NovelToon NovelToon
Ghost Detective ( Season 3 )

Ghost Detective ( Season 3 )

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Komedi / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Lanjutan Chelsea and The Ghosts


Bermula dari Seiichi Park yang dihantui oleh arwah gadis koma bernama Sasikirana, membuat dirinya terlibat kasus kejahatan yang sadis, terstruktur hingga tidak memperdulikan nyawa manusia.
Kasus Sasikirana membuat Seiichi bersama dengan Divisi Kasus Dingin Polda Metro Jaya berhadapan dengan mafia hukum yang bukan hanya dari kejaksaan tapi juga kehakiman.
Puncaknya, saat ada korban, Klan Pratomo pun turun membantu para polisi-polisi yang masih lurus dan berdedikasi.

Generasi ke delapan klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyembunyikan Sasikirana

"Apa mas L?" tanya Brigjen Rayyan penasaran bin penisirin.

"Banyak yang main dukun," jawab Lachlan lelah. "Nauzubillah min dzalik!"

"Kita divisi klenik tapi tidak ada yang musyrik!" geram AKBP Victor. "Yang ada, kita bantu para arwah mendapatkan keadilan!"

"Siapa saja itu?" tanya Brigjen Rayyan ke Bu Lusi.

"Biar aku catat dulu. Minta kertas dan bolpoin." Lachlan menoleh ke AKBP Victor.

***

Ruang Kerja Divisi Kasus Dingin

"Aku tahu dimana Theo!" seru Seiya sambil mengangkat tangannya setelah berkutat depan laptopnya.

"Dimana?" tanya AKBP Nana bersemangat.

"Di Bivak!" jawab Seiya serius.

Semua orang menatap Seiya. "Kamu yakin?"

"Aku cuma tahu dia di Bivak tapi di kuburan siapa, masih belum aku ketahui. But, aku yakin Solihin bapaknya Solimin kalau si Hendrik Tan punya cara menyembunyikan mayat Theo!" Mata Seiya melebar. "Oke, ini agak diluar Nurlela anaknya pak Solimin. Bagaimana kalau Theo disembunyikan di dalam peti mati? Oom Jarot kan cerita kalau peti matinya disana bagus-bagus. Kalau ada ruangan didalamnya gimana? Theo kan tidak sejangkung Oom Victor, Oom Arief, Bang Steven dan Oom Fariz ... Dia cuma 168. Cukup pendek kan untuk cowok?"

Semua orang menatap horor ke Seiya.

"Bisa jadi sih ... Memang itu diluar Nurul tapi bisa masuk akal jika Hendrik Tan ingin menghilangkan bukti Theo sudah meninggal. Sekarang, kita harus mendapatkan data siapa yang meninggal di hari dimana Theo menghilang dan dimana dimakamkan. Jika di Bivak, mau tidak mau, kita harus mengeluarkan surat penggalian makam. Pertanyaannya adalah, apa keluarga yang meninggal itu ikhlas dibongkar petinya?" Kombes Purn Jarot menatap semua orang di ruangan itu.

"Itu yang sulit pak Jarot. Bukan apa-apa, pasti anggota keluarganya juga tidak ikhlas kan? Tidak rela jenazah anggota keluarganya dibongkar tapi ... Kalau memang Theo ada di situ, mereka bisa menuntut Hendrik Tan," ucap AKBP Atikah.

"Aku akan hubungi Sandra. Minta surat perintah memberikan semua data orang yang dimakamkan rentang waktu tiga hari Theo menghilang ke rumah duka punya Hendrik Tan." AKBP Nana mengambil ponselnya. "Seiya, kalau teori kamu benar, ini bakalan menjadi pemecahan kasus yang paling menyebalkan! Halo Sandra ...."

***

Ruang Pertemuan Divisi Kasus Dingin

Ketiga orang disana melongo saat membaca daftar para pejabat yang memakai bantuan dukun dan paranormal demi melancarkan semua kejahatannya. Mereka tidak menduga, jika salah satunya yang dikenal agamis tapi ternyata main black magic.

"Apa aku diijinkan menggunakan serum kejujuran Nyunyun?" tanya Brigjen Rayyan gemas. "Sumpah! Mereka ini semua munafikun!"

"Aku juga ingin pakai!" geram Lachlan.

