Seorang gadis, memulai kisah cintanya dengan hal yang mengejutkan, bagaimana tidak? setelah dilecehkan ia malah terperangkap dalam cinta yang pemuda itu berikan, akan kah perjalan kisahnya berjalan dengan baik? Baca kisah selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23
Pagi-pagi sekali Lia Chan sudah terbangun dari tidurnya, ia menata beberapa makanan di atas meja untuk ia hidangkan pada sang buah hati, gadis itu memang selalu bersemangat menjalani hari-harinya, dan semua ini tidak lain karna Juno anaknya.
Pemuda kecil itu keluar dari kamar, ia berjalan perlaha menghampiri meja makan dalam keadaan mata yang masih menyipit.
"Mamy."
Tubuh Kecil Juno mencoba meraih kursi yang lumayan cukup tinggi, untuk ukuran tubuhnya, Juno terlihat begitu menggemaskan ketika ia bersusah payah untuk duduk di atas kursi tersebut.
"Sayang, sini Mamy bantu."
Lia Chan mengankat tubuh anak itu dengan senyum yang berbinar.
"Terima kasih Mamy." ucap Juno dengan suara yang terendah, sepertinya pemuda kecil itu masih mengumpulkan beberapa kesadarannya.
"Cepat habiskan makananmu, jika jam 4 sore nanti Mamy belum kembali, Juno datang kerumah Bibi Fan saja ya, Mamy harus lembur, untuk menyelesaikan pekerjaan Mamy di kantor." Ucap Lia Chan
Anak kecil itu hanya menganggukkan kepalanya sambil terus menyantap hidangan yang sudah di buat oleh Mamy tercintanya.
Lia Chan melirik ke arloji yang melingkar di tangannya, waktu sudah menunjukan pukul 7 kurang, setelah Juno sarapan, ia kembali merapikan meja makan tersebut, dan bergegas pergi kekantor.
"Aku sayang Mamy."
"Mamy juga sayang Juno."
Gadis itu mendaratkan kecupannya di atas pucuk kepala sang buah hati, ia berlalu melambaikan tangannya ke arah Juno dengan senyum yang berbinar, Lia Chan memang selalu menyembunyikan dukanya dari Juno, karna ia tidak ingin terlihat lemah di depan sang buah hatinya tersebut.
Di kantor tuan Robert sudah menyiapkan beberapa berkas penting, sambil menunggu kedatangan Lia Chan, pria yang sudah berumur tersebut bahkan sudah menganggap Lia Chan seperti putri kandungnya sendiri, Tuan Robert sangat kagum atas prestasi dan hasil kerja dari Lia Chan, perhitungan gadis itu selama terjun di dunia bisnis tidak pernah meleset, jika hal itu terjadi sekalipun, pasti Tuan Robert akan mendapatkan keutungan yang cukup besar dari hasil kerja keras Lia Chan.
Gadis itu memasuki ruang kerjanya, dan disana sudah ada Tuan Robert yang menunggunya, sambil menikmati secangkir kopi hangat.
"Tuan? kau disini?"
"Akhirnya kau datang, aku sudah sedari pagi menunggumu."
"Kau tahu tuan, aku harus membagi waktu bekerja dengan putraku."
Tentu Tuan Robert sudah mengetahui segalanya tentang Lia Chan, bahkan Tuan Robert sering mengusulkan gadis tersebut untuk segera menikah, namun Lia Chan tidak memperdulikan hal tersebut, menurutnya kehadiran Juno justru membuatnya harus berhati-hati dalam memilih pasangan, bagaimana tidak, jika seseorang ingin menjalin hubungan dengannya, maka pria itu juga harus menerima dan menyayangi Juno sepenuh hatinya.
"Baiklah, aku mengerti, aku ingin dalam dua hari ini kau harus segela mengirimkan desain interior untuk beberapa investor, aku peecayakan hal ini padamu, karna sejauh ini beberapa client sangat puas dengan hasil rancanganmu."
Lia Chan sudah mengetahui hal ini sejak awal, tidak butuh waktu lama, gadis itu menganggukan kepalanya dan langsung memulai membuat hasil rancangan dari tangan sucinya tersebut, Ya, tangan suci, entah mengapa semua orang juga selalu puas jika melihat hasil karya buatan tangan Lia Chan tersebut, itu sebabnya Lia Chan dijuluki si gadis bertangan suci di kantornya.
Lia Chan menghela nafasnya, waktu sudah menunjukan pukul 6 petang, dan ia masih terjaga dengan pensil, kertas di tangannya, bahkan kantor pun sudah sangat terasa sunyi, hanya beberapa Staf Clening Service saja yang masih sibuk membersihkan kantor tersebut.
Lia Chan meregangkan otot-otonya, ia kembali merapikan hasil pekerjaannya tersebut, karna Lia Chan harus membagi waktu bekerja dengan sang buah hati yang mungkin sudah menunggunya bersama Bibi Fan.
Gadis itu sudah berdiri di depan Loby perusahaan, sialnya saat itu langit sudah cukup mendung, gemuruh mulai terdengar, tanda hujan akan segera turun.
NEXT GUYS LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA😍
PROSES REVISI, MOHON MAAF UNTUK BEBERAPA BAB AUTHOR HAPUS, ADA BEBERAPA BAGIAN YANG SEDIKIT MENGALAMI PERUBAHAN, DI MOHON PENGERTIAN DAN KESABARANNYA, SECEPATNYA AUTHOR MENYELESAIKAN HAL INI OKE😍
UNTUK HAL INI KALIAN BISA BACA JUGA KARYA KU YANG LAIN YANG BERJUDUL
*Not Wrong Destiny 2
*Why Fall In Love
*Just 1 Years
*Ignorance Of Love
HAYU DI RAMAIKANN, HAPPY READING
hmor naik pitm