NovelToon NovelToon
Malam Pertama

Malam Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:615.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Jessica Je

Malam pertama bagi setiap pasangan Yang saling mencintai adalah suatu malam Yang paling terindah. Berbagi cinta kasih dengan penuh kemesraan tanpa adanya hukum Yang membatasi setiap ungkapan sayang tuk melampiaskannya.
Berbeda dengan pasangan Kapten Jiandra bersama sang bos mafia Yang terlibat dalam sebuah kasus, Yang mengharuskan keduanya untuk saling mengikat janji suci tanpa ada perasaan Yang tercipta di hati keduanya.
bagaimana kisah kapten Dan si bos mafia menjalani cerita hidup berumah tangga mereka...?!
Akankah malam pertama Yang indah bisa mereka rasakan..?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jessica Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran

Masih Flash back on libanon

Hari berganti hari hingga berganti tahun dan agung masih bersama keluarga ayana. Kedua orang tua ayana sudah merestui hubungan mereka berdua. sikap agung yang lembut dan pengertian membuat keluarga besar ayana sangat menyukai agung.

Berkat bantuan agung, impian ummah untuk mendirikan kedai makanan khas Indonesia tercapai, malahan kedai itu telah menjadi sebuah restaurant yang cukup maju saat ini. tak lupa pula event yang sering di lakukan setiap hari jumat di restaurant ummah yang menggratiskan makanan nya, yang semula hanya di peruntukkan kepada para tenaga kerja indonesia yang berada di negara itu telah dirubah menjadi gratis buat semua pengunjung yang datang di hari jumat.

Sehingga hari jumat menjadi hari tersibuk buat Ayana sekeluarga. Ayana pun menyempatkan diri mencoba berbagai macam kue-kue khas Indonesia yang hasilnya juga ia bagikan di hari yang sama.

Dari usaha itupun beberapa tkw yang sudah tidak bekerja lagi di tampung oleh ummah menjadi pelayan di restaurant ummah, mereka ada yang dari Jawa ada juga yang dari Sulawesi. Ummah jadi banyak temannya. Karena Indonesia terkenal dengan keramahannya, restoran ummah menjadi salah satu restoran yang cukup terkenal di negara itu. Makanan Indonesia yang kaya akan rempah-rempah membuat para pelanggan di restoran ummah ketagihan. Tak lupa juga berbagai sambal pelengkap makanannya. Sambal yang disajikan pun menjadi beragam karena bantuan teman-teman ummah yang berbeda daerah asalnya.

Sebagai hiasan dekorasi ruangan ayana memajang beberapa lukisan yang sudah ia buat. Lukisan-lukisan yang di buat oleh ayana membuat ruangan semakin terlihat elegan.

Hari minggu restorant ummah tutup, karena hari itu ummah sibuk menyediakan pasokan bahan masakan untuk keperluan rumah dan restaurant, demi keunggulan cita rasa ummah tidak segan-segan mengimpor bahan makanan dari Indonesia.

Sedangkan ayana sore hari ia hendak melukis ke taman belakang, karena ia merasa bosan melukis dalam ruangan. saat ia akan beranjak ke taman tak sengaja matanya melihat agung yang sedang memijat kaki babanya. Baba sedang duduk di kursi dan agung duduk di lantai memijat kaki baba. Mereka bercerita sambil tertawa girang. gurat kebahagiaan tersirat dari wajah mereka berdua.

Ayana lalu duduk dan melukis baba dan agung. Dengan cekatan ayana memoleskan kuasnya ke kain kanvas putih itu, sesekali ia melihat ke arah agung dan baba yang masih asyik mengobrol, senyum dan tawa masih terhias di wajah mereka,hingga lukisan itu selesai. Ayana tersenyum puas dengan lukisannya. Ia lalu menamai lukisan itu dengan "indahnya ketulusan". Mata yana masih melekat ke arah lukisan itu, ia sendiri begitu takjub melihat hasil karyanya.

Ayana lalu mengambil lukisan itu, dan menggantung lukisan itu tepat berada di depan ranjangnya. Sengaja ia meletakan lukisannya di tempat itu agar ia bisa melihatnya sebelum ia tidur. lukisan yang begitu Indah yang menyimpan arti begitu dalam.

Ayana lalu keluar kamarnya untuk merapikan alat lukis yang tadi ia pakai. setelah itu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.

Setelah mandi ayana bergegas pergi ke dapur untuk membantu ummahnya untuk memasak makan malam. tapi ia tak menemukan ummahnya disana.