AKBP Victor memegang pangkal hidungnya. "Tuhanku, kita dituduh divisi klenik ... Malah mereka yang pakai klenik!"

Lachlan menatap Bu Lusi. "Ibu mau menyebrang?"

"Nanti pak Lachlan. Saya ingin menyebrang jika semua orang ini sudah dihukum. Saya tidak perduli berapa lama tapi saya dendam dengan mereka semua!" jawab Bu Lusi.

"L, biar Lusi aku tatar."

Lachlan menoleh dan tampak Eyang Surti berdiri di belakangnya. "Eyang mau ngajari Bu Lusi?"

"Yes. Biar urusan arwah, Eyang yang atur. Kamu, Rayyan dan Victor, biar fokus di dunia. Oke?" Eyang Surti menatap Bu Lusi. "Lusi, namaku Eyang Surti, eyang buyutnya Lachlan ... Boleh dibilang aku adalah Pratomo awal. Kamu ikut aku ya. Kita akan atur strategi di dunia arwah."

Bu Lusi tersenyum. "Njih Eyang."

***

Lachlan, Brigjen Rayyan dan AKBP Victor keluar dari ruang pertemuan dengan wajah ditekuk sepuluh. Para tim yang ada di ruang kerja, bisa paham bahwa di dalam ruang pertemuan tidak sedang baik-baik saja.

"Ada kabar apa?" tanya AKBP Victor berusaha mengalihkan dari emosi yang didapat di ruang pertemuan.

"Seiya punya teori, Vic," senyum Kombes Purn Jarot.

"Apa Saint Seiya?" tanya Brigjen Rayyan ke putra tunggalnya.

"Kasus Theo Tan Pak Rayyan," jawab Seiya.

AKBP Nana dan AKBP Atikah menatap malas ke ayah dan anak itu. "Kalian yakin ayah dan anak kandung? Sepertinya salah DNA."

Brigjen Rayyan langsung menempelkan wajahnya ke wajah Seiya. "Semirip ini kok diragukan?"

"Tapi kata mama, ganteng aku dibandingkan papa," ujar Seiya. "Aku mirip idol. Papa idol-idolan."

Brigjen Rayyan menatap sebal ke Seiya. "Heh, dengar. Bapakmu ini ...."

"Mulai deh!"

"Ehem! Teori kamu Seiya?" potong AKBP Victor karena tahu Brigjen Rayyan dan Seiya bakalan lama ributnya.

"Jadi begini Oom Victor ...."

***

"Ada yang minta surat perintah?" salam Jaksa Sandra yang datang ke ruang kerja suaminya.

"Lha? Sandra sudah kamu hubungi, mbak Nana?" tanya AKBP Victor ke AKBP Nana.

"Udin dong, pan gue gercep soal beginian!" jawab AKBP Nana jumawa.

"Serius Seiya, kamu merasa bahwa Theo dikuburkan bersama dengan jenazah lain?" tanya Jaksa Sandra.

"Teori aku Tante. Soalnya paling make sense ( masuk akal ) kan? Yakin Hendrik Tan berprinsip 'no bodies no case'. Dia akan memberikan alibi, Theo keluar kota karena kalau keluar negeri tidak mungkin. Kita bisa memeriksa di imigrasi kan?" jawab Seiya.

"Bisa jadi sih. Kalau naik bis atau travel, bisa tidak terdeteksi sementara naik kereta atau pesawat, ada manifestasinya," gumam Iptu Fariz.

Suara langkah kaki menuju ruang kerja divisi kasus dingin terdengar dan tampak AKP Steven bersama AKP Arief. Keduanya tersenyum puas karena bisa menangkap Lenny Martina setelah buron dua tahun lebih.

"Dimana cewek pembunuh itu?" tanya AKBP Victor.

"Sel divisi kasus dingin." AKP Arief menoleh ke Lachlan. "Pak L, bisa minta tolong?"

Lachlan tersenyum paham. "Mau siapa?"

***

PRC Hospital Jakarta

Dokter Lucky dan Daisy mendatangi rumah sakit PRC guna berembuk dengan Hana, Madhava dan Seiichi soal Sasikirana. Mereka masih bingung mau menyembunyikan Sasikirana dimana.

