NovelToon NovelToon
Suami Khayalan

Suami Khayalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Romansa Fantasi
Popularitas:146.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marimar

Kisah Jerry, Eza dan Nilo seorang wanita 21 tahun yang sangat suka sekali berdiam diri di Rumah dan memiliki ilusi yang sangat kuat.
Bahkan Nilo bisa menceritakan bagaimana rupa suaminya itu, bagaimana mereka menikah, bagaimana mereka melewati malam pertama dengan begitu detail. Namun itu semua hanyalah khayalan Nilo.

Nilo tersesat antara kehidupan nyata dan imajinasinya.

Akankah Nilo tersadar dan bagaimana Nilo menemukan cinta sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marimar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps. 23

Hari-hari kebebasan Nilo telah berakhir kini ia terikat perjanjian pernikahan dengan suaminya.

Mungkin Jerry harus merelakan wanita perebut kesuciannya itu untuk selama-lamanya.

Divine berbisik pada Gara yang sedang duduk di ruang kerjanya di rumah mereka.

“Sayang, Nilo terpaksa menikah dengan Eza karena perusahaan orang tua Nilo hampir bangkrut dan orang tua Eza yang menolong mereka, dengan syarat menikahkan putri saru-satunya itu dengan Eza, kasarnya perusahaan ayah Nilo nantinya akan kembali kepada keluarga Eza.”

“Keluarga Eza ini benar-benar, mereka melakukan segala cara untuk memperluas bisnis mereka.” geram Gara tak suka dengan cara keluarga Eza.

“Ben yang mengungkap kebenaran ini.” tangan Divine bermain lembut di wajah tampan Gara.

“Oh sayang, apa kau sedang menggoda ku.” Gara meraih tangan Nilo yang membelai lembut wajahnya dan menggigit lembut jari telunjuk istrinya itu

“Tidak, ku pikir Andava bisa membantu masalah Nilo, jika Jerry membicarakannya.” ucap Divine seraya menciumi area leher Gara, kalimat dan apa yang Divine lakukan tak selaras.

“Ya, ya sayang tapi kau kenapa, kau membuat sesuatu yang di bawah sana terbangun.” Gara menarik tangan Divine menuju sesuatu yang berada di bawah sana untuk memberitahu Divine apa yang ia ucapkan itu benar.

Divine bukannya menarik kembali tangannya, ia malah mengelus lembut kepunyaan Gara itu sehingga membuat Gara mendesah lembut “Aaaahhh.” suara Gara menikmati raba lembut Divine di area terlarangnya.

Divine sedang sangat bergairah sore itu sejak beberapa hari lalu ia menjadi lebih agresif dari biasanya.

Terlintas suatu hal di dalam pikiran Gara, ketika Divine menjadi lebih agresif dari dirinya.

“Sayang, rasanya kamu belum menstruasi bulan ini?” tutur Gara mengingat sudah lama ia tidak terhalang oleh sesuatu yang selalu datang tiap bulan saat hendak bercumbu dengan wanita cantik di depannya itu .

“Apa iya?” Divine menanggapi kalimat Gara sembari naik ke pangkuan Gara menghadap pria yang bertubuh besar 3 kali lipat dari dirinya lalu mengecup bibir suaminya itu.

Namun Gara tak membicarakan apa yang sedang ia pikirkan, ia menuruti saja apa yang Divine ingin lakukan padanya.

Benar saja, Divine kini sudah membuka kancing baju Gara hingga kilau dada Gara memenuhi bola mata Divine.

Divine merabanya lembut membenamkan wajahnya di sana dan memainkan jarinya seolah kaki yang sedang jalan dengan berjingkat-jingkat.

Gara menutup laptop yang terbuka sejak tadi. Ia sudah tidak tahan dengan apa yang Divine lakukan padanya, celananya menjadi sangat sesak, jika benda keras walau tak bertulang itu bisa berteriak, ia akan berteriak mengucapkan keluarkan aku sekarang.

“Kau yang menggoda ku sejak tadi, maafkan aku harus membuat mu lelah di sore ini.” ucap Gara dan menggendong istrinya itu ke sofa di dalam ruang kerja.