"Ummah lagi pergi dengan baba tadi, katanya mau belanja" ucap agung tiba-tiba ia sudah berada di belakang.

"Yah... abang ngagetin ajah" ucap ayana tersontak kaget.

"kamu lapar? ummah sama baba katanya mau makan malam diluar. "ucap agung

"Gak lapar-lapar amat. "

"kalau begitu kita makan malam diluar aja, lepas magrib kita pergi, udah mo magrib, kita sholat bareng, abang mandi dulu, kamu berwudhu aja dulu, tunggu abang dengan mengaji. "ucap agung dan dijawab dengan anggukan kepala ayana.

Agung lalu bergegas ke kamarnya dan mandi. Tak lama suara adzan terdengar. Lalu mereka sholat berjamaah di ruang sholat. selepas salam Ayana lalu mencium tangan agung. agung lalu mengusap lembut kepala ayana. ia ingin mencium kening ayana, tapi ia mencoba menahannya.

"Kita makan malam dimana? "tanya agung.

"Kita makan malam di dekat pantai aja, mau? naik motor tapi yah? Ana gak mau naek mobil, enakan naek motor, biar bisa meluk abang"ucap ayana dengan senyum merayu.

Agung tersenyum

"Baiklah, tapi kamu pakai baju yang tebal biar tidak masuk angin. angin malam tidak baik untuk kesehatan. " ucap agung sambil mengusap lembut pipi ayana.

"iya abang, yuk kita berangkat, biar pulang gak kemalaman."

Mereka lalu pergi dengan menaiki motor. Sepanjang jalan ayana memeluk manja tubuh agung. Agung lalu mengelus tangan ayana yang melingkar di dadanya dengan tangan kirinya. ayana lalu menolehkan kepalanya ke arah agung. mereka berdua tersenyum..

Ayana lalu bersenandung ria di sepanjang jalan.

"Ada hati yang termanis dan penuh Cinta

tentu saja kan ku balas seisi jiwa

tiada lagi

tiada lagi yang ganggu kita

ini kesungguhan

sungguh aku sayang kamu"

Ayana menyanyi masih dengan memeluk agung dengan manja.

"Cantik

ingin rasa hati berbisik

untuk melepas keresahan

dirimu.

ohh cantik

bukan ku ingin mengganggumu

tapi apa arti merindu selalu

ohhh.. ohh.." Agung ikut bernyanyi. Ayana melihatnya sambil tersenyum bahagia. sesekali ia mencium punggungnya agung.

"Walau Mentari terbit di utara

hatiku hanya untukmu..

ada hati yang termanis dan penuh cinta

tentu saja kan kubalas seisi jiwa

tiada lagi

tiada lagi yang ganggu kita

ini kesungguhan sungguh aku sayang kamu.. "

Mereka lalu berdendang bersama-sama. senyum bahagia menghiasi lagu mereka. Agung lalu menutupi lagunya dengan mencium tangan ayana, Ayana pun membalas dengan pelukan erat.

Tak terasa mereka sudah sampai di tempat tujuan. Ada sebuah Restaurant yang terletak di tepi pantai yang Indah, bangunan yang terbuat dari struktur dan anyaman rotan sintetic. Desain yang penuh citarasa serta penataan ruang utama, lounge, dan meja makan yang begitu apik seolah mengundang setiap pengunjung untuk datang bersantap sambil di temani hembusan angin pantai. Dan saat hari berganti malam, kerlip cahaya yang berpendar di setiap sudut ruangan sekilas sperti sekelompok kunang-kunang yang menerangi malam. Cahayanya tidak terang tapi cukup jelas menerangi pengunjung untuk menikmati hidangan yang ada.

Selain itu, restoran ini juga menyuguhkan sajian live music untuk membangkitkan suasana. sederetan musisi lokal siap memainkan musik berirama jazz hingga larut.

Ayana tercengang takjub melihat suasana restoran yang dipilih agung. Ia tak mengira akan di ajak makan malam ditempat seindah ini. Setelah memarkirkan motornya, Agung lalu menghampiri Ayana dan menggenggam erat tangan ayana. mereka lalu memasuki restoran tersebut. Senyum bahagia masih menghiasi wajah cantik ayana.

Tak ada obrowlan yang tercipta diantara mereka ketika sedang menikmati makanan. mereka terlarut dalam merdunya lagu-lagu yang di nyanyikan oleh penyanyi. Setelah makan tiba-tiba agung menghampiri panggung pentas music yang ada di ruangan itu, entah apa yang di katakannya, tapi telihat beberapa orng yang ada di panggung itu mengangguk paham dengan apa yang di minta oleh agung.