"Oke, tidak mungkin di rumah aku dan Jeng Daisy, rumah Hana juga tidak mungkin sementara Seiichi juga indekos di rumah Brigjen Rayyan. Jadi gimana?" tanya Dokter Lucky.

"Ada satu-satunya apartemen yang tidak diketahui banyak orang," ucap Daisy.

"Punya siapa?" tanya Hana.

"Sabrina."

***

"Mau pinjam apartemen mas Ardiona?" tanya Sabrina Lee yang berada di New York bersama suami dan kedua anaknya.

"Iya. Buat menyembunyikan saksi penting, Brina," jawab Daisy.

Terdengar suara Sabrina berunding dengan suaminya, Ardiona.

"Boleh mbak Daisy. Pakai saja kata mas Ardiona. Lagipula, daripada kosong kan?" ucap Sabrina.

"Thanks Brina, thanks Ardi," senyum Daisy.

"Keamanan oke kok Dash. Jadi kamu bisa tenang menyembunyikan Sasi disana," timpal Ardiona.

"Oke."

"Kalian hati-hati ya. Ini bukan model mas Dom atau model mbak Hana. Kalian melawan pejabat negara dengan jumlah banyak! Kalian bisa kalah kalau mereka memakai hukum negara," ucap Sabrina.

"Kita akan berhati-hati Brina."

***

Yuhuuuu up malam Yaaaaa gaeeesss

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

1
Tri Yoga Pratiwi
ngalah ngalahin bocil si gaban ini kalo main hp 🤣🤣
pipiep
ghaban... tingkat asbun mu ngalahin para toodler🤣🤣🤣
Hana Reeves: Gaban gen Alpha 🤣
total 1 replies
Noey Aprilia
Mas gaban,km ktempelan spa????
km dktr gabut msh hdup,scra yg omongannya sring bkin psing kn bpknya kenzie....jd gemes pgn getok kplanya.....🤣🤣🤣
Andriani Rahmi
Gaban... njelehi... membuat kram perut... untung nggak lagi maem atau minum, auto keselek Iki...
Ani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Marsiyah Minardi
Owalah Briptu Ghafar bikin aku ngakak hampir kesedak pula 🤣🤣🤣🤣
Asbunnya ga ada obat beneran dah tuh makhluk satu
ahahaha gaban 🤣🤣🤣🤣
Ninik Rochaini
ya ampun ngakak trs aq...dasar ghafar🤣🤣🤣🤣
mama_im
🤣🤣🤣🤣🤣 ini the real polos goblok teh 🤣🤣🤣
D_wiwied
kamu yg njelehi Ban Gaban, dah mending diem aja duduk yg anteng, awas kalo ngomong aneh lagi ta uncalke kali kowe 😆😁🤣🤣
awesome moment
astaghfirullah...kaku perut q. ngabrut abis. ti gaban yg g segedhe gaban knp makin amburadul c. s7 sm arif dan teguh. gaban jgn dikasih akses internet. bisa bubrah dunia krn.nya
Meeta Baggio
Duh gusti tuh si Gabam kenapa makin ngaco aja deh omongan nya,bikin mumet pak Teguh sama pak Arif.
Gita Mitha Pertiwi
astaga Gaban km kok nyelehi 🤣🤣
amilia amel
apa nggak tambah pusing itu pak arief dan pak teguh dengerin omongannya gaban🤣🤣🤣
gaban makin kejadian 🤭😄🤣🤣🤣🤭 😄
Estevian Turangan
Triple Chen dong kapan updatenya🙏
Astaga sampe lupa jalan ceritanya
Niken Dwi Handayani
Duuuhhh kampus AQ disebut. 😱 yup sebagai alumni UT, kuliah di UT memang berat, bagi waktu antara kerjaan dan tugas kuliah. apalagi yang namanya tuton, setiap Minggu ada tugas terbaru
Hana Reeves: wah ... selamat kak 👍👍👍
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
ngeblank baca bagian ini gegara kalimat : hendak sudah berbuat kasar🤔🤭
Hana Reeves: oh aku revisi. maap kecepatan ngetik
total 1 replies
Ita Xiaomi
Salut ama Pak Jarot dan Pak Dean. Seandainya para pimpinan dan bawahan sptnya mereka.
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!