Tadinya Gara ingin mengangkat istrinya itu ke atas meja saja, namun karena sesuatu hal di pikiran Gara, ia mengurungkan niatnya dan membawa Divine ke sofa saja.

Dan terjadi lah, apa yang Divine inginkan tentunya juga sesuatu yang sangat Gara sukai.

Di rumah Eza, Nilo sedang berbaring di tempat tidur sedangkan Eza duduk di sofa menonton TV masih berada di dalam ruangan yang sama dengan Nilo.

“Beb,” panggil Eza lembut.

Hah.. apa.. dia bilang apa? Nilo celingukan di dalam kamar melihat sekeliling memastikan apa ada orang lain di dalam kamar itu yang di panggil oleh suaminya.

Nilo diam saja tidak merespon ucapan Eza.

“Apa kau tidak mendengar ku?” protes Eza berbalik ke belakang melihat Nilo.

“Kamu memanggil ku?” tanya Nilo memastikan.

“Pikirmu.” ujar Eza membalikkan pertanyaan kepada Nilo

Kenapa tiba-tiba memanggil ku Beb?

“Baca pasal nomor 14.” titah Eza.

Eh, apa dia bisa membaca pikiran ku?

Nilo pun meraih kertas perjanjian itu lagi yang berada di atas nakas di samping tempat tidurnya.

“Suami dan Istri wajib menggunakan panggilan sayang.” bola mata Nilo membulat seketika, setelah membaca pasal 14.

“Sudah? tentukan panggilan sayang mu sekarang?” cakap Eza yang masih duduk di sofa.

Nilo menggeretakkan gigi, kesal dengan seorang Eza Reananda yang berada tak jauh di depannya itu.

Apa ada panggilan sayang yang pas untuk mu? kau merusak hidup ku.

Menurut Nilo pernikahan itu bisa saja batal jika Eza tidak mau menuruti kemauan orang tuanya, namun nyatanya Eza lah yang tak ingin membatalkan pernikahan itu setelah pandangan pertamanya pada Nilo.

“Apa kau sudah menemukannya beb?” tanya Eza tanpa melihat ke arah Nilo.

“Ya sudah.” menjawab dengan suara antara ada dan tiada karena tidak begitu terdengar.

“Oh apa itu?”

Sayang, suamiku, prince, love atau oppa? Eza mereka-reka tak sabar mendengar panggilan sayang dari istrinya itu.

Eza yang mengetahui Nilo suka drama Korea pun berpikir mungkin saja Nilo akan memanggilnya oppa ala-ala manja Korea.

“Pemaksa.” Suara Nilo lembut jelas terdengar. Dengan sengaja Nilo berkata dengan lembut namun tetap saja vokal yang keluar dari mulutnya itu tak bagus.

Eza yang mendengar ucapan Nilo terdiam sejenak, terlihat sedang mencerna ucapan Nilo.

Walau vokalnya tidak enak, tapi sepertinya aku menyukainya, unik dan enak di telinga. Batin Eza mengindahkan ucapan Nilo. Eza mendengar panggilan Pemaksa dengan alunan bak sedang mengatakan oppa.

“Katakan lagi !” pinta Eza ingin mendengar Nilo kembali mengucapkannya.

Aku tidak akan merubahnya, walaupun kau meminta beribu kali.

“Pemaksa.” lafal Nilo dengan alunan yang sama.

“Ya beby.” jawab Eza dengan tersenyum manis.

Apa? dia menerimanya begitu saja, dan apa itu dia tersenyum, dia pasti sudah gila.

Nilo, ingin bertanya kenapa Eza menerima begitu saja tapi ia mengurungkan niatnya, memilih lebih baik diam saja.

“Kemari beb?” panggil Eza.

Nilo jengah, terpaksa menuruti suaminya itu, ia merangkak saja di tempat tidur untuk mendekat ke arah Eza.

“Apa kau sudah tau beby?”

“Apa?” Nilo duduk bersila di tempat tidur tepat di belakang Eza.

Eza meraih tangan kanan Nilo dan meletakkan di kepalanya.