Alunan instro music sudah terdengar lembut, agung lalu menghampiri ayana. Ia lalu meminta ayana berdiri. dan ayana melakukan apa yang agung minta dengan wajah bingung tapi masih bisa tersenyum penasaran.

Agung lalu menggenggam tangan ayana dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya masuk ke dalam saku celana seolah-olah akan mengambil sesuatu. Lalu agung mengeluarkan tangannya dari saku dalam genggaman itu terdapat sebuah kotak beludru berwarna merah. Ayana yah melihatnya kembali takjub, ia ternganga dan matanya membulat, tangan kanannya menutupi mulutnya.

"Abang tidak bisa bernyanyi, juga tidak tau merangkai kata-kata yang manis, tapi abang hanya bisa bilang, terima kasih sudah mau merawat abang, menerima abang, walau abang begitu di penuhi dengan banyak kekurangan"

Ayana mendengarnya seketika matanya sudah mulai berkaca-kaca.

"*Bidadari tak bersayap datang padaku

dikirim tuhan dalam wujud wajah kamu

dikirim tuhan dalam wujud diri kamu

sungguh tenang kurasa saat bersamamu

sederhana namun Indah kau mencintaiku

sederhana namun Indah kau mencintaiku*"

Suara alunan lagu terdengar lebih merdu nan Indah di teliga ayana.

"Abang malam ini ingin meminta ana untuk menjadi istri abang, menjadi ibu untuk anak-anak abang nanti, menua bersama abang, menemani abang kala abang susah dan senang, abang ta bisa menunggu sampai ingatan abang pulih kembali, Abang sungguh mencintai ana. Ana mau menjadi pendamping abang?" tanya agung menatap dalam mata ayana.

Tetes air mata haru ana tak bisa di bendung lagi. Ia menutup matanya.

"Sampai habis umurku

sampai habis usia

maukah dirimu jadi teman hidupku

kaulah satu di hati kau yang teristimewa

maukah dirimu...

hidup denganku..

katakan yes i do.. "

Lantunan lagu masih terus mengalun merdu. Para pengunjung yang ada di dalam ruangan itu ikut terharu dengan apa yag di lakukan oleh agung. Walau mereka tak mengerti apa yang dikatakan oleh agung tapi dari gerak tingkah mereka berdua, semua orang yang ada di tempat itu tau kalau agung lagi sedang melamar ayana.

Terdengar tepuk tangan meriah dari pengunjung,

"katakan yes i do.

jadi teman hidupku..

katakan yes i do"

Lagu itu seolah menghipnotis pengunjung yang lainnya, sehingga mereka ikut menyanyikan "katakan yes I do" berulang kali.

Ayana lalu mengangguk tegas, walau air mata masih mengalir deras dipipinya, namun senyum bahagia tetap terukir di bibir manis ayana.

"iya abang ana mau,, "

Agung mengusap air mata yang masih mengalir di pipi ayana, lalu memeluk ayana erat. Para pengunjung lalu bertepuk tangan meriah. Mereka bersorak melihat adegan romantis yang di mainkan oleh agung dan ayana. Ada juga pengunjung yang baper ikut memeluk pasangan mereka masing masing.

"Terima kasih ana, Abang mencintaimu" ucap agung sambil mengelus lembut rambut ayana.

****

TBC

1
Nova Irma Suryani
lanjutannya mana thor
alisia sandova
min mana sambungan nya kok gak ada? ...
nie_@
alur ceritanya menarik
Yuni Riyanti
lanjut donk ceritanya, penasaran
Yuni Riyanti
lanjut donk ceritanya
isma
seru baca Nayla,Ibra, Dani...
Herri Irwanto Pasaribu Pasbon
lanjut thor
Syifa
dalam bukan dalan
Herri Irwanto Pasaribu Pasbon
lanjut thor
Herri Irwanto Pasaribu Pasbon
lanjut thor, gantung nih
choirunissa
lucu ya suara perut kalo lg laper
choirunissa
seru nih...suka bgt ma cerita bajak2an no hp gitu...serasa baca novel detektif gitu
Zunzoengn Fitria
yuhuu
Zunzoengn Fitria
yes
Tatat Kembar Hartati
cerita nya ko ga ada update lg
Hany Hutagalung
kapan up nya Thor
Zunzoengn Fitria
lanjut dong...
Zunzoengn Fitria
okke
Hany Hutagalung
Kog blm up Thor
penasaran nih
lama Bgt nunggu nya
Kurnia Sifa Gemoy
lanjut👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!