? " mama ikut menimpali
" Eee ini sebenarnya permintaan Rere mama..." Rere membantu Deven
" Rere mau acaranya cukup ijab qobul sama kumpul keluarga terdekat dulu,, Rere juga blm begitu nyaman sama pak Dev,, kita masih banyak belajar menyesuaikan karakter satu sama lain,, lagi pula perjodohan ini kan mendadak,,jadi kita butuh waktu..." lanjutnya
Pak Williyam terdiam sejenak,, diwajahnya nampak sedikit kekecewaan,,
Tapi ucapan Rere ada benarnya juga,, mungkin dia yg terlalu terburu buru melangsungkan pernikahan ini,, anak muda jaman sekarang berbeda dgn jaman nya dulu,, yg serba nurut dgn apa yg disampaikan orang tua,, sudah sukur Deven dan Rere tidak banyak protes,, hanya blm mau mengadakan resepsi besar tak begitu jadi masalah.
" Baik lah..." ucap pak Williyam akhirnya membuat Deven dan Rere tersenyum tanpa beban
" Oya om setelah menikah Rere masih boleh kerja kan om,, Rere nggak terbiasa hidup bergantung sama orang lain,, ya Rere tau om pak Dev dan keluarga besar om pasti akan memberikan yg terbaik buat Rere,, hanya saja Rere masih senang dgn pekerjaan ini,, apalagi Rere baru naik jabatan tadi pagi..." nego Rere
" Naik jabatan apa sayang.." tanya mama antusias
" Hehehee jadi ketua team lapangan si mah,, tapi Rere bangga aja,, karena Rere mendapatkan itu atas prestasi Rere sendiri..." sahut Rere rada malu
" Baik lah om mengabulkan permintaan mu,, selebihnya kamu bicarakan lagi sama Dev..." jawab pak Williyam,, Rere mengucapkan terimakasih.
" Ayo ikut aku.....!!!" Deven menarik tangan Rere menuju halaman belakang
Bersambung ~
hallo Readers
bantu coment dan like plisss
***♥️***
cape dch
jgn ber tele2 lah alur ceritanya..
maaf cm masukan .. btw ttp semangatt thorrr