Apa dia sedang sakit kepala, dan meminta ku untuk memijat kepalanya?

“Belai rambut ku!” titah Eza.

Oh astaga, apa lagi ini, apa dia benar-benar ingin membuat ku jatuh cinta padanya?

Nilo masih diam saja, tidak membelai rambut hitam nan lebat itu.

“Kenapa diam saja?” protes Eza yang belum merasakan belaian Nilo pada rambutnya.

“Pemaksa.” tutur Nilo, membuat Eza tersenyum mendengar ucapan Nilo, ia merasa Nilo semakin berbeda dari pacar-pacarnya terdahulu.

Nilo pun mulai membelai rambut Eza dengan mengkhayalkan prianya.

“Rambut mu lembut?” ceplos Nilo saat mulai membelai rambut Eza.

Rambut Eza yang selalu tampak jatuh sudah di pastikan adalah rambut yang sangat lembut.

Ya tentu saja, semua wanita yang pernah dekat dengan ku sangat menyukai rambut ku ini. batin Eza.

Nilo telah masuk ke dalam langkah 1 membuat wanita jatuh cinta ke pada Eza Reananda yang sejak dulunya terkenal seorang playboy, bahkan Eza memiliki 12 langkah untuk membuat wanita jatuh cinta padanya. Rata-rata dari mereka hanya sampai pada langkah 2 dan jatuh ke dalam pelukan Eza.

Karena istrinya itu tampak tak menyukainya, Eza terpaksa harus menggunakan 12 langkah itu pada istrinya sendiri.

Nilo pun tanpa sadar mulai mengendus rambut Eza saat membelai rambut suaminya itu, semakin Nilo membelai rambutnya, semakin banyak pula wangi itu masuk ke Indra penciuman Nilo dan akan merasuk ke hati Nilo yang sudah tergembok rapat, begitulah alur dari langkah pertama jatuh cinta kepada sang Eza Reananda.

1
Yasmin Risno
cerita author bkin aku pusing......
olle
kak up nya jangan tersendat2 dong penasaran bgt sm ceritanya sy sih lebih like nilo jerry
Fabro Os
makasih kak dah up lagi....
Fabro Os
Evan kembar g, sih kak?
💜⃞⃟𝓛ㅤ ᴀʀᴜɴᴀ
ya Allah Thorrrrr
kangen banget aku Ama Nilo
penasaran aku gak ilang² lho Thor Ama novelmu ini
setiap up adaaaa aja misterinya😁
Jan lama² ya Thor up nya aku setia nunggu lho😚
Olle Riu Olle
penasaran happy ending nya thor, jangan lama2 dong up nya
Shalwa Sabil
lanjut thour
💜⃞⃟𝓛ㅤ ᴀʀᴜɴᴀ
ampun dah Thor...
kelakuan Evan... jadi suka akunya sama doi🤭
Jerry kemana Thor? kangen juga ama cerita si Deddy satu ini😁
Iniaku: Follback kak
total 1 replies
Shalwa Sabil
lanjut thour
Fabro Os
makasih kak dah up lagi.....
Irsa Arini
lha langsung aja tidak pakai trik dulu kamu evan
D'wie author
Waduh,siapa tuh cewek? Jgn khayalan jg kyk J dulu ya! Trs Gou itu siapa ya? Jgn2 anak Gara sama Divine.Hmmm...🤔
D'wie author
Eza, itu Nilo putrimu yg kau abaikan. Kau tak tahu Nilo hamil Krn perbuatanmu, dasar lelaki menyebalkan.
D'wie author
Kasian ya Jerry, hatinya mati sepeninggal Nilo. Tempo hr jg aq gk rela Nilo mati,kasian Jerry soalnya.
D'wie author
Baru tw kisah anak Nilo dilanjutin.😌
Nouna Jumie
🤣🤣🤣🤣 Evan berguru dlu sama papah mertua wkwwk
Gitaemutz
hahaha
Shalwa Sabil
waduh evan2..lanjut kak...penasaran kpn evan bisa nembus nilo...hhhh
Shalwa Sabil
lanjut thour
Marfuad Namlia
jangan d bikin pusah thoor nilo ama evan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!